
Alex menyadari pesan yang di sampaikan daddynya, akan tetapi ia tetap pergi dari rumah utama serta mengundurkan diri dari kantor daddynya karena ia tak mau di jodohkan dengan anak rekan bisnis daddynya.
Alex masih berusaha mempertahankan hubungannya dengan Julia, walau untuk saat ini Julia masih mau bertahan atau tidak setelah mengetahui kalau Alex memilih menepi ke lereng pegunungan dan memilih menjadi petani.
Alex mengemudikan mobilnya menuju sebuah desa di lereng pegunungan di mana mommy Sandra mempunyai tanah yang begitu luas kurang lebih satu hektare tanah sawah dan perkebunan di sana yang saat ini dia sewakan kepada petani di desa tersebut untuk dimanfaatkan.
Tetapi ada juga tanah yang tidak di sewakan karena di lahan perkebunan itu berdiri sebuah rumah milik pemilik kebun yang lama sebelum berpindah tangan kepada madam Sandra.
Rumah itu sengaja tidak di bongkar karena bila suatu saat keluarga Agam ingin berlibur ke desa tersebut tidak perlu mencari penginapan.
Dan rumah itu tidak di kosongkan begitu saja karena madam Sandra membayar orang untuk membersihkannya dan di minta untuk menjaganya setiap malam agar tidak menjadi rumah kosong.
Setelah hampir dua jam perjalanan, akhirnya Alex yang diantar oleh madam Sandra sampai di tempat tujuan, di sebuah rumah yang terbilang sedikit mewah di bandingkan rumah penduduk yang lain yang berdiri di tanah pekarangan yang agak jauh dari kampung yang berada di tengah bulak penghubung antara kampung satu dengan lainnya.
Karena jarak kampung yang akan di tempati Alex dengan kampung sebelah cukup jauh jaraknya.
"Selamat datang di tempat tinggal kamu yang baru son, mulai hari ini kamu akan tinggal di sini." kata mommy Sandra kepada Alex.
"Kenapa tidak ada tetangga satu pun mom? Apa tidak salah dulu mommy membangun rumah di tempat yang jauh dari penduduk kampung?" tanya Alex penuh heran.
"Rumah ini bukan mommy yang membangun, tetapi pemilik tanah yang lama, dulu rumah ini di bangun memang bukan untuk tempat tinggal, tetapi khusus untuk berlibur saja." cerita mommy Sandra yang di angguki Alex tanda mengerti.
"Lalu kebun yang penuh pepohonan dibelakang itu apa termasuk tanah milik mommy?" tanya Alex sambil memperhatikan kebun di belakang rumah yang di tumbuhi pepohonan yang sudah lumayan besar-besar.
"Iya, pohon-pohon sengon itu saat mommy membeli lahan ini masih kecil-kecil, sekarang sudah bisa untuk di tebang dan kamu kamu bisa memanfaatkan tanah di belakang rumah itu untuk memulai keinginanmu untuk berkebun.
__ADS_1
Dan untuk sawah yang masih dalam waktu sewa kita bisa membicarakannya dengan para penyewa itu. Tapi untuk sawah yang ada di belakang kebun itu, mommy tidak menyewakannya, mommy cuma memasrahkan pada penjaga rumah ini supaya dia tambah pemasukan. Kamu bisa mempekerjakan dia nantinya untuk membantu kamu merintis usaha kamu di sini." begitu detail mommy Sandra menjelaskan tempat itu kepada Alex.
Begitu antusiasnya anak dan ibu itu menjelaskan dan ingin tahu tentang aset tanah yang dimiliki sehingga mereka tidak terasa sudah berdiri agak lama di halaman rumah itu hingga ada seseorang yang datang menghampiri mereka.
"Madam Sandra? Selamat siang madam, kapan anda datang?" tanya seseorang yang baru datang itu sambil berjalan mendekat ke tempat mommy Sandra dan Alex berdiri, lalu menyalami keduanya.
"Selamat siang pak Atmo, saya sudah agak tadi sampai di sini, tetapi karena masih menikmati sejuknya udara pegunungan ini sampai belum masuk ke rumah." jawab mommy Sandra dengan logat khasnya.
"Kalau begitu mari istirahat dulu madam, saya bukakan dulu pintunya." kata pak Atmo sambil mengambil seuntai kunci dari saku celananya untuk membuka kunci pagar rumah itu dan mendorong gerbangnya lebar-lebar agar mobil madam Sandra bisa masuk ke halaman.
