
Semburat Jingga dari ufuk timur telah mulai menunjukkan sulur mentari untuk memberikan cahaya dan kehangatan bagi makhluk hidup di belahan bumi siang.
Alex dan Kyra sedang melakukan olah raga paginya, sudah tentu ada Teguh yang selalu mengawal kemana saja Kyra beraktifitas. Pagi ini Kyra ingin sarapan di kedai bu Tati, sudah lama ia tidak membeli sarapan di kedai andalannya itu, mungkin semenjak Kyra menjadi istri Alex.
"Mas, mampir kedai bu Tati dulu ya, kangen masakannya aku" pinta Kyra kepada suaminya.
"Iya, aku juga sudah lama gak ngandalin bu Tati buat sarapan, sejak ada kamu yang buatin aku sarapan." Alex menyambut baik permintaan Kyra.
"Padahal bukan aku yang buat, tapi asisten rumah tangga." gumam Kyra sambil menutup mulutnya menahan tawa.
"Apa? Jadi bukan kamu yang masak khusus buatku?!" seru Alex seperti tak terima.
"Ya, mungkin begitu." sahut Kyra masih menahan tawanya.
"Terlalu banget bohongin suami hampir setengah tahun." gerutu Alex dengan bibir manyunnya.
"Kalau ada karet sudah aku ikat itu bibir." kata Kyra menggoda Alex yang sepertinya sedang merajuk.
"Bodo" sahut Alex.
"Sayangku marah?" tanya Kyra menggoda.
"Enggak usah sayang-sayang! Sudah bohongin aku juga." Alex masih dalam mode ngambek.
"Ya ampun lucu banget deh sumpah, Jes saja kalah lucunya." Kyra memancing senyum Alex tapi sepertinya tidak ada tanda-tanda berhasil.
"Kenapa masih merengut saja sih? Aku padahal cuma bercanda lho, selama ini aku yang masak buat kamu mas Alex sayangku." kata Kyra sambil berhenti di depan Alex sambil menatapnya tajam, dan Alex seperti masih belum menerima candaan Kyra dan malah membuang mukanya.
"Teguh! Ayo kita tinggal saja orang nyebelin yang lagi marah ini!" seru Kyra memanggil Teguh yang berjalan di belakang Kyra dan Alex, yang sejak tadi sungguh Teguh rela berlelah menahan senyumnya demi mendengar perdebatan suami istri yang menjadi atasannya itu.
Teguh pun dengan segera menyusul Kyra yang berjalan meninggalkan Alex yang masih mode ngambek.
"Teguh stop!" Cegah Alex. Dan dengan ragu Teguh memperlambat jalannya.
__ADS_1
"Jalan terus Guh!" seru Kyra
"Teguh!" seru Alex
"Teguh!" Kyra berseru lebih kencang.
"Teguh!"
"Teguh!"
"STOP!!!" Seru Teguh sedikit berteriak dan sontak kedua orang suami istri yang sedang memperebutkan Teguh itu terkejut dan berhenti berbicara.
"Maaf pak, bu bila saya sudah lancang meninggikan suara saya di depan anda berdua, karena saya bingung mau ikut siapa, kalau saya bisa membelah diri, saya akan bagi diri saya menjadi dua dengan begitu saya tidak akan kebingungan harus ikut dengan siapa." kata Teguh setelah meminta maaf kepada kedua atasannya itu.
"Ya sudah! Kamu ikut atasan kamu saja sana! Hibur dia biar tidak ngambek terus, bahkan mengembalikan mood Jesse lebih mudah daripada orang tua itu!" seru Kyra sambil berlalu meninggalkan Alex dan Teguh yang malah terbengong. Tapi begitu tersadar Alex segera mengejar Kyra dan tanpa sepengetahuan Kyra, Alex langsung mengangkat wanitanya tentu saja itu membuat Kyra terkejut.
"Turunin aku mas, aku malas debat sama orang yang gak bisa diajak bercanda!" seru Kyra sambil berusaha meloloskan diri dari gendongan Alex. Dan Alex pun menurunkan Kyra tetapi tak melepaskannya dan tetap di peluknya dengan erat.
"Akhirnya aku bisa lihat lagi muka jutek isriku ini yang sudah lama banget tidak terlihat." kata Alex sambil tertawa. Sebenarnya tadi dia hanya pura-pura marah untuk mengerjai Kyra.
