Dokter & Petani

Dokter & Petani
Tanda Tanya Besar Dito


__ADS_3

"Kyra.. Mantan pacar aku yang dulu manis tapi menjadi liar gara-gara kenal manusia sawah itu, tapi perasaan sekarang semakin cantik dan terlihat dewasa deh." seru sebuah suara yang sangat Kyra kenal saat kakinya melangkah masuk ke lobi kantor daddy mertuanya diikuti oleh Teguh dengan setia.


Kyra yang tadinya hendak berlalu begitu saja dan tak menghiraukan omongan Dito, terpaksa menghentikan langkahnya karena lelaki yang pernah ada di hatinya itu menghadang tepat di depannya.


Melihat Kyra berhenti karena di ganggu oleh lelaki yang tidak dikenalnya, Teguh langsung berdiri tepat di depan Kyra untuk melindunginya.


"Wah! Wah! Siapa lagi ini? Pacar kamu yang lain?!" Dito membelalakkan matanya seperti terkejut dengan keberadaan Teguh yang sangat melindungi Kyra.


"Jaga mulut anda pak, beliau atasan saya dan tanggung jawab saya untuk melindungi nona Kyra dari bahaya termasuk anda!" Kata Teguh pelan tapi penuh ketegasan.


"Ck! Ck! Hebat sekali kamu sekarang sayang, membawa seorang bodyguard kemanapun kamu pergi." sanjung Dito dengan kata-kata manisnya.


"Maaf, tahan bicara anda bapak Ardito yang terhormat. Saya sekarang seorang perempuan yang telah bersuami, sebentar lagi acara perayaan pernikahan kami akan kami gelar, dan tentu saya akan mengundang anda juga, agar anda tahu bagaiman harusnya menjaga perkataan anda, permisi!" Kyra berterus terang kepada Dito dengan bahasa formalnya, agar Dito tak lagi lancang setiap bertemu dengannya.


Dito mengejar Kyra yang telah berdiri di depan pintu lift khusus direksi.


"Tunggu Ra, siapa suami kamu, apakah manusia sawah itu?" tanya Dito di belakang Kyra dan bersamaan dengan itu pintu lift terbuka.


"Lihat saja besok saat anda menghadiri undangan pesta pernikahan saya bapak manajer Ardito yang terhormat." kata Kyra sambil melangkahkan kakinya masuk ke lift diikuti oleh Teguh.


Dito yang tadinya hendak ikut masuk ke dalam lift tapi tidak bisa karena Teguh berusaha mencegahnya dan pintu lift sudah mulai tertutup, dan juga lift itu hanya khusus untuk dewan direksi.


"Siapa sebenarnya suami Kyra? Apakah salah satu dewan direksi di kantor ini? Tapi setahuku dewan direksi di sini sudah berumur semua. Atau dia menantu salah satu dewan direksi? Buktinya dengan bebasnya dia menggunakan fasilitas khusus dewan direksi, atau dia jadi istri simpanan salah satu dewan direksi?


Tetapi beberapa hari yang lalu aku lihat dia masih mesra sama manusia sawah itu, dan yang aku tak habis pikir kenapa aku sering melihat manusia sawah itu berkeliaran di tempat ini?" gumam Dito bertanya-tanya sendiri. Lalu ia melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu untuk kembali ke ruangannya.


Sementara itu Kyra telah sampai ke lantai tujuannya, dan ia langsung menuju ruang kerja daddy mertuanya yang sebentar lagi akan beralih tangan menjadi ruang kerja suaminya, Alex.


Tok! Tok!


Kyra mengetuk pintu ruang kerja dan tidak berani langsung masuk sebelum ada sahutan dari yang empunya ruangan.


Ternyata pintu malah dibukakan dari dalam oleh Alex sendiri.


"Selamat datang istriku sayang, ayo masuk!" sambut Alex sambil menarik lengan Kyra dengan lembut, sementara Teguh menunggu atasannya di luar ruang, ia duduk di kursi tunggu yang disediakan.

__ADS_1


"Ada apa dengan wajah kamu sayang? Sepertinya kurang happy?" tanya Alex saat melihat raut muka Kyra yang agak kurang semangat.


"Seperti biasa tiap aku datang ke kantor ini pasti selalu ketemu dia dan dia lagi." jawab Kyra.


"Dia siapa nak?" tanya daddy Abimanyu yang penasaran dengan perkataan menantunya tersebut.


"Salah satu manajer di kantor daddy ini." jawab Kyra.


"Mantan pacar Kyra dad." jelas Alex dengan senyum menggoda Kyra membuat Kyra semakin sebal karena daddy jadi menatapnya penuh tanya.


"Apa dad?" tanya Kyra menanggapi tatapan daddynya.


"Perkataan Alex maksudnya apa?" tanya daddy terlihat sangat penasaran.


"Sorry dad, tampaknya daddy ingin tahu banget ya?" Kyra menyingkirkan rasa sebalnya tatkala daddy mertuanya sangat ingin tahu, dan Kyra malah sengaja menggoda daddynya.


"Hey! Kamu ngeledek daddy ya?" tanya daddy yang tahu sedang diledek menantunya, dan Kyra hanya memperlihatkan deretan giginya yang rapi.


"Iya dad, tiap aku ke sini pasti ketemu sama mantan kekasihku dulu, katanya dia menjadi manajer lapangan di kantor ini." jelas Kyra akhirnya.


