
Kyra, Agus dan juga Jesse telah berlalu meninggalkan pekarangan rumah utama keluarga Daniswara. Mama papa kakak serta kakak ipar Kyra masih berdiri di teras depan rumah setelah melepas ketiganya pergi.
"Ma, pa. Lelaki tadi siapa kok papa mama melepas Queen begitu saja pergi dengannya untuk menuruti kemauan Jesse? Kalau dia orang asing kan Jesse bisa diberi pengertian." Krisna mengutarakan kegundahan hatinya.
"Kalau dia benar orang asing tidak mungkinlah kami melepas begitu saja, dia orang kepercayaan utama Ale's Farm, satu kampung dengan tempat kerja adik kamu sekarang, dia juga sangat kenal dengan adik kamu begitupun sebaliknya." jelas mama mengurangi kekhawatiran diwajah Krisna.
"Syukurlah, aku hanya khawatir saja." tersirat rasa lega diwajah Krisna mendengar jawaban mamanya.
"Tapi jujur mama heran loh, maaf bukan apa-apa tapi kok bisa ya dia punya mobil sport semewah itu kalau dia hanya pekerja, jangan-jangan feeling mama yang pernah bilang kalau dia adalah pemilik Ale's Farm adalah benar." tebak mama dengan rasa herannya.
"Bisa saja ia pakai mobil atasannya." timpal papa.
"Mana ada sih pa, seseorang mau melepas barang berharganya untuk pekerjanya?" tanya Krisna tidak percaya.
"Krisna, janganlah kamu berpikir seperti itu, agar kamu tidak merasa jumawa, bisa saja atasan nak Agus benar-benar orang baik terhadap orang kepercayaannya." nasehat papa
"Iya pa maaf, semoga aku bisa begitu." kata Krisna disambut tepukan pelan dipundaknya oleh papa sebagai dukungan.
**
Riang hati Jesse nampak begitu jelas saat dalam perjalanan, karena ia bisa menaiki mobil yang sangat menarik perhatiannya.
"Jes, nanti cuma muter sebentar langsung pulang ya!" ajak Kyra pada keponakannya.
"Enggak mau, Jes pengen main lama sama om ganteng." rengek Jesse.
"Jangan lah Jes, nanti om nya mau ada keperluan lain." Kyra merasa tidak enak sendiri.
Walaupun kini status mereka sebagai sepasang kekasih namun Kyra masih merasa canggung.
Agus menyentuh bahu Kyra, dan spontan Kyra mengalihkan pandangannya kepada Agus, lalu dilihatnya kepala Agus menggeleng sebagai isyarat jangan memaksa Jesse.
"Jes memangnya mau kemana sih sayang?" tanya Agus dengan lembut kepada anak empat tahun tersebut.
"Jes pingin main ke tim*z*ne boleh om?" Anak kecil itu bertanya kepada Agus.
"Boleh tapi harus ijin sama aunty, kalo auntynya bilang gak boleh Jes gak boleh merengek ya? Bagaimana?" dengan perkataan lembutnya, Agus menjawab pertanyaan Jesse sekaligus memberinya nasehat, dan anak kecil itupun mengangguk mengerti.
__ADS_1
"Aunty, Jes sekarang pengen main ke tim*z*ne sama om sama onty boleh gak?" Jesse menuruti nasehat Agus, ia meminta baik-baik kepada tantenya.
"Ehm, seandainya onty tidak memperbolehkan bagaimana?" Kyra menjawab pertanyaan Jesse dengan pertanyaan lain. Dilihatnya keponakan satu-satunya itu menunduk sambil mengangguk-anggukkan kepalanya, ia tidak berani merengek karena mendengar nasehat Agus tadi.
"Iya sudah tidak apa onty, lain kali saja." jawab Jesse dengan suara pelan dengan matanya berkaca-kaca menatap tantenya.
Dengan serta merta Kyra memeluk erat keponakannya yang ada dalam pangkuannya.
"Boleh sayang, tadi onty cuma tanya, ayo kita meluncur kesana sekarang, tapi keponakan onty yang cakep ini gak boleh nangis, oke?!" kata Kyra sambil mencium pipi Jesse, dan terlihat keponakannya itu terlonjak kegirangan.
"Terimakasih aunty sayang." seru Jesse membalas pelukan Kyra.
"Terimakasih banyak om ganteng." kata Jesse masih dalam pelukan Kyra sambil melihat ke arah Agus.
"Sama-sama Jesse yang keren juga pinter." jawab Agus sambil tersenyum kepada Jesse.
"Panggilnya jangan om ganteng tapi om Alex!" kata Kyra kepada Jesse dengan penekanan saat menyebut om Alex.
"Ya sudah Jes panggil saja om Alex ganteng." sahut Jesse.
"Kepanjangan Jes." kata Kyra.
"Ya ampun Jes, kalau begini ganteng dan cakepnya punya om Alex semua, tapi kalau Jes senyum nanti Jes kebagian juga cakepnya, bagaimana? Mau senyum apa manyun terus seperti itu?" Tutur Kyra dengan lembut hingga Jes menampilkan senyum manisnya.
"Naaahh, begitu kan cakep ponakan aunty." kembali Kyra mencium pipi gembul Jesse karena gemas. Agus yang menyaksikan interaksi antara bibi dan keponakan itu dibuat terkagum
"Pinter ambil hati anak kecil juga nih cewek arogan." batin Agus sambil tersenyum simpul.
