Dokter & Petani

Dokter & Petani
Memenuhi Undangan Ibu Sandra


__ADS_3

Waktu hampir menunjuk tengah hari saat rumah Kyra kedatangan Alena yang hendak menjemputnya untuk diajak makan siang bersama di rumahnya.


"Hallo Al, susah tidak cari rumahku?" Tanya Kyra saat Alena sudah turun dari mobilnya sedang Kyra berdiri di beranda rumahnya menunggu Alena.


"Tidak mbak, langsung ketemu, aku malah tidak mengira kalau mbak cuma tinggal di sini, masih satu kampung walau aku di ujung kampung yang lebih ke atas sana." Jelas Kyra.


"Masa sih? Kok aku tidak pernah lihat kamu?" Tanya Kyra.


"Iya mbak, jarang kesini juga sih aku." Jawab Alena.


"Ooh, sibuk kerja di kota ya Al?"


"Ya mungkin begitu mbak," Jawab Alena, bersamaan dengan itu Sari telah datang dengan motornya, setelah Sari memarkir motor ke dalam garasi, mereka segera pergi menuju rumah Alena karena undangan ibu Sandra.


Alena mengemudikan mobilnya menuju tempat yang lebih tinggi dari kampung yang Kyra tinggali, sebenarnya mereka masih satu kampung, hanya saja tempat tinggal Alena di perbatasan dengan kampung yang lebih diatas. Tak lama Alena membelokkan mobilnya menuju salah satu Villa mewah yang pernah dilihatnya, bahkan Kyra masih ingat kalau saat bersepeda sendirian dia beristirahat di pojok pagar luar villa mewah itu.


"Al, keluarga kamu sedang liburan di villa ini ya?" Tanya Kyra, dan Alena hanya tersenyum dengan pertanyaan Kyra, sedangkan Sari hanya memandang dalam diam setiap sudut di villa mewah itu.


"Mari masuk, mama pasti sudah tidak sabar menunggu kedatangan mbak Kyra." ajak Alena dan segera mereka masuk di mana mommy Sandra sudah menunggu kedatangan mereka.


"Mom.." Panggil Alena pada mommynya yang sedang berada di tepi kolam koi dalam ruangan yang di atasnya ditutup dengan atap yang bisa dibuka tutup sesuai keinginan yang empunya rumah.


"Hallo, kalian sudah datang?!" Seru ibu Sandra sangat gembira menyambut kedatangan mereka. Wanita berdarah asli eropa itu menyalami dan memberikan ciuman pipi kanan dan kiri kepada Kyra juga kepada Sari


"Ia ini siapa nak Kyra?" Tanya ibu Sandra menunjuk ke Sari.


"Rekan kerja Kyra dan sudah Kyra anggap seperti saudara sendiri di tempat tinggal Kyra sekarang yang jauh dari keluarga tante." Jawab Kyra dan dijawab anggukan oleh ibu Sandra tanda mengerti.


"Mom pasti tidak menyangka, kalau tempat tinggal mbak Kyra di dekat faskes desa yang ada dikampung kita ini mom." Seru Alena kepada mommynya.


"Really?!" Seru mom Sandra seperti tidak percaya.


"Yes mom." Jawab Alena meyakinkan mommynya.


"Means you know about Ale's Farm?" Tanya mom Sandra.


"Tentu saja kami tahu tante, Farm sebesar itu di kampung ini satu-satunya, bahkan saya sering membeli sayuran, buah juga bunga di farm itu." Jawab Kyra.


"No, no. Next time kamu tak perlu beli, cukup pesan apa yang kamu butuhkan sama Haris, biar dia antar apa yang kamu butuhkan." Kata ibu Sandra dengan bahasa yang sedikit tersendat.

__ADS_1


"Tapi tante..."


"No tapi, tapi. Itu semua sebagai rasa terimakasih mommy atas pertolongan kamu tempo hari, entah apa yang terjadi pada mommy kalau sampai terlambat dibawa ke hospital." rasa haru menyelimuti perkataan yang diucapkan ibu Sandra.


"Sudah mbak, terima saja apa yang mommy mau, Farm itu milik keluarga kami." Jelas Alena, Kyra hanya bisa menganggukkan kepala tanda mengerti dan terlihat reaksi Sari serasa tak percaya karena baru kali ini dia melihat secara langsung pemilik Ale's Farm tempat Haris bekerja sebagai orang kepercayaan selain Agus.


"Ternyata pemilik Ale's Farm orang yang sangat ramah-ramah." Celetuk Sari masih dengan ekspresi herannya.


"Bisa saja mbak Sari ini, apa alasan kami untuk tidak ramah mbak?" Tanya Alena dengan senyum manisnya menanggapi celetukan Sari.


"Ya pikiran orang bawah seperti saya kan kadang macam-macam nona Alena, yang pasti pemikiran saya tentang anda cenderung congkak gitu, maaf ya kalau perkiraan saya terlalu kasar." Jelas Sari dengan perasaan tidak enak. sementara ibu Sandra hanya tersenyum menanggapi pemikiran Sari.


