Dokter & Petani

Dokter & Petani
Praduga


__ADS_3

Saat Kyra dan Alex hanya tinggal berdua, Alex menatap Kyra dengan trenyuh, hanya untuk membetulkan posisi tidurnya saja terlihat meringis menahan ngilu-ngilu di tubuhnya.


"Mas, tadi pergi kemana kamu? Apalagi aku lihat saat itu kamu dalam keadaan marah." Tanya Kyra ingin tahu kemana suaminya pergi.


"Aku mencari tahu siapa yang sudah berani mencelakaimu sayang." Jawab Alex sambil mencium jemari Kyra.


"Kemana kamu mencarinya mas? Apakah kamu sudah tahu pelakunya?" tanya Kyra lagi.


"Dari petunjuk yang kamu berikan, aku langsung mencari ke markas mereka, tapi saat aku datang ciri-ciri orang yang kamu sebutkan tidak ada, jadi aku memberi waktu kepada ketua kelompok itu dua kali dua puluh empat jam untuk dihadapkan di depan mataku." jelas Alex.


"Mas, kenapa kamu senekat itu mendatangi tempat mereka? Bukankah mereka orang-orang yang sangat berbahaya?" Kyra terlihat menjadi khawatir.


"Tidak apa sayang, kamu tidak usah khawatir. Aku mendatangi tempat mereka sudah aku pikir dampaknya, aku tidak akan nekat datang kalau tidak ada sangkut pautnya dengan mereka, ketuanya orang yang tidak mudah tersulut emosi, jadi kami bisa bicara baik-baik tentang kecurigaanku kalau yang mencelakaimu adalah salah satu anggota mereka." Jelas Alex bisa di mengerti oleh Kyra, walaupun rasa khawatirnya tidak langsung hilang begitu saja.


"Sebenarnya motif mereka mencelakai aku itu apa ya mas?"


"Mungkin mereka hanyalah suruhan seseorang yang tidak suka sama kamu, Karena kalau mereka mencelakaimu untuk merampas apa yang ada pada dirimu, kenapa mereka tidak merampas tas atau motor, tapi hanya begitu bernafsu membuat kamu cedera." Kata Alex


"Menurutmu siapa kira-kira dalang di balik pelaku kejahatan terhadapku itu ya mas? Secara aku tidak pernah menebar bibit permusuhan dengan penduduk, walaupun aku bukan orang yang ramah, tapi aku juga tak suka cari musuh, tapi kenapa ada yang berniat jahat sama aku?" tanya Kyra penuh heran.


"Mungkinkah itu orang suruhan Laras? Tetapi apakah nyali Laras sebesar itu menyewa orang Black Dragon untuk pekerjaan yang selalu mereka hindari? Anggota kelompok itu memang terlihat menakutkan tetapi dalam urusan pekerjaan mereka tidak asal comot." Praduga Alex terhadap Laras tidak sepenuhnya ia yakini.


"Apa mungkin dia salah satu anggota yang terpaksa berhianat karena suatu desakan ekonomi? Dan kenapa mas menduga itu orang suruhan mbak Laras?" Tanya Kyra tak habis pikir, karena walaupun mereka tak bisa bersikap baik, tapi selama ini yang Kyra tahu hanya sekedar di sikapnya Laras saja, jadi menurut Kyra Laras tidak mungkin sejahat itu kepadanya.


"Bisa jadi seperti itu. Tapi untuk Laras yang bisa jahat sama kamu itu sangat besar kemungkinannya, karena aku penyebabnya." Alex telah bisa mengimpulkan sebab musabab musibah yang menimpa Kyra.

__ADS_1


"Kok kamu sih mas?" tanya Kyra tak mengerti.


"Itu hanya dugaanku saja sayang, bisa benar bisa tidak, tapi mudah-mudahan itu tidak benar. Karena aku telah berterus terang sama Laras kalau kita sudah menikah, aku berpikir itu penyebabnya." Dugaan Agus yang masuk akal dalam pikiran Kyra, tapi kenapa?


"Lalu apa masalah dia kalau kita sudah menikah mas? Dia terganggu dengan status baru kita? Atau... Aahhh.. Aku tahu sekarang." Akhirnya pikiran Kyra sampai juga kenapa Laras bisa sejahat itu kepadanya, efek cemburu.


"Apa menurutmu? Apakah kita sepemikiran coba?" Tanya Alex memastikan kebenaran dugaan Kyra.


