
Satu setengah jam waktu tempuh telah dilalui driver pribadi daddy Abimanyu menuju vila keluarga Agam, baru saja mobil berhenti Alex dengan tergesa membuka pintu mobil untuk segera menemui Kyra.
"Mom!" teriak Alex memanggil mommynya sambil berjalan menuju ke dalam rumah.
"Don't scream, Alex!" seru madam Sandra saat mendengar Alex berteriak sejak dari luar rumah.
"Dimana Kyra mom?" tanya Alex tidak sabar untuk segera menemui istrinya.
"Di dalam kamar kamu, sedang istirahat dia." jawab madam Sandra, dan dengan segera Alex menuju ke kamarnya. Daddy yang baru saja sampai segera menyusul Alex didampingi madam Sandra.
"Sayang.." panggil Alex pelan saat dilihatnya Kyra sedang memejamkan matanya dengan mulut sesekali meringis menahan nyeri di sekujur tubuhnya.
Dikecupnya kening Kyra dengan perasaan pilu melihat kondisi istrinya saat ini. Kyra membuka matanya saat terdengar suara Alex memanggilnya dan merasakan kecupan lembut di dahinya.
"Mas...!" Seru Kyra tertahan begitu mendapati suaminya telah berada di sampingnya, spontan dipeluknya perut Alex yang duduk di bibit ranjang dengan isaknya yang tertahan.
"Tenang sayang, aku sudah disini." pelan suara Alex sambil mengelus kepala Kyra dan juga punggungnya lalu Alex membalas pelukan Kyra walau hanya dibagian kepalanya saja untuk memberinya ketenangan.
Daddy Abimanyu begitu trenyuh melihat tidak sedikit tempelan pembalut luka yang ada di tubuh menantunya. Mereka masih menunggu Kyra yang masih menumpahkan kesedihannya dalam pelukan suaminya,
Setelah beberapa saat menangis dalam pelukan Alex, Kyra sudah mulai tenang dan dapat menguasai dirinya kembali. Dengan dibantu Alex, Kyra berusaha untuk duduk.
"Kamu sudah lebih tenang sayang?" tanya Alex lembut.
"Yaa.." jawab Kyra singkat sambil menganggukkan kepalanya dengan pelan.
"Bisakah aku mendengar dari kamu secara langsung bagaimana kronologinya?" tanya Agus meminta persetujuan Kyra, dia tidak mau memaksa istrinya untuk bercerita saat ini bila memang belum sanggup.
Tetapi terlihat Kyra mengangguk tanda menyetujui keinginan Alex yang ingin mendengar kronologinya langsung dari Kyra.
__ADS_1
Lalu Kyra menceritakan asal mula kejadiannya sampai detail. Beruntung Kyra memakai helm hingga kepalanya aman dari benturan yang begitu keras saat ia jatuh ke dalam selokan, dan untung ranting yang sempat dilihat Kyra hanya mengenai dahinya, bukan matanya dan meninggalkan luka yang tidak begitu dalam.
Tubuh Kyra serasa remuk dan penuh lebam karena begitu kuatnya lelaki itu menjejak motor Kyra, apalagi Kyra belum sempat mengurangi kecepatan motornya yang berjalan sedang karena terburu penjahat membuatnya jatuh terlebih dahulu.
"Kamu tahu bagaimana ciri orang-orang jahat itu? Ciri motornya atau mungkin plat nomornya?" tanya Alex begitu Kyra selesai bercerita.
"Aku tidak sempat melihat plat nomornya karena kejadiannya sangat cepat, dan orang yang menolongkupun tidak mengetahuinya karena saat kejadian mereka masih agak jauh. Dan ciri-ciri pelakunya aku hanya tahu beberapa saja dan tidak begitu rinci, apalagi mereka pakai helm fullface." tutur Kyra dengan sesekali menahan nyeri.
"Bagaimana ciri-cirinya?" tanya Alex.
"Pakaian mereka identik dengan pakaian preman, jaket dan celana jeans robek-robek, rambut agak gondrong yang satu lurus yang satu agak keriting, pakai motor matic warna hitam dengan dekorasi airbrush warna warni entah seperti apa gambarnya karena aku tidak begitu jelas melihat bagian depan motornya, karena mereka berjalan cenderung mendahuluiku." pungkas Kyra mengakhiri ceritanya.
"Nampaknya aku tahu siapa mereka." gumam Agus setelah mendapat petunjuk dari Kyra.
"Kamu tahu mereka son?" tanya daddy yang mendengar gumaman Alex.
"Tindak mereka. Mereka harus membayar mahal karena telah salah memilih target." perintah daddy dengan tegas, ia tidak terima ada yang berani menginjak harga dirinya dengan mencelakai menantunya.
"Pasti dad, aku tidak pernah rela dan melepas begitu saja orang yang telah mengganggu keluargaku." sahut Alex dengan geram. Kyra yang baru kali ini melihat sisi lain seorang Alex begitu ngeri melihat wajah marah suaminya, begitu pula daddy mertuanya.
Diraihnya jemari Alex, dan digenggamnya begitu erat agar suaminya itu bisa sedikit meredam emosinya, dan ternyata cara Kyra berhasil, dan mommy Sandrapun segera mengajak keluar daddy dari kamar Alex, agar kemarahannya tidak memuncak karena merasa harga dirinya telah diinjak-injak.
