Dokter & Petani

Dokter & Petani
Mirip


__ADS_3

Satu minggu sudah pencarian di lakukan, tetapi hasilnya nihil dan Kyra tak berhasil di temukan, tim penyelamat hanya menemukan sesobek kain dari sayatan pakaian yang di pakai Kyra saat terjadi kecelakaan.


Dan kini Alex sudah mulai aktif ke kantornya lagi walau dengan tidak bersemangat. Aura kesedihan menjadikan wajah Alex terlihat semakin dingin. Dan kini daddy Abimanyu harus kembali masuk kantor karena harus mendampingi Alex yang sangat berduka karena raga istrinya belum juga di temukan.


Alex sedang menekuni laporan yang diberikan oleh asistennya, dan daddy Abimanyu selalu dekat dengannya untuk mengajaknya berbicara agar Alex tidak terlalu banyak melamun.


Dan benar saja, saat daddy baru saja kembali dari toilet, terlihat Alex meneteskan air matanya, tatapannya kosong, lalu daddy Abimanyu mendekat kepada Alex.


"Son, cobalah berusaha mengikhlaskannya, jangan siksa dirimu seperti ini, mungkin mudah bagi daddy untuk berbicara karena bukan daddy yang mengalami langsung, daddy juga belum percaya kalau tubuh Kyra belum di temukan. Berdoalah untuk nak Kyra son, semoga ia selalu di berikan segala kebaikan oleh tuhan." nasehat daddy Abimanyu kepada Alex.


Dan Alex pun mengusap air matanya lalu ia pejamkan matanya dengan telapak tangan yang terangkat, ia berdoa untuk Kyra.


"Maafkan aku yang belum rela kehilangan Kyra dengan cara seperti ini dad, seandainya kita bisa menemukan tubuhnya dan mengebumikannya secara layak, tentu aku tidak merasa sesedih ini dad, kasihan Kyra bila harus meninggal dengan jasad yang tak pernah di temukan." Alex kembali menangis, kini dengan suara sesunggukan yang memilukan telinga yang mendengar.


Daddy Abimanyu pun memeluknya dengan erat untuk memberi kekuatan kepada anak lelakinya tersebut.


"Berjuanglah untuk bangkit walau pelan-pelan. Percayalah kalau tuhan sangat menyayangi Kyra." nasehat daddy dan hanya dijawab anggukan oleh Alex.


***


Alex sedang berjalan-jalan di pinggir sungai terusan dari sungai dimana Kyra mengalami kecelakaan tiga bulan yang lalu.


Alex dan asisten serta sekretarisnya sedang meninjau lahan bersama klien untuk proyek selanjutnya di sebuah lahan kosong bersebelahan dengan perkampungan penduduk.


Saat sedang melihat-lihat sekitar lahan, mata Alex tertarik melihat pemandangan yang tidak begitu jauh dari tempat ia berdiri.


Di kebun belakang rumah yang berdekatan dengan sungai, tampak seorang perempuan tua berusia sekitar hampir delapan puluh tahun, tetapi masih terlihat enerjik menjalankan aktfitas berkebunnya yang di temani seorang perempuan yang masih sangat muda kalau di katakan sebagai anaknya, mungkin itu cucunya, pikir Alex.


Dengan perut sedikit membuncit yang terlihat siluetnya dari tempat Alex berdiri, entah kenapa Alex begitu tertarik melihat pemandangan itu dan tanpa dia sadari, kakinya melangkah lebih mendekat ka arah kedua perempuan beda generasi tersebut.

__ADS_1


Rupanya keduanya sedang menanam berbagai macam sayuran, terlihat mereka begitu bergembira dengan senda guraunya sambil melakukan pekerjaan mereka.


Dito yang ikut dalam rombongan Alex, tiba-tiba menghampiri Alex dengan tergesa dan berusaha menjauhkan Alex dari tempatnya berdiri saat ini. Alex sudah terlalu jauh berjalan meninggalkan lokasi peninjauan. Kini sikap Dito bisa di katakan lebih bersahabat kepada Alex.


Sebenarnya Alex masih enggan untuk berlalu, dia begitu penasaran, seolah ada daya magnet yang menarik Alex untuk ingin terus di dekat rumah perempuan tua tersebut. Tetapi mereka harus segera meninggalkan tempat tersebut, dan akhirnya Alex hanya mengikuti apa yang asistennta katakan.


Akhirnya Alex beserta beberapa bawahannya termasuk Dito dan partner kerja mereka akan kembali ke kantor masing-masing.


Alex meminta kepada drivernya untuk berjalan paling belakang diantara semua tim yang ikut peninjauan hati itu.


Saat di rasa semua timnya sudah jauh meninggalkan mereka, Alex meminta driver untuk putar kemudi kembali ke tempat peninjauan semula.


Setelah sampai, Alex segera berlari ke tempat di mana ia tadi melihat nenek dengan cucunya berada. Saat Alex sampai di tempat itu terlihat sang nenek baru saja selesai menanam sayuran dan mengajak cucunya untuk masuk rumah.


