
Mentari bersinar terang menghangatkan dinginnya udara pagi yang tersiram hujan semalam. Di kediaman keluarga Birawa telah terjadi hiruk pikuk kesibukan pagi para penghuninya yang tengah bersiap untuk rutinitas harian mereka.
Kini mereka tengah menghadapi hidangan sarapan yang telah dipersiapkan mama Ratih dibantu Kyra dan asisten rumah tangga mereka juga tentunya.
Teguh yang setiap saat siaga menjaga Kyra saat Alex tak ada di sampingnya, diajak sarapan serta satu meja makan dengan atasannya, seperti biasa jika Kyra dan Alex sarapan bersama di Ale's Farm.
Setelah beberapa saat mereka sarapan dengan khidmat, kini mereka telah siap menuju tempat rutinitas kerja mereka, papa Hadi berangkat terlebih dahulu dengan di antar sopir pribadinya. Alex yang akan langsung berangkat menuju kantor tengah menunggu Kyra selesai berkemas.
"Ma, Queen berangkat dulu ya, di tunggu kedatangan mama papa kakak dan jesse ke Ale's Farm akhir pekan nanti." pamit Kyra pada mama Ratih.
"Iya, hati-hati ya sayang, jangan lelah mengemban tugasmu." pesan mama Ratih.
"Siap mam!" seru Kyra sambil bersikap hormat terhadap mamanya, lalu ia mencium punggung tangan mamanya.
"Alex juga berangkat dulu ma, maaf kalau Alex jarang berkunjung kemari." kata Alex sambil mencium punggung tangan mama Ratih.
"Tak apa nak, mama mengerti kesibukan kalian." kata mama lembut sambil mengelus pundak Alex.
Dan mereka pun segera bersiap ke mobil masing-masing, Teguh yang sudah berpamitan lebih dahulu telah siap di samping mobil Kyra.
Alex dan Kyra saling cium pipi, dan kening sebelum mereka dipisahkan dengan pekerjaan mereka yang beda tempat dan profesi. Alex mengawal dibelakang mobil Kyra sebelum akhirnya mereka berpisah jalan menuju tempat tujuan masing-masing.
*
*
Akhir pekan pun tiba, Kyra dibantu beberapa pekerja yang ahli masak memasak kini tengah mempersiapkan makanan untuk dihidangkan nanti malam guna menjamu para tamu undangan dan juga keluarga mereka untuk mengadakan rapat pembentukan panitia pesta resepsi pernikahan Alex dan Kyra.
Keluarga Birawa lengkap telah datang dari siang karena papa Hadi dan kak Krisna hanya bekerja setengah hari agar bisa segera datang ke tempat tinggal Alex dan Kyra di saat hari masih terang.
Begitu juga daddy Abimanyu, Alex dan Alena, mereka telah berada di Ale's Farm.
Para pekerja yang ditugaskan memasak begitu banyak makanan, hanya saling bertanya kepada sesama rekannya, karena mereka di suruh memasak tapi tidak tahu untuk acara apa. Tapi melihat kedua orang tua atasan mereka ada di tempat tersebut mereka mengira kalau itu hanya untuk jamuan acara keluarga saja, tetapi kenapa begitu banyak?
__ADS_1
Mereka tak habis pikir tapi akhirnya hanya berkata.
"Ya, terserah mereka sih, kita cuma melaksanakan tugas ini."
*
Suara cempreng Sari terdengar di luar rumah saat hari telah beranjak sore dan pekerjaan hampir selesai dan tinggal dua puluh lima persen saja. Rupanya Sari baru pulang dari faskes sedang Kyra pulang dari habis istirahat.
"Selamat sore semuanya, sorry aku baru bisa datang, mohon di maklum ya!" seru Sari menyapa semua sambil masuk menuju ruang kemas.
"Sore juga mbak Sari." jawab semua pekerja yang ada di ruangan itu.
"Ibu Ratih, mbak Adhis juga kapan datangnya? Kok malah duluan yang dari kota datangnya daripada saya?" sapa Sari kepada mama Ratih juga kak Adhisti.
"Iya nih, dari tadi mama dah tungguin kamu tapi baru muncul saat semua sudah siap." jawab mama Ratih menanggapi sapaan Sari.
"Kan Sari seksi icip-icip bu, jadi datangnya pas sudah selesai semua tinggal kemas." kata Sari dengan suara khasnya menanggapi kelakar mama Ratih.
"Bisa saja kamu nak Sari." kata mama Ratih sambil geleng-geleng kepala.
"Rame-rame ngapain nih? perang sama kucing peliharaan aku?" tanya Sari berkelakar menanggapi pertanyaan pekerja itu.
"Meresmikan hubungan mbak Sari sama mas Haris lah, masak perang sama kucing." jawab orang tersebut masih dengan tawa gelinya.
