
Pagi menjelang, cahaya surya perlahan memancarkan sulurnya dan tak lama telah menampakkan seluruh cahaya untuk menerangi belahan bumi yang sedang beraanjak siang.
Alex yang semalam susah memejamkan matanya karena terus memikirkan bagaimana nasib Kyra yang belum juga di ketemukan tampak sudah bersiap hendak ke tempat terjadinya kecelakaan kembali.
Dan saat ini Alex sudah mendapat kabar kalau regu penyelamat telah memulai pencariannya kembali dari habis subuh tadi, dan Alex pun segera bergegas berangkat menuju lokasi yang di berikan oleh regu penyelamat itu.
"Son, sudah mau berangkat?" tanya daddy Abimanyu saat melihat Alex begitu tergesa.
"Iya dad, aku ingin menyaksikan lngsung saat Kyra di temukan nanti." jawab Alex dengan menahan sesak.
"Daddy akan menemani kamu, sebaiknya biar driver yang mengemudi." kata daddy hanya di jawab anggukan oleh Alex lalu daddy memanggil driver pribadinya untuk segera menyiapkan kendaraan, beruntung mobil sedang di panaskan mesinnya oleh sang driver jadi tak perlu menunggu waktu lagi untuk segera berangkat.
"Mommy tidak akan memaksa kalian untuk sarapan saat ini, tapi bawalah bekal ini, jangan sampai perut kamu kosong nak, tetap lah kuat demi Kyra, mommy yakin dia akan ditemukan." pesan mommy Sandra sambil memberikan bekal yang sudah dipersiapkannuya karena Alex memang berencana untuk ikut melakukan pencarian.
"Terima kasih mom, doakan selalu agar Kyra segera ditemukan." pinta Alex sambio memeluk sang mommy begitu erat, dan mommy Sandra merasakan getar jalus pada tubuh anak lelakinya tersebut, dan mommy mengelus punggung Alex untuk memberinya kekuatan. Alex terisak dalam dekapan mommynya
"Sabar nak, tuhan akan selalu memberikan keputusan terbaik apapun itu, berharaplah semua seperti apa yang kita inginkan, tapi juga kita harus pasrah apapun hasilnya agar kita tidak menuntut ketentuan tuhan agar kita bisa merelakan apapun yang tuhan berikan untuk kita." Nasehat mommy Sandra dengan derai air mata yang tak mampu ditahannya.
"Terima kasih mom, Alex akan selalu ingat nasehat mommy." kata Alex kembali memeluk mommynya dengan erat berharap selalu dapat kekuatan. Setelah itu Alex segera berangkat beserta daddynya.
Hampir satu jam perjalanan, Alex beserta daddy Abimanyu telah sampai ke tempat aliran sungai yang lebih rendah menurut lokasi yang dikirim oleh tim penyelamat agar Alex bisa lebih mudah menjangkau sungai.
Saat Alex sampai, kedua mertuanya serta kakak iparnya juga telah sampai di tempat yang sama, kembali Alex tak bisa menyembunyikan kesedihannya juga di tambah rasa bersalah kepada kedua orang tua Kyra karena ia merasa tak becus menjaga putri mereka yang diamanatkan pada Alex.
"Maafkan Alex ma, pa, Alex tidak becus menjaga Kyra hingga sampai terjadi seperti ini." sesal Alex sambil memeluk mama Ratih.
"Nak, jangan terlalu menyalahkan dirimu untuk kejadian ini ya! Mungkin ini jalan tuhan yang di berikan kepada kita." nasehat mama Ratih kepada Alex sambil mengusap punggung menantunya itu, begitu juga dengan papa Hadinata, ia pun mengusap punggung Alex untuk menguatkan juga mendukung apa yang istrinya katakan.
Setelah Alex melepaskan pelukannya dari mama Ratih kemudian bergantian memeluk papa Hadi juga kakak iparnya, Krisna.
__ADS_1
Lalu mereka segera mengikuti tim penyelamat turun menyusuri sungai untuk melanjutkan pencarian terhadap Kyra.
***
Sementara itu Jagat sedang menyaksikan anak buahnya menginterogasi serta memberikan pelajaran kepada para penjahat itu agar mereka tak lagi berbuat kejahatan.
Tetapi pelajaran yang belum seberapa itu telah membuat kedua lelaki itu meminta-minta ampunan terhadap Jagat, mereka meminta keringanan hukuman, karena Jagat mengancam mereka akan mengambil anggota badannya yang mereka gunakan untuk melakukan kejahatan.
Itu berarti salah satu kaki atau tangan mereka akan Jagat ambil dengan cara Jagat sendiri, dan tentu saja hal itu membuat kedua penjahat itu semakin pucat pasi di wajahnya yang sudah penuh dengan lebam.
Dengan sungguh-sungguh mereka meminta ampunan dari siksaan yang Jagat ancamkan, dan akhirnya mereka di beri keringanan, tetapi jika suatu saat mereka ketahuan menipu maka tak ada ampunan lagi bagi keduanya.
