Dokter & Petani

Dokter & Petani
Memulai Misi


__ADS_3

Kyra memperoleh kabar dari Jagat yang mengatakan kalau Julia telah mendatangi Alex dengan sedikit penyamaran. Jagat juga mengirimkan beberapa foto yang diperolehnya dari anak buahnya yang ia tugaskan mengawasi Julia.


Dan siang itu Kyra tidak mengambil waktu istirahatnya, ia langsung menyelesaikan laporan harian faskes, karena dia hendak ke kota mendatangi Alex.


Setelah selesai dengan semuanya Kyra segera bersiap meninggalkan tempat kerjanya itu.


"Sudah siap berangkat mbak?" tanya Sari saat dilihatnya Kyra telah siap berangkat.


"Iya Sar, biar sampai di kota belum begitu sore, laporan sudah siap, aku juga sudah dapat ijin dari kepala faskes." jelas Kyra.


"Ok deh, hati-hati ya mbak." pesan Sari.


"Terima kasih, aku pergi dulu." sahut Kyra sambil berlalu menuju tempat parkir dimana Teguh telah menunggu di dekat mobil atasannya itu, begitu di lihatnya Kyra datang mendekat segera di bukakannya pintu mobil bagian belakang, setelah Kyra masuk Jagatpun segera masuk ke bagian kemudi dan menjalankan mobilnya menuju kota sesuai perintah atasannya.


Hampir dua jam perjalanan kini Kyra telah sampai di kota, tujuan Kyra dari yang semula hendak ke kantor Alex terlebih dahulu kini mengalihkan perjalanannya menuju sebuah tempat karena yang diinfokan oleh Jagat kalau Julia sedang menemui seseorang tanpa di temani manajer dan hanya di temani bodyguardnya dan mereka baru saja sampai di restoran itu.


Tok! Tok! Tok!


Kyra mengetuk sebuah pintu apartemen yang tidak begitu jauh jaraknya dari gedung perkantoran suaminya. Tidak lama terbukalah pintu yang di ketuknya dari dalam dan keadaan Kyra memunggungi pintu itu.


"Maaf, anda mencari siapa?" tanya sebuah suara perempuan yang membuka pintu tersebut, dan Kyra pun menbalikkan badan menghadap ke arah pintu di mana tuan rumah berdiri.


Kyra membuka kacamata coklatnya saat tuan rumah menatapnya penuh tanya.


"Oh.. No..nona...!" seru orang itu begitu terkejut melihat siapa yang menemuinya.


"Selamat sore." sapa Kyra dengan sopan.


"Selamat sore nona, mari silahkan masuk nona." orang itu mempersilahkan tamunya masuk setelah menjawab sapaannya.


Dan Kyra pun masuk ke dalan apartemen itu dengan Teguh yang tetap setia mendampingi atasannya. Kyra mengedarkan pandangannya di ruangan yang ia masuki, tampak setiap sudut ruangan tertata dengan rapi dengan kesan mewah mencerminkan siapa sang penghuni.


"Silahkan duduk nona." orang itu memperlakukan Kyra dengan sopan sebagaimana mestinya seorang tuan rumah.


"Terima kasih." jawab Kyra sambil menjatuhkan panggulnya ke sofa ruang tamu apartement tersebut, sementara Teguh memilih berdiri di samping tempat duduk Kyra.


"Adakah yang bisa saya bantu nona?" tanya sang tuan rumah dengan sopan.


"Ya, tapi sebelumnya saya ingin bertanya-tanya dahulu kepada anda." kata Kyra dengan sikap sopannya.

__ADS_1


"Oh tentu nona, silahkan saya tidak keberatan." sang tuan rumah memastikan.


"Apakah anda nyaman bekerja sama dengan artis anda ini?" tanya Kyra langsung. Ya, saat ini Kyra sedang menemui manajer Julia yang tidak ikut Julia menemui Alex.


"Sebenarnya saya hanya berusaha untuk bertahan bekerja dengan nona Julia karena demi orang tua dan anak saya yang saya titipkan kepada mereka." manajer pribadi mungkin lebih tepatnya asisten pribadi Julia langsung menjawab apa yang di pertanyakan Kyra tanpa ada rasa canggung ataupun curiga.


"Alasan anda hanya berusaha bertahan itu kenapa?" tanya Kyra menangkap gurat ketidak bahagiaan di mata orang itu.


"Saya lah tempat bergantung hidup bagi kedua orang tua saya, demi mereka dan anak saya saya harus mengikuti nona Julia karena saya tidak tahu harus bekerja apa kalau saya mengundurkan diri darinya." Orang itu mulai membuka cerita.


"Maaf sebelumnya, bolehkah saya tahu nama anda?" tanya Kyra dengan sopan.


"Saya Rita nona." jawab orang itu


"Saya Kyra mbak, jadi mbak Rita, panggil saja saya Kyra tidak perlu pakai embel-embel nona." kata Kyra dengan sopan melihat Rita begitu sopan tidak seperti atasannya.


"Ah, saya tidak enak nona." tolak Rita.


"Ya sudah, senyamannya anda saja mbak. Maaf saya lanjut rasa keingin tahuan saya ya mbak, apakah anda merasa tidak nyaman bekerja dengan Julia hingga ada keinginan untuk mundur tetapi ragu-ragu?" Kyra kembali bertanya.


"Begitulah nona, di usia saya yang hampir menyentuh kepala empat pasti sangat sulit mendapat pekerjaan lain." ungkap Rita.


"Tapi saya tidak bahagia non, kalau boleh jujur saya lebih sering malu karena mengikuti apa yang di mau nona Julia, apalagi dengan kasus seperti anda kemarin, saya sangat malu tapi saya tidak punya pilihan." jujur Rita.