"Nah, kan begitu. Jelas pertanyaannya. Aku nunggu atasan kalian selesai dengan resepsinya saja, baru aku merencanakan untuk meresmikan hubunganku sama mas Haris." kata Sari dengan serius.
"Lah! atasan kami kan mas Haris juga mbak." sahut pekerja yang lain.
"Mas Haris juga cuma anak buah, maksudku pemilik tempat ini." sahut Sari dengan cepat.
"Madam Sandra kan sudah bersuami mbak, atau mbak Alena? Tapi sepertinya belum ada desas desus kalau mbak Alena mau menikah." pekerja pertama menimpali perkataan Sari.
"Hadeh, kalian bekerja di tempat ini tapi tidak tahu siapa pemilik tempat ini sebenarnya. Sudahlah, nanti kalian juga tahu, kalau nanti malam gak datang ke pertemuan ini, kalian akan lama mengetahui, tetapi kalau nanti malam kalian hadir, akan ada hal tak disangka-sangka yang akan kalian ketahui." perkataan Sari justru semakin membuat para pekerja itu semakin penasaran dan tidak mengerti dengan maksud pembicaraan Sari.
__ADS_1
"Jangan menatapku penuh tanya begitu, nanti kalian datang saja biar rasa penasaran kalian cepat dapat jawabannya!" seru Sari dengan suara khasnya dan hanya membuat para pekerja itu menghela panjang nafasnya karena Sari tak mau mengobati rasa penasaran mereka.
Sedangkan Kyra dan mama Ratih juga kak Adhis hanya senyum-senyum menyaksikan interaksi Sari dan para pekerja itu.
"Kalau dokter Kyra tahu tidak siapa pemilik tempat ini?" tiba-tiba salah satu pekerja ada yang memberanikan diri mengajukan pertanyaan yang sama kepada Kyra.
"Tentu saja saya tahu mbak, tapi.." Kyra dengan senyum manisnya menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya, tetapi Kyra menghentikan ucapannya saat mata tajam Sari mengarah kepadanya.
"Maaf saya tidak bisa jawab sekarang, seperti yang Sari katakan tadi, kalian musti datang ke pertemuan nanti malam." jawaban Kyra lagi-lagi membuat lesu para pekerja tersebut, dan mereka melihat Sari yang sedang menatap Kyra tajam agar tak mengatakan sekarang apa yang para pekerja tanyakan.
"Yaahh! Mbak Sari mengintimidasi atasannya." celetuk salah satu dari mereka sambil melihat Sari.
"Itu di faskes, kalau disini teman. Padahal sama saja sih." Sari memelankan suaranya di akhir perkataannya agar tak tersengar para pekerja itu.
"Kalau madam bilang Alex pemilik tempat ini kalian percaya tidak?" Tiba-tiba sebuah suara menjawab pertanyaan para pekerja itu yang sejak tadi telah menyimak apa yang mereka.bicarakan.
"Alex?!" Seru mereka penuh tanya sambil saling menatap satu sama lain.
"Iya Alex, nama pemilik tempat ini Alex, anak madam." jawab mommy Sandra tetap tak mengurangi rasa penasaran mereka tetapi malah semakin bertambah.
"Oohh." jawab mereka akhirnya. Dan dalam hati mereka, mereka bertekad akan menghadiri pertemuan yang akan di adakan nanti malam di tempat ini.
"Kalau mas Agus itu siapa madam? Mas Agus kalau jadi anak madam pantas loh menurutku, tapi maaf madam kalau perkataan saya lancang." pekerja itu seperti menyesali ucapannya.
"Tidak apa. Madam pun tidak menolak punya anak seperti Agus kok." hanya itu tanggapan dari madam Sandra dengan senyum terkembang di bibirnya.
"Sudah, siapapun itu pemilik tempat ini, dia pasti sangat beruntung punya pekerja seperti kalian. Do'akan saja acara pemilik tempat ini berjalan lancar. Dan untuk ke depannya usaha di sini akan semakin maju dan berkembang". Harap madam Sandra kepada para pekerjanya dengan logat khasnya.
"Aamiin. Itu harapan kami madam, karena jika Ale's Farm semakin maju dan berkembang maka kami para pekerja pun tentu akan semakin sejahtera." kata salah satu pekerja mewakili rekan-rekannya.
"Tentu saja, karena kita sama-sama saling membutuhkan." kata madam Sandra dengan sikap ramahnya, tak menerapkan jarak dengan pekerjanya, itulah yang membuat para pekerja merasa di hargai.
...****************...
__ADS_1
Selamat membaca semuanya. Jangan lupa tinggalin jejak like komen kalian ya, syukur ada juga gift dan juga votenya, terima kasih 🥰