Dokter & Petani

Dokter & Petani
Kegusaran Kyra


__ADS_3

"Mbak Susan jangan cerita sama siapa-siapa ya, kasihan pak Dito nanti reputasinya buruk, yah! Walaupun kenyataannya attitude dia aslinya gak begitu bagus sih. Biarlah dia mendapat pelajaran di tempat lain." Alena meminta dengan sangat kepada Susan setelah mengetahui mengenai Dito yang sebenarnya.


"Iya Al, kamu gak usah khawatir. Sebenarnya aku malah kasihan sama orang seperti pak Dito. Sepertinya dia orang yang sangat butuh perhatian." kata Susan mengenai Dito.


"Mungkin begitu mbak. Haahh! Sudahlah! Kenapa malah bahas pak Dito sih?!" seru Alena seperti tak habis pikir. Sementara Susan hanya tersenyum karena dia yang memaksa Alena bercerita tentang Dito.


Siang itu Alex telah ditunggu oleh tamu yang telah membuat janji dengannya beberapa waktu yang lalu. Tamu itu dari sebuah agensi model negeri ini yang sudah sukses go internasional.


Mereka membuat janji bertemu dengan Alex karena mereka ingin meminta di buatkan set latar belakang pemotretan. Karena sang model ingin dikerjakan oleh profesional ahli, ia ingin hasil fotonya terlihat sangat sempurna.


Alex bersama tenaga profesional desain interior dan eksterior menemui klien tersebut. Tentu tamu mereka bukan agensi main-main karena hanya untuk setting latar pemotretan saja mereka meminta jasa sebesar perusahaan yang dipimpin Alex tersebut.


Mereka menuju ke studio yang akan menjadi lokasi pemotretan tersebut. Dan studio itu masih satu lokasi dengan gedung kantornya hanya terletak di belakang gedung bersebelahan dengan gedung auditorium.


Tenaga ahli perusahaan Alex menganalisa dan menerangkan gambaran tentang dekorasi yang akan dipasang, dan perwakilan agensi mengatakan kalau sang model ingin terlibat langsung saat penataan dan itu tak jadi masalah bagi tenaga ahli yang dimiliki oleh perusahaan Alex. Mereka bisa melakukan tukar pikiran agar hasilnya lebih maksimal.


Tim Dito pun akan ikut dalam pekerjaan tersebut, jadi kemungkinan Dito akan sering bertemu dengan Alex karena pekerjaan ini hanya ada dalam lingkungan kantor dan tentunya Alex akan sering memantau secara langsung.


Setelah beberapa waktu pembicaraan dan menemukan kesepakatan kapan akan dimulainya pekerjaan itu, para tamu pun berpamitan dan akan kembali pada hari sesuai yang sudah mereka sepakati.


***


Kyra masih betah duduk sendiri di beranda rumah dinasnya, ia sesekali masih menempati rumah itu walau tidak setiap hari, karena ia lebih banyak tinggal di Ale's Farm, tetapi dalam seminggu ia akan menginap di rumah dinasnya paling tidak sekali atau dua kali.


Dan untuk Teguh yang harus selalu standby menjaga Kyra dibuatkan pondok di sudut halaman untuk istirahat pengawal pribadinya tersebut.


"Bu Kyra, malam sudah semakin larut, apa ibu tidak sebaiknya menunggu bapak Alex di dalam rumah saja? Biar saya yang membuka pintu pagar kalau beiau pulang." kata Teguh begitu perhatian dengan atasannya tersebut.


"Mungkin sebentar lagi mas Alex akan sampai rumah ini Guh, dia tadi sudah bilang kalau pulangnya terlambat. Biarlah aku menunggu kepulangannya. Kalau dia tidak pulang ke kampung biasanya dia sudah mengabariku dari sore." Kyra engan melaksanakan saran Teguh, ia tetap duduk di kursi beranda menunggu suaminya sampai rumah atau setidaknya kabar kalau batal pulang meski terlambat.


Kyra yang sejak tadi hanya menimang-nimang ponselnya ragu untuk menghubungi suaminya kenapa belum sampai di rumah padahal hari sudah mulai larut. Kyra takut malah akan mengganggu perjalanan Alex walaupun suaminya itu tidak mengendarai mobilnya sendiri.

__ADS_1


"Mungkin pak Alex sangat sibuk mengurusi pekerjaannya sampai lupa waktu ya bu, baru kali ini beliau membuat ibu Kyra menunggu lama." rasa khawatir terdengar dari nada suara Teguh. Ia khawatir dengan Kyra yang tidak merasah lelah menunggu di luar dengan udara yang begitu dingin, ia juga khawatir dengan Alex yang mungkin sedang dalam perjalanan, ia khawatir mungkin ada halang rintangan yang membuat atasannya tersebut terlambat pulang.


Tetapi kekhawatiran Kyra dan Teguh berakhir sudah saat terdengar suara klakson mobil dari luar pagar rumah dinas Kyra, dan dengan segera Teguh membuka pintu pagar pekarangan rumah, kyra pun bangkit dari duduknya untuk menyambut kedatangan Alex.


"Sayang, belum tidur kamu?" tanya Alex saat Kyra menyambutnya, di kecupnya kening Kyra dengan lembut.


"Belum mas, mana bisa aku tidur kalau kamu bilang mau pulang tapi belum juga sampai rumah." jawab Kyra sembari mengambil tas kerja Alex, lalu keduanya segera masuk ke rumah.