"Dia marah karena kamu lebih memilih menikahiku, padahal dia lebih lama kenal kamu, dan yang pasti dia ada perasaan khusus sama kamu. Apakah seperti itu mas?" tebak Kyra yang sepertinya mendekati benar karena terlihat Alex manggut-manggut.


"Dugaan kamu tepat sekali sayang, kalau aku boleh ge er, itulah penyebabnya jika mereka memang benar suruhan Laras." Jelas Alex


"Kenapa kamu tidak pilih mbak Laras mas? Justru malah pilih aku yang belum lama kamu kenal?" Kyra mencoba menyelidik apa sebabnya suaminya itu lebih memilih ia menjadikannya istri padahal Laras sudah berharap dari awal mereka bertemu sekitar enam tahun yang lalu.


"Bisa banget buat mukaku merah mas," kata Kyra tersipu.


"Ternyata istriku ini bisa malu-malu juga." goda Alex.


Sejurus kemudian, mereka telah selesai dengan pembicaraan panjang mereka tentang pelaku kejahatan yang Kyra alami.


Tak lama Kyra telah lelap dialam mimpi karena merasakan ngantuk yang begitu berat.


"Aku menduga ini memang ulah Laras, tapi belum juga ada glaporan dari Jagat, mungkin anak buahnya belum ditemukan, dan andaipun nanti anak buahnya susah untuk ditemukan, aku akan menyuruh Jagat menemui Laras untyk diminta keterangan kejahatannya.


Waktu yang diberikan Alex kepada Jagat tinggal sekitar dua puluh dua jam lagi, tetapi mereka belum juga menemukan anak buahnya dengan ciri yang Alex sebutkan.

__ADS_1


Waktu yang masih lumayan lama untuk Jagat saat mendapatkan sebuah misi, tetapi untuk pekerjaannya saat ini, Jagat merasa kalau waktu berputar begitu cepat, ia teringat ancaman Alex yang tidak main-main, bila ia tak segera menemukan orang yang ia curigai.


Sepertinya anak buah Jagat yang sedang dicari oleh seluruh anggota Black Dragon telah mengetahui kalau ia sedang dalam buruan, karena ia begitu lihai menyembunyikan dirinya.


Pelaku itu sepertinya menyadari bahwa ia telah melakukan pekerjaan yang sangat dan harus dihindari oleh seluruh anggota Black Dragon tanpa kecuali.


Saat Jagat tengah termenung memikirkan nasib nama besar kelompoknya atas ancaman Alex, ponselnya bergetar karena ada panggilan masuk dari Alex menanyakan bagaimana perkembangan pencarian kepada pelaku kejahatan itu.


Alex tak segan menggertak Jagat agar lebih cepat menjalankan misi darinya,sebenarnya bisa saja Alex menyuruh Jagat untuk mendatangi Laras dan menginterogasi Laras, tetapi ia ingin melihat usaha Jagat sejauh mana.


***


Ditempat lain nampak Laras begitu bahagia saat mendengar Kyra tengah dirawat di rumah sakit karena kecelakaan yang dialaminya.


"Semoga saja dia m*mpus karena kecelakaan yang dialaminya, dan mas Agus akan menjadi milikku. Hahah.. Mendengar dia sengaja di celakai orang kenapa aku begitu bahagia yaa?" Tawa laras di dalam kamarnya.


Dan saat ia asyik menekuni ponselnya sambil senyum-senyum sendiri membayangkan Alex akan dimilikinya bila Kyra tidak selamat dalam perawatannya, terdengar jendela kamarnya ada yang mengetuk dari arah luar rumahnya.


Laras segera membuka daun jendela kamarnya, dan Laraspun begitu terkejut melihat siapa yang ada di depan matanya saat ini. Orang itu terlihat sangat ketakutan tapi juga berhasil mengintimidasi Laras lewat tatapan mata dan nada bicaranya.


Laras terlihat kesal dengan orang itu, karena dalam kesepakatan yang mereka lakukan beberapa hari yang lalu, setelah rencana mereka berhasil dan Laras memberi tips keberhasilan, mereka sepakat tidak akan bertemu kembali, tetapi nyatanya kini orang itu ada di hadapan Laras dengan wajah penuh luka dan amarah yang tersirat di dalam matanya bercampur rasa ketakutan dan tidak tenang.


...****************...


Like, komen, vote dan giftnya ditunggu ya sayang semua 😘

__ADS_1


__ADS_2