Dokter & Petani

Dokter & Petani
Percakapan Daddy dan Anak


__ADS_3

Alex dan Alena sampai di depan ruang kerja daddynya, pintu ruangan terbuka karena seorang cleaning service sedang membersihkan ruangan tersebut, menandakan sang pemilik ruangan belum berada di dalamnya,


Alex mengetuk pintu sebelum memasuki.ruangan itu, dan petugas kebersihan itu mengangguk hormat pada keduanya, dia tahu Alex dan Alena anak dari bosnya karena ia sudah bekerja sejak Alex masih aktif di kantor dan kemudian menghilang dan kini telah kembali lagi.


"Selamat pagi pak Alex dan nona Alena!" sapa petugas kebersihan itu.


"Selamat pagi pak!" jawab keduanya dengan sopan.


"Daddy kami belum datang ya pak?" tanya Alex pada petugas itu.


"Belum pak Alex, sebentar lagi biasanya bapak Agam datang setelah saya selesai membersihkan ruangan beliau ini." jawab petugas kebersihan sambil melakuka pekerjaannya agar segera selesai karena cuma tinggal sedikit lagi. Dan tak berapa lama pekerjaan dia selesai di rungan tersebut.


Petugas kebersihan itu kembali menyalakan mesin suhu ruangan dan menutup pintu ruangan kembali, setelah itu ia berpamitan untuk mengerjakan pekerjaan lainnya.


Setelah petugas kebersihan itu pergi tak lama pintu ruangan kembali terbuka dan tampak seseorang yang ditunggu oleh kedua kakak beradik itu muncul.


"Hai, selamat pagi kalian!" sapa daddy Abimanyu agak terkejut melihat kedua anaknya telah menunggu di sofa ruangannya.


"Selamat pagi dad!" jawab Alex dan Alena bersamaan.


"Sudah lamakah?" tanya sang daddy sambil mendekat ke arah keduanya lalu disambut jabat dan cium tangan dari kedua anaknya.


"Belum lama dad." jawab Alena sambil memeluk daddy tercintanya lalu berkata "Ale kangen daddy."


"Enggak usah lebay deh Al!" seru kakaknya.


"Aku enggak lebay ya kak, sudah seminggu enggak lihat daddy karena harus selalu bagi waktu seminggu di kota seminggu di desa kita ini masih satu keluarga utuh tapi perasaan beberapa tahun ini kaya keluarga broken home." Alena mengungkapkan uneg-unegnya.


"Ya kamu juga tahu siapa penyebabnya Al." sahut Alex.


"Son..." tegur daddynya dan Alex hanya pura-pura tak melihat.


"Besok kalau daddy sudah menyerahkan semua urusan kantor ini pada kalian baru kita akan kembali seperti dulu." jelas daddy.


"Kemarin-kemarin bukannya daddy ingin seperti ini, tapi daddy hanya membiarkan kakak kamu berekspresi, dan mommy kalian tidak ingin melepaskan anak lelakinya begitu saja, jadi dia tetap ingin selalu ada di dekat Alex walau tidak dalam satu rumah karena keinginan anak lelaki tercintanya ini." lanjut daddy menjelaskan apa yang terjadi.


"Tapi sekarang daddy sangat bersyukur karena kegigihannya bertahan di tempat tenang itu anak lelaki daddy telah menemukan pawangnya dan bisa memaafkan daddy kembali." kata daddy sambil menepuk nepuk pundak anak lelakinya dan di sambut tawa dari Alena sementara Alex hanya melengos malas.


"Dad, dapat rekomen dari siapa saat memutuskan mengangkat manajer lapangan kita saat ini?" tanya Alex

__ADS_1


"Dia dulu bekerja di kantor cabang kita, pimpinan di sana yang merekomendasikan saat di pusat mengumumkan akan memilih manager lapangan baru karena manajer sebelumnya telah habis masa kerjanya dan pensiun." jelas daddy.


"Ada apa memangnya?" tanya daddy setelah menjelaskan mengenai Dito.


"Aku berharap aku bisa menggantinya dengan orang lain." kata Alex penuh harap.


"Kenapa kamu ingin menggantinya son? Kinerja dia bagus." kata daddy.


"Tapi attitude dia yang tak bagus" sahut Alena


"Ada banyak yang lebih bagus dari dia." kata Alex bersamaan dengan Alena.


"Maksud kamu Al?" tanya daddy tak mengerti.


"Lain waktu daddy mesti tahu." jawab Alena.


"Aku hanya kasihan, bagaimana kalau dia sampai merasakan malu yang tak terkira." kata Alex menyahuti ucapan adiknya.


"Apa masih punya malu sih kak orang seperti dia itu?" tanya Alena dengan perasaan gelinya.


