Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi

Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi
Lo ga kangen gue?


__ADS_3

Untuk beberapa saat Rumi terdiam mencerna halnya baru saja dia dengar. Tiba-tiba saja, dia merasakan hal yang tidak nyaman dengan hatinya.


Cinta pertama Galaksi?


Rumi sadar jika seseorang pasti pernah memiliki cinta pertama dalam hidupnya, bahkan dia sendiri juga punya dan belum bisa dilupakan sampai saat ini. Bukan tentang cintanya tetapi luka dan trauma yang membekas dalam ingatan Rumi sampai saat ini. Tapi entah mengapa seakan menolah kenyataan jika ternyata suaminya pernah memiliki cinta pertama.


"Pokoknya saya mau mau kedalam ruangan Galaksi saat ini juga!!! Kalian jangan halangi saya!!!" bentak wanita tersebut.


Rumi berusaha untuk bersikap biasa saja dan menghadapi wanita angkuh tersebut. Bagaimanapun juga dia adalah teman suaminya dan harus berbuat baik.


"Mungkin Ibu bisa telepon Pak Galaksi untuk mengabari jika anda datangi kesini. Mungkin dengan begitu beliau akan segera kembali," saran Rumi.


"Saya ga punya nomornya. Kita sudah berpisah selama lima tahun karena saya harus bekerja dan sekolah di luar negeri. Saya kesini ingin memberikan kejutan untuknya," terang wanita tersebut.


"Heh kamu malah diem aja,saya ingin keruangan Galaksi sekarang juga!! Kamu dengar ga sih!!!" Hardik wanita tersebut sambil mendorong Rumi.


Rumi yang tak siap langsung terhuyung ke belakang dan hampir saja terjatuh. Untung saja ada Eddy yang menahan tubuh Rumi agar tidak jatuh.


"Imelda, jaga sikap kamu!!!" sentak Eddy.


"Kamu ga papa Rum?" tanya Eddy khawatir


"Gapapa mas, terima kasih," ucap Rumi.


"Junaediiiiiii!!!! Itu lo hah??? Kok jadi ganteng, gagah banget sih pake jas gini. Padahal lo dulu culun abis," ucap Imelda girang, ya wanita itu bernama Imelda.


Dia adalah sahabat masa kecil dari Galaksi dan Eddy. Mereka bersahabat sejak di sekolah saat. Namun tepat lima tahun yang lalu Imelda mendadak menghilang tanpa kabar. Dan sekarang setelah urusannya selesai Imelda kembali menemui Galaksi dan Eddy.


"Imelda apa lu nggak bisa juga sikap, ini kantor bukan pasar. Lu nggak bisa seenaknya di sini, semuanya ada aturannya," ucap Eddy dengan tegas


"Ih lu jahat banget sih sama sobat lo sendiri, apa lo nggak kangen sama gue," ucap Imelda melunak.


"Gue kira lo hilang di jalan atau bahkan sudah meninggal. Pergi tanpa kabar lalu kembali seenaknya, " ucap Eddy begitu dingin, tatapannya bahkan tanpa ekspresi.


"Gue pergi ada alasannya Ed, " ucap Imelda sendu.


"Kalau lo mau ketemu Galaksi dia lagi keluar, kalau lo mau tunggu silakan tunggu di tempatnya kalau tidak silakan pergi dari sini," ucap Eddy.


Imelda merasa sakit hati dengan ucapan Eddy. Dulu Eddy selalu berkata lembut dengannya bahkan selalu perhatian. Tapi sekarang dia seperti orang asing yang tidak saling mengenal. Tanpa berkata lagi, Imelda berjalan dengan lunglai ke ruang tunggu untuk tamu.


Namun langkahnya terhenti saat melihat orang yang dia rindukan memasuki lobby. Tanpa menunggu lama, Imelda langsung berlari dan memeluk tubuh Galaksi


"Galaksi gue kangen!!!" ucap Imelda


Galaksi yang terkejut karena tiba-tiba ada seorang wanita yang memeluknya berusaha untuk melepaskannya.

__ADS_1


"Galaksi ini gue Imel, gue kembali buat lo," lanjut Imelda


Galaksi mulai mencerna ucapan wanita tersebut dan mengingat semuanya.


"Imelda?" gumam Galaksi.


"Iya ini gue, Imelda. Gue udah kembali Gala, dan gue janji ga akan pergi lagi," ucap Imelda bersemangat.


Rumi yang menyaksikan Galaksi berpelukan dengan wanita lain di depan matanya, jantungnya seakan di remas dengan kuat. Tak sanggup melihat hal tersebut lebih lama Rumi memutuskan kembali ke ruangannya.


"Rum, tunggu Rum," teriak Eddy sambil mengejar Rumi yang berjalan menuju lift


"Rumi," guman Galaksi saat melihat istrinya pergi meninggalkan lobby begitu saja.


"Lepaskan Imelda, ini kantor kamu tidak bisa berbuat seenaknya," ucap Galaksi sambil sedikit mendorong Imelda menjauh.


