Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi

Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi
Hari Pernikahan


__ADS_3

"Saya terima nikah dan kawinnya Rumi Maharetha Putri binti almarhum Hidayah Putra dengan mas kawin uang senilai lima milyar rupiah, 500 gram logam mulia dan seperangkat perhiasan dibayar tunai," ucap Galaksi dengan lantang.


"Bagaimana para saksi sah??" tanya pak penghulu


"Sah!!!" Terucap dengan lantang oleh para saksi dan tamu undangan yang hadir.


"Alhamdulillah"


Usai pengucapan ijab kabul, pengantin pria, penghulu, saksi dan para tamu undangan yang telah hadir berdoa bersama demi kebahagiaan sang pengantin.


Pernikahan Galaksi dan Rumi akhirnya telah terlaksana dan mereka berdua telah sah menjadi sepasang suami istri. Acara pernikahan mereka berdua sengaja dibuat tertutup di kediaman orang tua Galaksi. Hanya mengundang tamu-tamu penting, sahabat dan teman terdekat Galaksi-Rumi, rekan bisnis dan saudara terdekat. Sengaja tidak dibuat privat karena untuk menepis rumor jika Galaksi selama ini dianggap seorang Gay. Rumor tersebut sempat viral dan mempengaruhi performa perusahaan Galaksi karena sejak masa sekolah Galaksi tidak pernah berpacaran atau terlihat tertarik kepada lawan jenis. Beberapa gadis atau wanita yang menyukai Galaksi namun di tolak mentah-mentah akhirnya menjuluki dirinya sebagai cowok Gay.


Walaupun hanya untuk kalangan terbatas, nuansa pernikahan Galaksi dan Rumi dibuat semaksimal mungkin menggunakan jasa Wedding Organizer yang terbaik. Galaksi terlihat sangat gagah dengan jas berwarna hitam. Dirinya juga gugup setengah mati menunggu pengantin wanitanya yang masih disembunyikan di kamarnya.


Sengaja Rumi tidak disandingkan bersama Galaksi saat pengucapan ijab kabul agar diantara keduanya timbul rasa chemistry ketika bertemu pasca ijab kabul.


Walaupun pernikahan ini semata terlaksana agar ayah Galaksi tidak melulu menanyakan kapan dia menikah tetapi dalam hatinya juga memiliki rasa antusiasme tersendiri. Tentu saja, karena Galaksi mengharapkan pernikahan ini sekali seumur hidup walaupun tidak berlandaskan rasa cinta.


Kebahagiaan pun dirasakan oleh keluarga Galaksi khususnya ayah dan Bundanya yang sudah sejak lama ingin melihat anak lelakinya menikah. Begitu juga dengan sang Adik perempuan satu satunya Aurora tak kalah terharu melihat kakaknya yang dingin dan cuek akhirnya menemukan istri yang cocok dengannya.


Jantung Rumi berdetak sangat cepat setelah mendengar teriakan "Sah" dari luar sana. Artinya sekarang statusnya sudah berganti menjadi istri Galaksi. Tak pernah dia membayangkan atau bermain akan menikah dengan keluarga yang sangat kaya raya. Apalagi Galaksi termasuk pria dengan wajah tampan yang selalu menjadi incaran dan primadona setiap wanita.


Walaupun awalnya dia menjalani pernikahan ini degan mudah terpaksa demi nyawa sang nenek namun Rumi sudah berjanji pada dirinya sendiri akan melakukan tugasnya sebagai seorang istri dengan baik. Terlepas Galaksi akan menganggapnya sebagai seorang istri atau hanya status semata.


Tak terasa air mata yang sudah berusaha ditahan akhirnya jatuh membasahi pipinya. Untung saja riasan terbaik tidak akan luntur hanya karena air mata. Rumi merasa sedih di hari bahagianya kedua orang tuanya tidak ada sebagai pendampingnya.


"Mamah, papah, Rumi sudah jadi istri orang sekarang. Doakan dan restui pernikahan Rumi dan suami ini, selalu kuatkan Rumi jika ada masalah kedepannya. Rumi tau kalian selalu mengawasi Rumi dari surga," ucap Rumi dalam hati.


Tak lama Maulindya masuk untuk membawa Rumi turun ke lantai satu. Rumi masih duduk di depan meja riasnya sejak selesai di make up.


"Sayang, selamat ya atas pernikahannya. Cantik banget siih hari ini kayak princess. Galaksi pasti pangling nih liat wajah istrinya yang cantik jelita. Semoga pernikahan kalian selalu bahagia, sakinah dan mawadah warahmah. Jangan pernah lelah menghadapi sikap Gala yang kekanak-kanakan ya," ucap Maulindya


"Terima kasih Nyonya, terima kasih sudah menerima Rumi yang bukan siapa-siapa ini menjadi menantu di keluarga ini. Rumi bahkan ga pernah bermimpi akan mendapatkan pernikahan seperti ini," ucap Rumi dengan sendu.