Alex memasukkan mobilnya ke halaman rumah itu, dan pak Atmo penjaga yang di percaya oleh mommynya itu segera masuk ke dalam rumah, dan tak lama telah keluar dengan membawa dua gelas minuman hangat kepada pemilik tempat itu.
"Silahkan minum dulu madam, mas. Mumpung masih agak panas biar badan lebih hangat." kata pak Atmo sambil meletakkan nampan yang dibawanya.
"Enggak repot. Sudah ada kok. Sudah lama sekali madam tidak berkunjung kemari, kenapa tadi tidak memberi tahu kalau mau datang, kan anda tidak harus berdiri terlalu lama di pinggir jalan seperti tadi madam?" tanya pak Atmo.
"Biar kejutan buat pak Atmo." jawab madam Sandra dengan sedikit bercanda.
"Bisa saja madam ini." sahut pak Atmo tersenyu memperlihatkan giginya yang sudah tidak lagi lengkap.
"Pak, maaf sebelumnya bila saya datang ke sini dengan tiba-tiba. Tapi bisakah bapak mengumpulkan orang-orang yang menyewa sawah milik saya nanti sore? Ada yang ingin saya bicarakan dengan mereka. Kalau mereka berkenan di rumah ini saja berkumpulnya atau kalau tidak di rumah bapak saja." pinta madam Sandra kepada pak Atmo dan diiyakan oleh lelaki berumur hampir enam puluh tahun tersebut.
Dan pak Atmo pun berpamitan untuk memberitahukan orang-orang yang madam Sandra maksud setelah mempersilahkan madam Sandra dan Alex untuk beristirahat.
pak Atmo tidak mengetahui kalau Alex adalah anak dari madam Sandra, karena tiap madam Sandra datang ke desa itu hanya berdua dengan bapak Agam dan drivernya, itupun hanya seperlunya saja.
__ADS_1
"Mom, tolong nanti katakan pada orang-orang kalau aku orang kepercayaan mommy yang akan mengelola lahan milik mommy atas perintah mommy. Dan kalau mereka berkenan mereka boleh menjadi pekerjanya." pesan Alex kepada mommynya.
"Iya, apapun yang kamu mau, mommy akan membantu kamu untuk memulai usaha yang terbilang baru buat kamu ini." kata mommy Sandra dengan penuh haru akan semangat yang dimiliki Alex.
"Mom, nanti bila orang-orang tanya siapa.aku, bilang saja aku Agus orang kepercayaan mommy." pesan Alex lagi.
"As you wish son." sahut mommy sambil mengacungkan jempol tangannya.
Sore hari yang sudah di sepakati, para petani yang menyewa sawah milik madam Sandra berkumpul di rumah bapak Atmo, dan madam Sandra meminta maaf kepada para petani itu kalau dia akan meminta sawahnya kembali untuk di kelola sendiri dengan inovasi pertanian modern.
Dan madam Sandra akan mengganti uang sewa lahan kepada mereka yang belum habis masa sewanya, mereka pun menuetujuinya, dan kalau mereka berkenan, mereka bisa menjadi pekerja di bawah pengawasan Agus.
Dan mereka pun ternyata mau menerima tawaran sebagai pekerja di bawah pengawasan Agus, karena sebagian besar dari mereka hanyalah buruh tani dan tidak memiliki sawah sendiri.
Dan madam Sandra sebagai orang tua Agus membebaskan sewa lahan selama satu tahun, dan memberikan modal usaha sebagai bentuk simpatinya karena Alex mau berusaha sendiri dengan niat awal benar-benar akan memulai usaha dengan uang dia sendiri.
Dan bantuan dari mommynya itu tadinya hendak di tolak Alex, tetapi akhirnya terpakda di terima juga dengan ancaman dari sang mommy bila tak mau menerima.
Dan sekarang Alex mengucapkan selamat datang dengan usaha baru yang dirintisnya sendiri dan dengan bidang yang sangat baru baginya, semua hanya di dasari dengan niat dan keinginannya yang kuat dan berharap akan ada kemajuan dan hasil pesat dengan cepat.
...****************...
Selamat datang di dunia usahamu yang baru mas Agus
Terima kasih sudah membaca 🥰
__ADS_1