
Setelah hampir satu jam, mommy Sandra menuju ke kamar Agus dengan membawakan segelas air untuk putranya tersebut, diketuknya pintu kamar putranya tetapi tak terdengar jawaban, lalu mommy Sandra membuka handel pintu yang ternyata tidak terkunci, dilihatnya sang putra sedang menyandarkan tubuhnya di sofa dalam kamarnya.
“Minum dulu son!” Mommy Sandra menyodorkan gelas yang dibawanya tadi sambil duduk di samping putranya.
Agus yang merasa sangat haus menerima gelas berisi air minum dan segera meneguk isinya sampai tandas
“Thanks mom” kata Agus sambil meletakkan gelasnya di meja, dan sang mommy hanya menanggapi dengan anggukan kepala atas ucapan terimakasih putranya.
“Kamu marah sama mommy sama daddy son?” tanya mommy Sandra sambil mengelus punggung putranya dengan pelan.
“Kenapa aku harus mengalami ini semua mom? Kenapa aku sebagai lelaki tidak diberi kebebasan untuk menentukan jalan hidupku sendiri? Salahkah aku memilih gadis yang akan menjadi pendamping hidupku mom? Kenapa aku harus kalian carikan jodoh seakan aku tidak mampu untuk mencarinya sendiri?” Agus mengungkapkan apa yang kini tengah ia rasakan.
“Bukannya kami tidak percaya dengan pilihan kamu nak, mommy bahkan sangat setuju jika Kyra yang akan jadi menantu mommy, tetapi mommy hanya bisa mendukung daddy kamu yang sudah terlanjur berujar kalau ia ingin menjodohkan kamu dengan putri dari rekan bisnisnya, kamu tahu kan son? For your daddy, words that have been said is a debt, sebagai lelaki sejati ia harus konsisten dengan apa yang sudah diucapkannya.
Kyra is a smart girl, ia pasti akan mengerti alasan kamu yang terpaksa melakukan perjodohan ini.” Tutur halus mommynya membuat hati Agus sedikit luluh.
“Bagaimana aku harus mengatakannya mom? I will definitely break her heart, aku tak sanggup melihat air matanya mom.” Agus terlihat frustrasi
“Kamu harus kuat sebagai lelaki, bukan berarti kamu tega, tapi kamu sebagai lelaki tidak musti memperlihatkan kesedihan kamu dengan menumpahkan air mata.” Nasehat mommy begitu mengena di hati Agus.
“Tapi mom, kenapa aku harus menukar a pretty diamond with a piece of rusty iron?”
“Alex! Jaga ucapan kamu! Sejak kapan mommy mengajarimu perkataan kasar seperti itu?!” tegur mommy Sandra dengan berang.
“Sorry mom, bukan maksud aku untuk membandingkan, tetapi dari seorang Kyra masa iya aku harus menikah dengan seseorang yang aduh, enggak banget deh mom.”
“Son, cantik bisa didapat melalui perawatan, tetapi hati yang baik itu dasar, mungkin gadis yang diperkenalkan kepadamu tadi bersifat kekanakan, tetapi siapa yang tahu dibalik itu semua tersimpan hal yang begitu istimewa dalam dirinya.” Tutur lembut mommy Sandra membuat Agus lebih melunak.
“Okey mom, i will try to accept her, walau aku harus menghancurkan harapanku juga hatiku, aku akan bicara baik-baik with Kyra.” Suara Agus melemah, ia pasrah dengan ketidak berdayaannya, apalagi saat tadi daddynya mengatakan bahwa keluarga Kyra tidak akan pernah menerima menantu yang berkonflik dengan keluarganya.
Itu artinya bagi Agus tak ada satu pilihan pun yang mengenakkan hatinya, jika ia menyetujui keinginan orang tuanya, ia akan menghancurkan hubungannya dengan Kyra, tetapi jika ia nekat memberontak, Kyra tak akan pernah jadi miliknya, Agus berada dalam dilema.
“Haaahhh...!!” Agus menghela nafasnya dalam-dalam, ia tidak menyangka akan berada dalam situasi sulit seperti ini.
“Thanks for your understanding son.” Mommy Sandra mengelus lembut rambut putranya, ia sebenarnya tidak sampai hati melihat kondisi putranya di situasi seperti ini, tetapi ia hanya ingin mendukung suaminya, ia tidak mau menambah daftar konflik antar satu rumah.
Mommy Sandra meninggalkan kamar Agus setelah dilihatnya putranya lebih tenang, ia terlihat menitikkan air matanya demi melihat Agus yang serasa dalam tekanan
__ADS_1
**
Hari ini Kyra tampak murung, kerja kurang fokus, konsentrasinya seakan terpecah. Sari yang sejak pagi memperhatikan ada yang berbeda dengan Kyra perlahan mencoba bertanya saat waktu istirahat tiba.
“Ehmm.. maaf mbak, mbak Kyra sedang ada masalah kah? Saya lihat dari tadi mbak tampak murung.” Tanya Sari sehabis mereka menghabiskan makan siang mereka.
“Enggak Sar, mungkin aku lagi capek saja, aku merasa akhir-akhir ini aku terlalu memforsir tenagaku baik di tempat kerja atau pun saat di rumah.” Jelas Kyra.