"Stop mas! Geli tauu!!" seru Kyra sambil mengurai tawa.
"Janji dulu enggak ngambek lagi!" pinta Alex.
"Iyaa, aku enggak ngambek lagi bapak Alexi yang paling baik!" sahut Kyra sudah tidak ngambek lagi.
"Nah! Begitu kan kelihatan manisnya. Cup!" kata Alex di akhiri kecupan di pipi Kyra
"Awas! Ada yang lihat!"
"Biarin, sama istri sendiri!" sahut Alex cuek. Sementara Teguh seperti tak mau tahu dengan drama yang ada di depan matanya, hanya saja wajah datarnya sempat terlihat membuang nafas kasar, melihat kemesraan dan keintiman yang dipertontonkan di depan matanya.
Sepulang dari kedai bu Tati, matahari sudah terlihat agak tinggi, dan biasanya di waktu itu Alex sudah terlihat dengan setelan rapinya dan bersiap berangkat kantor, tetapi hari ini Alex sengaja tidak ingin masuk kantor terlebih dahulu dan berencana sejak tadi malam karena ia menyadari bahwa ia tak bisa memaksakan kehendaknya kepada Kyra yang bertugas sebagai pelayan masyarakat.
__ADS_1
Kyra telah terlihat rapi dengan pakaian formalnya untuk siap berangkat menuju faskes. Ia berpamitan kepada suaminya dan kedua orang mertuanya yang sedang berbincang diberanda samping. Setelah itu Kyra segera berangkat dengan mobil yang sudah Teguh persiapkan.
Selepas Kyra pergi, kedua orang tua Alex mencecarnya dengan pertanyaan.
"Kenapa enggak masuk kerja son?" tanya sang daddy.
"Ada hal yang membuatku malas ke kantor hari ini." jawab Alex dengan santai.
"Kamu tidak bisa seperti itu son, walau itu perusahaan kita sendiri." nasehat daddy Abimanyu.
"Alex tahu dad, Alex cuma sedang ingin merehatkan pikiran sejenak, toh pak Ari tetap berkomunikasi sama aku membahas pekerjaan selama aku ijin tidak masuk ini." kata Alex dengan alasan yang bisa di terima oleh daddynya.
Alex tidak bercerita terus terang kalau ia sebenarnya sedang menghindari Julia yang pastinya akan mendatanginya lagi di kantor untuk meminta jawaban yang mengganjal hati Julia yaitu apakah Alex benar sudah memiliki kekasih atau bahkan istri.
Hari ini Alex ingin merilekskan pikirannya dan ia pun mendekati pekerjanya yang sedang membajak sawah dengan traktornya, di situ pun ada Haris yang sedang memberikan pengarahan kepada pekerja lain.
"Enggak ke kantor mas?" tanya Haris kepada Alex
"Enggak, aku lagi pengen nostalgia dengan pekerjaan lamaku." jelas Alex sambil bersiap turun ke sawah yang belum dapat separuh hasil bajakan dari luas lahan yang akan dibajak.
Setelah traktor yang di bawa pekerjanya sampai di dekatnya, ia meminta traktornya dan segera menjalankannya dan pekerjanya di suruh minum dahulu sambil menikmati camilan yang baru saja di antarkan oleh pekerja rumah tangga Ale's Farm.
"Alex begitu menikmati apa yang sedang di kerjakannya hingga samar- samar ada yang memanggilnya, dan Alex pun dengan serta merta menghentikan pekerjaannya dan segera keluar dari kotornya lumpur dan berlalu guna menemui seseorang yang sudah memanggilnya. Dan dari kejauhan Alex sudah tahu siapa yang memanggilnya, dengan malas ia menemui tamunya itu.
"Oh my God, lihatlah kondisi kamu Lex, seorang direktur utama mau-maunya turun le sawah berkotor-kotor begitu." ada tatapan jijik dari orang itu.
"Sudah tahu di sini banyak hal yang menjijikkan, kenapa malah datang kesini!" ketus Alex sambil berjalan menuju rumahnya karena sawah yang sedang di bajak berdekatan dengan Ale's Farm.
...****************...
Terima kasih sudah membaca 🥰
Maunya up dua part, tapi dari habis maghrib sampai sekarang cuma dapat satu part karena mata susah diajak kompromi 😩
__ADS_1
Semoga lain waktu bisa double up ya readers tercinta. Terima kasih 😘