
Sementara itu Julia yang baru saja sampai di apartemennya dibuat terheran karena di ruang tamu ada koper pakaian milik Rita, yang entah sedang apa pemiliknya.
"Mbak Rita!!" seru Julia memanggil manajernya atau lebih tepatnya asisten pribadinya. Sedangkan bodyguardnya segera berlalu menuju dapur untuk mengambil minum
"Ya saya nona Julia, anda sudah pulang rupanya." Rita tergopoh keluar dari kamarnya menghampiri Julia yang duduk di sofa ruang tamu dengan angkuhnya.
"Ini kenapa koper kamu ada di luar? Mau melarikan diri kamu?!" hardik Julia dengan mata mendelik garang.
"Kalau saya mau melarikan diri tentunya saya sudah pergi sejak tadi nona, janganlah suka berprasangka buruk begitu terhadap saya." sahut Rita dengan nada tidak suka tetapi berusaha menahan kesabarannya.
"Kenapa? Kamu enggak suka? Sudah mulai berani sama saya kamu?!" sentak Julia tidak suka karena di bantah.
"Mana saya berani nona, saya tadi dapat kabar kalau orang tua saya sedang sakit, dan berharap saya pulang. Maaf nona, karena hal itu saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan saya saat ini karena saya ingin fokus mengurus orang tua saya yang sudah tua, anak saya juga masih sangat kecil bila harus mengurus kakek neneknya." beber Rita mengutarakan maksudnya dan tidak bohong adanya.
Karena selepas kepergian Kyra orang tuanya menelpon berharap Rita pulang karena orang tuanya sudah lemah dan sering sakit-sakitan.
"Tidak bisa mbak, kontrak kerja mbak Rita masih tersisa sekitar setahun lagi, kalau mbak berhenti sekarang maka mbak harus membayar kompensasi dari sisa waktu kontrak kerja! Mbak Rita mampu?!" seru Julia tidak suka saat Rita mengatakan ingin berhenti kerja dengannya, wajahnya memerah menahan marah.
Sementara bodyguard Julia hanya mendengarkan perbincangan dua orang atasan dan bawahan itu di kursi dapur, tampaknya ia pun bertekat untuk mengajukan pengunduran dirinya kepada Julia, sudah cukup ia diperlakukan bak anjing penjaga oleh Julia, walaupun kenyataannya dia seorang penjaga tetapi perlakuan Julia kadang tidak selayaknya memperlakukan manusia.
__ADS_1
"Maaf nona Julia, mungkin jika harus mengganti kompensasi saya tidak mampu, tetapi saya baca dalam kontrak kerja tidak ada yang mengatakan itu, jadi saya bebas mengajukan pengunduran diri saya. Dan ini surat pengunduran diri saya dan silahkan pelajari lagi surat kontrak kerja kita agar semua jelas dan yang saya katakan tidak mengada-ngada." beber Rita tanpa ada rasa takut sama sekali.
Julia yang mendengar penjelasan dari Rita hanya terbengong dan seperti kehilangan kata-katanya untuk memberikan bantahan kepada Rita, hingga akhirnya Rita melangkahkan kakinya menuju pintu keluar sambil menyeret kopernya. Tapi belum sampai Rita mendekati pintu, terdengar teriakan Julia memanggil bodyguardnya.
"Sam! Sammy! Tahan perempuan tak tahu terima kasih itu! Dia harus menyelesaikan kontrak kerjanya kepadaku!" teiak Julia memeiintah Sammy sang bodyguard.
Sammy pun tergopoh lari menuju ruang tamu dan langsung berjalan menuju pintu keluar, seolah ingin mengjadang kepergian Rita, dan terlihat wajah Rita merasakan ketakutan akan perhakuan kasar Sammy terhadapnya demi menahannya agar tidak pergi dari tempat itu saat ini.
Sungguh di luar dugaan Rita apalagi Julia, lelaki tegap tinggi besar itu justru membuka pintu keluar lebar-lebar.
"Silahkan mbak Rita, kamu punya hak untuk bebas." ucap Sammy sambil membungkukkan badannya pertanda hormat dengan orang yang lebih tua darinya itu sambil tangannya memberikan kode mempersilahkan Rita melewati pintu keluar.
"Sammy! Berani sekali kamu berbuat seperti itu! Kamu pikir dengan kamu berbuat begitu kamu sudah menjadi seorang pahlawan hah?! Siapa yang membayar kamu selama ini sehingga kamu lancang mengabaikan perintahku!" seru Julia dengan teriakan marahnya karena tak menyangka dengan perbuatan Sammy.
