
Cerahnya senja dengan indahnya panorama lembayung telah terganti dengan hitamnya langit malam yang berhiaskan bulan sabit dan taburan ribuan bintang, mengantarkan beberapa warga yang datang memenuhi undangan keluarga Agam di Ale's Farm.
Setelah para warga dan pekerja sudah banyak yang datang, acarapun segera di mulai. Kata sambutan tuan rumah yang di sampaikan oleh bapak Agam sekaligus memperkenalkan diri kepada para hadirin, karena warga dan pekerja hanya tahu tentang madam Sandra saja.
Karena tiap datang ke desa itu bapak Agam menginap di vilanya dan tak pernah datang ke tempat usaha Alex tersebut, itupun sangat jarang, wajar saja para warga tidak tahu.
Tuan rumah menyampaikan bahwa mereka semua diminta hadir di kediaman mereka dikarenakan yang empunya rumah hendak punya hajat dan sangat ingin di adakan di rumah utama Ale's Farm.
"Mohon maaf sebelumnya kepada bapak-bapak, ibu-ibu, suadara dan saudari semua, bila saya datang-datang langsung merepotkan anda semua, ini semua karena keinginan istri saya yang anda semua sudah kenal yaitu madam Sandra untuk mengadakan resepsi pernikahan anak lelaki kami yang tentunya anda semua sudah sangat kenal, dia adalah Alex, pengelola sekaligus pemilik Ale's Farm yang sebenarnya." kata bapak Agam menuturkan maksudnya, dan perkataan terakhir bapak Agam membuat mereka saling pandang karena mereka tidak merasa kenal apalagi sangat kenal dengan yang namanya Alex.
"Oh maaf hadirin sekalian, mungkin anda semua kurang atau tidak faham dengan Alex, tapi kalau August mungkin anda semua sudah sangat kenal." kata bapak Agam sambil menepuk-nepuk punggung Alex yang duduk di sebelahnya, dan banyak warga dan terlebih para pekerja yang sangat terkejut bahwa Agus yang mereka kenal selama ini sebagai orang kepercayaan madam Sandra justru adalah pemilik sesungguhnya tempat mereka bekerja, kini bertambahlah salut dan bangga mereka dengan Agus, yang tak pernah memperlihatkan kekuasaan dan kekuatannya selama ini.
Dan juga mereka tidak ada yang tahu kecuali haris kalau Agus sudah menikah, dan mereka sudah menebak-nebak kalau dokter Kyra adalah istri dari atasannya tersebut, karena akhir-akhir ini Kyra setiap hari pulang dan pergi kerja dari tempat ini.
"Maaf bapak Agam, lalu apa yang bisa kami bantu kepada keluarga anda? Padahal kami hanyalah warga yang mungkin banyak minim pengalaman dan pengetahuan di banding anda." Pak Lurah mengajukan pertanyaan mewakili para warga dan yang hadir semua.
"Bapak jangan merendah seperti itu, saya pun sangat banyak kekurangan apalagi tentang kerukunan warga di desa ini yang masih sangat kental. Kami dari kedua pihak keluarga yang akan mempunyai hajat, meminta dengan sangat sumbangsih tenaga dan fikiran anda semua dalam pelaksanaan pesta nanti dari persiapan dan segala sesuatunya sesuai adat istiadat di desa ini yang tidak kami ketahui sama sekali.
Dan bila memang perlu ada tenaga profesional yang anda butuhkan, kami siap menghadirkan di sini." Kata bapak Agam mengutarakan keinginannya dengan kerendahan hati
Dan warga yang hadir pun menyetujui permintaan bapak Agam untuk membantu segala persiapan acara. Lalu mereka semua bermusyawarah menentukan pembagian tanggung jawab di bagian masing-masing.
__ADS_1
Pekerja yang ahli memasak pun di tanya apakah sanggup bila harus memasak dengan jumlah besar, karena bila tidak sanggup, pihak keluarga akan memakai jasa katering. Tapi ternyata mereka sanggup asal banyak juga yang membantu persiapannya, dan tentu saja tuan rumah sangat menyetujuinya.