"Jangan membatin yang enggak-enggak!" kata Kyra sambil menatap Agus.
"Enggak." sahut Agus sambil mengusap tengkuknya merasa ketahuan karena membatin Kyra dan tetap fokus menatap kejalan.
**
Kyra, Agus dan juga Jesse sudah asyik bermain berbagai macam permainan, setiap mata yang menatap serasa sedang melihat keharmonisan sebuah keluarga.
Satu jam telah berlalu Jesse meminta istirahat dari aktifitasnya tersebut.
__ADS_1
"Onty Jes sudah capek, Jes laper juga mau makan." Jesse mengungkapkan apa yang dia rasakan saat ini.
"Ya sudah, sekarang kita makan duluuu.." Agus menyahuti keluhan Jesse sambil menggendongnya, dan Jesse hanya pasrah dalam gendongan Agus karena lelah yang menderanya.
Mereka masuk ke sebuah resto yang ada di mall tersebut dan memesan makanan dan minuman pilihan masing-masing sesuai yang tertera di buku menu.
Setelah menunggu beberapa saat, pesanan mereka datang, dengan serta merta Jesse hendak memakan makanan yang tersaji di depannya.
"Jes, hayo ngapain dulu?" tegur Kyra.
"uupss.. sorry onty, sebelum makan kita mesti berdo'a dulu." Jesse menutup mulutnya karena terburu-buru ingin makan lalu lupa untuk berdo'a. Setelah mendapat teguran dari Kyra Jesse segera merapalkan do'a diikuti kedua orang dewasa di dekatnya itu, lalu ketiganya segera menyantap makanan yang telah terhidang di depan mereka.
"Betapa lahapnya Jesse sampai makanan di piringnya tidak bersisa, tapi saat Kyra menawarinya lagi makanannya Jesse menolak karena telah merasakan kenyang.
Setelah selesai makan dan ngobrol diselingi candaan untuk beberapa saat mereka segera meninggalkan resto tersebut untuk pulang karena Jesse terlihat mengantuk karena kelelahan bermain dan juga dengan perut yang kenyang membuat balita tersebut diserang rasa kantuk yang amat sangat.
Agus menggendong Jesse dan Kyra berjalan di sampingnya membuat setiap mata menatap terpana dengan keserasian mereka. Dan tanpa mereka sadari, ternyata mereka dibuntuti orang sejak keluar dari resto tempat mereka makan tadi.
Saat memasuki area parkir basement mall yang mereka kunjungi, tiba-tiba orang yang membuntuti mereka tadi mendahului dan segera berbalik badan guna menghalangi jalan mereka.
"Waahh! betapa romantisnya couplegoal di hadapan kita ini sayang kata orang yang menghalangi jalan mereka kepada seorang perempuan di sampingnya yang dipanggil sayang, dan sang perempuan hanya menutup mulut dengan jemarinya dengan tawa mengejeknya yang ditujukannya untuk Kyra dan juga Agus. Sedang Agus dan Kyra hanya saling bertatapan tak acuh atas kedatangan orang di hadapan mereka.
"Tidak menyangka saja, kamu lebih memilih lepas dariku hanya untuk seorang petani seperti dia." kata orang yang menghadang langkah mereka yang ternyata Dito juga Manda.
"Lalu apa masalahmu? yang penting aku bukan type orang teman makan teman." ucap Kyra yang sangat jelas ia tujukan untuk Manda, sedang Manda yang mendapat sindiran terlihat tidak memperhatikan karena justru ia lebih fokus menatap Agus dengan wajah genitnya.
"Dan aku rasa kita tidak ada urusan lagi, kamu harusnya sadar siapa yang memulai, jadi untuk apa kamu repot-repot menghalangi jalan kami? buat pamer kemesraan? sorry ya aku gak heran." Kyra melanjutkan ucapannya
"Sayangnya kamu memilih orang yang salah." kata Dito dengan jumawa.
"Kamu tidak perlu susah-susah memikirkan aku salah pilih orang atau tidak, karena yang seharusnya khawatir itu kamu bukan aku, lihat perempuan tak tahu malu itu, betapa terpesonanya dia dengan lelaki yang kamu hina hanya sebagai petani." Kyra mengakhiri perkataannya dengan senyum mengejeknya sambil memandang Manda yang dengan tidak tahu malunya tengah menatap Agus yang tetap terlihat keren walau sedang menggendong balita Jesse yang tertidur.
Dito mengikuti arah pandang Kyra dan mendapati Manda yang telah menggoyahkan imannya untuk berpaling dari Kyra justru tengah terpesona dengan visual Agus yang aduhai kerennya, dengan serta merta Dito menarik tangan Manda untuk berlalu dari hadapan mereka sambil berkata.
"Tetap saja, aku punya pekerjaan yang lebih keren juga bonafide daripada lelaki di sampingmu itu!" seru Dito sambil menunjuk ke arah Agus dan segera berlalu menuju mobilnya di parkir, sedang Agus dan Kyra hanya saling tatap, angkat bahu dan tertawa bersama mendengar perkataan Dito dan juga sikap Manda dan keduanyapun segera menuju mobil mereka terparkir untuk segera pulang kerumah karena kondisi Jesse yang sudah terlelap tidur.
...****************...
__ADS_1
Mon maaf ya readers tercinta, aku update nya lamaa, karena sedang disibukkan dengan realita kehidupan 🥰
Happy reading 😘