"Teguh sama pak Yono mau minum kopi, biar saya buatkan juga? Atau mau buat sendiri di dapur?" Kyra menawari bodyguardnya serta sopir pribadi Alex minum sebelum dia benar-benar masuk ke dalam rumah.


"Biar nanti kami buat sendiri ke dapur bu." pak Yono yang menyahuti pertanyaan Kyra.


"Oh ya sudah kalau begitu." kata Kyra lalu segera masuk ke dalam rumah.


"Maaf ya sayang, aku sudah buat kamu khawatir." sesal Alex saat Kyra membantunya mengambil baju ganti.


"Mungkin kalau kamu tadi sore tidak bilang mau pulang ke sini aku tidak terlalu menunggu mas, aku hanya khawatir takut kamu kenapa-kenapa, kok belum juga sampai rumah dan tak ada kabar juga." kata Kyra memang sangat khawatir.


"Iya maaf sayang, tadi ada klien baru yang membuat aku jadi terlambat pulang dan maaf tidak mengabarimu bila terlambat." kata Alex sambil memeluk Kyra begitu erat khawatir istrinya marah.


"Buatkan susu panas ya sayang." jawab Alex sambil masuk ke kamar mandi.


"Siap komandan." sahut Kyra dan segera menuju dapur untuk membuat segelas susu.


Setelah beberapa saat Kyra sudah selesai membuat susu dan segera dibawanya ke kamar, dan bersamaan dengan itu Alex juga selesai mandi dan sedang memakai piyama tidurnya.


"Ini diminum dulu mas, tidak panas kok." kata Kyra sambil menyerahkan segelas susu ditangannya.


"Terima kasih sayang." Alex menerima gelas dari tangan istrinya dan dengan pelan menghabiskan isinya hingga tandas, lalu ia meletakkan gelas ke atas meja di dalam kamar tersebut.


"Aku bawa gelas ke dapur dulu mas." kata Kyra sambil keluar kamar membawa gelas kotor bekas minum susu untuk Alex. Tak lama Kyra telah kembali masuk ke dalam kamar dan dilihatnya suaminya sedang duduk bersandar di board tempat tidur sambil menjelujurkan kakinya.

__ADS_1


"Capek ya mas?" tanya Kyra sambil memijit kaki suaminya.


"Rasa capek itu hilang begitu aku lihat kamu sayang." kata Alex sambil membelai rambut istrinya.


"Hemm... Gombal yaa.." sahut Kyra menanggapi perkataan suaminya.


"Memang kamu mau di gombalin?" tanya Alex dengan nada menggoda.


"Enggaklah...!" sahut Kyra dengan cepat.


"Nah, brarti itu bukan gombalan." bela Alex.


"Iya, terima kasih ya mas, selalu buatku bahagia, walau aku belum bisa melengkapi kebahagiaan kita." Kyra berubah sendu.


"Hey! Kenapa ini? Maksud kamu apa coba, sini berbaring dekat suami kamu sini!" Alex merasa ada kesedihan dalam perkataan Kyra. Alex menarik pelan agar Kyra duduk bersandar di sampingnya, dan Kyra pun menuruti kemauan Alex.


"Coba jelaskan sama aku maksud perkataan kamu tadi sayang, kamu itu selalu membuat aku bahagia sayang, jangan berpikir terlalu jauh ya!" kata Alex kemudin mencium kening Kyra.


"Tapi bukan hanya itu mas, maksud aku sudah hampir setengah tahun kita menikah namun belum juga ada tanda-tanda aku hamil." kata Kyra pelan sambil menundukkan kepalanya.


"Hey! Bicara apa kamu sayang?" tanya Alex sambil memeluk Kyra dari samping, tapi Kyra tak bisa menjawab apapun.


"Sekarang aku mau tanya. Apa hal yang menjadi bebanmu dengan belum adanya tanda-tanda kamu hamil. Apakah kehamilan itu akan menjadi sumber bahagia kamu pribadi atau untuk membahagiakan orang lain? Karena kalau tujuan kamu untuk melengkapi kebahagiaan kita, ya aku setuju.


Tapi aku tidak terlalu ngoyo harus cepat ada, karena semua tergantung Tuhan kapan akan memberi keturunan kepada kita, bila memang Tuhan belum memberikan rezki itu kepada kita, kita hanya akan berusaha bagaimanapun caranya. Dan bila memang sampai waktu yang cukup lama belum juga diberi kepercayaan, kita bisa tempuh cara lain, oke?!


Sekarang jangan berfikir yang tidak-tidak, jikapun orang-orang terlalu banyak bicara tentang kita, biarkan saja, toh lama-lama akan capek sendiri." panjang lebar Alex membesarkan hati Kyra akan kekhawatirannya yang tak kunjung hamil.


"Terima kasih mas, kamu memang de best!" kata Kyra sambil memeluk suaminya dengan erat. Dan hal itu malah memamcing Alex untuk berbuat lebih.


"Kalau begitu ayo kita buat Alex atau Kyra junior." bisik Alex membuat wajah Kyra bersemu merah, dan tanpa menunggu persetujuan Kyra ia membuat istrinya tersebut pasrah dengan apapun yang akan dilakukan suminya.

__ADS_1


...****************...


Selamat membaca readers tercinta, maaf baru bisa up setelah beberapa hari absen 🥰


__ADS_2