Dokter & Petani

Dokter & Petani
Kenyataan Tak Terduga Bagi Dito


__ADS_3

Kini semua yang hadir sedang menikmati jamuan yang di sediakan oleh empunya acara. Dito yang tidak sengaja mendengar obrolan staf yang menurut perkiraannya sudah senior sedang membicarakan kebaikan-kebaikan bapak Agam kepada pegawainya yang akan menurun kepada Alex, karena Alex merupakan tipe orang rendah hati dan selalu baik kepada orang lain, asal dia tidak dijahati terlebih dahulu. Sama seperti bapak Agam.


"Ehm, maaf pak, bu kalau saya mengganggu pembicaraan anda sekalian tetapi saya hanya ingin tahu jawaban tentang rasa penasaran saya." Dito mendekati dan menyela dua orang pegawai senior teesebut.


"Penasaran kenapa pak?" tanya staf tersebut yang mengetahui kalau Dito adalah salah satu manajer di perusahaan tersebut.


"Sepertinya anda sangat mengenal bapak Alex, maaf bukan saya menutup mata tentang keberadaannya tetapi saya memang kurang paham tentang beliau." kata Dito ingin tahu tentang Alex sebenarnya.


"Wajar saja pak Dito, anda sebelumnya bekerja di kantor cabang yang di daerah lain, jadi tidak paham dengan pak Alex. Pak Alex dulu sempat aktif di perusahaan ini, mungkin sekitar dua tahunan, tapi beliau mengundurkan diri karena ingin mencoba pekerjaan di bidang yang baru, setelah hampir enam tahun tak ada kabar, kini beliau datang kembali sebagai pengganti ayahnya. Padahal bapak Agam masih sangat produktif dengan pemikiran-pemikiran jitunya, tentu akan menjadi kolaborasi yang sangat luar biasa bila bapak Agam belum ingin pensiun, tapi mau bagaimana lagi, itu sudah jadi keputusan beliau, toh bapak Alex masih bisa selalu berkonsultasi dengan ayahnya saya pikir begitu." jelas sang senior begitu rinci kepada Dito.


"Lalu kapan bapak Alex menikah pak?" tanya Dito lagi yang masih belum percaya kenyataan yang tidak sesuai pikirannya.


"Apa anda tidak menerima undangan pesta pernikahan beliau pak? Padahal semua staf dan karyawan dapat semua lho pak." staf senior itu merasa heran dengan ketidak tahuan Dito mengenai pernilahan Alex.


"Saya menerimanya pak, tetapi karena kesibukan saya, saya malah lupa menaruhnya di mana, jadi saya belum sempat membacanya, dan saat hari pesta pernikahan bapak Alex saya tidak bisa hadir karena kebetulan ada saudara saya yang punya hajat juga di waktu yang sama." bohong Dito untuk menutupi ketidak tahuannya.


Bukannya Dito kehilangan surat undangan itu, tetapi ia memang tidak ingin membacanya dan diam-diam membuangnya, pun yang ia dapat dari Kyra. Karena saat ia menerima undangan itu ia merasa muak dengan Kyra yang dianggapnya lebih memilih menjadi istri kedua dari lelaki tua yang banyak duitnya dari pada menerima ajakan Dito untuk memperbaiki dan menjalin hubungan asmara mereka kembali.


"Ooh, begitu ya pak, anda memang sangat totalitas berdedikasi untuk pekerjaan anda pak, pantas saja anda masih muda tapi sudah bisa menduduki posisi manajer di kantor pusat ini." puji sang staf itu membuat Dito merasa besar kepala.


"Ahh, bisa saja bapak ini." kata Dito dengan rasa bangganya.

__ADS_1


"Memang benar kenyataannya kok pak." sang staf masih membuat Dito semakin berbangga diri.


"Maaf pak, jadi kapan ya pak Alex itu menikah?" tanya Dito kembali ke topik pembicaraan.


"Mereka menikah sekitar empat bulan yang lalu, dan seminggu kemarin adalah pesta pernikahan mereka, dengar-dengar sih tadinya mereka terpaksa menikah karena di jodohkan, makanya mereka menunda pesta resepsinya." jelas sang staf yang tentu saja membuat Dito terkejut tetapi ia berhasil menguasai diri, jadi gelagatnya tidak sempat terbaca oleh staf tersebut.


"Ooh, begitu ya pak, betapa tidak perhatiannya saya terhadap atasan saya hanya karena fokus kerja dan kerja." Dito pura-pura menyesali ketidak tahuannya, hanya untuk menutupi kalau-kalau staf tersebut menganggap Dito tidak perhatian dengan atasannya sendiri.


