Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi

Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi
Kegalauan Eddy


__ADS_3

"Mel, Lo yakin akan melakukan hal ini?" tanya Eddy memastikan


"Gue yakin seribu persen Junaedi. Bagaimana pun juga gue harus minta maaf. Itu semua salah Gue Ed, apalagi terhadap Rumi gue punya dosa besar yang membuat salah satu calon anak mereka harus mati," ucap Imelda dengan tertunduk lesu


"Tapi bagaimana kalo Gala ga mau ketemu sama lo?"


" Gapapa Ed, yang penting gue udah berusaha," ucap Imelda dengan senyum yang dipaksakan


Eddy menghirup udara disekitarnya dengan dalam. Setelah mendengar keputusan Imelda akan kembali ke negeri Perancis untuk menyelesaikan permasalah nya ada rasa tak rela jika Imelda harus pergi. Terutama setelah mereka berdua menghabiskan malam yang panjang, Eddy merasa Imelda sudah mulai berubah.


Terbukti dengan sekarang Imelda yang sudah berbesar hati dan menerima kenyataan jika Galaksi sudah bahagia dengan kehidupannya. Bahkan Imelda ingin meminta maaf kepada Galaksi dan rumit atas segala kesalahan dan dosa yang telah dia lakukan.


Rupanya saat hendak membawa email dan masuk ke dalam kantor Eddy dicegat oleh security karena Imelda tidak diperbolehkan masuk. Security bersikeras Imelda dilarang masuk setelah keluar perintah dari Galaksi bahwa Imelda dilarang masuk selamanya dalam situasi dan kondisi apapun.


Eddy berusaha untuk mencoba menghubungi Galaksi namun teleponnya tidak diangkat sama sekali


Eddy tak patah arang, dia mencoba menelepon Rumi. Sayangnya hal yang sama terjadi saat Eddy mencoba menghubungi Rumi.


Eddy mengacak -acak rambutnya, kesal dengan situasi yang ada. Kenapa semesta seakan tak pernah ingin melihatnya bahagia bahkan untuk sekali saja.


"Sudahlah Junaedi, gue kembali aja ke hotel ya dan Lo masuk kantor gih. Gue janji akan jaga diri dan nggak akan ngelakuin hal aneh-aneh. Gue mau balik ke hotel dan tidur karena semalem main sama lo bikin capek. Badan gue pegel-pegel semua, lo terlalu beringas," ucap Imelda tanpa di filter.


Dua orang security hanya tersenyum masam mendengar ucapan Imelda, Eddy menahan rasa malunya.


" Lo kalau ngomong bisa nggak sih di filter dulu. Vulgar banget sih, liat tuh ampe kedengaran sama security kan malu jadinya. Wah parah banget lo," keluh Eddy


"Hehehe sorry terlalu jujur. Maap maap," Imelda terkekeh.


"Bener ya lo langsung balik ke kantor, jangan keluyuran. Awas aja kalo lo malah ke club malam atau pergi ke tempat yang aneh-aneh. Gue iket lo di pohon toge," ancam Eddy.


Dia masih khawatir Imelda nya akan melakukan tindakan hal bodoh lagi. Eddy tahu jika Imelda tengah merasakan depresi akibat skandal yang di sebarkan oleh Galaksi.


"Lo tenang aja Ed,nggak usah khawatir. Nanti begitu gue sampai di kamar hotel gua langsung video call deh biar lo yakin. Lagi pula semalem lo udah bisa bikin gue lupa dengan masalah gue," ucap Imelda sambil berbisik.


Ahh sial, Eddy malah terpancing dengan suara Imelda yang terdengar seksi. Dia teringat bagaimana Imelda mendesah dibawah permainannya tadi malam.


"Oke. Gue pesanin taksi online ya," ucap Eddy.

__ADS_1


Imelda hanya menganggukkan kepalanya.


Setelah taksi online yang dipasangkan nya datang dan Imelda kembali ke hotel, Eddy bergegas masuk kedalam kantor. Walaupun jam masuk kantor telah lewat dari dua jam yang lalu tapi Eddy memutuskan untuk bekerja. Walaupun pada akhirnya nanti akan terkena omelan sang boss.


Duduk di depan meja kerjanya Eddy nampak lesu dan tidak berga-irah. Tak ada semangat kerja untuk hari ini, entahlah pikiran Eddy tidak pada tempatnya. Tubuhnya di kantor sedangkan pikirannya sedang memikirkan Imelda.


Kluning


Kluning


Ada bunyi notifikasi WhatsApp dari handphone milik Eddy menandakan ada chat baru masuk. Dengan malas, menggerakkan tangannya untuk mengambil handphone yang berada disampingnya.


