
Kyra dan Teguh bergegas meninggalkan apartemen yang di tempati Julia untuk mendatangi Alex di kantor selain itu karena Kyra mendapatkan informasi kalau Julia telah meninggalkan restoran tempat ia menemui seseorang.
Hanya sekitar lima belas menit perjalanan lancar dari apartemen Julia menuju kantor Alex, kini Kyra tengah berjalan menuju lobi kantor di dampingi oleh Teguh, dan di saat yang bersamaan Dito yang berjalan dari tempat parkir pun tengah menuju lobi kantor.
Dito yang berjalan di belakang Kyra segera mempercepat jalannya agar bisa mengejar Kyra.
"Selamat sore nona Kyra Queensha, apa kabar anda selama kita tidak pernah bertemu." Sapa Dito yang membuat Kyra menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah sumber suara yang menyapa di belakangnya.
"Selamat sore juga bapak Ardito Saputra." Kyra menjawab sapaan Dito dengan sopan.
"Bisakah kita ngobrol sebentar Ra? Akhir-akhir ini aku merasa kangen banget sama kamu." pinta Dito pada Kyra.
"Sebaiknya anda bisa menjaga bicara anda bapak Ardito, anda harusnya tahu tempat dan dengan siapa anda berbicara." Tegur Teguh yang tidak suka dengan pembicaraan Dito.
"Kamu tidak usah ikut campur, apa aku salah hanya bicara kangen dengan seseorang?!" sahut Dito tidak senang dengan perkataan Teguh.
"Itu hak anda bapak Dito, tapi seharusnya anda tahu tempat dan tahu dengan siapa anda berbicara." Teguh berbicara sebagai tameng untuk melindungi Kyra.
"Teguh saja tahu masa kamu seorang Ardito Saputra yang hebat dalam segala hal tidak bisa melihat tempat, kamu tahu kan ini kantor milik siapa dan saya siapa? Permisi." kata Kyra lalu segera pergi meninggalkan Dito sendirian.
"Tunggu Ra, aku cuma ingin bicara sebentar sama kamu." Cegah Dito menghalangi jalan Kyra yang hendak berjalan menuju lift.
"Mau bicara apa lagi sih Dit? Apakah pembicaraanmu dengan seseorang di restoran tadi kurang lama ya? Kamu jangan mentang-mentang dapat kepercayaan dengan sebuah jabatan lalu dengan seenaknya menggunakan waktu bekerjamu untuk hal-hal yang tidak penting,
harusnya kamu bisa menggunakan waktu sebaik-baiknya, jangan karena suamiku diam saja lalu kamu mengira kamu aman mengkorupsi waktu kerjamu sangat banyak.
Sadarlah Dit sebelum kamu terkena imbas dari ulah semaumu sendiri itu. Tapi kalau kamu mau terus seperti itu ya terserah kamu kalau kamu ingin di ganti dengan orang yang lebih pantas dan lebih mumpuni daripada kamu." Kyra mencoba mengingatkan Dito yang suka buang-buang waktu kerjanya dengan seenak jidatnya sendiri.
Dan setelah selesai dengan perkataannya Kyra berlalu dari hadapan Dito menuju lift khusus direksi yang kebetulan Kyra lihat sedang menuju lanti satu di mana sekarang dia berada.
Dan tepat saat Kyra sampai di dekat lift, pintu lift terbuka lalu Kyra dan Teguh memasuki lift yang akan membawanya menuju ruangan Alex.
__ADS_1
Sementara Dito merasa sangat heran dengan perkataan Kyra yang mengetahui kalau dia baru saja bertemu dengan seseorang.
"Apa tadi Kyra juga sedang berada di tempat yang sama? Ah! Rasanya enggak deh, biarpun tempat tadi cukup luas tetapi bisa terlihat sangat jelas setiap pengunjung datang dan pergi, apa Kyra memata-mataiku? Aku rasa tidak mungkin juga." gumam Dito sambil mengusap tengkuknya dengan pertanyaan di benaknya, lalu ia pun segera menuju ruangannya.
Sementara itu Kyra kini telah berada di depan pintu ruangan Alex, di ketuknya pintu ruangan itu.
Tok! Tok! Tok!
Kyra tidak langsung masuk begitu saja setelah mengetuk pintu, ia menunggu sampai ada yang mempersilahkannya masuk.
"Masuk!" terdengar suara menyuruhnya masuk.
"Kamu tunggu di sini ya Guh, aku masuk dulu." perintah Kyra pada Teguh dan di jawabi anggukan dari bodyguardnya itu, dan Kyra pun segera masuk ruangan Alex.
"Selamat sore bapak Alexi, masih sibuk ya? Maaf jika kedatangan saya mengganggu." sapa Kyra saat dilihatnya Alex tengah menekuni pekerjaannya sehingga lelaki itu tidak mengangkat wajahnya saat Kyra masuk ke dalam ruangannya.