"Eh...eh... Ehh.. kok masih manggil Nyonya sih. Sudah berapa kali, panggil Bunda!! Apalagi sekarang kamu sudah menjadi anak Bunda juga, kita sudah jadi keluarga. Lain kali kalo bunda denger masih manggil Nyonya, dijewer kuping nya loh!!!" Seru Maulindya


"Maaf Bun, kebiasaan. Nanti Rumi biasain ya Bun," ucap Rumi malu-malu.

__ADS_1


"Ya udah yuk, kita turun. Suami mu pasti udah ga sabar liat istrinya yang cantik ini," ucap Maulindya sambil melingkarkan tangannya kepada Rumi.


Rumi menganggukkan kepala dan berjalan perlahan sambil di bantu oleh Bundanya Galaksi. Rumi mengenakan gaun pengantin berwarna putih dengan design modern berhiaskan batuan Shafire berwarna biru putih membuatnya terlihat elegan.


Sebuah karpet berwarna merah menghiasi tangga yang akan dilalui oleh sang pengantin wanita. Dengan langkah anggun Rumi menuruni setiap anak tangga. Kemunculan sang pengantin wanita menjadi pusat perhatian para tamu undangan. Begitu juga dengan Galaksi yang terhipnotis dengan kecantikan Rumi, bahkan Galaksi sempat tidak menyadari jika wanita tersebut adalah Rumi karena perubahan wajahnya yang sangat berbeda.


Rumi berjalan sangat anggun seperti seorang Puteri kerajaan, wajahnya bersinar dan kecantikan yang dia miliki merebut seluruh perhatian orang-orang yang ada disitu. Mereka seolah tersihir dengan kecantikan yang di miliki oleh Rumi.


Siapapun pasti tidak akan menyadari jika dia adalah Rumi yang bekerja sebagai Office girl di perusahaan Galaksi. Rumi seorang upik abu berubah menjadi Cinderella dalam sekejap bahkan Eddy sempat mengira jika Galaksi mengganti calon istrinya.


"Apa dia benar Rumi??" gumam Galaksi dalam hati. Dia masih belum percaya dengan apa yang dia lihat saat ini, wanita dihadapannya adalah istrinya.


Rumi menundukkan kepalanya saat tiba di hadapan Galaksi yang menatapnya dengan sorot mata teduh. Mereka berdua saling berdiam diri karena merasa gugup setelah menjadi pusat perhatian seluruh tamu.


Maulina menyenggol tubuh Rumi untuk segera melakukan ritual sungkem tangan karena sudah sah menjadi suami istri.


Dengan tangan yang gemetaran Rumi mengulurkan tangannya dan melakukan sungkem tangan. Rumi dapat merasakan tangan Galaksi yang terasa sangat dingin.


"Rupanya dia gugup jiga, tangannya dingin banget kayak es. Tapi wangi juga, hehehe," guman Rumi dalam hati.


Mereka terlihat gemas dengan tingkah kedua orang yang baru saja resmi sebagai suami istri hanya saling pandang tanpa melakukan apapun.


Entah mendapatkan dorongan dari mana Galaksi tiba-tiba saja mencondongkan tubuhnya dan mendaratkan sebuah kecupan di kening Rumi. Sorak sorai para tamu begitu meriah usai melihat Galaksi yang malu-malu mencium Rumi yang baru saja menjadi istrinya.


Tubuh Rumi menegang saat sebuah benda kenyal nan hangat menyentuh keningnya. Seperti ada aliran listrik yang mampu membuat tubuhnya kaku dan menghentikan aliran darahnya dalam sekejap. Kedua kelopak mata Rumi berkedipan seolah tak percaya dengan apa yang terjadi.


"Cantik," bisik Galaksi tepat di telinganya membuat darah Rumi berdesir.


Rasanya Rumi ingin berlari sejauh mungkin dan bersembunyi ditempat yang jauh. Jangan ditanya bagaimana ekspresi wajahnya tentu saja tidak dapat di jelaskan dengan kata-kata. Tak lupa sang fotografer yang sudah di sewa mengabadikan setiap momen yang terjadi.


Satu persatu tamu undangan yang hadir mulai memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai.


"Selamat ya Pak Gala atas pernikahannya semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah dan warahmah. Dan cepat diberikan momongan," ucap salah satu Rekan bisnis Galaksi


Mendengar hal itu Rumi tersenyum kecut apalagi mendengar kata anak membuatnya merinding dan tak membayangkannya.


