Dokter & Petani

Dokter & Petani
Leonard Jonathan


__ADS_3

Kini Kyra telah di pindahkan ke ruang perawatan untuk memulihkan kondisi badannya pasca persalinan, dan bayinya pun berada satu kamar dengan ibunya tidak di tempatkan di ruang khusus bayi.


Dan saat ini ruang rawat VVIP itu terasa penuh dengan kehadiran semua anggota keluarga dari Alex maupun Kyra, kini bayi mungil itu sedang berada dalam gendongan neneknya yaitu mom Sandra yang begitu bahagia karena telah mendapatkan cucu pertamanya, sedang mama Ratih duduk di sampingnya dengan pandangan tak teralihkan dari wajah rupawan cucu keduanya itu.


"Kenapa sekarang gak ada yang sayang sama Jes sih?!" celetuk suara anak kecil dengan pasang wajah yang di tekuk sambil memanyunkan bibirnya.


Sontak semua mata beralih kepada anak yang merajuk itu, siapa lagi kalau bukan Jesse, keponakan tersayangnya Kyra.


"Siapa bilang nggak ada yang sayang lagi sama kamu Jes sini kamu sama Aunty dulu biar nenek kamu sama kakek kamu menggendong adik kecil dulu." hibur Kyra kepada keponakannya tersebut.


"Jes kan emang nggak suka kalau oma mau peluk Jes, tapi kenapa sekarang Jes marah saat oma memeluk adik bayi?" goda mama Ratih kepada cucu pertamanya itu.


"Ya sudah sini sama Om ganteng aja kan biasanya Jes paling suka kalau sama Om ganteng ya kan?" kata Alex sembari menggendong keponakaannya tersebut.


Terlihat Jesse begitu gembira berada dalam pelukan Alex, sementara yang lain hanya tersenyum gemas melihat tingkah anak yang mulai memasuki usia enam tahun itu.


"Om, kalau adik bayi sudah besar kita bertiga main bola sama-sama ya om." ajak Jesse dengan antusias.


"Loh Jes, papa enggak di ajak?" protes Krisna pura-pura ngambek untuk menggoda anaknya itu.


"Enggak! Habis papanya Jesse sibuk terus!" ketus Jesse menanggapi perkataan papanya, membuat yang lain tertawa.


"Iya deh papa janji enggak sibuk-sibuk terus, bagaimana? Papa di ajak juga kan?" tanya Krisna dengan antusias.


"Iya di ajak tapi beneran janji enggak sibuk terus, jadi kita bisa main rame-rame, sama opa juga." kata Jesse yang sudah tidak ngambek lagi karena rasa cemburunya kepada adik sepupunya tersebut.


"Oh iya om, nama adik bayi siapa sih? Masa panggilnya adik bayi terus, enggak enak." protes Jesse setelah menanyakan nama adiknya itu dan lagi-lagi perkataannya mengundang tawa gemas dari semua orang dewasa yang ada di ruangan itu.


"Oh iya, sampai lupa tanya siapa nama cucu pertama grandma." kata mommy Sandra yang terlonjak seperti diingatkan.


"Namanya Leon, agar ia jadi lelaki kuat dan mengadi pemimpin yang sejati seperti singa." jawab Alex dengan menjelaskan nama yang ia sematkan untuk anaknya itu.


***

__ADS_1


HAPPY BIRTHDAY LEONARD JONATHAN AGAM ke 4. Itulah tulisan yang terpampang di belakang arena kecil tempat di adakannya pesta ulang tahun kecil-kecilan namun sangat meriah yang Kyra adakan di aula pemilahan hasil pertanian di Ale's Farm dan hanya mengundang teman sekolah Leon yang kini telah berusia empat tahun dan bersekolah di sebuah play group yang tidak begitu jauh dari rumahnya.


Di usianya yang baru masuk empat tahun, Leon tumbuh menjadi anak yang begitu cerdas untuk ukuran anak seusianya, dan ia juga begitu pemberani, Leon bagaikan bodyguard kedua Kyra saat mereka hanya pergi berduaan dalam kawalan Teguh yang tetap setia menjadi pengawal Kyra.


Kini Kyra telah kembali bekerja di sebuah rumah sakit kecil yang tidak seberapa jauh dari tempat tinggalnya di desa. Setelah usia Leon masuk dua tahun dan telah berhasil di sapih, Kyra membuka praktek dokter di rumahnya sendiri, tentunya atas persetujuan Alex.


Haris dan Sari juga telah menikah setelah tiga bulan Leon lahir, dan kini kedua orang sahabat Alex dan Kyra tersebut telah di karuniai seorang anak perempuan berusia dua tahun, dan Sari masih tetap bekerja di faskes desa tersebut.


Dan kini Dito yang telah berubah seratus delapan puluh derajat telah mendapatkan posisi strategis di perusahaan keluarga Agam, bahkan Alena yang dahulu begitu anti sama Dito kini tengah menjalin hubungan serius dan tentu saja kedua keluarga telah mengetahuinya.


"Aku hanya bisa mendukung apapun yang bisa membuat adikku bahagia, tetapi bila suatu saat aku mengetahui ada niat tersembunyi di pikiran kamu dan hanya menjadikan Alena sebagai pemulus rencanamu, aku habisi kamu!" ancam Alex saat pertama mendengar pengakuan hubungan serius adiknya dengan lelaki yang pernah menyakiti istrinya itu.


Tetapi Dito sudah benar-benar berubah, dan perasaannya terhadap Alena sungguh-sungguh dari hati dan sama sekali tak ada modus di dalamnya. Dan nenek Halimah kini telah meninggal saat usia Leon menginjak dua tahun.


