Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi

Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi
Menggoda Galaksi


__ADS_3

Sekuat hati Galaksi menahan diri, melihat istrinya nampak begitu seksi mengenakan kaos miliknya yang kebesaran di tubuhnya. Tanpa mengenakan celana, paha Rumi terlihat menggoda apalagi sedari tadi berlenggak lenggok di dapur. Galaksi hanya bisa berdiam diri di meja makan menunggu istrinya selesai makan.


Tetapi dia tak tahan, semakin lama matanya semakin ingin menyentuhnya. Padahal dia sudah berusaha mati-matian menahannya, justru istrinya yang tanpa sadar telah mengusik jika kelelakiannya.


"By..." Rumi mula terusik karena Galaksi terus mendusel dan mengganggu acara masaknya.


Padahal Rumi sudah memperingatkan untuk duduk diam saja dan jangan banyak bertingkat.


"Heeemmmmm," sahut Galaksi dengan dehemen.


Aroma tubuh Rumi selalu menjadi candu baginya, selalu membuat nyaman saat bersamanya.


"Duduk By, kau mengangguku," ucap Rumi, tangannya lincah mengaduk masakannya yang sebentar lagi matang


"Kau yang mengangguku sayang. Kau terlalu indah jika hanya dilihat saja, sungguh menganggu mataku," jawab Galaksi jujur.


"By, kau mesum sekali igh!!" Protes Rumi


"Ga papa lah.. wong sama istri sendiri," jawab Galaksi ga mau kalah.


Aroma masakan Rumi begitu menggelitik hidungnya, meski hanya memasak mie instan tetapi aromanya mampu membuat perut memberontak.


"Kayaknya enak," ucap Galaksi spontan.


"Gapapa kan aku makan mie instan. Soalnya pengen by, kayaknya anget kalo pas masuk ke perut," ucap Rumi.


"Gapapa sayang, yang penting jangan sering-sering. Lagi pula, ini kelewat sehat namanya, ada baso, sosis, sawi, pakcoy, telor. Penuh sayang pancinya," ucap Galaksi mengabsen satu persatu isi yang ada di panci.


"Hehehe..aku masukin aja semuanya yang ada di kulkas. Sayang kalo ga di makan."

__ADS_1


"Ingat jangan banyak-banyak masukin cabenya, nanti perutnya mules," ujar Galaksi memperingatkan.


"Iya by, tenang saja. Hanya satu biji doang, yang penting kerasa pedes di lidah," jawab Rumi.


Rumi memang pecinta pedas, jika makan bakso bisa lima sampai delapan sendok sambel yang dia tambahkan kedalam mangkok. Tetapi setelah hamil, dia membatasi konsumsi pedas karena takut perutnya bermasalah.


Lima menit kemudian, mie instan spesial buatan Rumi sudah siap. Rumi membaginya sesuai porsi, Galaksi satu mangkok, Rumi satu mangkok. Tetapi mangkok Rumi besarnya dua kali lipat dari mangkok normal, maklum Rumi makan untuk jatah tiga orang. Galaksi sama sekali tidak mempermasalahkan porsi makan Rumi yang naik drastis toh itu semua demi kebutuhan nutrisi calon anak-anak mereka.


*


*


Galaksi mematut dirinya pada cermin, mengusap pipinya yang sudah di tumbuhi rambut-rambut kumis dan jambang. Seminggu ini Galaksi lupa merawat diri karena mencemaskan diri Rumi yang saat itu di culik dan menjaga Rumi saat di rumah sakit. Untuk beberapa hari kedepan Galaksi memutuskan untuk mengambil cuti untuk fokus menjaga kesehatan Rumi agar cepat pulih. Sementara pekerjaan nya sudah di ambil alih oleh Eddy dan di bantu oleh Lucas.


Ceklek


Rumi baru saja masuk, usai bawa beberapa paket yang baru datang. Ternyata beberapa potong pakaian yang dikirim oleh sang ibu mertuanya. Galaksi memang memberitahukan perihal baju yang sudah tidak dapat di pakai. Detik itu juga Bunda Lily langsung berbelanja baju untuk menantu kesayangan.


Mata Rumi teralihkan melihat suaminya yang berdiri di depan cermin sambil memegangi pipinya. Terlihat juga wajah Galaksi yang mulai di tumbuhi rambut-rambut pendek dan terlihat lebih "dewasa". Ahh Rumi tidak suka itu lagi jika Galaksi ngedusel ke bagian lehernya akan terasa geli.


Rumi menghampiri Galaksi dan mengalungkan tanganya pada leher suaminya, kakinya berjinjit karena tubuhnya tidak terlalu tinggi.


