
Pagi-pagi sekali Rumi sudah bangun dan mempersiapkan semuanya. Padahal keluarga Galaksi masih terlelap dalam tidurnya. Rumi benar -benar berusaha menjadi menantu yang baik tidak ingin dianggap hanya menumpang makan dan tidur saja. Nasi goreng spesial buatan Rumi sudah tersaji dimeja makan lengkap dengan ayam goreng.
"Ya ampun Rumi ini kamu yang nyiapin??" ucap Maulindya dengan terkejut. Rumi tidak menjawab hanya tersenyum
"Aduhh Rumi sayang kamu rajin banget sih, beruntung banget kamu jadi istrinya Gala, tapi kamu yang kena sialnya hehehe. Lain kali ga perlu seperti ini sayang, kamu pagi -pagi pasti repot harus bekerja dan menyiapkan sarapan juga," ucap Maulindya sambil mengusap punggung Rumi
"Ga papa bun, ini juga mumpung lagi sempet. Rumi juga udah terbiasa dengan hal seperti ini. Bahkan biasanya Rumi juga memandikan nenek terlebih dahulu. Hanya ini yang bisa Rumi lakukan untuk membalas kebaikan keluarga bunda, apalagi setelah apa yang kalian lalukan untuk nenek Rumi," ucap Rumi dengan mata yang hampir berkaca-kaca.
"Itu sudah seharusnya sayang palagi kamu sekarang sudah menjadi bagian dari keluarga kami juga. Kamu bangunin Gala gih,"
"Iya Bun, setelah ini Rumi akan bangunkan," ucap Rumi sambil berjalan kearah dapur untuk membuatkan kopi terlebih dahulu.
*
*
Aroma kopi menguar memenuhi kamar begitu Rumi masuk. Mencium aroma kopi Galaksi langsung membuka matanya dan berdasar di tepi ranjangnya. Rumi meletakkan secangkir kopi di nakas kecil dekat sisi ranjang.
Dua hari ini Galaksi dapat tidur dengan nyenyak karena setiap malamnya dia sudah memiliki guling hidup yang bisa dia peluk Ketika tidur.
"Terima kasih," ucap Galaksi sambil mengambil cangkir kopi tersebut kemudian meminumnya sedikit.
"Ahhh.. nikmat mana yang kau dusta kan," gumam Galaksi dalam hati.
__ADS_1
"Nanti aku antar ke kantor, aku siap-siap dulu setelah itu kita berangkat," lanjut Galaksi
Rumi tidak membantah apapun karena percuma saja, Galaksi akan tetap memaksanya.
.
.
Sesampainya di kantor, suasana di sana sudah begitu ramai. Galaksi mengantarkan Rumi hanya sampai halte dekat gedung perusahaannya karena bisa gawat jika Rumi diturunkan di depan lobby.
Hal yang sama pun terjadi di pantry, para OB dan OG tengah bergosip ria membicarakan perihal pernikahan atasan mereka dua hari yang lalu. Pernikahan Galaksi yang mendadak tentu saja membuat heboh dan menjadikannya hari patah hati sekantor. Bagaimana tidak Galaksi yang menjadi idola dan incaran para kaum hawa yang single telah menikah dan memiliki istri. Tentu memupuskan harapan mereka untuk menjadikan Galaksi sebagai pasangan hidupnya.
"Nih, coba lo liat istrinya pak Galaksi glowing banget igh, cantik kayak barbie," ucap Ratna sambil memperlihatkan foto pernikahan Galaksi dan Rumi di handphone nya.
"Kalian tau ga sih, nama istrinya Pak Galaksi sama kaya Rumi temen kita tapi sayangnya nasibnya ga sama," celetuk Pak Eko.
Rumi yang baru saja masuk kedalam pantry cuek saja dengan obrolan rekan kerjanya dan langsung berganti pakaian seragamnya untuk segera mengerjakan pekerjaannya hari ini.
"Yang namanya jodoh ga tau pak, mungkin saja nanti Rumi temen kita bisa mendapatkan suami yang lebih baik dari pada pak Galaksi," ucap Dea, tak suka temannya di rendahkan seperti itu.
"Alahh... Ga mungkin lah ada yang mau sama Rumi apalagi hanya seorang OG. Jangan mimpi ketinggian deh nanti malah jatohnya sakit. Ada duda yang mau aja udah beruntung banget," ejek Ratna.
Rumi memberikan kode kepada Dea agar tidak perlu membalas perkataan Ratna. Ratna selaku syirik kepada Rumi yang bisa menarik hati beberapa staff di kantornya sehingga sering kali mendapatkan perlakuan baik dari para staff.
__ADS_1
*
*
Sesuai dengan perintah Galaksi, Eddy segera mengirim informasi ke masing- masing divisi perihal jenjang karier untuk divisi pemasaran. Informasi tersebut juga di tempel di mading informasi agar semua karyawan langsung membacanya.
Mengetahi jika informasi tersebut telah disebarkan, Rumi langsung mengambil dokumen penunjang dan diserahkan kepihak HRD. Hal ini mendorong semangat Rumi apalagi ini merupakan peluang besar untuk membuktikan kemampuannya.
Setelah jam makan siang, seluruh karyawan yang mendaftar program jenjang karier dikumpulkan dalam satu ruangan yang cukup besar. Beberapa dari mereka berasal dari bagian keamanan, karyawan magang, bagian kebersihan ataupun karyawan dari divisi lain yang tidak sesuai dengan keinginan kerjanya. Menjadi karyawan divisi pemasaran merupakan hal yang cukup menggiurkan apalagi dengan penerimaan bonus yang sangat besar.
Untuk masalah gaji semua staf sama hanya saja untuk bagian pemasaran bonus di peroleh jika mereka berhasil memenuhi target penjualan dan tentu saja jumlahnya sangat besar.
Bagian HRD langsung melakukan seleksi kepada karyawan yang mendaftar, untuk permulaan adalah tes akademik. Dari bagian kebersihan ada Rumi, Dea dan Ratna. Untuk Rumi test akademik bukan masalah besar karena statusnya adalah mahasiswa tentu hal mudah mengerjakan soal soal tersebut.
Setelah tahap test akademik test selanjutnya adalah test kesehatan, hal ini penting karena karyawan divisi pemasaran akan lebih banyak menghabiskan waktu di luar kantor, berkeliling mencari pembeli baik dalam acara event di lokasi tertentu atau menyebarkan selembar promosi. Mereka yang lolos tahap akademik menuju ruang kesehatan untuk ditest. Dan test yang terakhir adalah test wawancara.
Pengumuman siapa saya yang lolos dan terpilih menjadi karyawan divisi akan di umumkan esok hari melalui Mading informasi yang ada di perusahaan.
"Hallo boss, hasilnya udah keluar dan istri lo itu ternyata benar-benar luar biasa bahkan mendapatkan hasil test akademik yang tertinggi. Belum lagi ketika wawancara ide-ide yang dia berikan untuk divisi pemasaran sangat bagus dan inovatif. Gue yakin dia aka diterima menjadi karyawan divisi pemasaran," ucap Eddy ketika menelepon Galaksi
"Sudah gue duga sebelumnya, lo bisa liat kan di cara dia berbicara sama gue saja selalu ga mau kalah. Pasti dia termasuk orang yang berambisi dan mulai besok gue minta tolong lo awasi dan jaga dia ketika di kantor. Karena gue ga bisa selalu dekat dengannya," pinta Galaksi
"Lo tenang saja, itu hal kecil. Yang penting bonus boss jangan lupa!!" ucap Eddy dengan semangat.
__ADS_1
"Urusan duit aja lo gercep!!!"