Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi

Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi
Rumi Jadi Rebutan


__ADS_3

Dari kaca spion yang ada di bagian belakang Rumi melihat siapa orang yang sedang di temui suaminya tersebut. Walaupun hanya melihat bagian samping tubuh pria tersebut tetapi Rumi masih ingat dengan jelas orang tersebut.


"Bukankah itu Tuan Muda Kevin? Apa Hubby mengenalnya??" gumam Rumi hati


Karena penasaran apa yang sedang dibicarakan oleh mereka berdua Rumi memutuskan untuk turun dan keluar dari mobilnya. Berjalan perlahan mendekati tanpa disadari oleh kedua orang tersebut.


"Lagi apa sih mereka berdua, kok kayak lagi berantem??" tanya Rumi dalam hati. Dia dapat dengan jelas melihat ekspresi Galaksi yang menahan amarah.


"Ciihh jangan bersikap sebagaimana suami yang baik. Nyatanya kau dan istrimu itu terpaksa menikah karena kau memaksanya. Tuan Gala ternyata Anda licik juga ya dengan menjebak Rumi mengiming-imingi biaya operasi neneknya dan memaksanya menikah dengan anda," ucap Kevin dengan pongah.


Deg


Rumi terkejut saat mendengar Kevin berkata demikian. Apalagi yang dikatakan oleh pria tersebut tidak semuanya benar. Memang menurut Rumi cara Galaksi memintanya untuk menikah dengan terbilang licik tapi Rumi tak pernah merasa terpaksa untuk menikah dengan Galaksi.


"Memangnya apa urusannya dengan anda Tuan Muda Kevin. Rumi terpaksa menikah dengan saya bukan urusan anda sama sekali dan anda tidak berhak mencampuri urusan rumah tangga saya. Apa anda tidak mampu mendapatkan wanita lain untuk dijadikan istri anda sehingga menginginkan wanita yang bersuami. Bahkan dia sedang hamil," ucap Galaksi dengan tenang. Dia tidak boleh terpancing emosinya.


"Ciihhh, tak ada wanita yang bahagia jika pernikahan nya saja terpaksa. Tak perlu banyak melakukan pembelaan diri, sebaiknya carikan saja Rumi hari ini juga dan setelah itu aku akan membahagiakannya," Sahut Kevin, dia tetap memaksa kehendaknya.


"Tuan Kevin yang terhormat, sayangnya saya sangat bahagia bisa menikah dengan suamiku dan yang perlu saya luruskan saya tidak pernah terpaksa menikah dengannya. Pernikahan terjadi atas kesepakatan kami berdua," ucap Rumi, ingin membuat Kevin sadar diri.


Galaksi terkejut mendengar suara Rumi dari arah belakang, dengan segera dirinya menghampiri Rumi dan melingkarkan lengannya ke pinggang istrinya. Tak lupa kecupan mesranya di kening Rumi, membuat Kevin memalingkan wajahnya ke arah lain.


"Ciiihhh sok pamer," decak Kevin


"Tak perlu berdusta dengan mengatakan jika kalian hidup bahagia Rumi. Aku tau pernikahan kalian bukan dikarenakan mencintai. Tinggal suamimu itu dan aku berjanji akan membahagiakan mu sepanjang waktu. Untuk anak yang anak yang sedang kamu kandung tak perlu khawatir karena aku akan menganggapnya seperti anak kandungku sendiri," bujuk rayu Kevin, merasa dirinya lebih pantas untuk Rumi.


Galaksi sudah sangat geram, tangannya sudah gatal untuk memberikan sebuah bogeman untuk calon pebinor yang sangat percaya diri itu. Tetapi Rumi menatap Galaksi dengan dalam berkata untuk diam saja.

__ADS_1


Rumi menyunggingkan senyuman di ujung bibir, ternyata dia melihat dengan mata kepalanya sendiri ada sosok pebinor.


"Aku butuh bukti jika nanti aku memilihmu akan hidup bahagia, aku tak ingin mengorbankan kebahagiaan yang sekarang untuk sesuatu yang belum jelas bentuknya," tantang Rumi, dia ingin lihat wujud pebinor yang sebenarnya.


Kevin membalas senyuman Rumi, tangannya mengeluarkan sesuatu dari dalam saku jasnya, sebuah kartu sakti berwarna hitam.


