Dokter & Petani

Dokter & Petani
Peringatan Dari Alex


__ADS_3

Alex begitu cepat dan lihai mengemudikan mobilnya, ia seperti tidak sabar untuk menemui ketua preman yang ada di daerah yang berdekatan dengan kampung tempat tinggalnya.


Bodyguard Alex mengingatkannya agar mengurangi kecepatannya, bukan karena ia takut, karena menantang maut sudah menjadi bagian hidupnya setiap hari, itu semua demi keselamatan Alex dan juga pengguna jalan yang lain. Karena jalan yang dilaluinya lumayan ramai dengan pengendara yang lain.


Alex nampaknya mendengarkan peringatan dari bodyguardnya, karena laju mobil yang ia kemudikan tampak jarum speedometernya bergerak menurun.


Tak sampai satu jam Alex beserta bodyguardnya telah sampai di tempat yang dituju, ada beberapa orang berpenampilan sangar yang sedang duduk-duduk di depan rumah yang akan Alex datangi itu.


Melihat ada mobil yang berhenti tepat di depan markas mereka, orang-orang itu kompak berdiri sambil memperhatikan siapa gerangan tamu yang punya nyali besar mendatangi markas mereka ditempat yang agak terpencil itu.


"Kalian siapa berani mendatangi tempat ini?!" hardik salah satu preman itu saat Alex dan bodyguardnya berjalan mendekat ke arah mereka.


"Aku mau bertemu sama Jagat" jawab Alex dengan tenang.


"Berani sekali kamu menyebut nama ketua kami seperti itu!" hardik salah seorang preman itu.


"Sekali gertakan Jagat akan membuatmu gemetar, tapi dia tidak akan berani menghardikku sekasar ucapan kamu barusan." ucap Alex dengan tenang membuat anak buah orang yang disebut Alex tadi saling pandang dengan rekan-rekannya.


"Ada apa kalian ribut-ribut sampai suara kalian terdengar nyaring dari dalam?" tanya seorang lelaki yang begitu berwibawa sambil berjalan keluar dengan tutur kata halus tidak seperti anak buahnya.


"Maaf ketua." kata para lelaki berpenampilan berandalan itu membungkukkan badannya kepada lelaki yang baru saja keluar dari rumah karena mendengar suara ribut di luar.


"Astaga, bos Alex! Suatu kehormatan bagi kami kedatangan tamu istimewa seperti anda." Kata lelaki berwibawa yang begitu dihormati para lelaki kasar yang menyambut kedatangan Alex tadi sambil membungkuk hormat kepada Alex lalu berjalan mendekati tamunya.


Tampak para lelaki berpenampilan sangar yang tadi pasang wajah sangarnya saat menyambut kedatangan Alex, saling berpandangan tak percaya. Karena seorang ketua dunia bawah tanah yang begitu disegani diantar para kompetitornya begitu menghormati Alex dan merasa sangat gembira atas kedatangan lelaki yang belum lama tadi mereka hardik.

__ADS_1


"Jagat! Apa kabar kamu selama kita tidak pernah bertemu?" sapa Alex saat menerima jabat tangan yang Jagat ajukan.


"Berkat bantuan bos Alex dahulu, kini hidup saya jauh lebih baik." jawab Jagat dengan kepala tertunduk di hadapan Alex pertanda dia sangat segan kepada Alex.


" Baguslah kalau begitu. Kamu masih tidak berubah sikap, tetap menjadi pribadi yang lembut tapi berwibawa, sayang anak buah kamu belum ada yang bisa meniru sikap kamu itu." kata Alex menyinggung sikap anak buah Jagat sambil memandang mereka dengan tatapan tajamnya.


"Maafkan saya yang kurang bisa mendidik mereka agar bersikap lebih baik, hingga bos Alex mendapat sambutan yang tidak menyengkan, karena mereka sudah terbiasa seperti itu sebelum bergabung dengan saya." Tampak Jagat begitu menyesal dan sedikit malu atas sikap anak buahnya saat menyambut Alex.


"Sudahlah, aku tidak masalah, semoga ke depannya mereka akan bisa meniru sikap kamu." harap Alex.


"Akan aku ajarkan dengan baik agar mereka bisa menjaga sikap dan tahu tempat saat berbicara." ucap Jagat dengan sungguh-sungguh.


"Maaf bos Alex, ada apa gerangan sampai anda mendatangi tempat hina ini secara langsung?" tanya Jagat sambil mengajak kedua tamunya masuk ke dalam rumah.