Eddy berjalan menghampiri atasan sekaligus sahabatnya itu, kemudian memeluknya dengan erat.

__ADS_1


"Akhirnya Raja jomblo laku juga walaupun caranya maksa anak orang sih. Tapi selamet ya pak bos, selalu bahagia. Jangan sakiti Rumi ya bos, gue percaya dia bisa menjadi istri yang baik walaupun pak bos bukan suami yang baik," ucap Eddy dengan rasa haru.


Bughhh


Sebuah pukulan tepat dibagian perut Eddy yang berasal dari tangan Galaksi.


"Dasar sahabat laknat, bisa-bisanya lo ngomong gitu. Gue potong gaji lo bulan ini!!!" ucap Galaksi


"Jangan dong bos, harusnya di tambahin bonus. Apalagi kado dari gue spesial yang bakalan bikin lo semakin bahagia jangan lupa dipaks pas lagi nganu-nganu ya. Jangan bikin Rumi kecewa," bisik Eddy ditelinga Galaksi.


Galaksi tentu saja memberikan tatapan tajamnya kepada Eddy walaupun dia belum paham dengan maksud perkataannya itu. Dengan cepat Eddy menghindari dan menyalami Rumi sebelum mendapatkan bogeman lagi dari Galaksi.


"Rum, selamet ya atas pernikahannya. Gue yakin lo bisa bikin Galaksi bucin suatu saat nanti," ucap Eddy namun hanya di balas dengan senyuman oleh Rumi.


Seorang wanita berjalan dengan rasa angkuhnya, bahkan pakaiannya saja sangat tidak cocok untuk datang ke acara yah sakral ini. Walaupun menggunakan gaun mewah tetapi terlalu terbuka di bagian atas sehingga bagian dadanya terlihat menonjol, gaunnya panjang tetapi belahannya hingga paha bagian atas sehingga setiap melangkah akan memperlihatkannya jenjang kakinya yang mulus.


Dia adalan Lusiana, perwakilan dari perusahaan kontraktor yang bekerja sama dengan perusahaan Galaksi untuk proyek yang baru. Lusi yang terobsesi dengan Galaksi akan terus mengejarnya walaupun galaksi sudah menikah.


"Selamat ya Pak Galaksi atas pernikahannya, saya tidak menyangka jika anda akan menikah hari ini padahal kita baru bertemu seminggu yang lalu. Saat itu anda berbicara jika belum memiliki calon istri. Saya doakan anda akan bahagia dengan istri saja. Tetapi jika istri anda tidak bisa membahagiakan anda, saya siap menerima anda kapan saja Pak Galaksi," ucap Lusi dengan suara yang menggoda. Bahkan sempat mencondongkan dadanya ke tubuh Galaksi namun galaksi segera mendorongnya menjauh.


"Jaga batasan anda Nona!!!!" ucap Galaksi dengan geram. Dia juga tidak bisa berbuat banyak karena menjaga wibawa dan sikapnya di hadapan tamu undangan.


Lusi berganti menyalami Rumi dan memberinya sebuah pelukan.


"Selamat ya atas pernikahannya. Tetapi jangan dulu senang, apa yang seharusnya menjadi milikku akan aku rebut. Kamu boleh menjadi istrinya tetapi hanya aku yang bisa menghangatkan setiap malamnya," ucap Lusi dengan angkuh


Rumi melepaskan pelukannya dari Lusi kemudian mendekati telinganya.


"Suami ku ga doyan wanita yang kegatelan. Apalagi sudah pernah disentuh oleh pria lain. Apa anda ga punya cermin di rumah jika tidak punya akan beri satu yang kecil saja setidaknya bisa untuk anda melihat wajah anda yang sudah berkeriput. Apa anda belum pernah merasa panasnya api neraka? Jika belum pernah, akan ku buat anda merasakannya nanti!!!" Ucap Rumi dengan berbisik.


Lusi tidak terima dengan yang dikatakan oleh Rumi, apalagi dia merasa jika Rumi tidak pantas dengan Galaksi. Tak tinggal diam, Lusi membalasnya.


"Pria mana yang tidak akan tergoda dengan tubuh seksi ku ini, termasuk Pak Gala. Apalagi dengan tubuhmu yang kerempeng ini apa bisa mengimbangi kekarnya tubuh pak Galaksi pasti akan loyo di tengah jalan. Tenang saja akan aku bantu suami anda sampai puas," ucap Lusi meremehkan.


Rumi menahan amarahnya, dia tidak terima direndahkan seperti itu. Dengan sorotan matanya tajam Rumi memandang Lusi seolah-olah hendak membunuhnya.


"Mati kau!!!!"

__ADS_1


__ADS_2