
Pagi masih gelap saat Kyra telah selesai menyiapkan sarapan untuk Alex juga Teguh dan juga pak Yono sopir pribadi Alex, setelah itu ia membangunkan suaminya untuk segera mandi agar tidak tergesa saat berangkat menuju kantornya.
Pagi ini kembali Kyra merasa ada yang tidak nyaman dalam hatinya, perasaan yang sama dari kemarin sore sebelum ia menunggui Alex pulang sampai hampir larut baru sampai rumah.
Di siapkannya baju kantor Alex, sambil menunggu suaminya selesai mandi. Tak berapa lama Alex keluar kamar mandi dengan rambut basah dan hanya berbalut handuk di tubuh bawahnya.
"Hemmm... Segarnya..." kata Kyra dengan menghirup aroma shampo dan sabun yang tertinggal di tubuh Alex.
"Pastinya, apalagi semalam dapat servis yang sangat memuaskan dari istriku tercinta ini." kata Alex dengan tatapan menggoda.,
"Maaass... Jangan buat aku malu lah..!" seru Kyra dengan wajah yang memerah dan tersipu.
"Kenapa musti malu? Sama suami sendiri kok." Alex masih saja berkata yang membuat wajah Kyra memerah.
"Sudah ah! Sini aku bantuin keringkan rambutnya." kata Kyra sambil menarik tangan Alex dan di suruh duduk di depan meja rias.
Kyra pun segera menggosokkan handuk kecil pada rambut Alex dengan lembut.
"Perlu pakai pengering rambut gak mas?" tanya Kyra.
"Tidak usah sayang, nanti kalau setengah kering dioles wax saja, biar tetap rapi seharian." jawab Alex sambil menatap mata Kyra lewat cermin di depannya.
"Kenapa?" tanya Kyra yang sadar sedang di tatap.
"Enggak apa-apa. Merasa sangat beruntung saja punya istri kamu." jawab Alex kembali membuat Kyra tersipu.
"Sudah ah, jantungku sangat tidak aman dengan kata-kata anda tuan Alexi August Agam. Sekarang pakai dulu bajunya!" perintah Kyra.
"Enggak. Dokter Kyra sedang tidak dalam mode jadi baby sitter tuan Alex, pakai baju sendiri!" seru Kyra untuk menutupi rasa malunya dan Alex pun hanya tersenyum geli melihat tingkah Kyra.
__ADS_1
Setelah beberapa saat Alex mendatangi Kyra dengan membawa dasi dan ia duduk di tepi tempat tidur agar bisa dengan mudah bagi Kyra untuk memakaikan dasi untuknya.
"Tampan banget sih bayi tuaku ini." seloroh Kyra dengan senyum terkembang di bibirnya sambil tangannya sibuk menyimpul dasi dileher baju Alex.
"Bayinya mama Kyra dong, siapa lagi." Sahut Alex menanggapi candaan Kyra.
"Berarti harus nurut sama mama Kyra, enggak boleh nakal, jaga pandangannya, ingat! Mama Kyra orangnya cemburuan berat." kata Kyra sambil mencium pipi suaminya setelah selesai memakaikan dasi.
"Iya mamaku sayang, Alex kan anak baik, jadi tanpa di bilangin pun Alex sudah paham mama..." timpal Alex masih diselingi dengan candaannya.
"Bagus." Kyra mengangkat jempolnya di hadapan Alex.
"Ya sudah, sekarang sarapan dulu yuk, supaya kamu enggak kesiangan, biar pak Yono agak tenang bawa mobilnya, enggak terburu-buru." Kyra menarik tangan Alex, tetapi Alex tak bergeming ia kuatkan ototnya sehingga Kyra tidak bisa menariknya tetapi malah sebaliknya, sekali tarik Kyra telah jatuh di dekapan suaminya, lalu tanpa permisi dikecupnya bibir Kyra sekilas.
"Adakah sesuatu yang membuat istriku tercinta ini gusar?" tanya Alex pelan.
"Tetapi mata dan hatiku mengatakan kalau ada yang sedang kamu khawatirkan." kata Alex meminta kejujuran Kyra.
"Bukankah semalam sudah aku katakan ya mas?" kata Kyra tapi masih belum membuat Alex merasa kalau itu bukan jawaban yang diinginkannya.
"Bicaralah sayang, agar hatimu lega, bila ini mengenaiku aku akan berusaha membenahinya, aku tidak mau membuatmu kecewa, karena kamu yang membuatku seakan menemukan hidupku kembali. Pinta Alex dengan sangat dan jujur dengan perasaannya.
