
Wajah Sari begitu marah sambil memberikan ponselnya dengan layar yang menunjukkan foto Haris dengan seorang perempuan yang masih sangat asing di mata Kyra dan Sari.
Haris segera mengambil ponsel dari tangan Sari dan mengamati foto yang terpampang dalam layar ponsel itu. Senyum Haris terkembang saat melihat foto itu. Untung Sari tidak melihat senyum Haris karena malas memandang lelaki yang ia pikir telah main hati dengan perempuan lain.
Kyra yang memperhatikan Haris tersenyum saat melihat foto yang disodorkan Sari langsung berpikir kalau yang Sari tuduhkan tidak benar, karena orang selingkuh tak mungkin senyum saat sudah ketahuan.
"Indah banget ya mas? Sampai tertegun senyum-senyum begitu, pinter yang ambil foto, bisa jadi foto prewed itu!" sindir Sari sambil mengambil ponsel dari tangan Haris dengan kasar.
"Kamu dapat foto itu darimana dek?" tanya Haris tidak langsung menjelaskan kebenarannya.
"Tidak perlu tahu aku dapatnya dari mana mas, yang pasti orang yang ingin menolongku untuk mengetahui siapa kamu sebenarnya!" ketus Sari dengan tatapan tajamnya. Mereka berbicara dengan pelan karena khawatir di dengar pengunjung yang lain.
"Dia bukan mau menolong tapi mau mengadu domba kita." Sahut Haris tegas.
"Apa maksud mas?" tanya Sari mulai mengendurkan amarahnya.
"Itu pekerja baru yang berada dibawahku langsung setelah kepindahan mas Alex ke kantor, itu adalah hari pertamanya kerja dan aku harus memberi pengarahan." jelas Haris.
"Tapi apa perlu sampai sedekat itu? Nempel-nempel begitu!" kata Sari masih dengan nada ketusnya.
"Itu enggak nempel dik Sari, cuma karena posisi angle foto jadi terlihat nempel dik, lagian kalau nempel juga gak masalah kok." Haris sengaja menggoda Sari di akhir pwrkataannya.
"Ya sudah sana, pepet terus aku sudah gak akan menghalangi!" seru Sari sambil berdiri dari duduknya hendak meninggalkan tempat itu, tapi tangannya kembali di tarik Kyra yang memilih menyimak perbincangan mereka sambil menikmati makan siangnya yang tadi ia pesan disela perdebatan Sari dan Haris.
"Ada apalagi sih mbak? Lepas, aku mau pergi saja!" Sari hendak melepas cengkeraman Kyra tapi tidak bisa karena begitu kuat.
"Dengar dulu penjelasannya, jangan sampai kamu menyesal, jangan meninggalkan masalah tanpa ada penyelesaian selagi ada kesempatan." nasehat Kyra membuat Sari terpaksa duduk kembali.
"Mas Haris teruskan penjelasannya, jangan terlalu banyak basa basi menghadapi orang gak sabaran!" perintah Kyra sambil melanjutkan makannya.
"Mbak Kyra gak ada simpatinya sama aku malah ditingg enak-enak makan." sewot Sari.
__ADS_1
"Perutku tak mau diajak kompromi. sudah lanjut gak usah bahas aku!" kata Kyra santai membuat Sari mendengus kesal.
"Dek Sari perlu tahu, mau sedekat dan menempel seperti apapun aku sama dia gak mungkin saling tertarik satu sama lain dik, karena perempuan yang juga pekerja baru itu adalah adik kandungku sendiri." penjelasan Haris membuat mata Sari terbelalak tak percaya, sementara Kyra hampir tersedak makanannya karena menertawakan Sari yang seperti orang bodoh dan gegabah.
"Puas banget buk!" seru Sari menyindir Kyra dan yang disindir cuek saja.
"Kenapa mas gak ngenalin adik mas ke aku? Apa sengaja mau bikin aku salah paham?!" delik Sari.
"Sore ini aku baru mau mengenalkannya sama kamu dik, dia baru datang kemarin lusa, tapi rupanya ada orang sok tahu yang ingin merusak hubungan kita." jelas Haris bisa dimengerti Sari, lalu ia pun meminta maaf kepada Haris dan memberitahu siapa yang mengirimi foto itu.
Dia adalah salah satu pekerja Ale's Farm yang sepertinya menyimpan perasaan kepada Haris, dan berniat menghancurkan hubungan keduanya.
Saat Sari dan Haris sudah menyelesaikan kesalah pahaman yang terjadi dan sudah berbaikan kembali, Kyra membiarkan mereka berdua untuk makan siang bersama, dan dia kembali ke faskes terlebih dahulu.
Saat dalam perjalanannya menuju faskes, Kyra kembali merasakan denyutan aneh di dadanya, ia menjadi gelisah, tetapi ia berusaha menetralisir perasaan tidak enak yang ia rasakan walau sedikit kesusahan.