Mendengar suara seseorang yang menyapanya sangat ia kenal, Alex pun spontan mengangkat wajahnya dari data-data yang tengah di tekuninya.
"Kan mau kasih kejutan, masa bilang-bilang? Nanti kamu gak terkejut dong." sahut Kyra lalu pasang wajah karena Alex hendak mencium keningnya dan semua bagian dari wajahnya.
"Bisa saja kamu." kata Alex setelah selesai mencium wajah istrinya.
"Bisa dong, Julia saja bisa apalagi aku." sahut Kyra dengan santai.
"Sayang, kamu memata-mataiku ya?" tanya Alex dengan wajah berubah sendu karena khawatir Kyra mengira yang tidak-tidak.
"Bukan suami aku yang aku mata-matai, tapi tuan putri Julie Aurora yang selalu ingin apa yang dia mau bisa dia dapat. Tapi kalau melihat wajahnya yang di tekuk dia pasti gagal mengharap sesuatu dari kamu mas." beber Kyra dengan riang.
"Iya kali aku mau balikan lagi sama dia, secara aku sudah punya kamu yang sangat istimewa dan lebih segalanya di banding dia. Sekalipun andai saat ini aku masih sendiri, aku gak akan menerima dia lagi, alasannya apa? Kamu sudah pernah aku ceritai." kata Alex penuh keyakinan.
"Aku percaya kamu mas, sedikitpun aku tidak mencurigai kamu kalau tentang Julia." terang Kyra melegakan hati Alex.
__ADS_1
"Terima kasih sayang atas kepercayaanmu kepadaku." kata Alex dengan lembut juga haru lalu di kecupnya lagi kening Kyra.
"Tapi sepertinya ada konspirasi antara Julia dengan Dito mas." cerita Kyra mengenai laporan yang di berikan anak buah Jagat kepadanya.
"Maksudmu mereka saling kenal dan berencana untuk menghancurkan rumah tangga kita?" tanya Alex tidak percaya.
"Entah mereka kenal sejak kapan, tetapi menurut laporan yang aku terima, anak buah Jagat mendengar sangat jelas apa yang menjadi pembahasan mereka selama pertemuan. Ya, mereka membahas kita, mereka mau saling bekerja sama untuk mendapatkan kita kembali masing-masing kepada mereka.
Hah! puncak komedi banget enggak sih menurut kamu mas? Kenapa mereka tidak bisa berpikir secara dewasa sih?" Kyra bercerita sambil menggeleng-gelengkan kepalanya karena sangat heran dengan Julia dan Dito yang sama-sama punya cara berpikir seperti anak kecil.
"Benar juga apa yang kamu katakan sayang, kalau mereka berpikir secara dewasa pastinya mereka malah merasa malu jika masih terlalu berharap hubungan mereka dengan kita masing-masing bisa kembali, apalagi melihat latar belakang perpisahan kita yang terbilang sangat memalukan di pihak mereka, tapi mau bagaimana lagi? Itulah mereka adanya, entah apa nanti yang bisa menyadarkan mereka dan merubah pola pikir mereka." Alex pun tak kalah heran seperti Kyra.
"Ya kalau mereka memang bisa berubah berarti itu sebuah keajaiban. Sudahlah, sampai di sini dulu saja bahas mereka. Ngomong-ngomong mau lembur ya mas? Ini sudah waktunya pulang lho." tanya Kyra yang melihat Alex belum berkemas padahal jam pulang kantor telah terlewat.
"Enggak lah ada kamu di sini mendingan kita pulang sekarang lalu makan dulu sebelum pulang." jawab Alex antusias.
"Berarti kalau enggak ada aku mas mau lembur ya?" tanya Kyra lagi.
"Enggak juga, tapi langsung pulang ke rumah, enggak sabar nahan rindu sama istriku tercinta ini." kelakar Alex sambil memeluk Kyra dengan gemas.
"Hmmm, mulai deh lebaynya.." sindir Kyra.
"Biarin, sama istri sendiri ini. Bebas..!" seru Alex.
"Iyaa, ya sudah segera berkemas." kata Kyra dan Alex pu segera membereskan semua yang berserakan di meja kerjanya dibantu Kyra.
Setelah itu mereka keluar ruang kerja Alex dan segera berlalu untuk melakukan apa yang mereka rencanakan tadi. Dan Teguh yang selalu setia mendampingi kemanapun Kyra pergi segera mengikuti langkah atasannya tersebut.
...****************...
Terima kasih sudah membaca. Maaf ya para pembaca tercinta, baru bisa up soalnya badan sedang tidak fit, ini pun bisa nulis sambil menahan sakit, semoga bisa menghibur pembaca semua.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan subscribenya yaa, terima kasih sekali lagi 🥰