"Lo ga kangen gue?" tanya Imelda


"Nggak!!? Lucas antar dia ke ruangan meeting yang ada di lantai 3. Suruh OB menyiapkan minum dan makanan ringan untuknya. Setelah selesai temui saya di ruangan saya," ucap Galaksi memberi perintah, dia bahkan tidak memandang Imelda sama sekali.


Imelda yang merasa kesal karena dicuekin oleh Galaksi menghentak-hentakkan kakinya. Lucas pun segera meminta Imelda untuk mengikuti dirinya.


"Pasti abis ini bakalan ada drama peperangan rumah tangga nih," gumam Lucas.


*


*


Rumi mendesah kasar dan menghembuskan bokongnya ke kursi kerjanya. Entah mengapa kepalanya terasa berdenyut dan pening, belum lagi perutnya kerasa sedikit keram.


"Mungkin gara-gara tadi kebanyakan sambel kali ya, jadi sakit begini," gumam Rumi sambil memegangi perutnya.


"Rum, kamu ga papa?" tanya Eddy


"Eehhh Mas Eddy, kapan ada di sini? Maaf aku ga tau," jawab Rumi.


"Aku dari bawah mengikuti mu Rum apa kamu ga sadar?" Ucap Eddy


Rumi menggelengkan kepalanya.


"Maaf mas, Rumi ga tau," desahnya


"Rumi, aku harap kamu ga salah paham dengan Galaksi, Imelda itu-"


"Aku ngerti Mas, dia kan sahabat kalian berdua pasti butuh waktu untuk kangen-kangenan setelah lama berpisah," ucap Rumi.

__ADS_1


Dia berusaha untuk terlihat baik-baik saja meskipun Rumi sendiri tengah tidak nyaman dengan perasaannya.


Melihat Rumi yang baik-baik saja Eddy memutuskan untuk meninggalkannya dan kembali untuk bekerja. Awalnya dia khawatir Rumi akan merasa cemburu melihat Imelda yang memeluk Galaksi didepan matanya.


.


.


Imelda melangkah dengan riang setelah Galaksi menyuruhnya masuk kedalam ruang kerjanya. Bahkan saking senangnya melewati meja Eddy begitu saja, padahal Eddy tengah duduk disana.


Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu Imelda langsung masuk kedalam ruangan tersebut.


"Galaksi, sibuk amat sih. Masa gue udah dateng jauh-jauh malah di cuekin," gerutu Imelda sambil mengerucutkan bibirnya


"Suruh siapa kamu datang ke kantor, udah tau ini tempat kerja malah bersikap seenaknya," jawab Galaksi dengan tegas.


"Tapi kan gue sahabat lo, lo ga kangen?" rengek Imelda


"Seharusnya lo bisa jaga sikap. Bagaimanapun juga ini kantor bukan taman bermain. Ga bisa seenaknya bertingkah walaupun teman,"


Imelda cemberut mendapatkan sikap dingin dari Galaksi. Padahal dulu Galaksi selalu bersikap baik dan hangat dengannya. Imelda yang mulai bosan mulai berkeliling ruangan kerja Galaksi dan memperhatikan setiap sudut ruangan. Tiba-tiba matanya melihat sesuatu yang ganjil.


Imelda mengambil bingkai foto yang terdapat diatas meja kerja Galaksi dan melihat dengan wajah terkejut.


"Lo udah nikah Galaksi??" tanyanya dengan menahan air mata.


"Iya, aku udah menikah. Memangnya ada yang salah," jawab Galaksi jujur.


"Kenapa lo ga ngasih tau gue kalo lo udah menikah? Percuma saja gue kerja dan sekolah untuk bisa setara dengan lo. Ternyata penantian gue selama ini sia-sia, lo jahat Galaksi!!!!" seru Imelda. Air matanya mengalir deras membasahi pipinya.


"Apa lo pergi juga ngasih kabar ke gue hah? Lo pergi tanpa meninggalkan apapun. Bagaimana mungkin gue ngasih tau lo kalo gue menikah sedangkan keberadaan lo aja gue ga tau," jawab Galaksi terbawa emosi.


"Gue pergi untuk lo Galaksi, gue pergi supaya bisa setara dengan lo hah, lo ga ngerti itu?" Bentak Imelda


"Setara untuk apa??? Apa gue bersahabat dengan lo karena uang hah? Bahkan lo ninggalin seseorang yang udah tulus sama lo begitu aja hingga depresi. Gara-gara lo juga orang itu berubah Imel!!!" Sentak Galaksi


"Maafin gue udah ninggalin lo. Gue tau lo tulus cinta sama gue, makanya gue pergi,"


"Hah cinta, gue ga cinta sama lo," jawab Galaksi heran


"Gue udah tau semuanya Galaksi, waktu itu gue ngerasa ga pantas buat lo makanya gue pergi untuk memantaskan diri," ucap Imelda percaya diri.


"Lo salah paham Imel, bukan gue yang cinta sama lo tapi-"


"Ssssstttttt, ga perlu banyak bicara yang jelas mari kita perbaiki semua," Imelda meletakkan jarinya pada bibir Galaksi agar dia tak banyak berbicara lagi.

__ADS_1


__ADS_2