
"Kakak kenapa kak? Apa yang kakak rasakan sampai keringat dingin kakak keluar seperti ini?" tanya Alena terlihat cemas melihat kondisi Alex.
"Firasatku tidak enak Al, aku kepikiran Kyra." jawab Alex terdengar gugup.
"Bukannya mbak Kyra di rumah orang tuanya ya kak?" tanya Alena yang tahu kalau pagi tadi Kyra pamit hendak je rumah papa mamanya.
"Tadi pamit sama kakak mau pulang ke desa buat menyiapkan bahan rapat besok Al, sudah satu jam-an yang lalu dia berangkat dari sini." Alex semakin gelisah.
"Tenang dulu kak, coba di telpon dulu sudah sampai mana?" saran Alena membuat Alex menepuk jidatnya sendiri.
"Astaga, sampai tidak terpikirkan." kata Alex sambil mengambil ponselnya yang masih tergeletak di lantai.
Di carinya nomor kontak Kyra dan langsung melakukan panggilan setelah berhasil di temukan.
Panggilan tersambung, tetapi tidak juga di angkat oleh Kyra, lalu Alex kembali melakukan panggilan keluar karena panggilan pertama tidak terjawab, tapi tidak juga di terima oleh si pemilik nomor yang dituju.
Saat Alex hampir memutus panggilannya ternyata panggilanya di angkat dari seberang sana.
"Ha... Halo..." sapa suara di seberang dengan agak lemah.
"Teguh! Kenapa kamu yang angkat telpon saya, di mana istri saya?!" tanya Alex setengah membentak Teguh.
"Ma.. Maaf pak Alex, saya tidak becus menjaga ibu Kyra." terdengar isakan dari suara lemah Teguh.
"Apa maksud kamu?! Kamu jangan buat saya khawatir Guh, awas saja kalau sampai terjadi apa-apa sama istri saya!" seru Alex marah menanggapi laporan Teguh.
"Saya rela mau diapakan saja oleh bapak, kami.. Kami mengalami kecelakaan pak.." belum sampai Teguh selesai dengan perkataannya tetapi Alex sudah memotongnya.
__ADS_1
"Apa! Di mana kejadian itu?!" tanya Alex semakin panik sekaligus khawatir, Alena yang melihat dan mendengar apa yang didengar dan ekspresi kakaknya menjadi sangat penasaran.
"Di kawasan rawan pak, di jurang yang paling curam." Lapor Teguh.
"Astaga!" seru Alex langsung mematikan sambungan teleponnya sebelum Teguh memberi tahukan apa penyebab mereka kecelakaan.
"Ada apa kak?!" tanya Alena jadi ikut khawatir.
"Kyra kecelakaan di daerah rawan bahaya, kakak belum tahu kecelakaannya seperti apa." jawab Alex sambil tergesa membereskan semuanya.
"Semoga mbak Kyra dan bang Teguh tidak apa-apa. Aku ikut kakak ke sana, tunggu aku ambil tas aku dulu!" kata Alena yang khawatir juga gugup setelah mendengar apa yang terjadi dengan Kyra sampai ia jalan tak memperhatikan sekitar dan lututnya membentur kursi yang di dudukinya tadi.
Kini Alex dan Alena sudah berada dalam perjalanan menuju tempat yang di maksudkan Teguh, tak lupa ia memberikan kabar kepada orang tuanya juga kedua mertuanya mengenai kejadian yang di alami Kyra.
Dan orang tua mereka yang juga menjadi panik dengan kabar yang di berikan Alex segera berkata kalau mereka akan bertolak ke tempat kejadian dan tak banyak tanya karena pasti Alex sedang dalam kondisi yang tidak menentu.
Samar-samar Alex melihat mobil Kyra yang berada di bibir sungai yang ada di bawah sana, beberapa petugas penyelamat pun sudah ada yang berada di bawah guna menyelamatkan korban kecelakaan.
Alex menghampiri polisi juga petugas penyelamat yang sedang berkomunikasi dengan tim yang berada di bawah, Alex menanyakan apakah yang kecelakaan itu benar istrinya dengan menyebutkan nomor polisi mobil Kyra, dan ternyata benar, lalu Alex mengatakan kalau ia adalah suami dari orang yang mengalami kecelakaan itu.
"Maaf pak, anda jangan bercanda di situasi genting seperti ini." kata petugas itu sambil menatap Alex dengan pandangan yang sulit di artikan.
