Dokter & Petani

Dokter & Petani
Hiburan Alena


__ADS_3

"Ehmm, aku ke pantry sebentar ya, mau buat kopi, ada yang mau juga?" Kyra menawari mereka siapa tahu ada yang mau kopi juga.


"Boleh, aku kopi hitam seperti biasa ya sayang." pesan Alex.


"Ok, kamu mau juga gak Al, atau mom sama dad mau dibuatkan minum apa gitu?" tawar Kyra lagi.


"Kenapa enggak pesan obe saja? tinggal telpon duduk manis datang nikmati." tanya Alena.


"Buatan sendiri lebih tahu selera sendiri adikku sayang." sahut Kyra.


"Mommy cukup air putih saja, tuh sudah tersedia." kata mommy sambil tunjuk dispenser di pojok ruangan.


"Daddy juga tidak, tadi sudah minum kopi." tambah daddy


"Ya sudah kalau begitu, aku ke pantry dulu." kata Kyra sambil beranjak dari duduknya dan berjalan menuju pintu.


"Aku ikut deh." Alena pun segera beranjak dari duduknya dan mengikuti Kyra pergi ke pantry.


"Oh iya Al, toilet mana sih?" tanya Kyra saat sudah di luar ruangan dan berjalan menuju pantry.


"Kenapa enggak pas masih di dalam tadi kan ada toiletnya?" tanya Alena heran


"Ya aku kerasanya sekarang." jawab Kyra. Lalu Alena menarik tangan Kyra dan membawa kakak iparnya itu ke toilet karyawan yang tidak begitu jauh dari pantry.


Sementara Kyra masuk ke toilet, Alena menungguinya di ruang cuci tangan dengan kaca cermin yang sangat lebar.


Saat Kyra keluar dari toilet, bersama itu pula masuk dua orang pegawai kantor yang ada perlu ke tempat itu, Kyra langsung menuju depan cermin untuk mencuci tangannya, dan pegaawai kantor yang beberapa hari melihatnya datang bersama Alex menegurnya sementara satu temannya masuk ke bilik toilet.


"Eh, kamu bukannya cewek jelek yang datang sama pak Alex beberapa hari yang lalu ya?" tegur orang itu sambil menatap Kyra.


"Iya." jawab Kyra singkat.


" Tapi tadi pagi pak Alex datang sama nih cewek teman kamu, trus kamu nyusul ya karena perhatian pak Alex sudah beralih ke cewek yang lebih cantik." kata orang tersebut sambil menunjuk Alena dan seolah mengejek Kyra. Alena hanya menahan tawanya sambil menunggu apa yang bakal Kyra lakukan.


"Mau secaper apapun pak Alex enggak mungkinlah suka sama cewek seperti dia, secara kamu lihat sendiri penampilannya." Kata seorang lagi yang baru keluar dari toilet sambil menunjuk Kyra dari atas sampai bawah, dan kembali lagi ke atas.


"Buat apalah aku caper sama pak Alex, lagian aku enggak caper saja sudah buat dia klepek-klepek sama aku kok." sengaja Kyra berkata sombong di hadapan para pegawai itu sambil mengeluarkan micellar water dan kapas dari dalam tasnya, sementara Alena sedang susah payah menahan tawanya sambil menatap ponselnya sebagai pengalihan agar tak terlihat kalau ia sedang mati-matian menahan tawa.

__ADS_1


"Cewek jelek saja belagu, dan sok kecakepan bilang pak Alex klepek-klepek sama dia." Seru pegawai yang pertama menegur Kyra, dan keduanyapun menertawakan kepercayaan diri Kyra yang begitu tinggi.


Kyra hanya cuek saja menanggapi perkataan kedua pegawai itu, di teruskannya niatnya untuk membersihkan make-up yang membuatnya terlihat sangat aneh, dimasukkannya kaca mata tebal yang tadi di pakainya ke dalam tas.


"Lihat dong angsa buruk rupa yang mau berubah jadi putri cantik buat gaet pangeran Alex yang begitu tampan." goda orang kedua sambil menatap Kyra mengejek.


"Oohh betul banget sih omongan kamu, kalau beneran bisa jadi putri cantik kalian mau apa ya?" Sahut Alena mengikuti permainan mereka.


"Tentu saja kami akan membungkuk hormat pada tuan putri, ya kan?" kata orang kedua mengaja kompromi orang pertama.


Dan karena mereka fokus menanggapi obrolan Alena mereka tidak sadar kalau Kyra begitu cepat membersihkan make up nya, dan kini sudah terlihat wajah aslinya.


Pakaian Kyra yang tadinya terlihat begitu formal dan monoton kini telah Kyra rubah penampilannya menjadi terlihat modis.


"Jangan ingkari apa yang kalian ucapkan lho, bahkan dengan dandanan kalian yang setebal tembok dan dia yang tidak terpoles make up sedikitpun jauh lebih cantik putri angsa lohh." Ungkap Alena seakan mengejek kedua pegawai itu.


"Mana mungkin?! Hal seperti itu hanya terjadi di negeri do.... Ngeng..." seru orang pertama dengan tawa mengejek balik tapi langsung terbungkam saat tak sengaja matanya melihat ke arah Kyra yang sedang melepas behel gigi buatannya.