"Aku cuma mau menanyakan, apakah kelompok kamu ini telah menerima sebuah pekerjaan guna mencelakai seorang perempuan baik-baik?" tanya Alex dengan tatapan tajamnya kepada Jagat saat mereka sudah duduk di sofa ruang tamu markas Jagat dan genknya.


Alex menyelidik dengan tajam pada mata lelaki di hadapannya itu, tetapi ia memang berkata jujur, tak ada sirat kebohongan.


"Tetapi seorang perempuan yang sangat berarti di hidupku telah dicelakai yang aku duga itu salah satu anak buah kamu." Jelas Alex.


"Apa yang mendasari dugaan anda bila anggota kami yang melakukannya? Karena saya sudah memperingatkan semua anak buah saya untuk tidak menerima pekerjaan yang langsung berhubungan dengan perempuan, karena itu merupakan pantangan saya, karena saya sangat menghormati perempuan siapapun itu kecuali perempuan berbahaya buat saya dan anak buah saya." Jelas Jagat seolah merasa dituduh oleh Alex karena ia balas menatap Alex tak jalah tajam.


"Menurut keterangan korban, motor yang di kendarai bagian depannya bergambar air brush ciri khas anggota kamu, Black Dragon. Dia dan saksi yang menolong tidak sempat melihat plat nomor kendaraannya, yang dia ingat hanya ciri khas motornya, dan kedua orang itu berambut agak panjang yang satu lurus yang satu bergelombang." Jelas Alex membuat Jagat begitu geram karena ada yang berani melanggar pantangannya atau menyalah gunakan nama kelompok yang dipimpinnya.


"Saya benar-benar tidak pernah memberi perintah seperti yang anda ceritakan tadi bos, karena saya tidak pernah menerima job seperti itu. Saya akan mengumpulkan anak buah saya terutama dengan ciri khas yang anda sebutkan tadi, saya akan cari tahu dan menginterogasi mereka dan akan segera saya laporkan kepada anda." kata Jagat denga sungguh-sungguh.

__ADS_1


"Dua kali dua puluh empat jam dari sekarang waktu yang aku berikan kepadamu untuk menemukan kedua b*ngs*t itu!" Perintah Alex tak mau ada pembantahan.


"Baik bos Alex." kata Jagat membungkuk hormat kepada Alex. Lalu Alex segera berdiri dari duduknya diikuti bodyguardnya untuk meninggalkan tempat tersebut.


"Motor dari pelaku berwarna hitam." kata Alex sambil berbalik kembali ke arah Jagat yang ikut berjalan di belakangnya.


"Siapa namanya dan dimana tepatnya tempat kejadiannya bos?" tanya Jagat karena tadi belum disebutkan oleh Alex dengan jelas.


"Dia, perempuan yang telah dibuat celaka itu namanya dokter Kyra, dokter yang bertugas di faskes tempat tinggalku, dan kejadiannya dijalan sepanjang persawahan antara Ales Farm sampai kampung tempatnya bekerja." Jelas Alex di balas anggukan kepala Jagat tanda mengerti.


"Akan segera saya temukan orangnya bos." Kata Jagat penuh keyakinan.


"Ada bonus yang sangat menarik bila kamu berhasil menemukan pelakunya, apalagi lebih cepat dari waktu yang aku berikan, bonus akan semakin besar. Tetapi bila sampai waktu yang aku tentukan belum juga kamu temukan, aku sendiri yang akan meratakan tempatmu ini karena simbol kelompok kamu yang ada pada motor pelaku itu." kata Alex pelan tetapi sangat tegas untuk memperingatkan Jagat, dan tatapan matanya begitu mengintimidasi Jagat, menandakan Alex tidak main-main dengan ucapannya.


Setelah itu Alex segera membalikkan badannya untuk segera meninggalkan tempat itu diikuti oleh bodyguardnya.


Jagat menatap punggung Alex serta bodyguardnya dengan tajam dan gigi gemeletuk menahan amarah, harga dirinya telah terinjak dengan tindakan dua orang yang dicurigai sebagai anak buahnya.


Dengan suara keras penuh amarah, ia mengumpulkan anak buahnya yang berada di tempat itu. Mereka diberi tugas memanggil semua anggota yang sudah bertebaran melakukan misi mereka untuk segera berkumpul di markas tersebut secepatnya.


Bukan karena bonus yang menggiurkan yang Alex tawarkan, tetapi karena harga dirinya yang telah dicoreng oleh oknum yang mengaku anak buahnya yang membuatnya ingin menemukan pelaku kejahatan terhadap dokter Kyra.


...****************...


Tinggalkan like komen vote dan giftnya ya pembaca tercinta semua, biar othor makin semangat nulisnya...

__ADS_1


Selamat membaca 🥰


__ADS_2