
"Keputusan yang tepat nona." sebuah suara mengagetkan Kyra yang sedang memjamkan mata dalam duduknya, ia tak ingin bersedih, tetapi penghianatan yang Kyra alami sangatlah menyakiti hatinya, tapi ia berusaha tegar.
"Hmmm aroma ini." gumamnya. "Mas Agus!" seru Kyra sambil membuka matanya dan menoleh ke sumber suara yang tiba-tiba ada di samping tempat ia duduk.
"Mas Agus? Siapa mas Agus?" tanya lelaki yang duduk di sebelahnya yang ternyata Alex.
Jujur Kyra kecewa, ia sangat berharap bila benar Agus yang ada di sampingnya. Aroma ini, wajah itu, suaranya, postur yang terlihat, cuma penampilannya saja yang berbeda. Lelaki di sampingnya jauh lebih mewah segalanya dibanding Agus.
Entah apa yang terjadi dengan Kyra, pengalaman saat Agus telah berbuat nakal kepadanya, sikap ramah bersahabatnya namun juga bisa dingin dan menyebalkan, dan perhatiannya telah menumbuhkan suatu getaran berbeda di hati Kyra.
Kyra hanya menunduk dan menutup wajah dengan tangannya saat ia tahu, lelaki di sampingnya bukan lelaki yang diharapkannya, andai ia Agus, ia tidak akan malu dan segan untuk berhambur di pelukannya untuk menumpahkan segala sesak didadanya.
Terlihat tubuh Kyra terguncang pelan, Alex tahu Kyra menangis.
"Untuk apa menangisi seseorang yang tidak bisa menghargai sebuah hubungan, jangan kamu buang air matamu dengan sia-sia nona." Kata Alex berusaha menenangka hati Kyra.
"Aku hanya menyesal, kenapa aku bisa sangat jatuh cinta sama dia, kenapa aku masih saja percaya dia dan masih saja menunggunya. Aku kecewa sama lelaki itu, tetapi aku sangat kecewa pada diriku sendiri." ungkap Kyra disela isak tangisnya.
Kyra merasakan pundaknya dirangkul dengan erat, sontak ia membuka tangan yang menutup wajahnya, dilihatnya siapa yang telah merangkulnya, ternyata itu tangan Alex.
"Maaf, jaga batasan anda tuan." seru Kyra sambil melepas tangan Alex yang merangkul pundaknya, matanya tajam menatap Alex, ia tidak suka lelaki asing yang belum dikenalnya itu berani menyentuh tubuhnya.
"Aku cuma ingin membuatmu tenang nona, setidaknya aku bisa meminjamkan bahuku atau dadaku agar kamu bisa segera merasa lega." Alasan yang masuk akal dari Alex untuk meredakan amarah Kyra karena kelancangannya.
"Maaf, setidaknya bukan dengan orang asing seperti anda!" seru Kyra menahan amarah karena Alex malah menggenggam tangannya dengan erat dan Kyra begitu susah untuk melepaskannya.
"Jangan keras kepala nona, aku tidak sejahat yang kamu pikirkan." Alex balas menatap Kyra dengan tajam.
"Hah..! omong kosong, bahkan psikopat pun permukaannya terlihat sangat baik. Lepaskan atau aku akan berteriak!" seru Kyra semakin marah.
__ADS_1
"Teriaklah! Tuduhlah aku penjahat agar orang-orang menghajarku Ra, aku hanya ingin kamu sadar kalau kamu tidak pantas menyia-nyiakan air matamu hanya untuk seorang lelaki seperti dia!" kata Alex dengan suara pelan namun tegas sambil menunjuk dimana kini Dito tengah asyik bermesraan dengan kekasihnya.
Kyra kini malah terbengong menatap lelaki di hadapannya itu, matanya tajam menatap manik coklat terang yang ada di hadapannya itu.
"Ra? Kamu tahu namaku? Padahal aku belum sekalipun menyebut namaku di hadapan kamu." Kyra menatap penuh selidik kepada Alex, sementara Alex yang selalu pasang wajah angkuhnya mendadak salah tingkah saat mendapat pertanyaan dari Kyra.
"Kalau aku boleh berharap, kamu adalah lelaki yang aku harapkan saat ini, aku harap kamu lelaki yang mampu menggoyahkan hatiku dan menyadarkanku bahwa aku ternyata mempertahankan hubungan yang sia-sia selama ini." Hiba Kyra dengan mata meminta kejujuran dari Alex. "Tunggu!" Kyra yang terisak disela perkataannya tiba-tiba teringat sesuatu.
Kyra dengan serta merta mengambil tangan Alex yang sebelah kiri, dilihatnya telapak tangan Alex, ada plester yang menutup kain kasa untuk melindungi luka yang sejak kemarin diingat-ingat oleh Kyra.
"Sekarang jujur saja tentang kamu, luka ini aku, aku begitu hafal dengan luka ini!" seru Kyra dengan air mata meleleh tanpa disadarinya sambil menekan penutup luka ditelapak tangan Alex dengan keras. Dan Alex pun meringis menahan sakit
Dengan serta merta dan tanpa ucapan sedikitpun Alex memeluk Kyra dengan erat, Kyra hendak berontak tetapi pelukan Alex terlalu kuat untuk Kyra lepaskan.
