
Pernikahan Kyra dan Agus baru diketahui oleh orang tertentu saja, bahkan orang-orang di kampung tempat tinggal Agus dan Kyra belum tahu karena saat itu hanya Haris yang diajak Agus, dan Haris mengajak Sari atas ijin yang di berikan Agus.
Saat itu baik Agus maupun Kyra tidak ingin banyak orang tahu tentang pernikahan akibat perjodohan dari orang tua mereka. Apalagi calon masing-masing begitu jauh kriteria dari pasangan ideal Agus dan Kyra.
Mereka beranggapan, terlalu banyak tamu hanya Akan membuat malu dan merasa di tertawakan karena pasangan mereka yang waktu perkenalan terlihat sangat jelek.
Haris dan Sari diminta untuk tutup mulut dahulu sebelum mereka melangsungkan resepsi pernikahan yang akan mereka langsungkan di kota dengan mengundang rekan bisnis kedua keluarga pengantin. Juga akan dilangsungkan di desa tempat mereka tinggal saat ini.
Agus mengarahkan mobilnya menuju vila madam Sandra, dan hal itu membuat Kyra mengernyitkan dahinya.
"Loh, mau kemana sih mas, kok malah naik?" tanya Kyra penasaran.
"Pulang dong sayang." jawab Agus.
"Kok lewat sini? Terlalu jauh muternya mas." Protes Kyra.
"Pulang ke vilanya madam Sandra." kata Agus.
"Enggak enak sama penduduk lah mas." Kata Kyra panik.
"Enggak enak kenapa? Kalau enggak enak nanti aku bikin enak, kita kan sudah sah jadi suami istri." kelakar Agus santai.
"Sah?! Astaga!" seru Kyra.
"Jangan bilang kamu lupa ya sayang?" selidik Agus dan hanya di jawab kekehan geli Kyra.
"Benar-benar kamu ini." kata Agus sambil mengacak pucuk kepala Kyra.
"Ya maaf mas, baru berapa jam ini, mulai sekarang akan aku ingat-ingat." Janji Kyra
"Nanti aku buat kamu akan selalu ingat setiap saat setiap waktu." kata Agus pelan dengan nada erotisnya untuk menggoda Kyra.
"Apaan sih mas, bikin buluku meremang deh!" seru Kyra sambil menepuk paha Agus pelan.
"Awas ada yang bangun kamu harus tanggung jawab lho." goda Agus kembali.
"Emang yang tidur siapa?" tanya Kyra sambil celingukan melihat belakang mobil. Sementara Agus hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah polos Kyra.
__ADS_1
"Kita sudah sampai." kata Agus sembari menunggu pintu gerbang dibuka oleh security.
"Kalau ada yang tahu aku menginap di sini bagaimana mas?" tanya Kyra lagi
"Kita ini sudah sah jadi suami istri, ya tinggal bilang apa adanya saja kan?" kata Agus sambil memasukkan mobilnya ke halaman luas vila saat dilihatnya pintu pagar telah di buka.
"Ya sudah lah, aku ikut saja." Pasrah Kyra akhirnya.
"Memang begitu seharusnya, istri ikut suami." kata Agus sambil menowel hidung bangir istrinya, lalu ia segera turun dan mengitari bagian depan mobilnya untuk membukakan pintu buat Kyra.
"Mari, silahkan keluar tuan putri." Kata Agus sembari membungkukkan badannya dan mengangsurkan jemarinya ke arah istrinya.
"Apaan sih mas? tapi terima kasih suamiku tercinta." kata Kyra setelah turun dari mobil, ia kemudian mengecup jemarinya lalu di tempelkan ke pipi Agus.
"Sebagai tanda terima kasih." kata Kyra dengan senyum mengejek.
"Langsung saja." kata Agus sembari memajukan bibirnya hendak mencium istrinya.
"Eits. Tidak boleh. Mau jadi tontonan gratis? Tuh lihat!" Kyra memajukan dagunya menunjuk ke security yang sedang menunggu untuk memarkir mobil majikannya.
"Enggak usah begini mas, nanti madam sama Alena lihat kan malu." Kyra berusaha memberontak, tetapi Agus begitu kuat menggendong Kyra, hingga tak terpengaruh dengan gerakan Kyra.
"Mereka menginap di kota, jadi kita bebas mau apa saja di tempat ini. Ahh rupanya mereka sangat pengertian." Kata Agus dengan tatapan menggodanya.
"Dan ingat, mulai sekarang kamu harus membiasakan diri memanggil madam dengan mommy." lanjut Agus.
