Dokter & Petani

Dokter & Petani
Awal Mula Perpisahan Alex Dan Julia


__ADS_3

Flashback kurang lebih tujuh tahun yang lalu, Alex harus keluar dari rumah utama keluarga Agam karena tak mau menuruti perkataan daddynya yang akan menjodohkannya dengan anak rekan bisnisnya.


Bapak Abimanyu Agam sudah mengetahui kalau Alex sedang menjalin kasih dengan Julia, semula bapak Abimanyu menyetujui hubungan kedua anak muda itu.


Tetapi lama kelamaan bapak Abimanyu seperti jengah dengan hubungan keduanya yang tak ada kemajuan, Alex sebenarnya sudah siap untuk meminang Julia, tetapi Julia selalu mengulur dan meminta waktu dengan alasan masih terlalu muda dan ingin mengejar karir modellingnya.


Dan menjadi model yang mendunia adalah impian terpendam Julia, ia sangat yakin kesempatan itu akan datang padanya, tetapi ia hanya memendamnya sendiri karena tak mau sesumbar sebelum kenyataan itu ada di depan matanya. Maka dari itu ia selalu beralasan belum siap bila Alex berkata ingin meminangnya untuk dijadikan istri.


Suatu hari, bapak Abimanyu memanggil Alex di ruang keluarga, Mommy Sandra dan Alena juga berada di tempat itu.


"Ada apa dad?" tanya Alex yang baru keluar kamar sambil menjatuhkan pantatnya ke sofa.


"Bagaimana perkembangan hubungan kamu sama Julia Son? Apakah anak itu masih saja mengulur waktu untuk kamu nikahi?" tanya daddy Abimanyu pelan namun tegas


"Seperti itu lah dad, dia masih ingin mengembangkan karir modelingnya, dan dia juga pernah bilang kalau dia ingin menjadi model internasional, oleh sebab itu dia masih belum siap berumah tangga, apalagi dia masih sangat muda." Alex menjelaskan alasan Julia.


"Bukankah itu bisa tetap dia lakukan biarpun sudah menikah?" tanya daddy


"Kalau di sini mungkin bisa dad, tapi untuk di luar sepertinya tidak bisa." jawab Alex.


"Hah! Apa bedanya, toh itu hanya sebuah status, pada kenyataannya lebih banyak yang menjanda sebelum menikah." sindir daddy Abimanyu.


"Apakah itu sama saja daddy menuduh Julia seperti itu dad?" tanya Alex dengan nada kurang senang.


"Tidak sama sekali, maksud daddy kebanyakan orang-orang di sana bebas menjalani kehidupan dengan lawan jenis bahkan sejak mereka masih sekolah, lalu apa bedanya ingin berkarir sebagai model di sana dengan syarat belum menikah, bukankah itu hanya menjadi sebuah ironi?" jelas daddy tak habis pikir.


"Aku rasa Julia bukan tipe gadis seperti itu dad, dia pasti akan selalu menjunjung adat ketimurannya." bela Alex.


"Ya, semoga saja begitu. Tapi daddy ingin kamu lupakan saja Julia, daddy akan menjodohkan kamu dengan anak gadis rekan bisnis daddy!" perkataan daddy Abimanyu seperti geledek yang menggelegar di atas kepala Alex, ia tak menyangka daddynya akan bicara seperti itu.


Bahkan mommy Sandra dan Alena yang sejak tadi hanya mendengarkan perbincangan kedua lelaki di keluarga mereka, seakan ikut terusik dengan ketenangannya.

__ADS_1


Selama ini Julia sudah seperti anak sendiri bagi mommy Sandra karena begitu dekatnya hubungan mereka.


"Dad?!" seru Alex dan mommy Sandra secara bersamaan, mereka menatap ke sorot mata kepala keluarga mereka seakan bertanya, seriuskah perkataan itu terlontar dari mulut sang suami dan daddy mereka? Mungkin begitu batin Alex dan mommynya.


"Daddy serius, dan tak ada bantahan dari siapapun baik itu Alex dan juga mommy!" kata daddy Abimanyu tegas tak mau ada penolakan.


"Aku tetap tegas menolak, aku masih tetap ingin menunggu Jilia dad!" Seru Alex tak mau dipaksa menuruti keinginan sng daddy.


"Siapapun yang ada di bawah atap rumah ini bersama daddy, harus menuruti apa yang daddy ucapkan, untuk apa menunggu hal yang tidak pasti? Buang-buang waktu!" kata daddy tegas dan kukuh dengan kemauannya.


"Aku akan pergi dari sini agar aku tidak harus menuruti kearoganan daddy itu." Alex bersikeras.


"Kamu bisa pergi dari rumah ini, tetapi pekerjaan kamu tak akan pernah bisa menghindariku, dan itu juga berlaku seperti halnya di rumah ini." kata daddy Abimanyu sedang menunkukkan kuasanya.


"Aku akan membuktikan aku mampu mengembangkan potensiku yang lain dengan tidak harus bergantung kepada anda bapak Abimanyu Agam yang terhormat." seru Alex sambil berlalu menuju kamarnya, hatinya sangat tersinggung dengan perkataan daddynya.


Alena yang hanya bisa diam melihat ketegangan antara daddy dan kakaknya berlalu mengejar kepergian Alex.