"Tidak apa sih pak, atasan pasti sangat bangga dengan orang yang sangat berdedikasi seperti anda." kata staf tersebut membesarkan hati Dito.


"Ahh, bapak terlalu memuji saya. Kalau begitu silahakan dilanjut menikmati jamuannya pak, terima kasih untuk semua informasi yang anda berikan. Maaf bila saya telah mengganggu waktu bapak." kata Dito mohon diri dengan sikap yang sopan.


"Kenapa aku begitu bodoh seperti ini sih? Bisa-bisanya aku menuduh Kyra seperti itu hanya karena sakit hatiku, dan manusia sawah itu? Apa benar dia orang yang sama dengan pimpinan baru itu? Aah!! mau di taruh di mana mukaku ini?!" Dito berbicara sendiri di tempat yang menurutnya sepi.


Ia sedang menyesali ketidak tahuannya, atau keegoisannya atau kebodohannya?


"Itulah kenapa pentingnya kita harus belajar rendah hati sedini mungkin bapak manajer Ardito yang terhormat, maaf jika saya menyela bicara anda, tetapi kebetulan saya mendengarnya." Dito dikejutkan dengan datangnya Alex ke tempat ia duduk dan menyesali semua pemikirannya. Entah menyesali entah ketakutan karena selama ini meremehkan orang yang salah.


Alex yang ingin istirahat sebentar karena merasa sedikit lelah menerima tamu yang memberinya selamat berpamitan dengan alasan ke toilet, tetapi ia menyepi sementara di belakang gedung yang berdekatan dengan toilet, begitupun Dito, tetapi mereka berbeda sisi hanya terpaut sudut bangunan, untuk itulah kenapa Alex bisa mendengar keluhan Dito tentang kecerobohan dan sikap berlebihannya selama ini kepada Alex.


"Ah! Bapak Alex?!" Dito begitu terkejut dengan orang yang menimpali gumamannya yang ternyata atasannya yang baru yang selama ini selalu dihinanya.

__ADS_1


"Selamat siang bapak Alex, selamat atas diangkatnya anda menjadi direktur utama di perusahaan ini." sambung Dito memberi selamat kepada Alex yang muncul tiba-tiba untuk menutupi rasa gugupnya dan ia merasa jengah sendiri di situasi saat ini.


"Tidak perlu sungkan bapak Ardito, saya masih orang yang sama yang anda temui setiap saat dan anda temui beberapa waktu yang lalu di kampung lereng gunung. Saran saya pak, jangan suka menyendiri agar anda selalu tahu segala hal tentang luasnya dunia dan segala ceritanya, sayang sekali otak cerdas anda tapi kalau hanya anda ajak bersembunyi di balik tempurung." ucapan Alex serasa sebuah tamparan bagi Dito yang selalu picik memandang kondisi Alex selama ini.


"Mari pak Dito kita bergabung lagi dengan yang lain, agar kita bisa tahu kalau dunia itu penuh warna dan bukan hanya hitam dan putih saja." Alex menepuk-nepuk pundak Dito dan segera masuk ke tempat pertemuan lagi, dan lagi-lagi Dito merasa tercubit dengan kata-kata Alex.


Dari dasar hati yang paling dalam, Dito sangat malu dan sungkan terhadap Alex dan Kyra. Sungguh situasi yang tak pernah terpikirkan dalam logikanya. Karena kesombongan telah menutup hati dan pikirannya.


Selama ini dia selalu merasa di atas segalanya dari Akex hanya karena Alex seorang pekerja pertanian dan dia seorang manajer, hingga Dito mengatakan Kyra telah salah memilih batu daripada berlian.


Padahal justru dialah batu itu dan Alex si petani yang selalu diremehkannya adalah bagai sebongkah berlian yang Kyra temukan dan berhasil di milikinya.


Karena biarpun Dito punya kedudukan yang mentereng menurutnya saat dulu, itu belum seberapa di banding Alex yang hanya orang lereng pegunungan. Karena nyatanya Alex adalah seorang pengusaha pertanian, perkebunan juga peternakan.


Kata hanya 'kuli' yang pernah Dito lontarkan untuk Alex nyatanya malah mengena kepada dirinya, karena biarpun ia berkedudukan sebagai manajer tapi justru dialah 'kuli' yang sebenarnya.


Selamat menjalani hari-hari yang kurang nyaman ya Dit, kecuali kamu pintar menj**at bos kamu yang baru :)


...****************...


Happy reading semuanya. Terima kasih masih setia membaca ceritaku yang entah seperti apa 🥰

__ADS_1


__ADS_2