"Tidak begitu lah mbak, tanpa bawahan serta pekerja usaha kami juga tidak akan berhasil, karena kami tidak mungkin bisa menjalankan usaha kami sendirian tanpa bantuan pekerja, jadi sudah seharusnya kami tidak bersifat tinggi hati, itu tidak boleh nanti Tuhan marah." Jelas Alena dan ditanggapi rasa takjub dan heran oleh Sari bahkan Kyra pun jadi setengah malu, karena kadang ia suka bersikap ketus dengan asisten rumah tangganya, tapi itu sifat Kyra yang sudah tertanam dari kecil, tetapi kini ia bisa belajar langsung dari keluarga Alena, bahwa menjadi orang dengan derajat hidup yang tinggi tidak perlu harus menjadi tinggi hati, karena sejatinya, petinggi yang berhati membumi justru akan sangat banyak yang menghormati.


"Ya sudah yuk, sekarang kita makan siang dulu, baru dilanjut ngobrol lagi setelah makan" Ajak Alena dan mereka menuju meja makan, setelah mereka duduk di kursi masing-masing, acara makan siang pun dimulai, mereka makan dengan tenang setelah selesai mereka kembali ke ruang santai dekat kolam ikan.


"Kyra, how long have you lived here?" Tanya ibu Sandra


"Baru beberapa bulan tante, mungkin sekitar tiga bulan lebih." Jawab Kyra.


"Wow, mommy kira kamu sudah lama tinggal disini, you work? or stay here?"


"Mungkinkah kita yang jarang bergaul sama penduduk sampai tidak tahu keadaan sekitar?" tanya ibu Sandra.


"Maybe, if we live in the village, kita bisa lebih kenal dengan masyarakat mom, boleh lho sesekali kita nginapnya di Farm jangan di sini terus mom, biar kita bisa kenal dan dekat dengan pekerja kita sekaligus penduduk sekitar." Usul Alena.


"Hmmm, good idea, next time we stay in the farm." sahut ibu Sandra.


" Kalau Sari tinggal di mana?" Tanya ibu Sandra.


"Sama seperti mbak Kyra madam, satu kerjaan juga." Jawab Sari.


"Are you a doctor too?" Tanya ibu Sandra


"No madam, i'm a nurse." Jawab Sari.


"Wow! bagus." Seru ibu Sandra dengan mengacungkan jempol tangannya ke arah Sari.


"Dia calon istri mas Haris tante." Jelas Kyra.

__ADS_1


"Really?!" Seru ibu Sandra dan Alena bersamaan.


"Ya begitulah, kenapa kok sepertinya kalian surprise banget?" Tanya Kyra.


"Ya, bagaimana tidak kaget? Mas Haris tiap ditanya tak pernah jawab, hanya senyum-senyum saja, ternyata diam-diam sudah mau menikah saja." Jelas Alena.


"Ya, dia kan orangnya pemalu gitu Al, berbanding terbalik sama nih calon bininya, malu-maluin." Kelakar Kyra disambut tawa Alena dan mommynya sedang Sari hanya pasang muka cemberut karena digoda oleh Kyra.


Saat mereka sedang tertawa-tawa, nampak Agus datang dengan membawa kantong berisi sayuran, semula dia dengan santainya melenggang di rumah itu, tapi saat tahu ada tamu yang ternyata Kyra dan Sari, ia segera berlaku sangat sopan.


"Selamat siang madam, ini sayuran dan ayam kampung pesanan madam." Agus menyerahkan kantong bawaannya, sementara ibu Sandra malah bengong dengan kedatangan Agus yang menyerahkan pesanannya.


"Dokter sama Sari ada disini juga?" Tanya Agus sopan.


"Iya mas Agus, diundang makan sama madam, sama nona Alena." Sari yang menjawab pertanyaan Agus dengan antusias.


"Ya sudah saya permisi dulu, silahkan dilanjut perbincangannya, mari madam." Agus segera berlalu dari tempat itu.


"Agus, wait a minute!" Seru ibu Sandra sambil menuju kearah Agus pergi, tak berapa lama, ia sudah kembali lagi ketempat duduknya.


Tak terasa hari sudah sore, Kyra pun berpamitan untuk pulang.


"Tante, berhubung hari sudah sore, kami pamit mau pulang dulu, terimakasih atas jamuannya, sayangnya kami tidak bisa bertemu dengan suami anda yang sedang ada bisnis diluar kota." pamit Kyra


"Don't give up! Next time main lagi kesini, okey?!" Kata ibu Sandra.


"Iya tante, jika bersedia anda juga boleh datang kerumah saya." Kata Kyra.


"Okey!, next time. Thank's for visiting our home."


"Sama-sama tante, kami pulang dulu ya." Pamit Kyra.


"Pamit dulu ya madam." Kata Sari.


"Okey, hati-hati." Pesan ibu Sandra.


Lalu dengan diantar Alena kembali mereka pulang dengan perasaan senang karena disambut dengan hangat oleh tuan rumah, meskipun mereka tidak bisa bertemu keluarga Alena dengan lengkap karena kesibukan pekerjaannya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2