"Benarkah apa yang kamu ucapkan tadi Ra, benarkah aku lelaki yang kamu harapkan saat ini?" Pertanyaan Alex yang terlontar dengan getar kebahagiaan, seketika Kyra pun memeluk Alex dengan erat dan menumpahkan tangisnya yang sempat tertahan.
"Aku merindukan mas Agus bukan Alex." kata Kyra saat tangisnya sudah mereda dan perasaannya tenang kembali.
"Sekarang bukan waktunya tanya jawab, aku ingin kamu segera selesaikan masalah kamu dengan lelaki yang selama ini sudah membuatku cemburu." Alex seakan tahu apa yang ada di benak Kyra dengan caranya menatap dirinya saat ini. Dan dengan serta merta Alex menarik tangan Kyra untuk memdekat di mana Dito berada saat ini.
Dan perkataan Alex baru saja ini menambah daftar panjang pertanyaan dalam benaknya.
Kyra pun hanya menurut saja saat Alex begitu tergesa menarik tangannya agar segera menyelesaikan permasalahannya.
Sebelum sampai ketempat Dito, Alex menghentikan langkahnya, dilihatnya mata Kyra yang masih sembab dengan sisa air mata, diusapnya air mata yang masih terlihat di mata Kyra, lalu diambilnya kaca mata yang terselip di leher baju Kyra.
"Pakai sunglasses kamu agar dia tidak merasa berbangga hati karena melihat kamu habis menangisinya." kata Agus sambil memakaikan kaca mata hitam kewajah Kyra.
"Sekarang selesaikan, aku dibelakangmu." kata Alex lembut sambil mendorong pelan tubuh Kyra, lalu ia pun berjalan di belakang Kyra agak jauh untuk mengawasi.
__ADS_1
Kyra berdiri di depan Dito dengan angkuhnya, karena sudah berhasil melihat perbuatan Dito di belakangnya denga mata kepala sendiri.
"Kyra?!" seru Dito spontan melepaskan pelukannya dan langsung berdiri divdepan Kyra dengan gugup.
"Teruskan saja jangan gugup begitu, aku cuma kebetulan lewat karena sedang ingin memuaskan hobi fotografi aku, ehh ternyata malah lihat kamu. Aku kan gak mau dibilang sombong karena tidak mau menyapa orang yang aku kenal." Kata Kyra dengan gaya santainya, padahal ia ingin sekali mengamuk Dito.
"Pantas saja kamu tidak ada usaha untuk memperbaiki hubungan kita, tapi tak apa, disini Tuhan sudah menunjukkan siapa kamu sebenarnya. Dengan begitu aku sudah benar-benar menyerah, karena percuma aku berjuang sendiri dan aku rasa perasaan cinta ku padamu seakan ikut luntur dengan ketidak pedulianmu akhir-akhir ini, so sekarang kamu bebas melakukan apapun, aku menyerah dan tak peduli lagi.
Dan yang lebih tidak aku sangka, ada dua penghianatan yang aku lihat langsung dari kemarin. Manda-manda, ternyata kamu bagaikan ular berkepala dua." Kata Kyra dengan sinis melihat dengan siapa Dito bermesraan.
Kyra sudah tidak sanggup berlama di hadapan dua penghianat itu. Ia pun berbalik pergi tanpa ada kata-kata lagi. Ya, Dito ternyata sudah masuk dalam jerat asmara Manda,
"Ra tunggu! Aku bisa jelasin Ra, ini tidak seperti yang kamu lihat." Dito mengejar Kyra, ditariknya tangan Kyra agar mau mendengar penjelasannya, karena Dito tidak terima dengan keputusan ini, ia tidak mau kehilangan Kyra, tapi ia telah berhianat terlalu jauh.
"Aku rasa sudah jelas sekali perkataan Kyra tadi kan, jadi jangan lagi kamu mengganggu dia." kata Alex yang sudah berdiri diantara mereka melepas tangan Dito yang menarik tangan Kyra.
"Kamu tak perlu ikut campur urusan kami, manusia sawah! Kamu jangan sok sokan cari perhatian Kyra dengan masuk ke dalam permasalahan kami!" seru Dito pada Alex.
"Manusia sawah?" tanya Alex bingung.
"Hah! gak nyadar? Kamu itu manusia sawahnya. Karena mau pakai pakaian mahal dan berpenampilan sekeren apapun itu tak akan merubah kenyataan kalau kamu hanya seorang buruh sawah." ucapan Dito mulai tidak enak untuk didengar.
"Lalu kenapa kalau aku cuma buruh sawah? yang penting aku bisa bahagiain orang yang sangat berharga yang sudah kamu sia-siain ini." ucap Alex membuat Dito tertawa.
"Jangan seperti pungguk merindukan bulan bung!" sindir Dito.
"Dan sayangnya pungguk itu benar-benar bisa meraih bulan." kata Alex tegas, kemudian dia berbalik, dan membawa Kyra pergi dari hadapan Dito.
"Sudahlah, buat apa mengharapkan Kyra lagi, toh dia tidak bisa memberimu kebahagiaan kan?" perkataan manda dengan suara menggodanya sambil bergelayut manja pada lengan Dito. Dito memandang sebal kepada Manda, dan tanpa berkata apa-apa ia melangkah pergi meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
...****************...