"Bercanda? Saya serius pak, itu mobil istri saya kalau nomor yang saya sebut tadi sesuai, ia tadi dalam perjalanan pulang dari kota beserta seorang sopir pribadinya." jelas Alex membuat sang petugas menjadi malu.
"Maaf pak, saya kira anda orang yang menyimpang karena di bawah sana tim kami baru saja mencapai sang korban dan hanya menemukan korban seorang lelaki dan tak ada orang lain di sana." jelas sang pimpinan tim penyelamat yang mengira Alex pecinta sesama jenis karena mereka baru menemukan Teguh.
"Astaga! Kyraa...!!!" teriak Alex begitu syok mendengar penjelasan petugas penyelamat, Alex berharap Kyra juga di temukan.
__ADS_1
"Kak..." Alena yang sejak tadi menangis setelah mendengar bahwa yang kecelaan itu benar kakak iparnya hanya bisa memeluk kakaknya yang terlihat sangat syok, agar bisa bersikap lebih tenang. Dan salah satu petugas polisi pun hanya mengelus punggung Alex sebagai rasa ikut prihatinnya.
Ya, petugas yang berada di bawah baru saja melaporkan bahwa korban yang berhasil di selamatkan mengatakan kalau ia jatuh bersama atasannya, lalu petugas pun menambah personel untuk melakukan pencarian terhadap korban yang hilang yaitu Kyra dengan kemungkinan ia terpelanting dari mobilnya dan masuk ke dalam aliran sungai yang berarus deras.
Alex ingin ikut terjun langsung untuk memcari Kyra, tetapi para petugas tidak mengijinkan karena medan yang berbahaya.
Teguh telah berhasil di evakuasi ke atas dengan selamat, bersamaan dengan datangnya orang tua Alex dan juga Kyra.
Dengan serta merta, Alex mencengkeram leher baju Teguh yang tidak becus menjaga istrinya, Alex tak peduli dengan kondisi Teguh yang terlihat lemah dengan luka lebam maupun luka parut yang sedang diobati oleh salah satu petugas penyelamat.
Dan Teguh sangat beruntung karena ia tidak mengalami patah ataupun retak tulang, atau mungkin Teguh yang tidak mau bicara, tetapi sejak tadi ia seperti sedang menahan sakit di tangannya yang hanya ia tempelkan ke badannya.
Teguh tidak mau di bawa ke rumah sakit walau kondisinya sedang tidak baik-baik saja.
"Nak, sabar dulu, jangan sampai terbawa emosi! Ada baiknya kita dengar dahulu penjelasan Teguh." nasehat mama Ratih walau air mata juga berderai di wajahnya. Dan Alex pun terpaksa menahan dirinya untuk tidak menghajar Teguh, tetapi tatapan membunuhnya tak bisa dielakkan oleh Teguh yang juga menahan nyeri yang amat sangat ketika akhirnya petugas penyelamat menemukan kalau tangan Teguh tidak baik-baik saja.
"Maaf bapak ibu semua, ijinkan saya menceritakan kronologihya sebelum saya di bawa ke rumah sakit." pinta Teguh kepada semuanya. Lalu ia segera bercerita tentang kejadian yang di alaminya hingga membuat Alex menyesal telah berbuat kasar terhadap Teguh. Dan dengan serta merta Alex meminta maaf kepada Teguh karena telah bertindak gegabah hanya karena tak bisa menahan emosinya.
Setelah itu Teguh pun segera di larikan ke rumah sakit dan petugas polisi mengatakan kepada seluruh anggota keluarga korban tentang pelapor kejadian yang mengetahui nomor polisi juga ciri mobil pelaku yang sengaja mencelakai korban, dan petugas pun memberitahukan data yang di dapatnya dari sang pelapor kejadian kepada Alex karena ia memintanya.
Sampai hari menjelang senja, petugas belum juga menemukan Kyra, pencarian hari itu pun di hentikan sementara karena hari sudah gelap.
Rupanya, Jagat mengetahui kejadian yang menimpa Kyra karena pelapor yang mengetahui ciri pelaku kejahatan adalah anak buah Jagat.
Dan malam itu juga Jagat menemui Alex di Ale's Farm guna meminta ijin kepada Alex kalau ia akan bertindak sendiri agar secepatnya menemukan pelaku kejahatan itu, dan Alex pun langsung mengiyakan kemauan Jagat karena Alex berharap secepatnya dapat menemukan sendiri sebelum petugas yang menemukan penjahat tersebut.
...****************...
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca 🥰