"Daddy puas bisa mengusir anak daddy sendiri hanya demi ambisi sesaat? Toh Alex masih muda, belum terlalu tua untuk menanti Julia mengejar karirnya bahkan untuk sampai lima tahun ke depan." mommy Sandra berang setelah kedua anaknya tak ada di hadapan mereka lagi. Dia tidak mau membela anak di depan mukanya langsung agar anak tidak merasa besar kepala dan semakin berani menentang.


"Apa maksud daddy berkata seperti itu kepada Alex?" tanya mommy dengan logat khasnya dan sudah bisa sedikit menekan amarahnya.


"Daddy sebenarnya mencurigai Julia seperti tidak tulus kepada anak kita, tiga tahun sudah mereka berhubungan, apa itu masih kurang lama? Ada niat tersembunyi dari Julia. Dan daddy ingin tahu saat Alex benar-benar keluar dari rumah ini apalagi sampai keluar dari kantor, pasti Julia akan menunjukkan sifat aslinya. Aku tidak mau anakku di manfaatkan oleh kelicikan seseorang hanya karena dibutakan oleh cinta. Alexi terlalu gegabah dan seperti kehilangan akal sehatnya hanya karena cinta." kata daddy Abimanyu dengan raut geram.


"Apa maksud daddy, apakah Julia gadis yang kurang baik?" tanya mommy Sandra.


"Dia tak ubahnya seperti ular berkepala dua, tetapi Alex yang sudah dibutakan oleh cintanya tidak pernah mau menyelidiki lebih dalam lagi, dia hanya percaya dan percaya denga mulut manis Julia." kata daddy berapi-api dan ada telinga yang mendengar dengan seksama.


"Kita ke kamar, ada yang ingin ku perlihatkan dan aku tak mau ada yang mendengarnya." kata daddy menarik tangan istrinya menuju kamar seolah ia menyadari ada yang tengah mengupingnya.


Alena yang diam-diam mendengarkan percakapan kedua orang tuanya karena tak sengaja mendengar saat akan mengambil minum untuk kakaknya, setelah kedua orang tuanya pergi ke kamar, Alena pun dengan segera memberi tahukan Alex apa yang ia dengar dari daddynya, reaksi Alex hanya terlihat geram, entah dia geram dengan daddynya atau dengan Julia tak ada yang tahu.

__ADS_1


Setelah beberapa saat, mommy keluar dari kamarnya menuju kamar Alex. Dibukanya pintu kamar anaknya setelah mengetuk lebih dahulu.


"Mom.." sapa kedua anaknya bersamaan. Dan mata perempuan eropa yang terlihat masih sangat cantik diusianya yang akan memasuki setengah abad itu menangkap apa yang sedang di lakukan anaknya.


"Apa ini? Kamu benar marah sama daddy dan tetap pertahankan cinta kamu itu sampai kamu bela-belain rela keluar rumah? Dan apakah kamu juga akan keluar kantor?" tanya mommy tak habis pikir.


"Lelaki sejati akan mempertahankan harga dirinya mom, aku tak peduli hidupku akan menggelandang asal aku hidup tidak dalam tekanan meskipun itu dari daddyku sendiri." kilat amarah terlihat dari sorot mata Alex saat berkata seperti itu.


"Apa kamu gak bersikap terlalu berlebihan son?" tanya mommy hati-hati.


"Karena aku tak mau menjadi neraka untuk gadis yang akan daddy jodohkan padaku, jadi lebih baik aku pergi dan memulai segalanya dari nol dengan bekal uangku yang tak seberapa hasil kerjaku di perusahaan daddy." kata Alex penuh keyakinan dan mommy hanya membuang nafasnya denga kasar.


"Mommy yang tak akan tega membiarkanmu hidup menggelandang." sahut mommynya dengan tatapan nanar menahan tangis.


"Kalau begitu mommy akan bantu aku apapun?" tanya Alex berbinar.


"Apapun tapi untuk rencana perjodohan mommy tidak yakin." jawab mommy Sandra.


"Biarkan aku mengembangkan potensiku yang lain mom, sewakan tanah yang ada di desa lereng gunung itu untuk aku manfaatkan, aku tak masalah bila harus mengganti uang sewa kepada petani yang menyewa lahan mommy saat ini." kata Alex dengan antusias.


"Mau usaha apa kamu di sana?" mommy seperti meragukan keinginan Alex.


"Tentu saja petani, pekebun atau peternak, atau mungkin bisa ketigannya." jawab Alex.


"Apa kamu bisa Lex?" tanya mommy Sandra ragu


"Semua mesti dijalani dulu mom, dan aku sudah mantap dan yakin, besok aku akan mengajukan pengunduran diriku dikantor daddy. Maaf dad, kali ini aku membangkangmu." seringai Alex seakan menemukan energi baru.


"Baiklah, besok kita ke desa untuk mengurus semuanya." kata mommy akhirnya, dan Alex segera beranjak dari duduknya dan memeluk mommynya dengan erat, Alena hanya tersenyum haru melihat pemandangan itu. Dan tanpa Alex sadari daddynya mendengarkan percakapan mereka dan tak sadar ada air mata yang keluar di sudut matanya.


"Maafkan daddy son, daddy terpaksa berbohong tentang perjodohan ini, mungkin dengan jalan seperti ini yang akan menyadarkan kamu, siapa Julia sebenarnya." gumam daddy Abimanyu sambil berlalu dari depan pintu kamar anak lelakinya.

__ADS_1


...****************...


Selamat membaca 🥰


__ADS_2