
"Sar, sudah mau pulang?" tanya Kyra saat mereka telah selesai jam kerja hari ini dan bersiap untuk pulang.
"Iya mbak, mau bareng?" tanya Sari.
"Iya, tadi pagi aku diantar mas Agus dari Ales Farm, jadi aku enggak bawa motor sendir." jelas Kyra kenapa ia hendak nebeng motor Sari.
"Oh begitu, ya sudah saya tunggu mbak selesai dulu." kata Sari lalu mendudukkan dirinya kembali di depan meja Kyra, menunggu Kyra menyelesaikan laporan pekerjaan hari ini.
Tak berapa lama Kyra telah selesai dengan pekerjaannya, kemudian mereka berjalan ke tempat parkir untuk mengambil motor milik Sari.
Baru saja Kyra menghidupkan motor, tampak Agus masuk halaman faskes dan langsung mendatangi keduanya.
"Hampir saja aku terlambat jemput." kata Agus setelah berhenti dihadapan mereka.
"Enggak apa lah mas, aku mau bareng Sari karena tadi pagi kamu tidak bilang kalau mau jemput aku." jawab Kyra.
"Ya sudah kalau begitu aku pulang dulu ya." pamit Sari mengambil alih motornya dari Kyra.
"Maaf ya Sar, sudah buat kamu menunggu tapi enggak jadi bareng " Kyra merasa tidak enak kepada Sari karena telah menunda kepulangannya.
"Enggak apa lah mbak, kan tidak tahu juga kalau bakal ada jemputan." sahut Sari sambil menhidupkn motornya.
"Terima kasih ya Sar, hati-hati!" kata Kyra dan Agus bersamaan tanpa disengaja, dan Sari hanya melambaikan tangannya lalu segera berlalu dari halaman faskes.
Setelah kepergian Sari, Kyra dan Agus pun segera pergi meninggalkan tempat itu menuju rumah.
"Mas, pulang ke rumah dinas dulu ya, ada yang mau aku ambil." Pinta Kyra kepada Agus.
"Sesuai kemauanmu sayang." jawab Agus, dan langsung menghentikan motornya di depan pagar rumah Dinas Kyra. Setelah Kyra membuka kunci pintu pagar keduanya segera masuk pekarangan.
Nampak dari halaman rumah pak Lurah, Laras memandang ke arah mereka dengan sinis.
"Mas, mbak Laras tuh. Tadi kamu bener enggak berkata kasar sama dia, kok pandangannya seperti itu?" tanya Kyra memastikan.
"Enggak, malah tadi aku ngomong biasa saja sama dia, padahal saat kita belum menikah, aku selalu ketus sama dia. Ya, dia pasti sangat kecewa karena aku sudah menikahi kamu, padahal dia kan terobsesi banget sama aku." Cerita Agus dengan terus terang.
"Ya ampun, PeDenya suami aku..." Goda Kyra.
"Memang begitu kenyataannya ya,mau bagaimana lagi." sahut Agus sambil angkat bahu.
"Kamu cerita kalau kita sudah menikah?" tanya Kyra.
__ADS_1
"Iya. Mau bagaimana lagi sayang, dia ngeyel banget tadi, aku terus terang saja, tadinya dia tidak percaya, tapi setelah aku tunjukin cincin ini ada nama kamu baru dia percaya, lalu pergi begitu saja." jelas Agus pada Kyra.
"Tadi kamu telpon enggak cerita?" tanya Kyra lagi.
"Biar kamu enggak tanya-tanya, bisa terganggu kerjaan kamu, karena kamu tinggal kepoin aku." Jawab Agus setengah bercanda membuat Kyra tersenyum.
"Ada-ada saja alasan kamu mas." kata Kyra sambil beranjak dari kursi teras untuk membuka pintu rumah.
"Mau minum dulu mas?" tawar Kyra
"Boleh sayang, Lemon tea anget ya." jawab Agus.
"Oke, tapi di dalam saja, enggak enak sama mbak Laras. Tuh masih betah banget mandangin kamunya." Saran Kyra, dan Agus pun beranjak dari duduknya dan segera masuk ke dalam rumah.
***
Keesokan harinya, Agus sudah berpakaian rapi yang dipersiapkan Kyra untuk memulai hari pertamanya di kantor.
Agus terlihat semakin menawan dengan pakaian formal itu, membuat setiap mata yang memandang akan terpesona dan sulit untuk berpaling demi menatap visual yang nyaris sempurna.
"Ck, ck, ck... Tampannya suami orang." puji Kyra saat Agus datang untuk sarapan.
"Orangnya siapa dulu dong yang punya suami?" balas Agus menggoda Kyra.
"Dokter Kyra Agam pastinya." Sahut Agus sambil menowel hidung Kyra.
"Bisa saja deh mas, buat aku merasa sebagai perempuan paling beruntung bisa memiliki kamu." Kata Kyra dengan wajah bersemu merah.
"Justru aku yang sangat beruntung bisa memiliki kamu sayang." Sahut Agus.
"Ya sudah. Kita sama-sama beruntung, sarapan dulu yuk, nanti kamu kesiangan sampai ke kantor daddy!"
"Kesiangan sebentar tidak apalah." sahut Agus, dan hanya di tanggapi gelengan kepala dari Kyra.
Setelah selesai sarapan, Agus segera bersiap untuk berangkat ke kota.
