
Julia sedang tertawa puas di apartemennya seorang diri, tak ada raut penyesalan atau pun ketakutan di wajahnya karena niat buruknya telah diketahui Alex dan Kyra, bahkan nasehat Alex pun dimentahkannya.
Julia tak peduli dengan nasehat, ia hanya ingin semua obsesinya terwujud bagaimanapun caranya, walaupun harus dengan cara kotor dan jahat akan tetap dia jalani, selama ia masih punya banyak uang, ia bisa melakukan apapun yang dia mau
Ponsel Julia berdering begitu keras dengan tiba-tiba dan mengagetkannya yang sedang tersenyum sendiri di depan cermin. Di ambilnya ponsel yang tergeletak di meja dan segera di terimanya sebelum panggilan masuk berakhir.
Terlihat Julia begitu gembira menerima panggilan itu, tetapi kegembiraan yang di tunjukkan Julia tadi tiba-tiba berubah, wajahnya terlihat menegang dan tanpa terasa ponsel yang di pegangnya terlepas begitu saja, dan sejurus kemudian Julia sendiri yang mendudukkan badannya dengan menggelesot ke lantai, Julia pun menangis sejadinya, kadang ia juga berteriak seakan ingin melepaskan sedih di hatinya.
Ya, Julia baru saja mendapat telpon dari agensinya kalau ia mendapat pemutusan kontrak kerja secara sepihak dengan alasan Julia telah melanggar salah satu syarat kontrak kerja sama di antara mereka. Julia di tuduh melakukan perbuatan tidak menyenangkan yang di khawatirkan bisa membuat citra agensi menjadi buruk.
Setelah kurang lebih satu jam Julia menangisi akhir karir modelingnya di luar negeri, ia langsung bersikap tegar. Ia segera menuju kamar mandi dan mengguyur seluruh tubuhnya melalui kucuran shower, di nikmatinya sensasi dinginnya air yang menimpa di kepalanya.
"Kyra! Aku yakin perempuan jelek itu yang sudah membuatku kehilangan pekerjaan impianku yang sudah aku rintis sejak lama." gumam Julia di bawah kucuran air. Tiba-tiba pikiran Julia langsung mengarah menuju Kyra bahwa dialah yang menyebabkan Julia kehilangan pekerjaannya.
"Aku akan buat perhitungan dengannya, aku tak mau dia merasa telah menang dariku." kata Julia masih dengan gumamannya.
Malam itu waktu terasa sangat lama dilalui oleh Julia, ia tak dapat memejamkan matanya. Pikirannya hanya tertuju ingin segera datang pagi secepatnya, ia ingin menemui Kyra yang sudah berani merampas karir, kebahagiaan dan masa depannya.
Tetapi Julia tidak menyadari kalau tidak akan asap kalau tidak ada api, Julia mungkin lupa atau memang tidak mau tahu kalau dialah penyebab semuanya.
Jikalau dari awal Julia memahami dan merelakan kalau Alex sudah berumah tangga dan tak mungkin di milikinya lagi saat inu.
Andai Julia sadar kalau dialah penyebab Alex melupakannya, karena sejak awal perpisahan tempat Julia sengaja membangun benteng tinggi tanpa adanya komunikasi hanya karena Alex memutuskan keluar dari keluarganya dan meninggalkan segala fasilitas kemewahan dari orang tuanya dan malah memilih jadi buruh tani demi mempertahankan Julia.
__ADS_1
Dan kini Julia yang mengetahui kalau Alex telah berada di posisi seharusnya mendadak ingin kembali lagi padanya, tetapi Alex yang sudah merasa di sakiti dan di hianati tak mau lagi tahu tentang Julia.
Apalagi kehidupan Julia yang terlalu bebas di negara yang di tinggalinya saat merintis karirnya membuat Alex semakin hilang semua rasa untuk Julia.
Hampir enam tahun Alex menutup pintu hatinya rapat-rapat untuk perempuan manapun yang berusaha memasukinya sampai akhirnya ia bertemu Kyra, seorang gadis yang mampu mendobrak pintu pertahanan hatinya.
Tetapi Alex tidak mau gegabah dengan langsung terang-terangan berjuang untuk mendapatkan hati Kyra, apalagi saat ia tahu kalau Kyra ternyata sudah punya kekasih. Barulah saat ia mendapatkan informasi dari orang surujannya kalau kekasih Kyra ternyata sudah berhianat, barulah Alex melancarkan serangannya untuk mendapatkan hati Kyra dan ternyata ia berhasil.