"Terima kasih Sam, semoga kamu selalu di berikan keberuntungan oleh tuhan." kata Rita terharu dengan pembelaan Sammy, dan dengan langkah lebar ia berjalan meninggalkan tempat itu tanpa menengok lagi.
"Aamiin... Terima kasih mbak Rita." gumam Sammy dengan tatapan sendu kepada rekan kerjanya itu, mengingat betapa terkurasnya tenaga dia demi melayani Julia yang terlalu manja dan tak pernah mau mandiri.
"Kurang ajar kamu Sam! Kenapa kamu membantahku?! Tahukah kamu kalau aku bisa melaporkanmu kepada pihak yang berwajib karena telah melakukan tindakan tidak menyenangkan terhadapku?!" Seru Julia lagi-lagi dengan ancamannya.
__ADS_1
"Saya tidak takut non, laporkan saja! Bahkan membusuk di penjara pun tak masalah bagi saya karena tak ada seorangpun yang akan menangisi nasib saya." tantang Sammy dengan tatapan tajamnya yang seakan hendak menerkam Julia, membuat Julia bergidik ngeri.
"Kamu kenapa jadi memberontakku sih Sam? Kamu mau ikut-ikut mbak Rita juga? Silahkan! Aku tidak akan menghalangi kamu untuk pergi!" setengah berteriak Julia mempersilahkan Sammy untuk meninggalkannya juga.
Tanpa menunggu lama Sammy berlalu menuju kamarnya dan mengemasi semua pakaiannya yang tidak seberapa, setelah semua beres ia menemui Julia kembali dengan menggendong tas berisi pakaiannya.
"Nona Julia, biarpun anda selalu bersikap kurang menyenangkan terhadap saya, tetapi semestinya saya tetap harus berterima kasih kepada anda karena pernah mempercayai saya menjaga keselamatan anda, dan bersyukurlah anda karena sampai saat ini saya masih bisa menahan diri saya untuk tidak menghabisi nyawa anda karena perlakuan anda yang sering tidak menyenangkan terhadap saya maupun mbak Rita." dengan tenang Sammy mengatakan apa yang di tahannya selama menjadi pelindung Julia selama ini, tentu saja Julia semakin terbelalak tak percaya dengan perkataan yang Sammy sampaikan barusan.
"Sam, kamu kenapa berubah seperti monster begitu sih walaupun hanya mengimtimidasi dengan perkataan kamu itu?!" Julia tak bisa menyembunyikan keheranannya atas sikap Sammy yang berubah sedrastis itu dalam waktu sekejap, padahal beberapa menit yang lalu Sammy masih sangat menuruti perkataannya, karena Rita Sammy pun jadi pembangkang.
"Sadar atau tidak andalah penyebabnya nona, anda selalu menerapkan sikap aji mumpung anda terhadap saya maupun mbak Rita. Pencapaian anda belum seberapa, tetapi sikap anda seolah anda sudah menjadi seorang super model dunia, dan yang selalu membuat saya malu mendampingi anda karena sikap anda yang sangat jauh dari sikap elegan, anda lebih sering bersikap tak ubahnya seperti anak kecil yang apa maunya harus dituruti dan dinmiliki, teruslah seperti itu nona, maka saya jamin tak lama lagi karir anda akan hancur dengan sendirinya. Permisi!" Sammy berlalu dari hadapan Julia dan keluar dari apartemen itu setelah meninggalkan perkataan menohok untuk Julia.
"Aahhh....!!! Kenapa semua memberontakku! Dasar orang-orang tidak tahu terima kasih kalian!" teriak Julia selepas kepergian Sammy untuk melepaskan emosinya yang ia tahan sejak perkataan tajam Sammy tadi.
"Apa salahku hingga semua memilih meninggalkan aku seperti ini!" teriak Julia lagi sambil menangis sesenggukan.
Julia tidak sadar kalau sikap arogannya selama ini yang membuat Rita bisa dengan mudah dibujuk oleh Kyra untuk meninggalkan Julia dan Sammy yang ikut terpengaruh dengan sikap Rita yang dengan berani menentang Julia juga memutuskan untuk meninggalkan Julia tanpa adanya tekanan dari siapapun.
Sikap Julia yang menekan para bawahannya selama ini yang membangunkan semangat Sammy untuk ikut seperti Rita guna mencari pekerjaan lain yang bisa membuat hidupnya nyaman.
__ADS_1
...****************...
Terima kasih sudah membaca 🥰