
Kini Kyra dan Alex tengah duduk berhadapan di sebuah resto bernuansa alam di pinggiran kota tak jauh dari tempat mereka bertemu dan menemukan Dito yang sedang berduaan dengan Manda.
"Jangan menatapku seperti itu Ra!" Alex merasa tatapan Kyra seakan ingin menguliti dirinya.
"Terlalu banyak rahasia yang ada pada diri kamu mas." kata Kyra mengharap penjelasan sejujurnya dari Alex.
"Tidak seberapa banyak seperti yang anda pikirkan bu dokter." kata Alex tak ingin berada di situasi yang begitu serius.
"Tapi sepertinya tidak sedikit juga penjelasan yang harus anda jelaskan kepada saya tuan Alex yang terhormat." balas Kyra.
"Aku pikir mulai sekarang kamu harus terbiasa memanggilku yang tersayang atau yang tercinta." kata Alex penuh harap membuat Kyra tertawa.
"Hahaha... sejak kapan kamu jadi lebay begini sih mas? Udah deh, gak usah bicara yang tidak-tidak hanya untuk menghindari pertanyaanku, karena mau bagaimanapun kamu menghindar aku tetap akan meminta penjelasan!" kata Kyra dengan serius setelah ia selesai dengan tawanya.
"Ck! penjelasan apa sih dok? aku hanyalah Agus yang kamu kenal selama ini." Alex berdecak, sepertinya ia masih enggan untuk berterus terang kepada Kyra.
"Kamu pikir aku anak kecil? Dan andaipun aku bodoh, tapi aku gak sebodoh itu untuk menerima alasan tak masuk akal kamu itu, hah! katanya sayang tapi masih saja menyembunyikan hal yang jelas-jelas sangat kontras terlihat di mata aku, kamu menyinggungku mas." Alex terlihat gusar dengan perkataan Kyra barusan.
Ia tak bermaksud membodohi Kyra, ia hanya belum siap dan masih enggan bercerita kenyataan sebenarnya.
"Bukan maksud aku begitu Ra, tapi aku harus cerita darimana? Aku minta maaf kalau sudah menyinggung kamu." kata Alex bersungguh-sungguh.
Wajah yang biasa dingin saat menjadi Alex kini terlihat bersahabat seperti saat menjadi Agus.
"Oke, aku yang memulai agar kamu tidak bingung mas!" Kyra menekankan setiap perkataannya.
"Pertama, apa maksud ucapan kamu kalau selama ini Dito telah membuat kamu cemburu?" Kyra mulai bertanya.
"Karena aku terpana padamu sejak pandangan pertama, walapun saat itu kamu pasang muka ketus kamu karena kejadian tak mengenakkan yang membuatmu sempat cidera, dan seiring berjalannyq waktu, pendekatan yang aku lakukan ternyata bisa kamu terima, aku pikir kamu gadis sombong abadi, tapi setelah benar-benar kenal kamu, ternyata bisa lembut juga." penjelasan Alex sedikit membuat Kyra kesal tapi itu memang kenyataannya.
"Aku bertekat untuk menaklukkan hati kamu walau aku sadar kalau akan ada penolakan yang akan aku terima, mengingat strata sosial kita yang jauh berbeda. Saat itu aku berpikir kamu tidak memiliki kekasih, karena aku belum pernah lihat sama sekali kamu bersama lelaki, tapi saat kamu terlihat bersama cowok kamu itu, jujur hatiku terbakar, aku termotivasi untuk merebut kamu dari cowok kamu itu, karena kamu tahu kan kata pepatah orang jatuh cinta? Selama janur kuning belum melengkung, semua masih bisa ditikung." Alex melontarkan pandangan untuk menggoda Kyra, sedang Kyra hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum mendengar perkataan Alex yang terakhir tadi.
__ADS_1
"Lalu apakah kamu tahu kalau aku sedang dalam masa break sementara dengan Dito, hingga kamu berani berbuat nekat sama aku waktu itu? tanya Kyra.
"Aku sama sekali tidak tahu tentang itu, aku hanya ingin meredakan kekesalan yang sedang aku rasakan, entah aku juga tidak tahu dapat dorongan setan mana saat aku berani menggenggam tangan kamu pertama kali saat kamu mengobati lukaku, bahkan aku berani mengatakan kamu dokter cintaku, setelah itu seakan aku bisa meredakan amarahku." jelas Alex.
"Aku pikir kamu tahu masalahku, lalu kamu masuk karena ada kesempatan, tapi jujurli aku kaget banget kamu bisa berubah sangat berbanding terbalik begitu, aku seperti melihat orang asing dalam diri kamu akhir-akhir ini, dan aku semakin yakin kalau kamu memang orang lain yang belum aku kenal." Kyra masih saja merasa bingung dengan kenyataan antara Agus atau Alex karena ia belum mendapat jawaban dari segala tanya di hatinya.
"Lambat laun kamu akan mengenal siapa aku sebenarnya."
"Ck! sampai kapan? aku tidak mau menunggu selama itu juga kali mas, aku maunya tahu sekarang!" Kyra terlihat merajuk.
Melihat Kyra merajuk Alex malah semakin tertarik untuk menggodanya.
"Kamu semakin cantik kalau merajuk begitu Ra." goda Alex dengan wajah seriusnya,
"Bodo amat aku mau pulang saja!" seru Kyra berdiri dari duduknya dengan wajah memerah karena godaan Alex.
"Eehh.. jangan marah dong Ra!" Alex menarik tangan Kyra yang hendak berlalu, lalu kembali mengajaknya duduk, kini mereka duduk berdampingan.
"Ceritalah.!" perintah Kyra pasang muka kesalnya.
