Dokter & Petani

Dokter & Petani
Kemarahan Agus


__ADS_3

Kini Agus dan daddynya sudah dalam perjalanan pulang menuju rumah utama, terlihat raut wajah Agus semakin muram daripada saat berangkat tadi.


"Dad, bisa-bisanya Daddy hendak menjodohkan aku dengan gadis seperti dia, ya ampun dad apa kata dunia seorang Alexi yang begitu gagah dan rupawan mendapat gadis model begitu?!" Agus yang tak terima dengan tindakan daddynya kembali melayangkan protes.


"Son, mana mungkin daddy sembarangan memilihkan jodoh untuk anaknya?"


"Tapi nyatanya?!" sahut Agus dengan cepat.


"Lalu kamu sendiri? Apa dengan penampilan kamu seperti ini orang akan melihatmu sebagai Alexi yang rupawan? No, big no son!" daddy Abimanyu menggeleng-gelengkan kepalanya setelah menilai penampilan Agus yang masih sama saat menemui Uni tadi.


Agus terkesiap kaget karena ia lupa kalau ia masih berpenampilan terbalik dari Agus yang sebenarnya.


"Astaga, aku sampe lupa melepasnya." kata Agus sembari melepas semua properti penyamarannya.


"Lagian sekeras apapun kamu menghindar, kamu tetap tidak bisa lepas dari perjodohan ini, karena daddy tetap akan menjodohkan kamu dengan gadis tadi." pernyataan daddy Abimanyu serasa sengatan beribu volt di tubuh Agus, ia tidak mengira kalau daddy akan mengingkari ucapannya.


"Apakah daddy sudah bukan lagi sebagai lelaki sejati?" tanya Agus dengan menatap tajam mata daddynya.


"Apa maksud pertanyaanmu son?" Daddy Abimanyu mengerutkan dahi tanda tak mengerti maksud anaknya.


"Seorang lelaki sejati harus bisa selalu dipegang perkataannya, tapi daddy? tidak sama sekali." jelas Agus


"Maksud kamu?" kembali sang daddy tidak paham


"Hah! nampaknya seorang Tuan Abimanyu Agam telah kehilangan daya ingatnya yang sangat tajam." Ejek Agus.


"Ayolah son.." Daddy Abimanyu mengharap penjelasan anaknya.


"Kemarin daddy berkata kalau kami tidak saling merasa cocok maka daddy membebaskanku untuk memilih gadis pilihanku sendiri, tapi kenyataanya? Daddy tetap memaksaku untuk meneruskan perjodohan ini dengan atau tanpa persetujuan kami." Penjelasan Agus membuat daddy Abimanyu menyunggingkan senyumnya.


"Itu berlaku kalau kamu berpenampilan layaknya kamu, bukan dengan acara samar menyamar seperti tadi." kata daddy menjelaskan alasannya.


"Tapi daddy lihat sendiri kan bagimana wajah gadis itu, okelah bukan wajah sebagai standar yang harus jadi patokan, tapi lihatlah sikapnya, apa iya itu seorang gadis yang jadi menantu impian daddy? Dilihat saja sudah kekanakan begitu, bagaimana bisa jadi istri yang sabar dan pengertian? Enggak banget!!" seru Agus sambil keluar dari mobilnya karena mereka sudah sampai di kediaman mereka kembali.


"Son! itu tak seperti yang kamu lihat!" seru daddy mengejar Agus tanpa menunggu driver membukakan pintu untuknya.

__ADS_1


"It's so clear dad!" seru Agus tak mau kalah.


"Aku akan menetap di kampung dan akan mengejar kebahagiaanku di sana!" kata Agus dengan kesal dan hendak berlalu menuju mobilnya tanpa masuk ke rumah utama terlebih dahulu.


"Tunggu son, dengar dulu penjelasan lelaki tua ini! Perlu kamu tahu, gadis yang kamu cintai itu tak akan pernah menjadi milikmu jikalau kamu ada konflik dengan daddymu ini!" seru daddy Abimanyu dengan lantang agar sang anak mendengar, dan benar saja Agus mendengar seruan daddynya dan langsung berbalik menuju sang daddy kembali.


"Apa daddy mengancam keluarganya? Aku tidak akan tinggal diam kalau benar daddy melakukan itu! dan jika keluarganya tetap tidak mau menerimaku, maka aku tidak akan menikah dengan gadis manapun!" seru Agus dengan kemarahan yang meluap tapi masih bisa mengontrol suaranya.


"Jaga bicara kamu Alex!" seru daddy dengan tegas, bila ia telah memanggil nama anaknya maka ia benar-benar serius dengan ucapannya dan tidak ada bantahan lagi.


"Aku tidak pernah melihat orangtua seegois daddy, bahkan anak lelakinya sudah setua ini masih saja ingin dikuasainya." Suara rendah dan dingin Agus menyiratkan kalau ia pun sedang dikuasai amarah.


"Why are you so stubborn?!" Seru sebuah suara perempuan yang begitu mereka kenal dari dalam rumah dan menghampiri mereka.


"Bukan aku yang keras kepala mom, tapi daddy!" seru Agus tak mau ikut dipersalahkan.


"Kalian berdua sama saja, masuk! kita bicara baik-baik di dalam!" perintah madam Sandra tanpa bisa dibantah, dan kedua lelaki tercintanya pun hanya bisa mengikuti perintahnya.


Mommy Sandra yang tadinya berniat kembali ke villa bersama dengan Alena akhirnya mengurungkan niatnya, ia minta diantar kembali dan memilih tinggal di rumah utama karena ia sudah mengira akan terjadi perdebatan tak berujung antara kedua lelaki tercintanya.


