Dokter & Petani

Dokter & Petani
Cerita Alena tentang Dito


__ADS_3

Waktu berjalan, kini Alex telah bekerja sendiri bukan di bawah daddynya lagi, karena kini daddy Abimanyu telah menjalani hari tuanya di desa yang tenang bersama mommy Sandra, mengisi kegiiatan hariannya di Ale's Farm begitu menyenangkan bagi kedua orang tua Alex tersebut.


Daddy Abimanyu merangkap sebagai penasehat Alex saat anaknya butuh masukan ketika ia mempunyai ide-ide untuk kemajuan perusahaan.


Sementara Kyra masih tetap aktif sebagai dokter di faskes di mana ia di tugaskan. Tetapi Alex lebih sering pulang ke kampung daripada di rumahnya yang ada di kota, kecuali bila pekerjaan dia mengharuskannya pulang sampai larut baru ia menginap di rumahnya yang di kota.


Sementara Alena, ia lebih suka tinggal di kota dengan alasan perjalanan pulang pergi kantor tidak begitu jauh. Tentu itu tidak masalah bagi Alena, karena Alena masih lajang, beda cerita dengan Alex, padahal Kyra tidak memaksa suamimya harus pulang ke kampung tiap hari, karena Kyra tidak mau Alex merasa capek di perjalanan, tetapi karena Alex maunya begitu, Kyra hanya mengikuti apa yang suaminya mau dan itupun membuatnya sangat bersyukur karena suaminya rela pulang pergi agak jauh demi dirinya.


Alena berjalan menuju kantin ketika waktu istirahat tiba, siang ini ia ingin makan di kantin bersama staf divisi keuangan yang lain.


"Tumben makan di kantin Al?" tanya seniornya yang digelayuti oleh Alena.


"Iya mbak, kayanya lebih seru makan bareng-bareng di kantin daripada sendirian di ruangan.


"Kemana saja kamu?" tanya senior Alena yang bernama Susan itu meledek Alena.


"Di ruang divisi keuangan." jawab Alena polos.


"Iya sih, pake di tanya." celetuk Susan memancing tawa Alena dan beberapa teman yang berjalan bersama mereka.


Alena memilih beberapa macam makanan, sebagian akan di bawanya ke kantor untuk cemilan saat senggang.


"Kalap banget jajannya bu Ale." celetuk staf yang lain.


"Maklum baru pertama lihat kantin, jadi biarkan saja mau di borong sama tempat-tempatnya juga biarin saja." Susan yang menanggapi perkataan staf yang lain sambil mengejek Alena.

__ADS_1


"Sayangnya tempatnya gak boleh aku bawa, katanya ibu kantin sedang malas ke toko perabot." kata Alena tak mau kalah memhbuat mereka yang makan satu meja dengannya tak kuasa menahan senyum dan tawa mereka.


"Selamat siang ibu Alena, tumben saya lihat anda makan di kantin." sapa suara lelaki yang pernah Alena dengar, lalu ditengoknya lelaki yang menyapanya tersebut. Dialah Dito.


"Eh! Bapak manajer lapangan, iya nih pak. Maaf saya kembali kantor dulu pak, selamat menikmati makan siangnya." Alena segera pergi dari mejanya tak lupa membawa beberapa kantong makanan yang sudah di belinya tadi. Kawan-kawannya tak habis pikir kenapa Alena pergi begitu saja padahal makanannya masih belum habis di makannya. Mereka pun segera menghabiskan makanan yang tinggal sedikit, setelah itu bergegas mengejar Alena menuju kantor.


Dito sebenarnya kecewa Alena tidak menghiraukannya. Itu karena Alena telah diberi pesan oleh kakaknya kalau Dito berusaha mendekatinya jangan diberi ruang, karena Alex khawatir lama-lama Alena akan masuk dalam jerat rayu Dito. Karena Alex sudah terlanjur tidak suka dengan sikap Dito.


Dito baik kepada Alex hanya karena ada maunya, karena jabatan Alex yang sekarang bukan dari lubuk hatinya, karena karakter dan sifat Dito susah untuk berubah hanya dalam sekejap mata.