"Sayang kok ga istirahat??" tanya Galaksi.


"Aku sudah berisrahat semalaman By, sekarang aku hanya ingin menikmati waktu bersamamu," sahut Rumi nakal, sebelah tangannya mulai memegang pipi Galaksi yang terasa kasar karena rambut-rambut pendek yang tumbuh.


Galaksi mengangkat tubuh Rumi ke atas meja rias dan mendudukkan disana saat menyadari istrinya berjinjit karena tubuhnya yang kurang tinggi. Terdengar dengan jelas deru napas Rumi di telinganya.


"Tidurlah sayang, dokter kan sudah mengatakan jika kamu harus bedrest dan tidak boleh melakukan terlalu banyak aktifitas," bujuk Galaksi.

__ADS_1


Jika tidak mengingat pesan dokter mungkin saat ini sudah mengajak istrinya melakukan olah raga bersama.


Rumi mencebikkan bibirnya, bukan ini yang dia harapkan. Ingin mengatakannya dengan langsung tetapi terlalu malu.


"By, kau tidak kangen padaku??" ucap Rumi sendu.


Eh, tangannya Rumi mulai nakal, perlahan bergerak dari wajah ke area dada suaminya. Meski masih tertutupi oleh bajunya, tetapi sensasi sentuhan istrinya membuatnya seperti kesetrum listrik.


Galaksi terpaksa memegang tangan Rumi, jangan sampai bergerak semakin ke bawah. Jika sampai terjadi, Galaksi tak akan sanggup menahannya. Galaksi mencium tangan Rumi kemudian meletakkan nya di tengah dadanya.


"Nurut ya sayang, jangan nakal okey. Aku tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk. Kemarin kau sudah berjanji akan menuruti segala perintah ku bukan. Maka sekarang aku minta kau istirahatlah sayang, bayi kita butuh istirahat yang cukup," ujar Galaksi masih berusaha untuk membujuk Rumi.


Satu tangan Rumi yang masih menggantung dileher Galaksi menekan paksa mendekat ke arahnya. Kedua bibir mereka bersentuhan menimbulkan gelora yang berusaha ditahan mati-matian.


Dengan gerakan perlahan, Rumi menciumnya dengan begitu agresif, di kehamilannya yang sudah memasuki trimester ke dua terjadi perubahan hormonal. Galaksi membalas ciuman Rumi dengan begitu bernapsu, lidahnya mulai menerobos bagian dalam mulut istrinya dan mulai mengabsen satu persatu deretan gigi. Mereka saling bertukar saliva, menyalurkan hasrat yang tertahan.


Galaksi melepaskan pahatannya dari bibir Rumi, menimbulkan kekecewaan pada diri Rumi. Rumi menginginkan lebih begitu juga Galaksi. Tetapi pesan dokter yang mengingatkan agar Galaksi tidak terlebih dahulu menyentuh istrinya membuatnya menahan gelora yang sudah bangkit.


Galaksi melihat kekecewaan dari raut wajah Rumi, tak tega memang tetapi tak ingin dia paksakan jika pada akhirnya Rumi akan jatuh sakit kembali.


"Maaf sayang, bukannya tidak ingin meneruskan. Tetapi kondisi tubuhmu belum sehat, ingat pesan dokter sayang," sesal Galaksi


"Aku sudah baik-baik saja By. Apa kau tidak kangen padaku?" ucap Rumi dengan genangan air mata.


"Hei, kenapa berbicara seperti itu. Tentu sangat kangen sayang. Apalagi beberapa hari tidur sendirian rasanya tidak enak. Aku takut,-"


Rumi keburu menarik tengkuk Galaksi hingga kedua bibir mereka kembali menempel. Tangan Rumi menekan sangat kuat dan tidak akan melepaskan nya hingga keinginannya terwujud. Satu tangannya pun mulai hilang kendali menggerayangi seluruh tubuh Galaksi hingga ke bagian yang paling sensitif. Tentu Galaksi melenguh saat merasakan nikmat yang Rumi lakukan, entah mengapa istrinya menjadi sedikit nakal dan agresif. Andai kondisi Rumi sehat tentu dia akan dengan senang menerima segala perlakuan Rumi.


Galaksi melepaskan ciuman nya dengan lembut sebelum istrinya kehabisan napas. Ahh.. kali ini Galaksi kalah, tidak mampu mengendalikannya lagi. Rumi sudah lancang membangunkan sesuatu miliknya.

__ADS_1


"Kau sudah menggodaku sayang, jangan harap aku akan melepaskan mu kali ini."


__ADS_2