"Kamu ikut bareng sekalian sayang?" tanya Agus
"Masih terlalu pagi mas, aku nanti naik motor sendiri saja." jawab Kyra.
"Ya sudah, kalau begitu hati-hati ya nanti kalau berangkat." pesan Agus pada Kyra dengan penuh perhatian.
__ADS_1
"Kamu juga mas. Awas mata di jaga, sekretaris daddy Agam begitu seksi." Pesan Kyra di jawab tawa oleh Agus.
"Bisa saja candaan kamu sayang, ya sudah aku berangkat." Agus mencium kening Kyra setelah Kyra mencium punggung tangan suaminya, tak lupa Agus mencuri kecupan di bibir Kyra sebelum masuk ke mobilnya dengan cepat, sementara Kyra hanya terbelalak tak percaya dengan kenekatan Agus, takut ada yang melihatnya.
***
Kyra mengendarai motornya dengan kecepatan sedang untuk menuju tempat kerjanya, tetapi saat di jalan yang agak sepi karena tidak ada rumah penduduk, yang ada hanya sawah yang membentang milik warga sekitar, tiba-tiba ada yang mengganggu perjalanan Kyra.
Motor Kyra dipepet oleh sebuah motor yang dikendarai dua orang laki-laki berpenampilan berandalan dengan helm fullface membungkus kepala mereka, jadi Kyra tidak bisa melihat rupa dari pengendara yang memepetnya itu.
Karena terus dipepet akhirnya Kyra berinisiatif menghentikan laju motornya, tetapi belum sampai motor berhenti, tiba-tiba orang yang duduk di jok belakang menjejak motor Kyra hingga motor Kyra ambruk, dan Kyra terlontar ke selokan yang membentang di pinggir jalan untuk sarana irigasi.
Setelah berhasil membuat Kyra jatuh dan masuk selokan, kedua orang preman itu melajukan motornya dengan kencang.
Beruntung ada yang melihat kejadian itu dan segera menolong Kyra, tetapi baik Kyra maupun orang yang menolongnya tak sempat memperhatikan plat nomor orang yang mencelakainya.
Karena insiden itu Kyra mengalami cedera tapi ia bersyukur tidak terlalu parah, tetapi bukan juga cedera ringan, siku dan lututnya ada beberapa luka lecet yang agak lebar, karena ia jatuh ke selokan, dahinya sempat membentur tanggul selokan sampai berdarah, karena dahinya mengalami luka robek tapi tidak lebar dan dalam.
Orang itu segera membawa Kyra ke faskes, sementara yang lain mengamankan sepeda motor milik Kyra. Beruntung Sari sudah datang, dan ada tenaga medis lain yang menolong Kyra di instalasi gawat darurat faskes tersebut.
Dengan cekatan Sari membersihkan luka-luka Kyra sambil matanya tak henti-hentinya mengeluarkan air mata. Sari begitu penasaran ingin tahu awal mula penyebab kejadian yang menimpa Kyra, tetapi ia tahan, karena Sari ingin segera selesai melakukan pertolongan pertama untuk luka-luka Kyra.
Luka gores di dahi Kyra tidak perlu dijahit karena tidak terlalu dalam.
Akhirnya, selesai sudah Sari dibantu tenaga medis lain membersihkan dan mengobati luka-luka di tubuh Kyra.
"Terima kasih perawatannya suster Sari." ucap Kyra sambil sesekali meringis menahan sakit di luka-lukanya.
"Apa yang terjadi sih mbak?" tanya Sari dengan mata sembab dan masih berkaca-kaca melihat kondisi Kyra.
"Tadi ada yang memepetku dua orang laki-laki memakai motor matik berperawakan preman, tetapi karena mereka memakai helm fullface aku tidak tahu wajah mereka seperti apa, bahkan aku juga tidak sempat melihat plat nomor kendaraannya karena kejadiannya begitu cepat,orang yang menolongku juga tidak tahu." Kyra menjelaskan kejadian yang dialaminya kepada Sari.
"Semoga saja ada kejadian yang membuat orang-orang yang mencelakai mbak ketahuan. Apakah aku harus memberi tahu mas Agus?" Tanya Sari masih dengan wajah khawatir.
"Jangan dulu Sar, mas Agus masuk kantor daddy, ini hari pertamanya, biar nanti aku sendiri yang memberi tahunya." Larang Kyra kepada Sari.
"Baiklah kalau begitu. Atau panggil madam Sandra saja?" tanya Sari lagi.
"Iya boleh, telpon Alena saja dulu, biar Alena yang memberi tahu mommy, takutnya mommy terlalu khawatir kalau kamu kasih tahu langsung." Saran Kyra.
"Baiklah, aku telepon mbak Alena saja kalau begitu." Kata Sari langsung mencari nomor Alena di ponselnya, tak berapa lama Sari sudah terlibat percakapan, rupanya Alena telah menerima panggilan dari Sari, Setelah beberapa saat melakukan pembicaraan, Sari pun menutup panggilan teleponnya dan memberi tahu Kyra kalau Alena akan segera datang ke faskes bersama madam Sandra untuk menjemputnya.
__ADS_1
...****************...
Happy reading semua, ditunggu selalu dukungan kalian buat karyaku ini ya teman2 readers semua. Kirim like, komen, vote dan juga gift buat karya ini yaa, terima kasih 🥰😘