
Alex benar-benar pergi dari hadapan Julia yang sedang berdebat dengan Sari tapi ia sungguh terkejut saat melihat Kyra berada di dekat jendela dan sedang tersenyum-senyum menyaksikan tingkah kedua permpuan yang sama-sama tak mau kalah tersebut.
"Lihat oleh mata kamu cewek aneh, Alex saja tak peduli sama kamu, sepertinya akan mudah merebut dia dari tangan kamu!" Seru Julia yang sangat jelas terdengar dari dalam rumah.
"Kalau aku gak peduli?" tanya Sari dengan wajah songong.
"Kalau begitu kenapa tidak kau lepasin saja biar kami bisa menjalin kembali asmara kami yang sempat terputus?!" Sentak Julia kepada Sari, tetapi ada saja jawaban Sari yang membuat seorang Julia jadi kalap, apalagi melihat tampang Sari yang begitu menyebalkan di mata Julia.
"Begitu berharapnya perempuan itu untuk mendapatkan kamu kembali sampai dia lupa tata cara sopan santun yang benar, untung mommy dan daddy tidak sedang di sini, kalau ada mungkin sudah dapat ceramah dari mommy." kata Kyra tak tahan menahan gelinya kepada Julia ketika Alex masuk ke dalam rumah.
"Sayang? Sejak kapan kamu di situ?" tanya Alex sambil menduga pasti Kyra datang bersamaan dengan Sari.
"Bareng sama Sari mas." jawab Kyra tenang, padahal dalam hatinya juga ingin melabrak Julia terang-terangan, tetapi ia menahan diri, toh Kyra sudah melihat langsung bagaimana tanggapan Alex terhadap perempuan di masa lalunya itu.
Dengan serta merta Alex berjalan menuju Kyra dan memeluknya sangat erat.
"Maafkan aku sayang, aku tidak tahu kalau dia akan menyusul kemari, tapi ini sungguh bukan yang ku harapkan." kata Alex seakan khawatir Kyra akan marah karena ia sendirian yang menerima Julia di rumah ini.
"Mas, tak perlu lah meminta maaf, toh bukan mas yang undang dia kan? aku juga sudah melihat langsung bagaimana sikap kamu sama dia sebelum Sari keluar menemui kalian." kata Kyra bijaksana.
"Apakah ada yang memberitahukan kepada kamu tentang Julia yang datang kemari?" tanya Alex penasaran.
"Enggak lah mas, kalaupun ada yang tahu, mungkin setahu mereka dia tamu biasa. Kami pulang awal, pasien hanya ada beberapa, habis istirahat para staf ada acara ke pusat, cuma kepala faskes dan staf saja, dokter dan perawat tidak." Jelas Kyra yang kini di pahami kenapa saat jam istirahat tumben istrinya sudah di rumah.
Alex masih erat memeluk Kyra saat Sari masuk ke dalam rumah dan diikuti Julia.
"Harusnya mbak itu tahu malu kalau mas Agus sudah punya istri, masih saja kukuh ingin di sini lebih lama lagi!" seru Sari yang merasa sebal dengan sikap Julia apalagi perkataannya yang sudah melakukan body shaming terhadapnya.
"Memang aku gak malu, Alex tuh yang malu sama aku sampai dia memilih menghindar dariku karena istrinya jauh di bawah aku segalanya." kata Julia dengan percaya dirinya.
__ADS_1
"Memang mbak sudah pernah lihat istrinya mas Agus?" tanya Sari yang sejak tadi sudah menyangka Julia beranggpan dialah istri Alex, tetapi Sari sengaja masih bungkam kalau bukan dia perempuan yang Julia maksud.
Julia tahu kalau yang di maksud Agus oleh Sari adalah Alex, karena dulu saat ia pertama kali mencari Alex tidak ada yang tahu siapa Alex, setelah Julia memperlihatkan foto dari ponselnya barulah penduduk yang di tanya tahu kalau yang dicari Julia adalah Agus.
"Kamu masih bertanya apa aku pernah lihat istrinya Alex, jangan terlalu bangga mentang-mentang punya suami seperfect Alex, karena aku akan merebutnya kembali." seru Julia dengan sebal.
Tapi langkah kakinya terhenti saat Sari yang diikutinya menghentikan langkahnya dan melihat ke satu titik pandang dan Julia pun mengikuti arah pandang Sari, dan di sana netra bJulia menangkap sosok perempuan muda cantik cenderung manis, sedang berdiri dengan bersedekap tangan memperhatikan percekcokan antara Sari dan Julia.
"Mbak Kyra." seru Sari sejurus kemudian tampak wajah Sari menahan senyum jahilnya. Ya, perempuan yang Sari lihat adalah Kyra, tapi sekarang dia sendiri, karena bersamaan dengan Sari dan Julia masuk ke dalam rumah, Alex masuk ke dalam kamar untuk membersihkan dirinya yang ada sisa-sisa lumpur yang menempel di badan dan pakaian Alex.
"Siapa kamu?" tanya Julia tanpa basa basi dengan tatapan menyelidik.
"Apakah sopan seorang tamu tanpa permisi dan malah menyelidik kepada tuan rumah? Harusnya saya yang tanya, siapa anda yang datang ke rumah ini hanya menimbulkan keributan?" tanya Kyra dengan tenang dan masih melipat kedua tangannya di depan dada dan tatapannya tajam mengintimidasi Julia.