"Iya mas Agus ku sayang, untuk sekarang maklumin dulu ya belum terbiasa." Kata Kyra begitu menggemaskan di mata Agus hingga spontan di kecupnya bibir Kyra.
"Hmm curi-curi kesempatan deh!" seru Kyra
"Biarin, salah siapa kamu begitu menggemaskan." Sahut Agus membuat Kyra tersipu.
Bersamaan dengan itu Agus membuka salah satu pintu kamar di vila mewah itu, dan segera masuk. Lalu ia mendudukkan Kyra di sofa kamar yang di dominasi warna hitam.
"Mandilah, lalu istirahat atau kamu mau makan? Biar pelayan bawa ke sini kalau kamu mau makan." Kata Agus begitu perhatian.
"Iya, aku ingin makan sesuatu tapi jangan makanan berat, aku cuma butuh camilan." pesan Kyra.
__ADS_1
"Oke." jawab Agus lalu segera mengambil telpon internal rumah untuk memesan keinginan Kyra.
"Aku mandi dulu, tapi aku tidak bawa baju ganti mas." Ucap Kyra saat dilihatnya Agus meletakkaan gagang telponnya. Lalu Agus berlalu menuju walk in closet.
"Baju kamu sudah tersedia di sini sayang, tidak usah khawatir." Agus menunjukkan beberapa potong pakaian, dengan segera Kyra menyusul suaminya lalu diperhatikannya pakaian yang dipegang suaminya.
"Baju siapa ini mas?" tanya Kyra
"Baju kamu, aku menyuruh orang untuk menyiapkannya." jawab Agus.
"Perhatian banget sih, terima kasih sayang." cup! Kyral mengecup pipi suaminya sebagai tanda terima kasih. Dia pun dengan cepat menuju kamar mandi setelah mengambil setelan piyama, Agus hanya tergeleng geli melihat tingkah istrinya itu.
Agus pun segera membersihkan diri setelah Kyra selesai. Keduanya kini tampak lebih segar setelah mandi dan berganti pakaian. Dan kini mereka sedang menikmati makanan kecil yang disediakan pelayan rumah.
"Kamu tahu tidak kalau tadi siang aku begitu tidak bersemangat saat harus melakukan akad nikah tapi bukan dengan orang yang ku harapkan?" Agus bercerita tentang perasaannya siang tadi.
"Aku pun sama mas, bahkan aku tak bisa membendung air mataku karena aku benar-benar tidak siap dan tidak terima." Kyra pun mengungkapkan perasaannya.
"Tapi seketika perasaanku berbalik seratus delapan puluh derajat begitu melihat nama calon pengantin perempuan yang di sodorkan di hadapanku, dengan spontan aku melihat wali nikahnya, dan ternyata itu papa kamu." cerita Agus begitu berseri-seri.
"Apalagi aku mas, suara papa tidak masuk ke pengeras suara jadi aku tidak mendengar saat papa menyebut namamu dan aku tak kalah terkejut tapi juga sekaligus bahagia saat mengetahui siapa lelaki yang menjadi suami aku." cerita Kyra penuh haru dan binar kebahagiaan.
"Terima kasih telah menerima lelaki tak berbakti ini untuk menjadi suami kamu." kata Agus sambil mencium jemari Kyra.
"Siapa bilang kamu tidak berbakti, itu dulu mas, tapi sekarang akhirnya kamu menuruti juga kemauan daddy kan mas? Kamu sudah menjadi anak yang sangat berbakti mas." Kyra membesarkan hati Agus.
"Dan beruntungnya kita menjalani pernikahan paksa berkat sandiwara orang tua kita, benar-benar itu lelaki tua." kata Agus menerawang sambil menerawang mengingat daddynya.
"Hei! Kamu memanggil papaku lelaki tua?!" seru Kyra dengan bibir mengerucut.
"Daddy aku sayang, daddy selalu membahasakan dirinya lelaki tua. Awas itu bibir aku makan kalau manyun begitu." kata Agus membuat Kyra langsung mengatupkan bibirnya. Dan melihat itu Agus hanya tertawa.
"Takut banget aku makan, padahal nanti kalau sudah merasakan pasti ketagihan." goda Agus masih dengan tawanya yang semakin keras karena Kyra memukulnya.
"Apaan sih mas?!" Seru Kyra tersipu sambil memukul Agus, dan terjadilah saling kejar antar Kyra dan Agus di kamar yang sangat luas tersebut.
...****************...
__ADS_1