"Yang ada di dalam sini akan menjadi milikmu, tentunya akan lebih besar dan lebih banyak dibandingkan dengan apa yang di miliki oleh suamimu saat ini. Bisnis ku sangat berjaya, kamu tidak akan menyesal," ungkap Kevin dengan sangat Percaya diri


Rumi terkekeh, ternyata hanya perihal harta yang diagungkan oleh pria yang bernam Kevin. Kevin mengerutkan dahinya saat Rumi justru meremehkannya.


"Kenapa ada yang salah??" tanya Kevin, ekspresi Rumi sangat membuatnya penasarannya.


"Kau membujukku untuk meninggalkan suamiku tersayang dengan sebuah kartu hitam?? Aku tak butuh kartu itu, seberapapun banyak isinya aku tak peduli. Bahkan beberapa bulan yang lalu aku mematahkan kartu milik suamiku menjadi dua karena digunakan untuk mengganjal pintu toilet," ucap Rumi dengan santai


"Hah apahhh!!!" ucap Kevin dengan kedua mata yang membola.


Galaksi tak sanggup menahan tawanya, akhirnya dia tertawa cukup keras hingga perutnya terasa keram.


"Maaf Bunny, abisnya kalo di ingat-ingat lucu juga. Kamu ini memang benar -benar polos sayang, love you," ucap Galaksi sambil menahan tawanya


Wajah Rumi bersemu merah, tak kuasa menahan rasa malunya. Apalagi Galaksi spontan mengatakan rasa cintanya.


Sejenak Kevin terdiam melihat bagaimana cara Rumi memandang Galaksi begitu juga sebaliknya, terlihat ada binar cinta yang sangat besar diantara keduanya.


"Benarkah mereka saling mencintai, tapi bukankah mereka menikah karena terpaksa," gumam Kevin dalam hatinya.


"Sudah-sudah jangan banya drama di depan ku, jadi bagaimana Rumi dengan keputusanmu? Siapa yang akan kamu pilih?"

__ADS_1


Ckck


Rumi berdecah, hormon kehamilannya membuatnya ingin sekali menggigit telinga Kevin hingga putus.


"Maaf Tuan Kevin yang terhormat. Kita tidak saling kenal sebelumnya, saya hanya bertemu dengan anda selintas. Dan sekarang anda meminta saya untuk meninggalkan suamiku yang tercinta. Tuan Kevin yang terhormat, sebaiknya anda periksa ke dokter kejiwaan. Seperti anda perlu membenahi diri anda, bagaimana mungkin pria terhormat seperti anda menjadi seorang pebinor," ucap Rumi dengan menohok.


Kevin mengatupkan kedua bibirnya dengan sangat rapat, lidahnya mendadak kelu. Ini menyakitkan untuk hatinya.


"Kau tau harus datang kemana untuk mencariku jika kelak suamimu itu jatuh bangkrut," ucapnya dengan penuh tekanan.


Rumi yang hendak kembali ke mobil langsung membalikkan tubuhnya dan berjalan mendekati Kevin tanpa sempat di cegah oleh Galaksi.


"Anda mengancam saya Tuan?? Apa anda ingin membuat perusahaan suami saya bangkrut dan berharap saya akan pergi meninggalkannya dan berpaling kepada anda. Hah!!! Dalam mimpimu Tuan Muda!!! Jangan pernah menyentuh Galaksi sehelai rambutpun atau aku yang akan pergi mencari mu untuk membalas perlakuan jahatmu!!! Ingat baik-baik Tuan Muda!!!" Bisik Rumi tepat ditelinga Kevin membuatnya merasa merinding dan hampir saja kejang.


"Hubby, gendong!!!" rengek Rumi.


Dengan senang Galaksi menghampiri Rumi dan menggendongnya ala bridal style. Tepat sebelum pergi, Galaksi memberikan senyuman kemenangan membuat Kevin geram.


" Nando!!!" Panggil Kevin


" Ya Tuan Muda."


"Apa barusan saya baru saja di tolak?"


"Sudah tau kenapa bertanya Tuan."


"Kau ingin saya pecat hah!!!!!" Teriak Kevin penuh amarah.

__ADS_1


"Apa Tuan Muda ingin saya laporkan jika anda bermaksud ingin menjadi pebinor?" Nando dengan tatapan yang tajam


"Kau berani sekali mengancam hah!!! Kita pulang!!!"


__ADS_2