Jadi kehadiran Julia sekarang sudah tak berarti apa-apa, apalagi Julia kini menjadi orang yang sangat sombong dan arogan, maka semakin engganlah Alex bertemu Julia apalagi Julia selalu merayunya dan tak mau mengerti posisi Alex saat ini.
Pagi yang di tunggu Julia akhirnya menjelang, sinar kekuningan dari ufuk timur perlahan memunculkan matahari yang mulai beranjak dari peraduannya.
Julia yang semalam kurang tidur karena gelisah, kini tampak terlihat jelas kantung hitam di bawah matanya, dengan segera ia beranjak dari tempat tidurnya karena jarum jam telah menunjuk angka delapan.
Di sapunya wajahnya dengan riasan yang agak tebal untuk menyembunyikan wajah pucat dan mata sembapnya, Julia kini bersiap menuju kantor Alex kembali, tak peduli walau ia akan mendapat perkataan yang tidak mengenakkan dari Alex. Dan seperti biasa Julia masuk ke ruangan Alex dengan mudah.
Tok! Tok! Tok!
Julia mengetuk pintu ruangan Alex dan tanpa menungu di persilahkan masuk Julia langsung mendorong pintu dan masuk ke dalam ruangan itu.
"Mana istri kamu yang b******k itu?!" tanya Julia sambil menggebrak meja Alex dengan keras.
"Bersikaplah sopan layaknya tamu yang baik, dan jangan asal menyebut istriku seperti itu, karena kata itu lebih pantas di sematkan buat kamu!" kata Alex dengan wajah dinginnya.
__ADS_1
"Apa yang harus ku sebutkan padanya selain kata itu? Yang sudah seenak hati membuatku kehilangan pekerjaanku." kata Julia dengan tatapan nanar penuh amarah.
"Kamu terlalu meremehkan Kyra, dan tidak mendengarkan peringatannya, jadi sekarang kamu tanggung saja akibatnya." kata Alex masih dengan sikap dinginnya.
"Dan kalian pikir aku main-main dengan ancamanku? Kalian tunggu saja. Kemarin aku bilang kalau aku tidak bisa memilikimu maka tidak ada orang lain yang boleh memiliki kamu, jadi kalau bukan istri jelek kamu itu yang pergi maka kemungkinan kamu yang akan pergi ninggalin dia!" seru Julia masih dengan amarahnya.
"Kami akan saling menguatkan dan tak akan pergi ke mana-mana apapun kondisi kami, Kyra itu tidak seperti kamu yang mudah berpaling hanya karena kondisiku yang sedang kurang beruntung, jadi jangan banyak berharap kami akan saling meninggalkan, benar-benar perempuan tak tahu malu kamu Jul, semoga tuhan memberikanmu hati yang lunak sehingga kamu bisa instropeksi diri dan juga punya rasa malu, maaf Jul dengan keadaan kamu yang seperti sekarang ini aku merasa semakin jijik sama kamu." perkataan Alex tentu sangat menohok ulu hati Julia.
"Kamu sok-sokan bilang jijik tetapi kalau aku buka baju saat ini juga aku yakin kamu tak akan kuasa menahan hasratmu itu." kata Julia dengan smirk tersungging di bibirnya seakan meremehkan iman Alex.
"Itu bisa terjadi dengan lelaki hidung belang yang menjadi mangsa kamu, tapi tidak denganku." sahut Alex dengan wajah seriusnya.
"Munafik!" seru Julia menyahuti perkataan Alex.
"Sekarang kamu pergi dari sini dan jangan pernah kembali, saranku konsultasilah dengan seorang psikiater agar otak kamu kembali normal!" Alex menyeret Julia keluar dari ruangannya.
"Sialan kamu Alex! Hati-hati kamu sama istri kamu itu! Aku tidak terima dengan semua ini!" teriak Julia sambil menggedor pintu ruangan Alex yang telah di kunci.
Karena suara Julia sangat mengganggu maka, security mengamankannya dengan membawa Julia turun ke lantai dasar dengan diiringi serapah serta umpatan dan kata-kata kotor yang keluar dari mulut Julia.
...*************...
Terima kasih sudah membaca, semoga tidak merasa bosan ya. 🥰
__ADS_1