Alex datang mengucap salam membuat pemilik rumah itu kaget. Tetapi Alex lebih kaget lagi melihat wajah sang cucu.


"Kyra?!" seru Alex dan perempuan muda itu pun menengok kearah Alex, tetapi raut wajahnya tidak merasa kenal dengan Alex, ia menengok ke arah Alex karena ada suara memanggil seseorang di belakangnya dan perempuan muda itu segera masuk ke dalam rumah.


Alex pun hanya di temui sang nenek dan mempersilahkan Alex untuk duduk.


"Ada uang bisa nenek bantu cu?" tanya sang nenek yang masih terlihat sangat gesit di usianya yang sudah berkepala delapan.


"Perempuan tadi siapa ya nek?" tanya Alex begitu penasaran.


"Ooh, itu tadi cucu nenek cu, kenapa? Apa kamu tertarik kepadanya? Tapi dia sudah punya suami dan sekarang suaminya sedang merantau." jawab sang nenek menjelaskan tentang perempuan muda tadi.


Jawaban sang nenek seakan membuat semangat Alex yang tadinya begitu membara seketika menjadi layu, apalagi memang perempuan muda tadi tidak kenal sama sekali dengannya.


Melihat wajah Alex yang terlihat muram, membuat sang nenek tergelitik untuk bertanya.

__ADS_1


"Kenapa kamu jadi sedih begitu cu?" tanya nenek


"Ahh! Tidak nek aku hanya jadi teringat seseorang yang sangat berarti di hidupku, yang sampai sekarang entah bagaimana nasibnya yang sebenarnya.


Dia istriku yang mengalami kecelakaan tiga bulan yang lalu karena sengaja di celakai oleh orang jahat, dia jatuh ke aliran sungai ini dari atas sana, kami sudah melakukan pencarian tapi hasilnya nihil, aku tidak percaya dia sudah meninggal kalau jasadnya tidak ditemukan, sampai saat ini aku yakin istriku selamat dalam kecelakaan itu." Alex tak dapat menahan kesedihannya dan air matanya saat bercerita tentang istrinya kepada nenek tersebut.


Alex tersentak dari tertunduknya ketika tangan tua itu mengelus tangannya.


"Tuhan akan selalu menjaga orang baik, Dia pasti tak rela kalau hamba-Nya yang taat di buat celaka, segeralah bangkit dari keterpurukanmu cu, yakinlah bahwa kamu akan bahagia kembali." nasehat sang nenek kepada Alex dengan sungguh-sungguh.


"Aku sudah berusaha membangkitkan kembali gairah hidupku nek, tapi aku belum bisa melupakannya." keluh Alex.


"Pelan-pelan kamu pasti akan bangkit kembali cu, tetapi harus diimbangi dengan usaha, kamu tidak harus sepenuhnya melupakan istrimu itu, tapi kamu harus semangat untuk bangkit, jalanmu masih panjang, gunakan sisa hidupmu untuk hal yang positif, jangan sia-siakan sisa hidupmu ini hanya untuk meratap, istrimu pasti tidak akan suka itu." nasehat sang nenek begitu bijak dan membuat Alexenyadari bahwa apa yang di katakan sang nenek benar adanya.


"Aku akan segera bangkit sesuai nasehat nenek, tapi bolehkah aku berkunjung saat aku rindu dia istriku nek? Cucumu mengingatkanku akan istriku, biarlah aku mengobati rinduku hanya dengan memandangny." mohon Alex.


"Tapi dia juga seorang istri, kamu harus bisa jaga pandanganmu, dan aku tidak tahu apa dia bisa menerima kehadiranmu atau tidak, karena dia juga sangat tertutup apalagi dengan lelaki asing." jelas nenek.


"Iya nek, aku tahu itu, aku tidak akan mengganggu rumah tangganya aku hanya ingin melihatnya walau itu hanya dari jauh." kata Alex.


"Datanglah ke sini kapanpun kamu mau, nenek dengan senang hati menerimamu, jika itu bisa membuatmu memulihkan kesedihanmu." kata sang nenek membuat Alex begitu gembira.


"Terima kasih atas ijinnya nek, aku senang bisa ngobrol bersama nenek. Sekarang aku pamit dulu nek, jaga kesehatan selalu ya nek." Alex berpamitan dengan binar wajah lebih ceria dan bahagia daripada saat datang.


Alex bahagia karena sang nenek mengijinkannya datang kapan saja saat ia merasa rindu pada Kyra, karena cucu nenek itu sangat mirip dengan Kyra. Bukan berarti Alex ingin memilikinya sebagai pengganti Kyra, karena sampai kapanpun posisi kyra akan susah tergantikan oleh perempuan manapun.


...****************...


Terima kasih sudah membaca. 🥰

__ADS_1


Maaf telat update, karena beberapa hari kemarin sibuk bantu-bantu di rumah tetangga yang meninggal.


__ADS_2