“Kalau begitu banyakin istirahat mbak, kalau perlu ajukan cuti.” Saran Sari.
“Iya, besok kalau memang benar-benar harus istirahat aku akan ajukan cuti, terima kasih perhatiannya sayang.” Kata Kyra dengan senyum sumringahnya begitu juga Sari.
Siang mulai condong menuju sore, Kyra yang telah istirahat sebentar setelah bekerja telah bersiap dengan pakaian olahraganya, ia sedang ingin menghibur dirinya sejenak dengan bergabung di lapangan untuk bermain sepakbola dengan anak-anak.
Setelah mengunci semua pintu rumahnya, Kyra segera mengayuh sepedanya menuju lapangan, saat sampai di sana anak-anak masih berkumpul di tepi lapangan.
“Hai adik-adik, selamat sore!” Sapa Kyra sambil berjalan mendekat di kerumunan anak-anak.
“Selamat sore juga bu dokter!” Jawab anak-anak serentak
“Kok belum mulai main bolanya? Segera main yuk, nanti keburu sore!” Ajak Kyra, dan semuanya pun segera mempersiapkan diri untuk pemanasan terlebih dahulu dengan dipimpin oleh Kyra.
Aryo yang kebetulan melintas dan melihat Kyra sedang asyik bermain bola bersama anak-anak langsung menghentikan motornya hanya untuk menyaksikan Kyra dan Kyra yang sudah asyik bila sudah bermain bola tak memperhatikan sekitar lagi, jadi ia tidak tahu kalau saat ini Aryo tengah memperhatikannya.
Agus yang tiap sore hari berlari keliling lapangan tidak nampak melakukan aktivitas rutinnya, dan Kyra tahu itu karena Agus berpamitan ke kota untuk beberapa hari.
Hari sudah hampir menyentuh senja saat dari pinggir lapangan terdengar beberapa teriakan untuk menyemangati Kyra, dan saat itu Kyra baru memperhatikan ke pinggir lapangan, dan betapa terkejutnya dia bahwa yang sedang berteriak penuh semangat adalah para sahabatnya, dan Kyra hanya melambaikan tangannya penuh semangat.
Kyra belum berniat mengakhiri permainan bolanya jika belum terdengar suara azan berkumandang, tetapi di tengah asyiknya permainan penutup ada yang mendekati Kyra dan memanggilnya.
“Stop sayang, sudah sore!” Seru sebuah suara yang begitu Kyra kenal, dan ia pun segera membubarkan anak-anak untuk mengakhiri permainan, dan tanpa diperintah dua kalipun mereka segera bubar dan kembali kerumah masing-masing.
“Loh mas, sudah pulang dari kota?” tanya Kyra yang terlihat kaget dengan kedatangan Agus.
“Iya, sementara urusan di kota selesai, tapi kalau big bos panggil lagi ya harus siap berangkat lagi. Kamu keasyikan main bola sampai tidak tahu ada mata liar perhatiin kamu.”
“Siapa?”
__ADS_1
“Tuh Aryo, siapa lagi di sini kalau lihat kamu begitu bernafsu selain dia.” Kata Agus dengan nada datar.
“Aku niatnya kan menghibur diri mas, jadi gak tahu juga kalau ada yang perhatiin.”
“Lain kali mesti waspada, aku gak mau kamu jadi obyek pandang liar mata lelaki.” Kata Agus masih datar.
“Kok aku senang ya ada yang cemburu.” Goda Kyra pada Agus tetapi juga hatinya merasa terhibur dan yang pasti berbunga-bunga.
“Hmmm, ada yang besar kepala rupanya.” Kata Agus sambil memencet hidung bangir Kyra.
“Aaawww...! Sakit tahu mas!” Seru Kyra sambil memegang hidungnya.
“Biarin, biar gak kesenengan dicemburui.” Jawab Agus membuat hati Kyra berbunga, tetapi juga sesak di dalam dada.
“Ehmm! Ehmm!” suara deheman dari beberapa orang menyadarkan keasyikan bercanda Agus dan Kyra.
“Astaga, sampai lupa ada kalian!” Seru Kyra sengaja.
“Iya, asyik sama cowok jadi lupa kita!” Seru Ratna.
“Pulang saja yuk!” Sahut Freya.
“Iya, kita gak dianggap ini.” Elok yang biasa pendiam ikut bersuara.
“Eehh! Jangan gitu dong! Aku cuma bercanda sayangku semua, mau gak nih aku kenalin?” tawar Kyra setelah tahu para sahabatnya pura-pura kesal.
“Mau-mau!” Seru mereka serentak
“Ingat calon suami!” seru Kyra membuat para sahabatnya tersipu, lalu keempat sahabat luck_nut Kyra berkenalan dengan Agus.
Setelah itu mereka kembali ke rumah Kyra, sedang Agus langsung kembali ke Ale’s Farm karena Kyra sudah banyak teman untuk pulang.
...****************...
Ada views tapi kenapa gak pada like ya, apalagi komen?
Hibur othor dengan like dan komen kalian dong readers..
__ADS_1