
Kembali ke masa sekarang di mana Kyra sedang menunggu Alex dengan gelisah walau tak segelisah beberapa saat yang lalu. Langkah kakinya mondar mandir di tempat itu saja membuat yang melihatnya bertanya-tanya walau tak berani menegur dan bertanya langsung.
"Kyra, apa kamu sedang merasakan sesuatu nak? Mommy perhatikan dari tadi kamu mondar mandir di situ saja? Atau kamu sedang menunggu seseoran?" tanya momny Sandra sambil berjalan mendekati Kyra.
"Aku dari tadi kepikiran mas Alex terus mom, enggak tahu kenapa pikiranku tidak tenang teringat mas Alex terus." cerita kepada mommy Sandra tentang apa yang dirasakannya sejak tadi.
"Kamu sudah telfon Alex belum?" tanya amommy.
"Sudah mom, mas Alex mau pulang awal, mungkin sekarang sedang dalam perjalanan, ayo kita tunggu di dalam, mommy buatkan minuman hangat supaya kamu bisa lebih rileks." kata mommy Sandra sambil menarik tangan Kyra ke dalam rumah.
"Tidak usah repot mom, nanti aku buat sendiri." cegah Kyra saat mommy Sandra hendak membuatkannya minuman hangat.
"Tidak ada penolakan, mommy ke dapur dulu." kata mommy Sandra sambil berjalan menuju dapur yang berjarak beberapa meter dari ruang keluarga tanpa ada sekat ruang.
"Harusnya kan aku yang buatin mommy, bukan mommy yang buatin aku, menantu macam apa Kyra ini ya mom?" seru Kyra
"Menantu kesayangan mommy pastinya. Sesekali tak apa lah, tapi kalau setiap hari mommy harus melayani kamu, awas saja ya!" balas mommy Sandra dengan nada canda.
"Enggak berani mom, nanti Tuhan marah kalau durhaka sama orang tua." timpal Kyra.
"Nah! Itu kamu tahu. Ini minum dulu." Mommy Sandra memberikan cangkir berisi air jahe hangat yang di bawanya kepada Kyra.
"Seger baget ini mom, terima kasih." kata Kyra sambil menyeruput minumannya kembali.
"Yang di buat dengan sepenuh cinta memamg lebih nikmat nak." sahut mommy Sandra dan Kyra hanya memperlihatkan jempol tangannya pada mommy.
Terdengar suara deru mesin mobil memasuki halaman luas Ale's Farm, dan Kyra pun segera beranjak dari duduknya untuk melihat apakah itu Alex yang datang. Dan ternyata memang orang yang ditunggu oleh Kyra yang sedang turun dari mobilnya.
"Selamat sore sayang." sapa Alex saat telah dekat dengan Kyra berdiri.
"Sore juga mas." jawab Kyra.
"Wah, baru datang sudah di sambut dengan minuman, hmm.." Alex mengambil cangkir yang di bawa Kyra.
"Bukan mas, itu minumku yang dibuatkan mommy, sisaan aku itu, jangan di minum, ayo aku buatin kamu yang baru." kata Kyra hendak mengambil cangkir yang telah berpindah tangan.
__ADS_1
"Biar saja, aku maunya ini." kata Alex sambil duduk di kursi beranda lalu segera minum dengan nikmatnya.
Kyra memperhatikan wajah Alex yang sedang menikmati minuman hangatnya, terlihat raut berbeda dari biasanya dari sudut pandang Kyra, apakah ini ada hubungannya dengan perasaan tidak enak yang dari tadi di rasakannya.
"Mas, kamu baik-baik saja kan?" tanya Kyra setelah Alex selesai dengan minumnya.
"Aku baik-baik saja kok, hanya tadi di kerjaan ada sedikit gangguan, tapi sudah berhasil aku atasi." jawab Alex merasa bersalah dengan Kyra karena ia kembali harus berurusan dengan masa lalunya. Apalagi perasaan Kyra yang begitu peka sampai ia dapat merasakan kalau saat di kantor tadi Alex melakukan perbincangan empat mata dengan perempuan di masa lalunya walaupun Alex sama sekali tidak mengaharapkannya.
"Syukurlah kalau begitu, tadi siang aku merasa sangat tidak nyaman dan kepikiran kamu terus, aku takutnya terjadi apa-apa sama kamu mas." jelas Kyra mengenai apa yang dirasakan setengaj hari ini.
"Kamu sekarang sudah merasa baikan kan?" tanya Alex sambil membelai lembut rambut sebahu Kyra.
"Tentu saja sudah, kan orang yang aku khawatirkan sudah ada di depan mataku." jawab Kyra dengan binar bahagia.
"Tampaknya istriku ini sudah kangen banget ya sama aku." goda Alex sambil memijit pelan hidung Kyra.
"Apaan sih mas?" Kyra tak bisa menyembunyikan semburat merah di wajahnya.
"Nah kan?! Wajah kamu tidak bisa bohong nih." Alex semakin menggoda Kyra, membuat kegusaran di hati Kyra lenyap begitu saja.
"Ehm...! Ehm...! Gak usah pamer kemesraan di depan para pekerja!" tegur mommy Sandra sambil melihat ke los penyortiran hasil pertanian yang berseberangan dengan beranda rumah.