"Tuan rumah? Maksud kamu apa?" tanya Julia sungguh tidak mengerti karena yang dia tahu Sari adalah istri dari Alex, berarti tuan rumahnya harusnya Sari.
"Ya saya tuan rumahnya, karena suami saya pemilik dari Farm ini." jawab Kyra dengan santai.
"Mbak, aku keluar dulu ya, mau cari mas Haris." pamit Sari dan di jawabi anggukan oleh Kyra, sambil berlalu dari ruang itu Sari memelototkan matanya kepada Julia, begitupun Julia yang membalas menatap Sari dengan tajam.
"Maaf kalau boleh tahu, anda siapanya mas Alex ya?" Alih-alih menjawab pertanyaan yang dilontarkan Julia, Kyra bertanya kembali pura-pura tidak tahu siapa Julia.
"Aku, pacarnya Alex." jawab Julia langsung.
"Bukankah mantan lebih tepatnya ya?" tanya Kyra ambigu.
"Memang lama kami tak ada komunikasi, tapi kami belum ada kata putus waktu itu." kembali, Julia menjawab langsung dengan penuh percaya diri.
"Lalu apa yang anda mau lagi dari dia? Bukankah dia tidak mau menemui anda lagi? Sekarang saja dia lebih memilih menghindar kan? Karena dia sudah punya seorang istri, jadi saran saya tolong hargailah perasaan istri Alex, anda tentunya tahu harus bagaimana sebagai sama-sama perempuan. Maaf nona Julia sebaiknya anda kembali saja karena anda sudah membuat keributan di tempat ini." Kyra berkata dengan halus walau jujur ingin sekali mengamuk Julia yang kukuh ingin bertemu Alex lagi.
__ADS_1
"Tapi aku lihat dia seperti tidak peduli dengan istrinya yang cerewet tadi, kalau benar-benar mereka pasangan yang berbahagia tentunya Alex akan menunjukkan rasa sayangnya pada istrinya yang baru saja pulang dari kerjanya. Cuma seorang suster faskes kampung saja bangga." sinis Julia meremehkan Sari.
"Mungkin saja mas Alex mau menjaga perasaan anda sebagai orang yang mengisi penuh hatinya, walau mungkin seharusnya menghadapi orang seperti anda tidak perlu menjaga perasaan, dan jangan pernah meremehkan pekerjaan seseorang karena siapa tahu pekerjaan itu lebih mulia daripada pekerjaan anda." Kyra mulai naik pitam.
Kyra yang sudah mendapat penjelasan dari Alex tentang siapa Julia tak terima pekerjaan Sari di remehkan.
"Ya, mungkin dari segi kemanusiaan pekerjaan dia lebih di depan, tapi kalau untuk kepopuleran tentu sebagai model apalagi yang sudah kelas internasional sepertiku lebih elit di banding dia." kata Julia dengan tak tahu malunya.
"Ooh, jadi anda model internasional? Tapi maaf nona Julia, pasti anda belum sepopuler itu ya? Kalau anda seorang model populer tentu anda tak mungkin sampai di tempat ini tanpa seorang pengawal satu pun, sedangkan saya yang hanya orang kampung saja punya pengawal loh, itu lihat yang duduk di teras depan." pamer Kyra menunjuk Teguh yang duduk di teras depan.
Kyra berpikir, menghadapi orang seperti Julia mesti diimbangi dengan sikap yang sama, karena bila hanya di tanggapi dengan sikap merendah maka akan semakin diinjaknya.
"Aku memang sengaja kabur dari mereka, karena kalau tidak begitu mereka tidak akan memberikan ijinnya. Lagian kenapa kamu seperti membela cewek cerewet itu sih?" Julia terlihat mulai tidak suka dengan Kyra.
"Karena anda yang mulai membuat keributan di tempat ini, dan saya tidak membela siapapun, tetapi bila ada perkataan yang kurang sesuai apakah salah jika saya mencoba meluruskannya?" Kyra masih bertahan dengan kelembutannya, walau kata yang diucapkan begitu menohok sang lawan bicara.
"Aku begini kan gara-gara cewek aneh tadi!" Julia tidak mau di sudutkan dan kembali dia menyalahkan Sari.
"Sudahlah nona Julia, berhenti menyalahkan orang lain, maaf mungkin saat ini anda sedang di cari oleh orang-orang agensi anda karena anda telah kabur dari mereka, maka sebaiknya anda kembali ke kota." saran Kyra
"Aku mau ketemu Alex dulu, kenapa sih dia malah bersembunyi? Kaya orang pengecut saja!" seru Julia tidak senang.
"Dia hanya berusaha menjaga hati istrinya." bela Kyra.
"Halah! Di lihat sekilas mata sudah kelihatan Alex tidak peduli!" Julia masih bersikukuh.
"Kadang hal pribadi tidak perlu di umbar di depan umum, maaf saya tidak bermaksud mengusir anda, tapi silahkan anda pulang karena orang yang anda cari mungkin sudah pergi entah kemana." bohong Kyra, padahal Alex di kamar mendengarkan percakapan mereka.
Dan dengan menahan kesal akhirnya Julia pergi dari Ale's Farm dan berkata kalau dia akan kembali untuk mendapatkan Alex kembali.
__ADS_1
...****************...
Terima kasih sudah membaca, jangan lupa like komennya yaa 🥰