
Dengan cemas Galaksi menunggu Rumi yang tengah di lakukan pemeriksaan oleh dokter. Penampilan Galaksi sudah tidak karuan terutama pakaiannya yang berlumuran darah. Rumi mengalami pendarahan yang cukup banyak setelah punggungnya membentur meja dengan sangat keras.
Ditemani sang ibunda, Galaksi menanti hasil pemeriksaan dengan harap-harap cemas. Eddy yang berdiri tak jauh dari Galaksi tak berani mendekat, dia merasa sangat bersalah dengan yang terjadi terhadap Rumi. Begitu juga Imelda, wanita itu hanya bisa terisak menangis meratapi nasibnya. Apalagi Galaksi akan sangat membencinya jika terjadi sesuatu yang buruk.
"Bun, kenapa dokter lama sekali. Apa yang terjadi dengan Rumi sebenarnya Bun?" tanya Galaksi hampir putus asa.
Maulindya mendesah kasar, dia juga merasa sangat khawatir dengan kondisi menantunya. Apalagi Maulindya curiga jika Rumi tengah berbadan dua sehingga mengalami pendarahan.
"Kita doakan saja yang terbaik ya sayang, Rumi pasti sangat membutuhkan doa dan semangat dari kamu sebagai suaminya. Jika memang masih rezeki kalian berdua pasti mereka akan selamat," ucap Bunda Galaksi yang berusaha menenangkan anaknya
Galaksi mengereyitkan dahinya, menatap mata bundanya dengan penuh pertanyaan.
"Apa maksudnya dengan bunda berkata mereka?? Yang terluka hanya Rumi Bun," ujar Galaksi penasaran.
Maulindya mengusap punggung anaknya agar sedikit tenang.
"Nanti juga kamu akan tau sayang, kita tunggu saja hasil pemeriksaan dokter. Semoga dokter bisa melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan Rumi," ucap bunda Galaksi dengan tenang.
Galaksi duduk dengan lesu di kursi tunggu, tubuhnya seakan tak ada tenaga sama sekali. Telapak tangannya penuh dengan da-rah Rumi yang sudah mengering. Tak terasa air mata yang telah dia tahan sedari tadi akhirnya tumpah juga.
Dia merasa sangat gagal melindungi istrinya kali ini. Apalagi Rumi
"Rum, bertahanlah sayang aku tau kamu wanita yang kuat," gumamnya dalam hati.
Sementara di tempat yang lain Eddy dan Imelda beradu mulut. Keduanya saling mengalahkan atas insiden yang terjadi kepada Rumi.
"Bisa ga sih lo diem barang sebentar aja, sakit mata gue liat Lo bolak -balik ga jelas!!!" gerutu Eddy, fisik dan hatinya sudah sangat lelah.
__ADS_1
"Banyak ba-cot banget sih lo!! Lo emang ga pernah bisa ngertiin gue Ed," balas Imelda sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
Eddy memilih untuk memejamkan mata sejenak, sudah sangat mumet menghadapi wanita yang satu ini. Banyak maunya tetapi tak pernah bisa mengerti.
"Gue kurang mengerti apa lagi tentang lo hah?? Gara-gara sikap kasar lo itu bikin Rumi dalam bahaya, lo ga liat Galaksi ampe kuatir begitu," ucap Eddy
"Dasar aja cewek itu yang lemah, baru di dorong begitu aja udah jatoh. Cari perhatian dia, eh malah celaka sendiri kan jadinya," elak Imelda, dia tak ingin disalahkan.
Eddy mengepalkan tangannya dengan sangat kuat hingga kuku-kukunya memutih. Tiba-tiba Eddy berdiri dan mendorong tubuh Imelda hingga terjatuh
"Aaaawww, sakit Eddy. Lo napa sih tiba-tiba dorong gue. Sakit ya lo hah!!!" Ucap Imelda tak terima.
Eddy bahkan tak membantu Imelda untuk berdiri. Beberapa orang yang ada di sekitar mereka juga hanya melihat Imelda tanpa membantunya.