Kini Alex telah berganti dengan pakaian rumah yang lebih santai setelah membersihkan badannya, kini ia berbaring dengan kepala sedikit tegak untuk mengistirahatkan badannya, tetapi pikirannya masih saja mengembara tak habis pikir kenapa ia tidak teliti menerima kerja sama yang ternyata harus berurusan dengan orang yang sebenarnya tak ingin ditemuinya lagi.
"Ada yang mengganggu di kantor? Kok tumben sekali seperti ada yang sedang di pikirkan?" tanya Kyra sambil mengambil posisi sama seperti Alex di samping lelaki itu.
"Yaa, begitulah. Kalau boleh egois aku ingin kembali jadi Agus saja, pikiran lebih bebas dan tenang." Alex mengatakan apa yang di rasakannya saat ini.
"Berarti benar kamu ada masalah di kantor?" tanya Kyra sambil memiringkan badannya menghadap ke arah Alex.
"Sebenarnya bukan tentang pekerjaannya, tapi orang yang menjadi klien perusahaan. Tapi ini bukan sebuah kesalahan juga karena ini menyangkut sebuah perusahaan bukan orang pribadi." jawab Alex kurang begitu di pahami Kyra.
"Maaf mas, aku sedikit bingung dengan penjelasan kamu. Ehm, kalau menurut apa yang aku tangkap, kamu sedang menjalin sebuah kerja sama dengan perusahaan lain dan salah satu orang di perusahaan itu ada yang membuatmu merasa tidak nyaman? Apakah begitu maksudnya?" tanya Kyra menyimpulkan dengan kalimat yang lebih sederhana.
"Istriku memang pintar membuat bahasa yang mudah di mengerti." kata Alex sambil menowel hidung Kyra alih-alih menjawab pertanyaannya.
__ADS_1
"Lalu apa masalahnya?" tanya Kyra ingin tahu lebih.
"Setahuku hanyalah perusahaan agensi model bertaraf internasional, tapi aku sungguh tidak tahu kalau modelnya adalah orang di masa lalu aku." jawab Alex terus terang karena Kyra harus tahu agar tak ada kesalah pahaman di belakang.
"Perempuan pasti. Ehm... Mantan pacarkah?" tanya Kyra berusaha menenangkan hatinya.
"Ya, tapi kalau aku tahu dia modelnya, aku tidak akan terima kerjasama ini, karena aku tidak mau bertemu lagi sama dia, tetapi jalan Tuhan tak ada yang tahu, aku memang harus menjalani hal ini, maaf kalau aku sudah membuat kamu sangat khawatir." jelas Alex dan telah bisa di mengerti oleh Kyra.
"Aku memang merasa sangat tidak enak hati tadi, tapi kenapa harus minta maaf mas? Apakah kamu melakukan sebuah kesalahan sama mantan kamu itu?" Kyra berusaha menenangkan diri, walaupun di dalam hatinya ada desiran cemburu yang tak bisa dihindarinya.
"Mungkin dengan membiarkannya masuk ke kantorku sudah menjadi sebuah kesalahan, tapi jujur aku muak. Dan aku sangat bersyukur kamu menelponku dan itu menjadi penyelamatku karena dia harus menerima kenyataan kalau aku sudah punya tambatan hati. Karena dia bersikeras ingin kembali menjalin hubungan seperti dulu."jelas Alex sambil memeluk Kyra dengan erat, ia khawatir Kyra cemburu. Tapi itu pasti, hati perempuan manapun akan panas bila mendengar ada yang merayu suaminya.
"Aku percaya kamu mas, tapi jangan salah gunakan kepercayaanku." kata Kyra yang menangkap kekhawatiran Alex.
"Terima kasih sayang, aku tidak akan mengecewakanmu." sahut Alex dengan semakin mengeratkan pelukannya hingga membuat Kyra agak susah bernafas.
"Aduuh sesak mas, aku susah nafas!" seru Kyra sambil memberontak, dan Alex pun mengendurkan pelukannya.
"Temani aku di kantor selama kerja sama itu belum selesai. Tidak lama, mungki cuma seminggu." pinta Alex kepada Kyra.
"Enggak bisa begitu dong mas, pekerjaanku bagaimana?" Kyra keberatan
"Please! Aku gak mau ada kesalah pahaman antara kita sayang." pinta Alex dengan sangat.
"Aku percaya kamu mas, tidak perlu khawatir sama aku, aku tahu kamu profesional." Kyra meyakinkan Alex akan kondisi hatinya.
"Tolong cuti seminggu demi aku ya!" pinta Alex dengan sangat.
"Tapi kalau tidak dapat ijin jangan memaksa ya mas, ini tentang sebuah tanggung jawab." Kyra meminta pengertian Alex.
"Iya, aku tahu, tapi coba dulu ya!" Alex masih tetap berharap.
"Iya akan aku coba, semoga di permudah." pasrah Kyra akhirnya.
"Begitu dong." bahagia Alex dan kembali memeluk Kyra dengan erat dan tak peduli Kyra yang merengek minta di lepaskan karena kegelian dengan cambang Alex yang menempel di pipinya.
__ADS_1
...****************...
Terima kasih sudah membaca 🥰