Sementara Julia yang melihat dan mendengar langsung ancaman dan perlakuan Jagat merasa ngeri juga, tetapi ia tetap beranggapan kalau Jagat tak akan sekejam itu terhadap perempuan.
"Sekarang apa yang kamu pikirkan setelah melihat kedua orang suruhanmu telah dibuat tak berdaya oleh anak buahku?" tanya Jagat kepada Julia.
"Bicara dan tertawalah sepuas kamu sekarang, karena sebentar lagi kamu tidak akan lagi bisa seceria itu." sahut Jagat dengan smirk di bibirnya. Lalu Jagat menjentikan jemarinya, tak lama muncullah seorang perempuan cantik tetapi sirat kejam tak bisa di sembunyikan di balik kecantikannya.
Perempuan berpakaian serba hitam dengan potongan rambut sebatas leher itu membungkuk kepada Jagat saat baru saja masuk ke ruangan itu.
"Meri, jalankan tugasmu seperti apa yang aku perintahkan semalam!" perintah Jagat dengan suara pelan tapi tegas.
"Baik bos!" sahut perempuan bernama Meri tersebut, lalu Jagat berdiri hendak meninggalkan tempat itu.
"Aku tinggal dulu, pastikan dia jera dan kenalkan padanya apa yang namanya ketakutan, biar dia bisa lebih bisa menghargai sesama. Buat dia sadar bahwa nasib dan takdir hidup sudah di tentukan oleh sang maha segalanya, kecuali bila dia pengikut setan, maka kirim saja dia ke neraka!" perintah Jagat dengan tatapan tajam menyimpan kemarahan sebelum ia melangkah meninggalkan ruangan itu.
Jagat begitu geram karena baru kali ini bertemu dengan seorang perempuan yang sangat sombong dengan beranggapan semua bisa berjalan sesuai yang dia mau, Julia seakan tidak menyadari bahwa di atas langit masih ada langit.
Meri berjalan mendekat ke arah Julia yang duduk dengan keadaan terikat di kursi dengan belt yang bisa di buka tutup dengan mesin kontrol.
__ADS_1
"Anda sudah mendengar perintah bos saya tadi kan nona? sekarang apa keputusan anda? Masih mau tetap keras kepala atau mau bertaubat dan menerima semua ketentuan hidup yang sudah digariskan untuk anda dan menjalani semua itu dengan ikhlas?
Tuhan itu maha penyayang nona, Dia juga sudah memberikan segala sesuatu kepada makhluknya sesuai porsi masing-masing, tetapi anda terlalu sombong dengan tidak mau mengakui semua ketentuan itu. Apa dari kecil anda tidak pernah di ajari ilmu agama?" Meri berusaha menasehati Julia, siapa tahu ia masih bisa di nasehati dengan baik-baik.
"Peretan dengan omong kosong itu, cuih!" sahut Julia tidak suka sambil meludah dengan sombongnya, dan itu membuat Meri bereaksi, di cengkeramnya kedua rahang Julia dengan satu tangannya.
"Kesombonganmu sudah mengurat nadi rupanya, kebaikanmu kepada orang lain palsu, kamu tidak sadar kalau kamu tidak bisa apa-apa tanpa orang lain!" kata Meri dengan geram dan tatapan yang sagat ingin membunuh.
"Itulah kenyataan hidup, kamu mengakali atau di akali, kamu membunuh atau di bunuh." dengan pongahnya Julia menantang tatapan Meri.
"Kamu mulai menguji kesabaranku!" tegas Meri sambil mendorong wajah Julia dan melepaskan cengkeramannya.
"Kenapa? Kamu marah? Aku tidak takut bila harus mati saat ini di tanganmu, lebih baik aku mati daripada aku hidup tapi tidak mendapatkan apapun yang aku mau!" seru Julia dengan suara meninggi.
"Mengambil nyawa manusia bukan tugasku, tapi kalau membuat orang sepertimu merasakan hidup segan dan ingin mengahiri hidupmu itu adalah keahlianku, ha..ha..ha..!" tawa Meri menggema mengintimidasi kesombongan Julia.
"Apa maksud kamu?!" seru Julia.
"Aku akan membuatmu mengemis di jalanan dengan kondisi yang sangat menyedihkan, sampai kamu enggan untuk hidup lagi." Jawab Meri dengan bengis.
"Kamu pikir aku takut dengan omong kosongmu itu?!" tantang Julia tetapi dengan suara yang tidak selantang tadi, kini suaranya terdengar bergetar.
Meri yang sudah habis kesabaran dengan serta merta kalap dan melakukan apa yang dia mau terhadap Julia, dan terdengar sampai keluar ruangan teriakan Julia yang begitu menyayat telinga yang mendengar.
"Cukup Meri!" perintah Jagat, dan Meri berhenti melakukan aksi kekejamannya, lalu Jagat memerintahkan anak buahnya untuk segera membawa Julia ke rumah sakit.
...****************...
Terima kasih sudah membaca, jangan lupa like komennya yaa tambah gift juga makin gembira othornya 🥰
__ADS_1