"Jatuh kan lo, padahal gue dorong lo ga kencang-kencang amat, cuma pake satu tangan. Brarti lo juga lemah, bukan Rumi saja. Lo pergi lima tahun tanpa kabar gue kira kita bertemu lo akan lebih baik. Tapi ternyata gue salah, lo lebih buruk dari dugaan gue. Dugaan gue, lo bahkan sama sekali ga punya hati Mel," ungkap Eddy dengan gamblang.
Imelda mendegus kesal, dia berdiri sambil cemberut. Bola matanya menatap Eddy dengan tajam, seolah bendera peperangan sedang dikibarkan.
Nafasnya menderu, amarah dalam dadanya keluar begitu saja. Sakit hati melihat cinta pertamanya telah bahagia dengan kehidupannya.
"Sadar Imel, lo dan Gala tidak berjodoh. Lebih baik lo lanjutkan hidup dan kembali dengan kehidupan yang telah Lo jalani. Bukankah selama ini lo pergi demi mengejar karir dan uang!!" Tuduh Eddy.
Bahkan Eddy sudah mengikhlaskan kepergian Imelda tanpa pesan lima tahun yang lalu tapi sekarang kembali dengan membawa luka.
"Lo salah Eddy!! Gue pergi untuk memperbaiki diri, membuat Galaksi melihat gue lebih nyata!!!" Sanggah Imelda dengan tegas. Padahal selama ini dia hanya salah paham, tak pernah sekalipun Galaksi berteman dengan orang yang berada atau yang sama derajatnya.
Eddy menggelengkan kepalanya dan mendenguskan napasnya kasar. Selama ini pemikiran Imelda tentang Galaksi tak pernah berubah.
__ADS_1
"Lo yang salah Mel. Kalo Galaksi hanya memandang harta dan status, dimata dia kita ini hanya butiran debu. Sebaiknya lo simpan kaca banyak-banyak biar setiap saat lo bisa berkaca diri tiap detik!!?" bisik Eddy tepat di telinga Imelda.
Setelah mengatakan hal tersebut, Eddy meninggalkan Imelda seorang diri do lorong rumah sakit. Bisa gila dan stress jika mengurusi dan meladeni orang keras kepala seperti Imelda.
.
.
Baru saja dokter keluar dari ruang tindakan,Galaksi dan Maulindya langsung menghampiri ke ambang pintu.
"Dok bagaimana keadaan menantu saya, apa dia baik-baik saja," tanya Maulindya, ibunda Galaksi. Langsung main tembak saja padahal Galaksi baru saja hendak membuka mulutnya.
"Saya sudah berusaha maksimal mungkin untuk menyelamatkan pasien tetapi semua kembali lagi ke kehendak Tuhan yang Maha Esa. Setelah saya melakukan segala usaha, saya memiliki kabar baik dan kabar buruknya untuk bapak dan ibu," terang dokter.
Perasaan Galaksi langsung tidak enak, apalagi dokter mengatakan memiliki kabar buruk.
"Kamu ingin mendengarkan kabar baiknya dulu dok," ucap Maulindya mengambil alih, dia tau anaknya sedang syok.
"Alhamdulillah setelah melalui masa kritis karena kekurangan darah, pasien dan janinnya berhasil diselamatkan namun dalam kondisi lemah," terang Dokter.
Galaksi langsung mengangkat kepalanya setelah mendengar Istrinya berhasil selamat. Rasa bahagia langsung menghampiri dirinya, kekhawatiran pun sedikit berkurang.
"Janin?? Maksud dokter menantu saya hamil ???" tanya Maulindya penasaran.
"Iya bu, menantu ini sedang hamil kurang lebih 11 minggu jika kita cek menggunakan USG. Tetapi supaya lebih akurat setelah kondisi pasien membaik bisa dilakukan pemeriksaan ke bagian spesialis kandungan,"
"Bun, istri Gala hamil bun. Gala akan punya jadi bapak dan punya anak Bun!!!" seru Galaksi kegirangan, tangis dan senyum bahagia terpancar dari wajahnya.
__ADS_1
"Lalu kabar buruk ya apa Dok?" Maulindya teringat.
"Kabar buruk ya adalah..."