Matanya langsung melotot saat melihat chat baru tersebut dari Imelda. Langsung saja Eddy membuka dan membaca pesan yang dikirim oleh Imelda. Isi chatnya mengabarkan jika dirinya sudah sampai di kamar hotel dan dia mengajak Eddy untuk video call jika tidak mempercayai. Eddy lantas segera membalas pesan tersebut, tapi sayangnya Eddy tidak bisa video call saat ini karena masih jam kerja. Apalagi setumpuk pekerjaan masih tertumpuk manis dihadapannya. Eddy berjanji akan melakukan panggilan video call saat istirahat nanti.


Eddy mendapatkan semangat baru setelah berkirim pesan dengan Imelda. Tak ingin membuang waktu dengan hanya termenung dan melamun akhirnya Eddy mulai mengerjakan satu persatu dokumen yang ada di depan mata.


Setara Galaksi yang sedang mengamati dan mengawasi Eddy dari CCTV tak memberikan respon apapun. Walaupun Galaksi tahu jika Eddy datang terlambat tetapi dia tidak menegurnya karena sedang malas melihat wajah Eddy untuk saat ini.


*


*


Karena bosan di ruangan kerjanya sendirian akhirnya Galaksi memutuskan untuk mengunjungi Rumi di ruangan kerjanya. Ternyata sang istri tersayang tengah sibuk dengan di setumpuk pekerjaannya.


Dea yang melihat kedatangan Galaksi memutuskan menyingkirkan dan keluar dari ruangan kerja Rumi dari pada harus menjadi lalat pengganggu.


"By," balas Rumi dengan senyum merekah.


Kepalanya yang semula terasa nyut-nyutan pening hilang seketika saat melihat suaminya datang. Ada rasa rindu yang besar yang dirasakannya padahal baru beberapa jam saja terpisah.


"Kamu ga cape Bunny??" tanya Galaksi. Tangannya selalu saja membelai rambut Rumi yang sudah sepanjang pinggang


"Heemmm cape sih tadinya. Cuma pas liat Hubby kesini ilang aja gitu, hehehe," kekeh Rumi


"Diihhh maca ciihhhh. Lucu anget deh istri aku ini," ucap Galaksi dengan alay


Rumi menahan senyumnya merasa geli melihat Galaksi yang biasanya dingin dsn berwibawa kini malah gemoy-gemoy alay. Sifat nya akan berubah jika berdekatan dengan Rumi.

__ADS_1


"Igh sumpah alay banget sih By. Untung sayang," ucap Rumi sambil menggeleng -gelengkan kepalanya.


"Emang kalo ga sayang mau gimana???" tanya Galaksi dengan menaikkan sebelah matanya.


Tak lupa tangannya dilipat didepan dadanya, pura-pura sedang merajuk.


"Kalo ga sayang, ya gapapa. Biarin aja. Hehehehe."


"Ya elah, jawabannya gitu amat sih!!!" Galaksi mencebikkan bibirnya.


Tiba-tiba Rumi merasakan perutnya tengah lapar.


Krucuk


Krucuk


Krucuk


Bunyi yang berasal dari perut Rumi terdengar keras. Rumi menundukkan kepalanya menahan malu.


"Hemmm.. sepertinya dedek bayi nya laper Bunny. Yuk Kita makan, sebentar lagi juga masuk jam istirahat. Kita makan di kantin aja ya," ajak Galaksi.


"Okey baiklah By..makan dimana saja boleh yang penting enak. Aku beresin dulu dokumen ini ya By. Ga enak kalo berantakan gini. Nanti kalo ada yang mencuriga ga akan ketahuannya soalnya," ucap Rumi.


Tangannya dengan lincah membereskan dokumen yang ada diatas meja kerjanya. Galaksi hanya diam melihat istrinya yang lincah bergerak. Bukan tidak mau membantu, tapi nantinya akan ada drama ala india-indiaan yang justru akan memperlama waktu yang diperlukan untuk beberes.


*


*


Rumi dan Galaksi sudah ada di kantin, tak lupa mereka mengajak Dea dan Lucas untuk makan bersama. Eddy tak dia ajak karena menurut Lucas, Eddy keluar dari kantor karena ada urusan.


Aksi Galaksi yang tengah menyuapi Rumi menjadi tontonan para karyawan yang sedang bersantap siang di kantin. Dea dan Lucas menjadi baper melihat pasangan yang harmonis tersebut.


"Duuuhhhh lama-lama gue kena diabetes niihhh, padahal gue pesen teh tawar. Tapi kenapa pas masuk di mulut berasa manis ya?" Ledek Lucas.


Rumi dan Galaksi cuek saja melanjutkan makan siang mereka. Hal yang biasa diledek seperti itu oleh Lucas maupun Eddy.

__ADS_1


Namun saat mereka tengah menikmati waktu istirahat yang tersisa tiba-tiba ada seseorang yang mendekati meja mereka.


"Boleh saya gabung??"


__ADS_2