"Mudah-mudahan masih Al, siapa tahu kelak bisa jadi efek jera bagi dia." jawan Alex.


"Tentang manajer lapangan kita." sahut Alena, sedikit banyak dia telah tahu mengenai manajer lapangan mereka yang tadi pagi telah melakukan pembulian terhadap Alex karena Alex telah bercerita saat Alena bertanya-tanya kenapa kakaknya hanya diam saja diperlakukan seperti tadi hanya karena masalah sepele. Jadi saat perjalanan menuju ruangan daddynya dan saat menunggu daddynya datang Alex bercerita secara garis besar siapa orang yang menindasnya tadi.


Tetapi Alex belum bercerita kalau Dito adalah mantan kekasih Kyra.


"Kenapa dengan dia?" tanya daddy begitu penasaran.


"Tidak seru menceritakan keburukan orang tanpa tahu langsung saat dia melakukan hal buruk itu, takutnya di bilang fitnah." jawab Alex.


"Sudahlah, kalian buat lelaki tua ini makin bingung!" kata daddy sambil berjalan menuju mejanya.


"Hey! Daddy is not old, bagi Ale daddy masih tetap muda dan handsome, kecuali kalau sudah jadi grandpa, baru tua." Ralat Alena dengan gaya manjanya.


"Makanya cepat kasih daddy sama mommy cucu" sahut Alex cuek.


"Kakak! Harusnya kata itu buat kakak sendiri bukan buat aku!" seru Alena sambil membelalakkan matanya protes.


"Aku masih ingin berpacaran sama Kyra." jawab Alex yang tentu saja santai.

__ADS_1


"Egois banget sih kak?!" seru Alena


"Ya sedikasihnya saja lah Al, aku enggak mau ngoyo, yang ada aku malah terlalu menuntut Tuhan nanti." jawab Alex masuk akal.


"Iya sih." sahut Alena.


"Sudah selesai belum?" tanya daddy tegas lalu kedua kakak beradik itu memalingkan wajahnya mengjadap kepada daddy mereka.


"Kalau kalian sudah selesa dengan candaan kalian sekarang waktunya daddy bicara serius, mengenai masa depan kantor ini." kata daddy Abimayu menatap serius kepada kedua anaknya.


"Siap dad!" sahut Alex dan Alena bersamaan. Mendengar x,jawaban kompak kedua anaknya, daddy berjalan kembali menuju sofa dimana kedua anaknya saat ini tengah duduk.


Lalu daddy mulai berbicara serius dan diperhatikan dengan serius pula oleh kedua anaknya, mereka membicarakan tentang masa depan perusahaan mereka yang mau tidak mau harus mulai mereka handel dengan pantauan daddynya. Karena cepat atau lambat daddy harus istirahat karena usia yang tak lagi muda dan sudah waktunya menepi dari hingar bingarnya dunia bisnis.


"Alex siap menerima tugas yang daddy berikan, dan akan melakukan bimbingan terhadap Alena agar ia lebih paham mengenai dunia kerja kita." kata Alex setelah daddynya selesai dengan semua rencananya.


"Kamu memang sangat bisa daddy andalkan son, juga kamu Ale, kamu tentu akan jadi bisnis woman hebat dalam bimbingan langsung kakak kamu." kata daddy Abimanyu begitu bangga dengan kedua anaknya.


"Semoga segalnya diberi kemudahan dad, walau sebenarnya aku ingin seperti mommy saja." Alena menanggapi pujian daddynya.


"Kamu bisa seperti mommy kalau kamu sudah menikah dan punya anak kelak, karena dulu mommy kalian juga pekerja kantoran juga." jelas daddy.


"Makanya cepat carikan jodoh saja dad supaya dia bisa segera merealisasikan obsesinya." kata Alex menggoda adiknya.


"Kakak!" seru Alena tidak terima.


"Kenapa? Kakak yang lelaki saja daddy sibuk mencarikan jodoh buat aku, apalagi kamu, mulai siap-siap saja kau Al!" goda Alex yang membuat Alena semakin cemberut.


"Sudah, daddy ikut saja bagaimana mau Alena, tetapi kalau diluar kriteria mommy daddy, kamu harus terima dijodohkan dengan pilihan mommy daddy." jelas sang daddy.


"Iyaa, aku setuju kalau begitu." pasrah Alena akhirnya.


Lalu mereka pun melanjutkan pembicaraan mereka mengenai semua hal tentang kantor, cara kerja juga banyak hal lainnya.


...****************...


Selamat membaca semua 🥰


Othor sebenarnya lagi gak mau ngetik tapi mau bagaimana lagi, yahh walaupun gak enak badan ttp aku usahakan ngetik dan hasilnya seperti itulah.

__ADS_1


__ADS_2