Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi

Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi
Pertemuan Keluarga


__ADS_3

Dengan melipat kedua tangannya di depan dada, Galaksi tengah berdiri dihadapan kedua orang tuanya dan om Bara yang sedang duduk seperti seorang tersangka. Setelah melakukan kedua orang tua dan om Bara melakukan sandiwara untuk mengetes calon istri Galaksi, mereka sedang di dakwa oleh Galaksi.


Galaksi mencubit ruang diantara alisnya, ternyata setelah dirinya membawa calon istri tingkah laku kedua orang tuanya semakin aneh saja. Mereka berdalih ingin mengetes apakah calon istri Galaksi orang baik atau tidak.


Sedangkan Rumi yang duduk tak jauh dari situ hanya bisa terkekeh melihat bagaimana tingkah konyol kedua orang tua Galaksi. Padahal sebelum Rumi dibuat ketakutan oleh sosok Om Bara yang tinggi besar, dia tak lain adalah sepupu Raka ayah Galaksi.


"Sudah puas Bun???" tanya Galaksi


"Su-sudah nak," ucap Maulindya sambil memainkan ujung bajunya.


"Ayah, om Bara bagaimana?"


"Hehehehe," keduanya kompak tertawa pelan.


"Jadi kalian sudah tau kan gadis itu adalah calon istri Galaksi. Kalian ini bener-bener ya bikin Galaksi malu punya orang tua yang tingkah lakunya aneh begini," ucap Galaksi dengan kecewa.


"Tu-tuan sudah jangan menyalahkan kedua orang tua Tuan, saya tidak apa-apa, sungguh," ucap Rumi sambil memohon tak tega melihat ekspresi kedua orang tua Galaksi yang cemberut.


"Tapi mereka..... Ahh sudah lah saya cape. Dan kamu harus ingat, panggil saya Gala saja jangan ada embel-embel Tuan apalagi saya adalah calon suami kamu," Galaksi menghempaskan bokongnya ke sofa yang empuk, kepalanya yang terasa pening membuat enggan untuk berkata kata lagi


"Maaf, saya akan coba. Mau saya buatkan kopi biar releks?" tawar Rumi


"Boleh, yang seperti biasa ya. Kalo kamu ga tau letak kopi dan gula di dapur bisa tanya mbak yang di belakang," jawab Rumi.


"Ayah juga satu ya Nak," ucap Raka sambil mengacungkan tanganya


"O-om Bara juga mau?" tanya Rumi takut -takut.


"Boleh deh, jangan terlalu manis ya setengah sendok saja gulanya," ucap Bara dengan suara bariton nya.


Rumi menganggukkan kepalanya kemudian menuju dapur. Rumi begitu takjub melihat area dapur dirumah tersebut sangat luas mirip daput di restoran besar. Perabotannya juga lengkap, semuanya tertata rapi membuat yang mempunyai hobi masak betah berlama-lama di dapur.


Sepuluh menit kemudian Rumi kembali sambil membawa tiga canggir menggunakan baki. Aroma kopi memenuhi ruangan tersebut, tercium sangat enak dan membuat pikiran tenang. Dua cangkir milik ayah Galaksi dan Om Bara diletakkan di meja, sedangkan milik Galaksi Rumi berikan secara langsung.


"Ini tidak terlalu panas, bisa langsung diminum seperti biasa," ucap Rumi sambil memberikan secangkir kopi yang dia buat khusus untuk Galaksi.


Galaksi segara menerima, menghirup aromanya terlebih dahulu baru kemudian mulai menyeruput sedikit cairan kopinya. Paduan rasa manis dan pahitnya begitu pas seperti biasa, cocok dengan selera Galaksi

__ADS_1


"Terima kasih," ucap Galaksi sambil tersenyum.


"Mmmmm.... Ini kopinya enak banget. Pantes saja Galaksi langsung kesemsem sama kamu," ucap om Bara.


Blush


Wajah Rumi langsung mendadak memerah dan membuat nya harus menundukkan kepalanya sambil menahan malu. Walaupun belum ada perasaan apa - apa tetap saja Rumi merasa malu.


"Yuukk ahh kita makan malah ngobrol terus. Sudah masuk jam makan siang juga. Rumi ayo nak," ajak Maulindya.