"Makanan belum habis kok buru-buru balik ruangan sih Al?" tanya Susan kepada Alena saat sampai di ruang kerjanya dan di dapatinya Alena tengah menikmati makanan yang dibawanya dari kantin.


"Males ada pak Dito, pembenci nomor satu kakakku dan kini sedang cari muka kepadaku." jujur Alena menjawab pertanyaan rekan kerjanya itu.


"Uupss..!" Spontan Alena menutup mulutnya karena keceplosan membicarakan Dito juga kakaknya.


"Ceritalah Al! Jangan buat aku mati penasaran." pinta Susan dengan wajah penuh rasa ingin tahu.


"Bukan apa-apa mbak, sungguh!" Alena masih mengelak.


"Jangan bohong. Aku tidak akan bercerita kepada siapapun, toh hanya aku yang dengar celetukan kamu tadi." Susan masih mengenar Alena untuk bercerita.


"Sebenarnya untuk aku dan kakakku sih tidak masalah kalau mau aku ceritakan. Tetapi aku enggak enak kalau mau ngomongin pak Dito, takut menggiring opini yang tidak baik tentang dia, aku takut menjatuhkan nama baiknya." jelas Alena kenapa dia tidak mau bercerita terus terang.


Betapa baiknya Alena, bahkan dengan orang yang pernah menghina kakaknya dia masih memikirkan nama baik orang yang pernah jahat tersebut.

__ADS_1


"Aku bukan tipe ember kali Al." desak Susan kepada Alena. Selama Alena belum bicara terus terang, pantang bagi Susan untuk mundur. (He...he...he...)


"Baiklah tapi janji mbak gak akan cerita ke siapapun!" harap Alena.


"Oke, aku janji." sahut Susan sambil mengangkat dua jarinya.


Kemudian Alena bercerita tentang masa lalu Alex yang lebih memilih hidup di desa dan menjadi petani dan akhirnya bertemu Kyra, dokter muda yang ditugaskan di faskes tempat Alex tinggal, yang ternyata telah punya kekasih dan dialah Dito.


Tetapi sebenarnya Kyra yang sudah mulai luntur perasaannya karena sikap Dito sendir yang sangat banyak berubah, hingga akhirnya Dito ketahuan oleh mata kepala Kyra sendiri sedang bermesraan dengan perempuan lain yang tak lain teman Kyra yang sangat dikenalnya saat mereka berada dalam fase break untuk saling berinstropeki. Tapi nyatanya Dito melakukan hal yang tak termaafkan, dan perasaan Kyra yang ternyata telah terkikis buat Dito dan ternyata diam-diam telah berganti nama pengisi hati dan perasaannya.


Dan kehadiran Alex di saat Kyra sedang terpuruk bagai oase di padang pasir bagi Kyra, karena ternyata tanpa disadarinya, Alex yang melakukan pendekatan dari yang halus sampai tak tahu malu pernah dilakukan semua, dan nyatanya itu berhasil merebut perhatian bahkan perasaan Kyra teralih padanya.


Dito yang sejak awal melihat Alex tidak suka dan menghinanya sebagai kuli dan juga menamainya manusia sawah karena telah berhasil merebut hati Kyra dan berusaha untuk merebutnya kembali hanya karena Kyra yang sangat mudah dimanfaatkan dan di bodohi, tapi berkat Alex Kyra berubah menjadi orang yang lebih pintar melihat maksud da tujuan orang yang mendekatinya.


Dan Dito yang sempat berburuk sangka kepada Kyra, Alex bahkan bapak Agam ayahnya yang notabene bosnya Dito, membuat Alex selalu mewantinya agar jangan sampai termakan rayuan Dito, karena itu hanyalah otak liciknya untuk mengelabuhi gadis-gadis untuk di manfaatkan.


"Nah, kurang lebih begitu ceritanya mbak." Alena mengakhiri ceritanya dan tentu saja itu membuat Susan berdecak tidak percaya, dan ia pun bertekad akan ikut membantu menjaga Alena agar jangan sampai didekati oleh lelaki macam Dito.


...****************...


Selamat membaca pembacaku yang tercinta, semoga tidak jenuh dengan lanjutan ceritaku ya..


Ditunggu selalu like, komen dan giftnya. 😊


Terima kasih 🥰

__ADS_1


__ADS_2