"Kalau untuk masalah pekerjaan sebenarnya sangat banyak, mungkin mbak Rita saja yang terlalu pemilih dan tidak bisa menjalani pekerjaan yang maaf sedikit kasar, seperti asisten rumah tangga mungkin?" tebak Kyra.


"Bukan begitu non Kyra, saya sekarang juga tak ubahnya hanya seorang ART." jelas Rita.


"Sudah berapa tahun memang mbak Rita ikut Julia?" tanya Kyra lagi.


"Dari nona Julia hendak merintis karir di luar negeri, ya hampir tujuh tahunan non." jawab Rita


"Tentu dari waktu yang cukup lama itu anda sudah punya penghasilan yang lumayan dong, kenapa tidak buka usaha warung kelontong atau apa begitu?" cecar Kyra


"Maaf nona mungkin seperti itu cita-cita saya, tapi..." Rita menghentikan perkataannya.


"Tapi apa mbak? Bilang ke saya, siapa tahu saya bisa nolongin mbak Rita." desak Kyra.


"Nona Julia selalu memotong gaji saya dengan berbagai alasan, kadang hanya untuk urusan sepele." jelas Rita sendu membuat Kyra membuang nafas kasar.

__ADS_1


"Kenapa tidak melarikan diri saja sih mbak dari dulu, minta baik-baik dulu minimal." sesal Kyra.


"Karena ketakutan saya tadi non, saya takut susah mendapat pekerjaan." jelas Rita.


"Mbak Rita asal mana sih?" tanya Kyra


"Dari daerah sini juga non, di pinggiran kota." jawab Rita sambil menyebutkan alamat lengkap asalnya.


"Kalau bekerja di Farm suami saya kemarin mau tidak mbak Rita? Setidaknya mbak bisa sering ketemu keluarga mbak, walaupun gak bisa jalan-jalan ke luar negeri lagi." tawar Kyra sungguh-sungguh.


"Saya mau non, justru itu yang saya mau, selalu dekat keluarga." begitu gembira Rita menyambut tawaran Kyra.


"Oke, kalau begitu minta baik-baik pada Julia untuk mundur, kalau dia tidak mau, mbak Rita bisa menghubungi saya." saran Kyra, kemudian menyerahkan kartu namanya pada Rita.


"Baik non Kyra, saya akan ikuti saran anda." Rita menyambut saran Kyra dengan gembira.


"Maaf kalau boleh tahu, memang mbak Rita tidak ada saudara dan suami?" tanya Kyra ke arah yang lebih privasi.


"Saya tidak punya saudara non, saya anak satu-satunya orang tua saya, dan suami saya meninggal setelah anak saya berumur tiga tahun, kemudian ada yang menawari saya bekerja bersama nona Julia dan saya langsung terima. Saya menerima tawaran kerja itu itung-itung memanfaatkan ijasah saya, apalagi saat itu katanya saya akan di jadikan manajer pribadi, tapi ternyata tak ubah hanya seperti pembantu rumah tangga saja, mana kebebasan saya seperti direnggut paksa oleh nona Julia." jelas Rita setengah geram tapi juga sedih.


"Ya sudah kalau begitu nanti kalau Julia pulang minta ijin mundur baik-baik, saya mau pamit sekarang. Beritahu saya kalau berhasil meminta ijin atau tidak mendapatkan ijin" saran Kyra.


"Baik non Kyra nanti kalau nona Julia pulang saya akan bicara, eh maaf non Kyra, bukannya anda ke sini mau ketemu nona Julia, kenapa anda malah pamit sekarang?" tanya Rita heran.


"Saya ingin menemui anda bukan Julia mbak, saya permisi." Kyra berdiri dari duduknya dan berjalan menuju pintu keluar diikuti Teguh.


"Oh iya mbak Rita, saya minta maaf karena tanpa sepengetahuan mbak Rita, saya telah merekam percakapan kita, jadi jangan coba-coba membodohi saya dengan semua perkataan anda tadi, tetapi saya tidak bercanda menawarkan pekerjaan kepada anda, karena anda mungkin sudah tahu tujuan saya apa setelah mendengar apa yang saya katakan barusan, saya ingin Julia hancur karena telah berani menginjak harga diri saya, jadi sekali lagi saya ingatkan anda pun jangan coba-coba membodohi saya!." Ancam Kyra memperlihatkan sisi lainnya, membuat Rita bergidik ngeri mendengar ancaman dari Kyra.


"Sa...saya tidak berani membodohi anda nona, saya sungguh-sungguh dengan apa yang saya katakan tadi." kata Rita dengan raut ketakutannya.


"Oke, saya percaya perkataan anda, tetapi sayapun mengawasi anda, karena saya tidak melepaskan siapapun yang berada di sekitar Julia." ucap Kyra datar dan tatapan tajam menghujam mata Rita, membuat perempuan itu menahan nafasnya sambil mengangguk-anggukkan kepalanya dengan cepat.


Kyra diikuti Teguh keluar dari apartemen mewah yang Julia sewa untuk tinggal sementara itu, sementara Rita langsung bernafas lega begitu Kyra keluar dari apartemen yang ia tinggali itu.


"Saya sungguh-sungguh dengan perkataan saya dan keinginan saya nona Kyra. Aahh, anda lembut baik dan sopan, tetapi di balik itu semua ternyata anda lebih menakutkan daripada nona Julia." gumam Rita ditengah rasa herannya terhadap Kyra.


...****************...


Terima kasih sudah membaca.

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan subscribe nya yaa 🥰


__ADS_2