Akhirnya mereka semua menuju meja makan untuk makan siang bersama. Semua makanan yang tersaji merupakan kesukaan Galaksi. Setelah makan siang, Galaksi mengajak Rumi untuk mencari cincin pernikahan dan gaun pengantin yang akan di gunakan. Walaupun sempat menolak karena tidak bisa meninggalkan neneknya lebih lama lagi pada akhirnya Rumi bersedia setelah Galaksi berbicara telah menyewa seorang perawat untuk menjaga nenek Rumi di rumah sakit.


Walaupun pernikahan mereka berdua diawali sebuah keterpaksaan dan serba mendadak tetapi Galaksi tetap membuat konsep pernikahan yang Rumi inginkan.


Setelah mendapatkan cincin pernikahan mereka, Galaksi dan Rumi memutuskan untuk pulang karena khawatir dengan kondisi neneknya yang dirumah sakit.


"Kak Gala!!?" Panggil seseorang dari belakang.


Ternyata seorang wanita hamil menghampiri Rumi dan Galaksi. Mata Galaksi membola dan merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi. Gala mengusap wajahnya dengan kasar tidak menyangka akan bertemu dengan wanita ini di mall


"Ternyata di cari kemana-mana Kak Gala malah asyik dengan wanita lain, bukannya bertanggung jawab dengan apa yang sudah di lakukan," ucap wanita hamil tersebut


"Aku ini hamil, kamu malah sibuk dengan wanita lain. Bisa-bisanya kamu lagi dari tanggung jawab," rengek wanita hamil itu


Rumi yang sedari tadi diam menyimak pembicaraan antara wanita hamil itu dan Galaksi mulai berinisiatif untuk berbicara.


"Jadi Tuan Galaksi menolah bertanggung jawab?" tanya Rumi


Wanita itu hamil itu mengangguk pelan kemudian menatap Galaksi dengan tatapan iblis.


"Kena kau," guman Wanita hamil tersebut


"Rumi, dia itu-"


" Tuan diam saja biar saya yang berbicara," potong Rumi


"Sudah hamil berapa bulan Nona?" tanya Rumi

__ADS_1


"Sudah jalan Enam bulan, " ucap wanita hamil itu dengan sendu


"Jadi Tuan Galaksi ga mau bertanggung jawab?" Tanya Runi memastikan


Wanita hamil itu kembali menggelengkan kepalanya, Rumi menatap Galaksi dengan rasa amarahnya.


"Kalo kamu siapa nya Kak Gala ya?"


"Ohh.. sa-saya hanya karyawan nya saja," ucap Rumahnya dengan senyum tipis


"Ra, kamu ini sudah keterlaluan. Kan ini bisa diselesaikan dirumah," ucap Galaksi sambil menahan malu.


"Ga bisa!! Habisnya setiap aku minta pertanggung jawaban kak Gala selalu menghindar," ucap wanita hamil tersebut dengan sedih


"Ra, cukup!! Apa kamu mau buat kakak mati berdiri hah???" Seru Galaksi


Wanita hamil itu terkejut setelah Galaksi berbicara sedikit keras dengannya hingga membuatnya menangis.


"Tuan jangan berbicara kasar dengan nona ini, dia kan lagi hamil perasaan nya sensitif. Tuan harus bertanggung jawab, Tuan harus menikah dengannya," ucap Rumi dengan tegas.


"Ta-tapi dia itu a-"


"Tuan sudah menghamilinya dan harus bertanggung jawab!!!" Seru Rumi


"Tapi itu bukan anak saya!!!" Balas Galaksi tak kalah tegas.


"Kamu jangan percaya kata-kata dia Rum, nanti kamu akan menyesal!!!" Lanjut Galaksi dengan geram


"Kalo bukan anak Tuan, lalu anak siapa?" Rumi bertanya-tanya


"Anak suaminya lah..masa anak jin iprit!??" Jawab Galaksi sambil melipat tangannya lalu membalikkan badannya, malas melihat kedua wanita yang ada di hadapannya


Wanita hamil tersebut lantas tertawa melihat perdebatan antara Rumi dan Galaksi. Rumi melihat wanita hamil itu dengan heran, mengapa bisa dia tiba-tiba tertawa sendiri.


"Ahhhh kakak ipar, lucu sekali siihhh kamu. Uuhhhh..mana cantik pula. Kok mau sih sama kak Gala yang sombong ini," ucap wanita hamil tersebut


"Hah kakak ipar???" ucapan wanita tersebut sukses membuat Rumi melongo

__ADS_1


"Kakak ipar kenalin aku Aurora, adik kesayangannya kak Galaksi," ucapnya sambil mengulurkan tangannya.


"Hah!!!"


__ADS_2