
Bulu mata lentiknya mulai bergerak, kelopak matanya mengerejap saat sebuah cahaya menyilaukan mulai masuk kedalam penglihatan. Bau obat-obatan tercium begitu menyengat dan mulai tersadar dengan dimana posisinya saat ini.
Namun saat berusaha menggerakkan tubuhnya terasa begitu sulit, kepalanya pun terasa sangat berat. Tetapi dia bisa merasakan kehadiran seseorang di sisinya. Rumi menggerakkan bibirnya untuk mengatakan sesuatu namun tak ada suara yang keluar dari mulutnya.
Galaksi yang mulai kelelahan menjaga Rumi selama dua hari dua malam tak sengaja tertidur di samping Rumi. Tangannya selalu menggenggam jemari Rumi tanpa pernah melepaskannya.
Namun sesaat dia merasakan adanya pergerakan dari jari jemarinya Rumi, dia merasa jemari Rumi bergerak mempererat genggamannya.
"Rumi Sayang," gumam Galaksi.
"Ha-haus, ha-haus," lirih Rumi dengan begitu pelan namun masih bisa terdengar oleh Galaksi.
Galaksi terhenyak berusaha mengumpulkan nyawanya yang sempat terurai.
"Haus," ucap Galaksi mengulang.
Sadar jika Rumi sadar dan kehausan maka Galaksi segera menyambar segelas air putih yang ada di atas nakas. Tak lupa Galaksi memasukkan sedotan untuk membantu Rumi agar mudah untuk meminumnya.
Dengan telaten Galaksi membantu Rumi, ada keharuan saat melihat istrinya telah sadar. Galaksi kembali membaringkan tubuh istrinya perlahan dan menghadiahkan sebuah kecupan di kening Rumi.
"Tu-tuan aku kenapa? Kok bisa berada di rumah sakit?" tanya nya pada Galaksi.
Galaksi menggenggam tangan Rumi dengan sangat erat, sebuah kerinduan terpancar dari matanya.
__ADS_1
"Kamu sakit sayang dan aku senang sekali akhir-nya kamu bangun juga, aku kangen," Jawab Galaksi sambil menciumi kedua tangan Rumi
Rumi mengereyitkan dahinya, "emang sudah berapa lama aku berada disini Tuan?" tanya Rumi penasaran
Galaksi tersenyum, " kamu tertidur selama dua hari sayang. Gimana sekarang ada yang sakit ga?"
Rumi menggelengkan kepalanya, dia hanya merasa sekujur tubuhnya kaku kemudian ada bagian nyeri di perut bagiannya bawah. Rumi ingat jika sebelumnya dia terbentur meja dan merasa sakit di bagian perutnya setelahnya tak ingat apapun lagi.
"Bunda di sini?" tanya Rumi, dia melihat ibu mertuanya sedang tertidur di sofa sambil menggenggam handphone.
"Hemmm... Sejak kamu masuk rumah sakit bunda selalu disini jagain kamu sayang. Sesekali pulang ke rumah untuk melihat kondisi ayah."
Rumi terharu,.matanya berkaca-kaca. Begitu senang mendapatkan seorang ibu mertua yang baik hati, Rumi merasa diperlakukan layaknya anak kandung.
"Sayang, kamu sudah sadar? Terima kasih ya Allah, Alhamdulillah," ucapnya sambil mencium kedua pipi Rumi.
Krucuk
Krucuk
krucuk.
Terdengar bunyi suara yang berasal dari perut Rumi.
__ADS_1
"Sayang, kamu lapar?" tanya Galaksi sambil.mengusap rambut Rumi.
Rumi menundukkan kepalanya menahan malu, bisa-bisanya perutnya malah berbunyi cukup keras. Dia hanya bisa menganggukkan kepalanya saja.
"Ada yang ingin kamu makan?" tanya Maulindya denga antusias.
Entah mengapa Maulindya begitu bersemangat untuk mendengarkan jawaban Rumi apalagi menantunya tersebut sedang hamil.
Rumi berfikir sejenak biasanya dia akan memakan makanan apapun yang ada. Namun dalam dirinya tiba-tiba muncul sesuatu keinginan akan satu hal.
"Mmmmm... Rumi pengen nasi Padang yang ada di warung makan dengan pertigaan sana. Rumi ingin makan ayam balado sambel hijau," ucap Rumi semangat, baru kali ini dia menginginkan sesuatu dalam dirinya.
Maulindya dan Galaksi saling berpandangan dan tersenyum hangat.
"Aku belikan sekarang juga ya? Ada yang lain ga?" tanya Galaksi
"Mmmmm... Minumnya jus buah naga pake gelas warna Hijau ya," ucap Rumi dengan polos.
Galaksi mengereyitkan dahinya, cukup kaget mendengar permintaan Romi yang cukup aneh. Tapi Galaksi hanya bisa tersenyum dan mengiyakan permintaan istrinya.
"Gini ya rasanya menuruti permintaan ngidam istri kesayangan," gumam Galaksi dalam hati.
Maulindya tertawa puas melihat anaknya sedang menuruti Kemauan ngidam dari menantunya. Dia juga teringat saat pertama kali ngidam si kembar selalu ngidam hal yang aneh-aneh salah satunya adalah menyuruh Raka suaminya untuk memerik bunga mawar kemudian diberikan secara acak kepada cowol yang melintas dijalan.
__ADS_1
Setelah mendengar permintaan Rumi, Galaksi langsung bergegas pergi untuk mencari dan memberikan permintaan istrinya tersebut. Ada rona bahagia di wajah Rumi melihat Galaksi begitu semangat untuk mengabulkan permintaannya.