"Ooh, berarti benar dia manajer disini ya?" alih-alih mengiyakan perkaraan daddy mertuanya, Kyra malah balik bertanya.


"Iya, dia salah satu karyawan yang berprestasi, makanya posisi dia semakin melejit." jelas daddy Abimanyu.


"Kalau seumpama aku orang lain bagi daddy, nah menurut daddy kinerja aku termasuk yang berprestasi atau yang biasa-biasa saja?" Alex mengajukan pertanyaan kepada daddynya meminta penilaian atas kinerjanya andai ia bukan anak daddy Agam.


"Menurut daddy kamu adalah karyawan daddy yang ter the best waktu itu, makanya daddy sempat kelabakan mencari penggantimu saat kamu memilih menepi." jelas daddy sambil menerawang mengingat kejadian beberapa tahun silam.


"Terima kasih dad, maaf atas kesalahanku yang dulu, sekarang waktunya aku lebih berbakti sama daddy." kata Alex sambil merangkul daddynya, dan daddy Abimanyu hanya menepuk-nepuk tangan Alex yang merangkulnya menandakan daddynya baik-baik saja.


Akhirnya waktu pulang kantor tiba, Alex yang masih tanggung dengan pekerjaannya terpaksa menunda sebentar waktu pulangnya.


Kyra yang tadinya hendak menemani suaminya sampai selesai bekerja malah jadi menemani daddy mertuanya atas permintaan Alex yang merasa tak tega membiarkan Kyra terlalu lama menunggunya, padahal Kyra tidak masalah.


Tapi karena permintaan daddynya juga akhirnya Kyra mengikut saja kemauan kedua lelaki bapak dan anak tersebut.

__ADS_1


Setelah Kyra cium tangan Alex, cium pipi kanan kiri dan sedikit kecupan dibibir manis Kyra, Alex melanjutkan pekerjaannya dan Kyra menggelayut manja pada daddy mertuanya, ia sudah menganggap daddy Abimanyu seperti papa kandungnya sendiri karena daddy tak mau ada kecanggungan dan membedakan antara anak dan menantunya.


Alena yang juga baru keluar dari ruang divisi keuangan melihat kedua orang tersayangnya dikawal bodyguard setia Kyra segera ikut nimbrung dan bergelayut manja di tangan daddy yang masih bebas, sementara dengan sigap Teguh mengambil tas daddy untuk dibawakannya.


"Jangan coba-coba rayu daddyku untuk mendapat perhatian lebih darinya ya!" kata Alena sambil menatap tajam kepada Kyra.


"Itu terserah daddy saja mau memperlakukan aku bagaimana, aku kan tidak memintanya." balas Kyra dengan muka menyebalkan.


"Ih! Nyebelin banget sih, kamu itu sudah merebut kakak lelaki tercintaku satu-satunya, masak iya mau merebut daddy juga? Jangan maruk lah jadi cewek!" seru Alena sengit.


"Kalau ada kans, kenapa enggak? Kamu harusnya punya strategi kuat untuk mempertahankan apa yang sudah kamu punya agar tak mudah jatuh ke tangan orang lain." sergah Kyra tak kalah sengit.


"Ya kalau kakak tak mungkin lah akan terus aku pertahankan, karena bagaimanapun akan ada yang memilikinya dan aku tak bisa berbuat apa-apa. Dan sekarang kamu yang berhasil memiliki jiwa dan raganya." Alena akhirnya menyerah.


"Dan sebagai gantinya kamu musti membawa pengganti kakak kamu yang bisa kamu miliki seutuhnya seperti aku memiliki kakak kamu." saran Kyra sangat masuk akal, tapi Alena malah mencibir.


"Belum nemu yang cocok." seru Alena.


"Makanya jangan terlalu memilih dan patok standar tinggi." sahut Kyra.


"Ya harus lah, princess Alena gitu loh!" Alena membusungkan dada. Dan Kyra hanya tertawa menanggapi perkataan Alena.


"Sudah ributnya? Untung daddy masih kuat dan tahan mendengar keributan. Kalau tidak, mungkin daddy sudah pingsan dari tadi." kata daddy dan hanya ditanggapi tawa cekikikan dari kedua anak perempuannya itu.


Diam-diam ada sepasang mata yang menatap interaksi mereka dengan tatapan penuh selidik.


"Apa benar dugaanku kalau Kyra menjadi istri simpanan petinggi kantor ini? Dan itu malah bapak Agam sendiri. Gila! Benar-benar Kyra cari pelampiasan tanpa kira-kira, apa gak kebayang papanya sendiri saat bersama bapak Agam? Dan bukankah gadis yang satu itu yang datang bersama manusia sawah itu?


Ah! jangan-jangan manusia sawah Agus itu telah menawarkan Kyra dan juga gadis itu pada bapak Agam. Benar-benar bodoh Kyra, mau-maunya di dekati sama Agus tapi akhirnya hanya dijual kepada lelaki tua kaya. Pantas saja dia sudah tak mau lagi aku dekati." gumam lelaki yang menatap curiga dengan interaksi Kyra kepada pemilik perusahaan tersebut.


Benar, lelaki yang tengah menatap penuh selidik dengan segala gumamannya itu adalah Dito.


Sebuah tanda tanya besar seolah tertancap pada pikiran Dito saat itu.


...****************...

__ADS_1


Selamat membaca semua 🥰


__ADS_2