Setelah pembahasan yang sangat panjang karena banyaknya persiapan yang harus di lakukan, pertemuan itu baru selesai hampir jam satu malam, dan sampai acara selesai mereka masih penasaran dengan siapa perempuan yang berhasil menaklukkan hati Alex, karena banyak warga yang mempunyai anak gadis berharap bisa menjadikan Alex sebagai menantu, tetapi ternyata harapan tinggal harapan.
*
*
Tiga minggu berlalu sejak acara petemuan pembentukan panitia persiapan pesta pernikahan Alex Kyra. Dan hari ini adalah puncak acara pesta resepsi pernikahan mewah yang baru pertama kali di laksanakan di kampung tersebut, karena akan ada banyak tamu undangan rekan bisnis dari kedua belah pihak pengantin.
Hari yang cerah, pemandangan yang indah, serta dekorasi yang mempesona semakin memperlengkap meriahnya acara tersebut.
Kyra dsn Alex segera menuju pelaminan karena para tamu sesi pertama yang dikhususkan bagi warga kampung dan sekitarnya telah banyak yang datang.
Setelah ada sambutan dari tuan rumah, dan do'a serta nasihat dari tetua desa dan juga pemuka agama, kini tamu yang hadir bisa memberikan selamat kepada sepasang pengantin, setelah itu mereka dipersilahkan untuk menikmati hidangaan yang tersedia, setelah itu mereka bisa langsung pulang.
"Dokter Kyra, kenapa anda mematahkan hati saya karena memilih menikah dengannya, bukan dengan saya yang dari awal anda datang saya sudah sangat menyukai anda?" Aryo mencurahkan isi hatinya saat ia memberikan selamat kepada sepasang pengantin yang sangat serasi tersebut.
"Mas Aryo kurang serius sih, makanya kalah sama mas Agus, lain kali kalau suka sama seseorang itu harus pakai jurus sat-set biar enggak kedahuluan orang lag." nasihat Kyra pada Aryo yang di balut dengan kelakar.
"Iya deh, besok-besok aku ikuti saran dokter." sahut Aryo lesu sambil melangkahkan kakinya dan melewati Alex begitu saja. Alex pun spontan menarik belakang baju Aryo.
__ADS_1
"Heh, Aryo!" seru Alex sambil menarik baju Aryo.
"Apa?" kata Aryo lesu sambil berbalik menghadap Alex.
"Belum kasih selamat ke aku. Sini salaman dulu sama suami dokter Kyra." Alex menekankan kata suami dokter Kyra untuk menggoda Aryo yang sedang patah hati.
"Enggak mau! Kamu sudah merebut dokter Kyra." kata Aryo seperti bocah ngambek.
"Enggak pantes kamu ngomong kaya bocah begitu, malu sama umur. Sudah sana makan dulu biar hati kamu cerah ceria lagi, sama curi-curi pandang siapa tahu ada cewek yang nyantel di hati kamu." Alex sengaja menggoda Aryo yang memang terkenal suka bercanda, tetapi untuk Kyra Alex tak pernah rela bila Aryo merayu-rayu atau diam-diam melihat Kyra asyik main bola dengan anak-anak.
"Aku maunya yang kaya dokter Kyra." sahut Aryo menanggapi saran Alex.
"Sudah enggak ada, stoknya cuma satu di dunia dan itu.sudah jadi punyaku, sudah sana kamu makan dulu!" akhirnya Alex mengusir Aryo dari hadapannya , Kyra yang menyaksikan interaksi keduanya hanya senyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya karena geli dengan interaksi kedua lelaki yang bertolak belakang sifat maupun kelakuannya.
Laras yang sudah tahu status pernikahan Kyra dan Alex dari awal dan merasa patah hati tidak datang menghadiri pesta tersebut. Laras pergi dari kampung tersebut. Selain karena patah hati tapi juga karena menghindari Alex dan Kyra yang sudah mengetahui kalau dia orang yang menginginkan Kyra celaka beberapa waktu yang lalu.
...***************...
...****************...
Happy reading pembaca semua, jangan lupa tinggalkan like dan comment kalian ya 🥰
__ADS_1