"Dari kemarin siang aku merasa tidak enak hati mas, entah kenapa aku sangat takut kehilanganmu, walaupun aku tahu kalau hidup akan ada saatnya untuk kehilangan jika Tuhan sudah berkehendak, tapi kekhawatiranku melebihi itu mas, bukan tentang manusia yang harus menghadap Tuhannya kembali, tapi tentang seorang istri yang takut suaminya diambil perempuan lain." Kyra mengungkapkan apa yang dirasakannya sejak kemarin siang.
"Percaya aku kalau aku akan selalu menjaga kepercayaan kamu, atau kamu selalu disisiku selama dua puluh empat jam setiap harinya agar kamu tidak punya celah untuk mengkhawatirkanku." kata Alex sungguh-sungguh sambil menatap mata Kyra begitu dalam.
"Aku bukan tipe lelaki yang mudah berpaling hanya karena tergiur keindahan, tapi aku juga orang yang tidak bisa memaafkan sebuah penghianatan, jadi itu hal impas bagiku. Jadi tolong selalu percaya aku dan juga jaga kepercayaanku." kata-kata lembut namun tegas dari Alex serasa air yang menyiram bara di hati Kyra, kini ia bisa sedikit lega, kesungguhan di mata Alex mampu menyingkirkan gundah yang ia rasakan, walau belum sepenuhnya.
"Terima kasih telah membuatku lebih tenang mas, dan aku akan selalu jaga kepercayaan kamu juga mas." ucap Kyra sambil memluk suaminya dengan erat, dan Alex pun membalas pelukan Kyra tak kalah erat.
__ADS_1
Mereka berikrar dari hati masing-masing akan selalu percaya dan menjaga kepercayaan itu sampai mereka menua kelak.
"Sudah agak lega?" tanya Alex yang masih dalam posisi saling memeluk, dan terasa di dadanya kepala Kyra mengangguk dengan cepat, lalu di tariknya tubuh Kyra untuk merenggangkan peluka mereka.
"Jangan pernah berpikir aku akan meninggalkan kamu ya?! Karena bagaimanapun kondisi kita ke depannya, aku ingin kita terus selalu berjalan bersama sampai kita menua bersama anak cucu kita." ucapan Alex begitu mengena di hati Kyra. Ia ingin menangis dalam pelukan Alex kerena begitu terharu dengan perkataan suaminya itu, tetapi niat itu di urungkannya.
"Kenapa malah menabur bawang di sini sih mas, aku jadi ingin menangis sejadi-jadinya di pelukan kamu tahu!" kata Kyra dengan air mata terlihat mengalir tetapi ia menyelingi perkataannya dengan sedikit candaan.
"Ya sudah sini aku peluk lagi." sahut Alex sambil menarik tubuh Kyra agar kembali ke dalam pelukannya, tetapi Kyra menahannya.
"Enggak! Sudah cukup! Nanti baju kamu kusut dan kotor karena air mataku, aku enggak mau kamu ganti baju yang lain, karena saat ini kamu terlihat semakin tampan dengan baju yang kamu kenakan." perkataan Kyra mengundang tawa gemas dari Alex.
"Bisa-bisanya ya kamu ngomong begitu. Ya sudah, besok kita beli kemeja dengan warna begini satu dosin, biar tiap hari aku semakin tambah tampan karena efek dari bajuku." kata Alex dengan senyum lebar tersemat di bibirnya dan dengan gemas memencet hidung Kyra.
"Iih sakit! Jangan kencang-kenceng mencetnya!" seru Kyra sambik mengelus hidungnya. "Nggak! aku akan beli kemeja warna mejikuhibiniu saja buat kamu, pasti keren banget tuh." Sambung Kyra membuat tawa Alex semakin merebak.
"Oke enggak masalah, malah indah seperti pelangi, ayo besok kita realisasikan!" kata Alex atusias dan justru membuat Kyra terbeliak tak percaya kalau candaannya ditanggapi serius oleh suaminya, tapi itu justru membuat kebahagiaannya semakin bertambah.
"Sip! Liburan besok kita beli kemeja warna mejikuhibiniu. Sekarang sarapan dulu, sebelum benar-benar kamu berangkat kesiangan!" kata Kyra sambil menarik tangan Alex.
Tubuh gagah itu begitu tampan dengan balutan kemeja warna biru muda dengan celana warna biru tua dan jas dan dasi dengan warna senada, karenanya Kyra tidak mau membuat tampilan nyaris sempurna Alex rusak karena air matanya.
Kini mereka telah berada di meja makan untuk mengisi perut mereka sebelum memulai aktifitas mereka hari ini.
...****************...
Selamat membaca readers tercinta semua, terima kasih masih setia mengikuti jalan cerita ini, selalu bersyukur masih ada yang mengikuti 😊
Jangan lupa lika juga komennya ya, agar othor lebih semangat buat nulisnya, terima kasih. 🥰
__ADS_1