"Tanya saja pada anak kamu yang keras kepala itu." sahut daddy Abimanyu dengan menatap tajam putranya.


Mommy Sandra hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saat mendengar jawaban suaminya, lalu ia mendekati Agus dan duduk disebelahnya.


"Kenapa tadi mommy tidak ikut? Jadi mommy bisa lihat sendiri bagaimana gadis pilihan daddy, sangat jauh berbeda dengan Kyra mom. Bukan berarti aku menilai seseorang dari fisiknya, tetapi daddy bilang ingin aku mempunyai pendamping yang sabar dan pengertian, tapi bagaimana mungkin nini-nini tadi bisa menjadi gadis yang dewasa sedang sikap dan gaya bicaranya saja begitu kekanakan!" cerita Agus begitu berapi-api mengadukan pengalaman yang baru saja dialaminya serta menyesalkan karena mommynya tidak ikut dalam pertemuan tadi.


"Uni son, bukan nini-nini." ralat daddy sudah bisa mengendalikan perkataannya.


"Siapapun itu tidak ada bedanya bagiku." sahut Agus.


Dan mommy yang mendengar penuturan Agus menatap suaminya dengan penuh tanya, sedang yang ditatap hanya mengedikkan bahunya saja.


"Mommy pun setuju sekali if I could have a daughter-in-law like Kyra, but keputusan daddy adalah mutlak son, i'm


sorry tidak bisa membantu kamu dalam hal ini." Ungkap mommy Sandra yang semula melambungkan hati Agus, tapi di akhir perkataannya begitu membanting perasaan Agus.

__ADS_1


"Ooohh god kalian sama saja! okey atur semua! aku hanya sebuah boneka bagi kalian, di sini hidupku tak bisa kuatur sendiri, bahkan dari kecil aku selalu menurut apa kata kalian, tapi hanya karena cinta, mommy sama daddy telah membuatku jadi anak yang tidak hormat pada orangtua, ingin aku menyesal terlahir di keluarga ini, tapi aku tidak mau menjadikan diriku orang yang tak bisa bersyukur. I give up, biar aku bicarakan baik-baik dengan Kyra, semoga dia bisa mengerti akan arogansi daddy dan mommy sebagai orang tua, semoga penjelasanku nanti tidak akan menghancurkan hatinya lagi." Agus berbicara dengan menahan gejolak dalam hatinya.


Wajahnya memerah menahan amarah untuk kedua orangtuanya juga kesedihan untuk Kyra, matanya berkaca-kaca, bahkan ia tidak sanggup melihat bagaimana reaksi Kyra nanti.


"I'm sorry Ra, I couldn't defend you" gumam Agus yang terdengar jelas di pendengaran kedua orang tuanya, terlihat air mata menitik dipipinya saat ia berlalu menuju kamarnya, ia ingin menenangkan diri, ia tidak ingin kembali ke kampung dengan kondisi emosinya yang tidak stabil.


Ya, baru kali ini Agus begitu jatuh cinta kepada seorang gadis, baru kali ini ia sampai menitikkan air mata demi mempertahankan gadis yang begitu istimewa di hatinya. Tapi saat cinta itu sedang begitu mekarnya di hati Agus, tiba-tiba orang tuanya menyiramnya dengan air panas perjodohan yang tak sanggup lagi ditentangnya.


Agus harus menjelaskan semuanya kepada Kyra apapun resikonya. "Semoga Kyra bisa mengerti dengan kondisiku, semoga ia bisa mengerti bahwa ini bukan mauku, semoga ia tidak marah kepadaku, dan kalaupun kelak kita berjodoh kita akan dipersatukan kembali oleh Tuhan walau sudah dengan kondisi berbeda." gumam Agus penuh harap.


Sementara mommy Sandra segera meminta penjelasan tentang pertemuan tadi kepada daddy.


"What happened dad?" tanya mommy.


"Apanya yang ada apa mom?" daddy Abimanyu pura-pura tidak mengerti apa yang mommy maksud.


"What happened at the meeting tadi?!" seru mommy mulai kesal karena anak lelaki kesayangannya menjadi semarah ini kepadanya karena harus mendukung keputusan daddy.


Lalu daddy Abimanyu mengeluarkan ponselnya dan membuka galery foto untuk memperlihatkan foto antara Agus dan Uni yang dipaksa foto duduk berdua saat di restoran.


"Astagaa!! benar-benar mereka berdua!" mommy terlihat kesal tetapi akhirnya ia menatap suaminya dan pecahlah tawa mereka berdua.


"Baguuuss... Mommy dan daddy sangat bahagia diatas deritaku. I hate you!" kata Agus sambil bertepuk tangan saat mendengar kedua orang tuanya tertawa begitu riangnya ketika Agus akan ke dapur untuk mengambil minum, lalu ia tak jadi menuju dapur dan berbalik menuju kamarnya kembali.


Seketika keduanya menghentikan tawanya, dan saat mommy Sandra hendak mengejar Agus karena mendengar kalimat kebencian dari putranya, daddy mencegahnya mengikuti Agus menuju kamarnya.


"Biarkan sebentar mom, nanti kalau ia sudah agak mereda baru kamu dekati dia, sebentar saja tak sampai satu jam, dekati dia, dengan kelembutanmu, pasti dia akan lebih melunak." saran daddy sambil menggenggam jemari istrinya tercinta.


...****************...


happy reading ya guys.


Seru gak sih ceritanya? bagi komennya dong!


Beri semangat dengan like dan komennya buat othor remahan ini ya 🥰

__ADS_1


__ADS_2