"Kamu tenang saja sayang, aku hanya ingin memberi pelajaran pada orang-orang itu agar lain waktu bisa lebih jeli, dengan siapa mereka berurusan, dan juga agar mereka tak lagi semena-mena kepada siapapun itu." Jelas Alex tak ingin membuat Kyra khawatir.
"Cukup aku yang kesakitan seperti ini mas, kamu jangan lagi berurusan dengan mereka!" cegah Kyra dengan suara yang begitu lemah karena menahan sakit di sekujur tubuhnya, tanpa membantah ucapan Kyra, Alex memeluk istri tercintanya agar merasa tenang dan tak berpikir terlalu jauh atas ucapannya juga ucapan daddy.
"Ayo kita ke rumah sakit, aku khawatir ada luka di dalam tubuh kamu, apalagi aku lihat dari tadi kamu selalu menahan nyeri, aku tidak tahan melihatmu kesakitan seperti ini." suara Alex sedikit bergetar melihat kondisi Kyra.
Dan Kyra pun menggenggam jemari Alex saat Alex menatapnya, Kyra menganggukkan kepalanya tanda setuju. Dengan segera Alex keluar kamar mencari orang tuanya untuk memberitahu mereka kalau Kyra akan ia bawa ke rumah sakit, dan kedua orang tuanya juga Alena yang sedang duduk di ruang keluarga segera beranjak dari duduknya untuk ikut bersiap menuju rumah sakit.
__ADS_1
Alex mengangkat tubuh Kyra dan langsung membawanya menuju mobil untuk segera dibawa ke rumah sakit. Driver yang sudah diberi tahu oleh Alena telah selesai menyiapkan mobil van mewah milik keluarga Agam agar bisa langsung memuat kelima orang majikannya itu.
***
Kyra dibawa ke rumah sakit pusat yang berada di perbatasan kota setelah menempuh sekitar satu jam perjalanan. Setelah Kyra berada di salah satu ruang VIP rumah sakit tersebut, Alex berpamitan dengan alasan ada urusan sebentar dan menitipkan istrinya kepada kedua orang tua dan juga adiknya.
Tetapi Kyra masih enggan ditinggal oleh suaminya, ia masih ingin ditemani Alex lebih lama. Akhirnya daddy menyarankan untuk menunda urusannya itu sampai Kyra merasa lebih tenang dan mau untuk ditinggalkan bersama mommy dan juga Alena.
Alex pun setuju dengan usulan daddynya agar menundanya sementara waktu, dan agar urusannya dengan pengganggu Kyra bisa segera diatasinya ia pun menelpon orang tua Kyra, dan dengan pelan menjelaskan apa yang sudah terjadi dengan Kyra agar orang tua Kyra terutama mamanya tidak shock mendengar kabar yang ia sampaikan.
Setelah mendapat kabar dari Alex, tidak sampai satu jam mama Ratih telah sampai di ruang tempat Kyra dirawat. Kebetulan rumah sakit itu memang tidak begitu jauh dari rumah orang tua Kyra. Selang beberapa menit papa Hadi pun datang menyusul langsung dari kantor menuju rumah sakit.
"Apa yang terjadi sama kamu nak?!" seru mama Ratih dengan suara tertahan demi melihat kondisi anak gadisnya yang biasanya ia lihat bugar dan ceria kini terbaring lemah sambil menahan sakit di sekujur tubuhnya.
Kyra yang kembali menangis melihat kehadiran orang tuanya tidak mampu menjawab apa yang mamanya pertanyakan, Kyra hanya memeluk mamanya dengan erat sampai mamanya ikut naik ke ranjang perawatan karena Kyra belum juga melepaskan pelukannya. Sementara papa Hadi hanya mengusap-usap punggung anaknya dan merasa trenyuh dengan pemandangan di depannya.
Setelah puas memeluk mamanya, Kyra yang sudah kembali tenang segera bercerita atas kejadian yang menimpanya kepada kedua orang tuanya. Setelah selesai bercerita ia pun mempersilahkan Alex untuk menyelesaikan urusan yang mereka bicarakan tadi, Kyra sudah tak keberatan lagi ditinggal sebentar oleh suaminya karena telah ada orang tuanya di sampingnya.
Alex yang sangat bersemangat karena mendapat ijin dari istrinya segera meninggalkan rumah sakit. Beruntung orang yang ia suruh membawakan mobilnya ke rumah sakit telah datang, jadi Alex tidak perlu menunggu lama lagi segera menuju orang yang dicurigainya dengan membawa serta bodyguard yang mengantar mobilnya itu.
Bukan karena Alex takut datang sendiri ke markas para preman itu, tetapi agar ia bisa mengingatkan Alex bila sampai nanti ia menjadi gelap mata, agar ada yang bisa mengingatkannya untuk menahan emosinya nanti bila tidak terjadi kesepakatan.
...****************...
Selamat membaca semuaaa....
Tinggalkan like, komen, gift dan juga vote kalian yaa...
(Sebagai pemberitahuan agar pembaca tidak bingung, mulai sekarang dalam keterangan percakapan aku akan menyebut Alex saat di kantor, di keluarga dan tempat umum, tapi akan menyebut Agus saat di Farm. Jadi jangan bingung ya readers semua)
__ADS_1