Mendengar rekannya yang tiba-tiba terdiam saat melihat Kyra, dia pun langsung melihat ke arah Kyra juga, dan ia pun ikut terpana melihat kecantikan alami Kyra tanpa polesan sedikitpun.


"Katanya mau membungkuk hormat." sambung Alena. Tapi terlihat kedua orang itu enggan melakukan apa yang di ucapkannya.


"Sudahlah lah Al, ayo kita segera keluar saja, nanti di kira kita pingsa di pantry." Kyra tak berniat mengerjai kedua pegawai itu.


"Tapi mbak, itu tadi janji mereka lho." protes Alena.


"Biarlah. Tapi buat kalian janganlah menilai sesuatu dari kulit luarnya saja, Dan jangan pernah menilai orang lain dari penampilannya, karena penampilan bisa saja menipu kalian." kata Kyra sambil berlalu dari tempat itu sambil menyeret tangan Alena.


Tapi belum sempat mereka keluar salah satu dari orang itu mengejarnya dan langsung meminta maaf, bahkan dia sampai membungkukkan badannya seperti janji yang diucapkannya tadi, melihat hal itu orang yang satunya pun mengikuti apa yang rekannya lakukan.


"Sudahlah, jangan seperti ini, bangunlah!" kata Kyra sambil berusaha membangunkan keduanya.


"Tolong maafkan kami dahulu mbak." kata salah satu dari mereka.


"Iya, aku sudah maafin, sekarang bangun!" perintah Kyra dan keduanyapun segera berdiri dan menunduk malu.


"Untung kalian bukan tipe kasar dan main fisik, cuma omongan kalian saja yang harus di perbaiki, ya sudah aku sudah maafin kalian, jangan terlalu di pikirkan lagi ya!" Kyra berusaha membuat mereka tenang dan tak merasa terbeban dengan ucapan jelek mereka tadi.

__ADS_1


"Hati-hati lho kalian, jangan sampai pak Alex tahu, dia pacar pak Alex lohh..." Goda Alena sambil senyum mengejek dengan telunjuk mengarah ke kedua pegawai itu, dan terlihatlah wajah khawatir mereka.


"Ale..." tegur Kyra, tapi tetap saja Alena masih dengan senyum nakalnya.


"Kalian kembali ke tempat kerja kalian saja, ini sudah waktunya kerja lagi kan, tenang saja aku akan tutup mulut, dia tanggung jawabku." kata Kyra sambil mengisyaratkan menutup mulut dan menguncinya, lalu segera menyeret Alena menuju pantry dan membiarka kedua pegawai itu kembali ke ruang kerjanya.


"Kenapa sih mbak, buru-buru amat? Lagi seru-serunya tadi." protes Alena saat sampai di pantry.


"Jangan begitu Al, enggak baik!" tegur Kyra sambil menyiapkan cangkir lalu mengambil kopi yang ia bawa dari dalam tasnya, ia membuat satu kopi instan buatnya dan satu kopi hitam buat suaminya.


"Mau buat kopi sekalian enggak Al?" tanya Kyra kepada Alena sambil menyodorkan kotak kopi yang di bawanya. Dan Alena mengambil satu sachet kopi instan dari Kyra dan segera menyeduhnya.


"Wah! Siapa nih yang menyuruh kalian masuk-masuk ke sini!" seru suara seorang perempuan dengan songongnya.


"Hadeehh!! Kenapa sih semua pegawai daddy pada songong?!" seru Alena sambil buang nafas kesal.


"Siapa songong hah?!" seru pemilik suara yang baru saja datang itu yang sepertinya dia office girl senior dengan tangan hendak meraih rambut Alena hendak dijambaknya karena merasa dikatai songong.


Tetapi kurang sedikit lagi tangan itu berhasil mengambil rambut Alena, sebuah tangan yang lain menariknya dengan cepat.


"Kenapa sih kamu, ganggu saja!" seru office girl itu kepada lelaki yang menarik tangannya.


"Teruskan saja kalau kamu mau dipecat langsung sama bapak Abimanyu Agam!" seru lelaki itu yang ternyata petugas kebersihan yang tadi pernah dijumpainya saat membersihkan ruangan daddynya.


Mendengar seruan lelaki itu, office girl itu menatap rekannya penuh tanya.


"Iya, beliau ini putri bapak Agam!" jelas lelaki petugas kebersihan, mendengar perkataan lelaki itu office girl yang tadinya sangat galak tiba-tiba berubah jinak dan memelas, ia meminta-minta maaf dengan sangat kepada Alena.


Kyra yang merasa sudah terlalu lama hanya memutar bola matanya malas sambil berlalu membawa nampan beris dua cangkir kopi.


Alena yang ditinggal Kyra begitu saja segera mengikuti kepergian kakak iparnya sambil berseru.


"Dasar penjiilat!" seru Alena tanpa menatap kepada yang dikatainya karena sambil berlalu pergi.


...****************...


Selamat membaca, jangan lupa tinggalin jejaknya yaa teman-teman semua 🥰

__ADS_1


__ADS_2