Pikirannya tiba-tiba mengembara memikirkan suaminya, lalu Kyra segera mengambil ponselnya sesampai di ruang kerjanya kembali dan mencari kontak Alex, setelah itu ia segera menghubunginya.
Tidak butuh waktu lama bagi Kyra untuk menunggu telponnya diangkat, karena Alex langsung menerima panggilan dari Kyra saat tahu nama yang tertera di layar tersebut.
***
Di kantor perusahaan Agam, Alex yang sudah kembali ke kantornya setelah makan siang tadi, kini tengah bersiap menuju studio yang akan digunakan untuk pemotretan model berskala internasional.
Ia hanya akan meninjau sudah sejauh mana persiapannya, karena sang model dan manajernya menginginkan pemotretan indoor yang tampak nyata seperti pemotretan outdoor.
Tentu Alex tidak ingin mengecewakan klien yang sudah datang begitu jauh dari luar negeri bagian dari benua Merah.
Alex sedang berkeliling studio ditemani asisten pribadinya saat agensi model yang mempromotori kadatangan model internasional itu datang untuk meninjau persiapan tempat itu.
Alex yang menyadari kedatangan beberapa orang perwakilan Agensi itu segera menemuinya, mereka berbincang dan meneliti kekurangan yang mesti dibenahi.
__ADS_1
"Rupanya Julie Aurora sedang dalam perjalanan menuju kemari pak, dia pun ingin melihat langsung persiapannya, dia ingin segera diselesaikan agar pekerjaannya bisa segera dilakukan dalam kunjungan singkatnya kemari." sang promotor memberitahukan Alex kalau model bernama Julie juga ingin meninjau langsung persiapannya.
"Oh ya? Sepertinya kita perlu mengadakan penyambutan khusus bagi tamu kehormatan saya." kata Alex menanggapi pemberitahuan dari sang promotor.
"Tidak perlu repot-repot bapak Agam, kami sudah sampai." seru sebuah suara di belakang Alex menimpali perkataannya. Suara dari manajer sang model Julie Aurora.
Sang promotor langsung berjalan antusias mendekat ke arah sang model beserta manajer dan fotografernya. Alex pun membalikkan badannya untuk menyambut klien istimewanya tersebut.
Alex tertegun tak dapat berkata-kata saat netranya beradu pandang dengan mata sang model, begitupun wanita tersebut. Ia tak percaya dengan yang dilihatnya saat ini.
"J-Julia...!"
"A-Alexi.." desis mereka bersamaan, dan semua mata yang melihatnya pun tampak menatap heran dengan sikap kedua orang berlawanan jenis itu.
Julie alias Julia spontan berjalan tergesa menuju Alex berdiri dan tanpa ijin dari sang pemilik tubuh langsung memeluk tubuh tegap tersebut, sesaat Alex yang seperti belum sadar sepenuhnya hanya terdiam dan tak bereaksi ketika model cantik itu memeluk tubuhnya begitu erat.
Ketika Alex kembali menguasai dirinya, ia segera menjauhkan tubuh Julia dari tubuhnya. Alex meminta maaf kepada semua tamu untuk kembali ke kantornya, dan menyerahkan tugas menemani tamu istimewa itu kepada asisten pribadinya.
"Maaf bapak-bapak dan ibu semua, saya harus pamit kembali ke kantor, saya baru ingat kalau sebentar lagi saya ada rapat penting." bohong Alex sambil melihat arloji mewahnya.
"Biar asisten saya yang akan menemani anda semua, permisi." imbuh Alex sambil membungkukkan badannya memberi hormat kepada semua tamu sebelum berlalu dari ruangan itu.
Dengan langkah lebar Alex berjalan menuju gedung kantornya, Julie yang tak mau kehilangan kesenpatan bernostalgia dengan Alex segera mengikuti langkah Alex dengan setengah berlari.
"Teman-teman aku mau menemui Alexi dulu, kalian lanjutkan meninjau persiapan tanpaku saja, aku percaya kalian." pamit Julia sebelum berlari mengikuti langkah lebar Alex agar tak kehilangan jejak lelaki tampan tersebut.
Jauh di lereng gunung, perasaan Kyra kembali tidak enak bahkan lebih gelisah dari yang ia rasakan tadi, ia hanya berdoa untuk nenetralkan gundah hatinya walau dengan susah payah.
"Semoga kamu dan semua keluarga besar kita selalu dalam lindungannya ya mas." gumam Kyra sambil menejamkan matanya.
Kemudian Kyra membereskan mejanya dan pulang sebelum waktunya, ia tak peduli akan mendapat ghibahan, tetapi gundah gulana di hatinya yang memaksanya pulang cepat dan kali ini ia ingin pulang ke Ale's Farm agar punya tempat mencurahkan isi hati tentang kegundahan hatinya kepada mommy mertuanya.
__ADS_1
...****************...
Selamat membaca, bagi like dan komennya yaa, terima kasih 🥰