"Pi, libur sekolah nanti Leo mau ke rumah oma opa ya?! Leo mau ajak kakak Jes main ke t******e di mall yang dekat kantor papi."pinta Leon pada Alex saat mereka akan berangkat tidur.


"Boleh, biar di antar om Teguh ya, papi mami mau ke sawah ikut panen padi." goda Alex membuat Leon spontan menyahut.


"Enggak boleh! Leo mau sama papi mami juga, masa tiap libur sekolah cuma di ajak main ke sawah terus, Leo ingin ganti suasana pi.." rengek Leo dengan perkataan seperti orang dewasa membuat kedua orang tuanya geli sendiri sekaligus gemas.


"Oke mami, mami memang paling baik deh, i love you mami." kata Leon sambil mencium pipi ibunya, tentu saja hal itu membuat Kyra terharu dan spontan memeluk anak tunggalnya itu.


"Love you too sayang..." balas Kyra sambil mencium pipi dan kening jagoannya tersebut.


"Enggak love papi nih?" tanya Alex pura-pura merajuk.


"tentunya Leo love papi juga, tapi enggak sebanyak buat mami." sahut Leon sambil mencium pipi ayahnya. Dan ketiganya pun berpelukan dan tak lama telah terlelap dalam gumulan satu selimut yang sama.


***


Akhir pekan pun tiba, kini Leon yang melepaskan diri dari gandengan opanya tampak berlari-lari kecil menuju pelataran mall yang akan mereka kunjungi.


Di ujung lapangan parkir dan masih agak jauh dari pintu masuk, perhatian Leon teralih pada sesosok tuna wisma yang duduk tertunduk menengadah tangan dengan begitu memilukan mata yang memandang.

__ADS_1


Leon merogoh saku celananya dan mengambil uang selembar lima puluh ribuan yang ia minta paksa dari papinya saat hendak berangkat tadi dengan alasan untuk membeli koin permainan.


"Tante, Leon punya sedikit uang, ini buat tante ya, nanti Leon minta papi lagi buat beli koinnya." kata Leon sambil memberikan uang kepada tuna wisma tersebut yang terlihat sangat gembira menerima uang yang baginya sangat banyak dari seorang anak kecil di hadapannya.


Dengan suara bergetar, wanita itu mengucapkan terima kasih sambil melihat kepada Leon.


"A-Alex...?" seru sang tuna wisma sambil memegang tangan Leon yang memberinya uang. Saat tangan keduanya bertemu, Leon spontan merasa kaget dan berteriak.


"Mamii...! Ajak Leo pergi! Ada tante jahat di sini mi..!" teriak Leon sambil berlari mencari keluarganya yang saat ini tengah berjalan ke arahnya.


"Leon! Ada apa nak?!" seru Kyra sambil memeluk anaknya yang terlihat ketakutan.


"Ada tante jahat mi, tante yang hendak memb***h kita dulu." kata Leon sambil memeluk Kyra erat dan menyembunyikan wajahnya ke badan sang mami.


Sementara orang-orang dewasa itu mala kebingungan dengan ucapan Leon yang masih terlihat ketakutan dan menunjuk ke arah di mana sang pengemis duduk dan meminta mereka mengusirnya.


Akhirnya mereka pun mendatangi tempat orang yang di maksud oleh Leon. Dan tentu saja mereka semua dibuat terkejut dengan apa yang Leon tunjukkan. Walaupun dengan separuh wajah yang sedikit rusak, tetapi Kyra dan Alex sangat tahu kalau wanita tuna wisma itu adalah Julia.


Ya saat itu Julia dibuat cacat oleh wanita kejam anak buah Jagat yang bernama Meri. Kakinya di buat pincang dan wajahnya dibuat rusak separuh. Dengan tertatih Julia meninggalkan keluarga bahagia yang pernah diganggunya itu.


Melihat itu Kyra begitu kasihan dengan kondisi Julia, tetapi ia tak bisa berbuat apa-apa karena Leon begitu ketakutan.


"Mas, beri dia beberapa uang, biarpun dia pernah jahat ke kita tetapi aku tidak tega melihat kondisinya saat ini." pinta Kyra sambil memeluk Leon guna menenangkannya.


"Mami! Kita enggak boleh ada urusan lagi sama tante itu, dia sudah jahat ke kita, dia tidak akan pernah baik sama kita mami. Papi boleh bantu dia sekarang, tetapi itu yang pertama dan terakhir, Leo enggak mau dia membuat keluarga kita celaka lagi!" seru Leon yang bercerita sesuatu yang dialami ibunya saat ia masih berusia sebulan dalam kandungan.


"Lebih baik kita tidak usah membantunya, kita turuti saja perkataan Leon, sepertinya anak kalian mempunyai kelebihan khusus, syukuri itu dan jaga dengan hati-hati sebelum dia dewasa." saran papa Hadi yang tentu saja membuat Alex dan Kyra seolah tak percaya, tetapi itulah nyatanya kalau anak mereka mempunyai suatu kelebihan mata batin yang membuatnya menjadi anak yang istinewa.


Dan selanjutnya mereka pun hidup berbahagia dan tak ada lagi pengganggu yang berani mengancam kebahagiaan mereka.


TAMAT


...****************...

__ADS_1


Terima kasih buat pembaca setia yang terus menunggu cerita ini up, terima kasih dukungannya, semoga ke depannya author yang masih harus banyak belajar ini bisa menulis cerita lagi yang akan banyak di gemari pembaca.


__ADS_2