"Haaahhh... Ya tentang kamu sebenarnya lah mas!" seru Kyra.
"Nama kamu yang benar itu siapa? Agus apa Alex? tanya Kyra.
"Keduanya benar."
"Maksud kamu itu nama kamu semua?" tanya Kyra dijawab anggukan oleh Alex, lalu ia mengeluarkan dompetnya lalu diambilnya sebuah kartu nama dan diserahkan kepada Kyra, lalu Kyra membaca tulisan dikartu tersebut.
ALEXI AUGUST AGAM, itulah nama yang tertera dalam kartu nama tersebut, beserta nomor telepon, alamat tinggal serta pekerjaan yang tertera pun tertulis Ale's Farm beserta alamatnya.
"Lalu orang yang di resto kemarin? Lalu itu?" tanya Kyra semakin penasaran sambil menunjuk mobil sport mewah milik Alex yang terparkir di halaman resto.
__ADS_1
"Kalau soal mobil kan sekarang banyak banget rental mobil Ra."
"Kamu pikir aku percaya mas? Ya sudahlah, kalau kamu tak mau jujur, mungkin aku harus melupakan perasaanku yang belum terlanjur dalam." kata Kyra dengan nada suara rendah, tanda menyerah.
Alex menggenggam tangan Kyra dengan erat karena Kyra hendak menarik tangan yang digemggamnya.
"Orang kemarin adalah orang suruhan ayahku, saat itu aku pergi karena orang itu membicarakan apa mau ayahku, dan sebelum kami bertemu, dia juga menelponku mengatakan apa yang dimau ayahku, hingga aku sangat marah, dan benar-benar marah karena perintah ayahku melalui orang suruhannya itu kembali mengingatkanku kejadian yang membuat aku harus hidup menepi di kampung yang kita tinggali saat ini, dan luka yang kamu obati tempo hari adalah dampak dari rasa marah dan kesalku, bahkan kamu pun terkena imbas dari rasa kesal dan marahku. Maaf jika aku lancang saat itu, maaf jika aku kasar dan berlaku tidak sopan untuk melampiaskan rasa kesalku." Alex mengakhiri ceritanya dengan menatap Kyra begitu dalam untuk meminta maaf dan berharap Kyra mengerti situasi yang dialami Alex tempo hari.
"Kenapa kamu begitu marah? dan saat kamu berani nekat dan semua sikap kebalikanmu itu adalah mode Alex? Maksudku itu adalah dirimu yang sebenarnya?" tanya Kyra.
"Yaah, sejatinya aku pribadi yang keras dingin juga cuek, tapi beberapa tahun hidup di pegunungan dengan keramahan penduduknya membuatku bisa menjadi pribadi yang lebih terbuka serta ramah kepada siapapun.
Aku menepi di Ale's Farm karena aku harus menuruti obsesi ayahku, aku hendak dijodohkan dengan anak gadis rekan bisnisnya, kalau aku tidak mau maka semua fasilitas yang ayahku berikan akan ia cabut dan aku harus angkat kaki dari rumah utama, aku memilih kehilangan semua fasilitas karena aku tidak mau hidup dengan orang yang tidak aku kenal sama sekali.
Akhirnya aku memilih menepi dan menjadi seorang petani di Ale's Farm dan beruntungnya aku karena aku menjadi orang kepercayaan pemilik Ale's Farm." Alex bercerita tentang sikapnya yang berbanding terbalik.
"Lalu kenapa kamu yang tadinya aku kenal sebagai Agus yang ramah dan segala kearifan lokal kamu bisa menjadi Alex kembali?" kembali Kyra bertanya.
"Karena Bang Damar orang suruhan ayahku itu mengabarkan kalau aku akan kembali dijodohkan oleh perempuan pilihan ayahku, jelas saja aku tidak terima, selama ini aku sudah menerima hukuman darinya, masa iya kehidupan asmaraku masih juga diintervensi, aku tidak mau." jelas Alex.
"Sedari tadi kamu hanya berbicara tentang ayah kamu, lalu dimana ibumu?"
"Ibuku ada bersama ayahku, ibuku lebih mendukung sikapku, karena ibuku berpandangan kalau seorang anak berhak memilih apa yang menjadi pilihannya dengan syarat aku harus meminta saran ibuku bila kelak aku menemukan calon istriku, andai feeling ibu bilang iya maka aku lanjut tapi bila ibuku bilang tidak baik, maka aku akan turuti sarannya, aku ingin ibuku selalu bahagia, walaupun aku belum bisa sepenuhnya berbakti kepada kedua orang tuaku." jelas Alex tentang ibunya.
"Lalu bagaimana bila apa yang menjadi pilihanmu kedua orang tua kamu tidak sama dalam bersikap?" Kyra melanjutkan tanyanya kembali.
"Selama ibu setuju, maka ayahku hanya mengikuti ibuku, karena ayahku bucin akut sama ibuku, ayahku begitu menyayangi dan mencintai ibuku, maka dari itu ayah selalu mendukung apa mau ibu selama itu bukan hal yang buruk."
"Pasti romantis banget ya ayah ibu kamu?" tanya Kyra menerawang.
"Begitupun kita kalau kelak hidup berumah tangga." Alex berbisik tepat di samping telinga Kyra yang sedang menatap jauh kedepan.
__ADS_1
"Yakin banget aku adalah masa depan kamu mas, kan kamu mau dijodohkan dengan perempuan pilihan ayah kamu." Kata Kyra membuat Alex yang sedari tadi menampakkan binar hangat dan bahagia kini kembali memasang wajah dinginnya. Dan Kyra yang melihat perubahan raut muka Alex hanya tersenyum mengejek Alex.
...****************...