Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi

Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi
Hal yang Tidak Terduga


__ADS_3

Galaksi langsung menutup hidup saat bau tidak sedap masuk kedalam indra penciumannya. Perutnya langsung terasa mual seketika, wajahnya pun memucat.


"Siapa yang baru saja datang dari pembuangan sampah!!!! Bau sekali!! Hueks...menjijikan!!!" umpat Galaksi


Dia terus memutup mulut dan hidungnya menahan rasa mual yang menderanya. Semua orang ada disekitar Galaksi mulai mengendus-endus namun tak ada bau busuk sama sekali.


"Apaan sih By, bau apa?? Orang wangi gini. Hubby nyium bau apaan sih??" tanya Rumi sambil hidungnya mencari bau yang di maksud oleh Galaksi.


Galaksi perlahan membuka tangan yang menurup hidungnya.


Hueks


Hueks


"Ini bau looh Bunny, masa ga nyium. Nyengat banget kayak bau air comberan atau sampah yang udah lama di tumpuk, hueks," ucap Galaksi menahan rasa mual.


Semua menahap Galaksi dengan heran, merasa Galaksi sedang berakting. Termasuk si ibu-ibu yang bajunya nge-jreng beserta anaknya yang baru datang memandang Galaksi dengan tatapan yang tak dapat diartikan. Tapi apapun sikap Galaksi, tak membuat Linda si anak dari ibu ngejreng merasa illfeel dengannya. Justru semakin terpesona melihat ketampanan Galaksi.


"Hai, kenalkan. Aku Linda. Senang berjumpa denganmu," sapa Linda sambil mengulurkan tangannya.


Galaksi mengangkat sebelah tangannya lalu melirik Rumi yang ada disebelahnya, cuek saja kayak bebek. Galaksi jengah melihat gadis di depannya ini sok kenal dan sok dekat. Bahkan berani -beraninya dia mengajak kenalan secara langsung di depan. Belum tahu aja si Linda ini bagaimana Rumi kalo sudah keluar taringnya.


Hueks


Hueks


Bau busuk langsung menyeruak kedalam hidung Galaksi begitu dia membuka telapak tangannya. Semakin kuat saat Linda mendekatinya.


"Lo-lo jauh jauh gih. Lo bau banget tau ga?? Memangnya lo abis dari pembuangan sampah ya? Busuk banget!!!" umpat Galaksi.

__ADS_1


Semua mata langsung mengarah ke Linda dan terbawa suasana ikut mengendus -endus aroma tubuhnya termasuk Rumi


"Jangan ngaco deh By, dia wangi banget kok. Kok kamu bilang dia bau busuk??" heran Rumi, tangannya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Refleks Linda pun mengendus -endus tubuhnya memastikan apa yang diucapkan oleh Galaksi salah.


"Mana ah wangi gini kok. Gue pake parfum mahal dari Paris, masa di katain bau busuk. Kayaknya hidung lo deh Gala yang bermasalah. Yang lain aja bilang gue wangi kok!!!" ucap Linda tak terima dengan tuduhan Galaksi.


Galaksi sekali memastikan apa yang dia cium tidak salah dan membuka telapak tangannya agar hidung nya bisa kembali mencium bau tersebut.


Hueks


Hueks


Kali ini mual yang dirasakan oleh Galaksi lebih parah, perutnya benar -benar tidak tahan dengan bau busuk tersebut.


"Lo semakin bau!! Pergi ... pergi.. lo bikin udara disini tercemar," hardik Galaksi.


"Mami, masa aku di usir begini!!?? Apalagi Gala bilang badan aku bau busuk!! Igh nyebelin," adu Linda kepada ibunya.


"Jeng, gimana sih ini anaknya, kok bisa-bisanya bilang anak saya bau busuk padahal wangi begini. Parfum yang dipake anak saya bukan parfum sembarang parfum, parfum mahal import dari luar negeri!" sanggah Ibunya.


"Maaf lo jeng bukannya ngusir, memang Galaksi ini saking cintanya dengan istrinya sampai-sampai dia yang ngidam. Ya mau gimana lagi loh, walaupun anak jeng ini mandi dengan parfum paling mahal sekalipun akan tetap bau karena bawaan bayi. Calon anaknya tau siapa-siapa yang akan jadi bibit pelakor," ucap Maulindya dengan menohok.


Linda dan Ibunya tidak terima dengan ucapan Maulindya yang mengatakan jika Galaksi begitu karena ngidam. Dia masih berusaha membela diri dihadapan para tamu arisan. Perdebatan mereka sudah menjadi tontonan yang meriah untuk para tamu.


"Jeng Lily ini ngarang banget sih, mana mungkin istrinya yang hamil suaminya yang ngidam. Bisa banget cari alasannya. Terlalu banyak baca novel online ya Jeng??" sanggah Ibunya Linda


"Loh loh loh.. ngarang bagaimana sih? Ini tuh namanya kehamilan simpatik. Memang bener ada loh, dan suami saya juga begitu kok, tanya aja deh sama yang lain. Ada ga ibu -ibu yang suaminya juga mengalami hal yang sama. Buat apa saya menyebarkan hal omong kosong!!!" ucap Maulindya dengan kesal.

__ADS_1


Beberapa tamu yang mengalami kehamilan simpatik memberikan respon dan jawaban yang membuat Linda beserta ibunya tidak berkutik. Dengan hati yang dongkol akhirnya Linda dan Ibunya memilih untuk pergi dan tidak mengikuti arisan bersama ibu -ibu lainnya.


"Rumi sayang, maafin bunda ya sudah bikin kamu sakit hati dengan perkataan ibu-ibu itu," ucap Maulindya menyesal tak sempat membela Rumi saat ibu tersebut menghinanya.


"Rumu gapapa bun, emang Rumi disini hanya ngabisin makanan Bunda aja. Padahal ini itu sengaja bunda bersiapkan buat acara arisanz tapi justru Rumi yang tidak tau diri ini malah makan banyak," ucap Rumi sambil mengerucutkan bibirku.


Maulindya langsung memeluk tubuh menantunya tersebut, merasa bersalah membuat menantunya rendah diri


"No sayang, no!! Ini semua khusus Bunda siapin untuk kamu. Coba kamu tanya sama Tania, kamaren bunda belanja bareng dia sambil tanya-tanya camilan apa yang baik buat ibu hamil. Dan apa yang sudah bunda siapin semuanya kesukaan kamu kan Nak?" ucap Bunda Maulindya menghibur.


Mendengar hal tersebut Rumi sangat bahagia, senang rasanya memiliki ibu mertua yang baik.


"Uuuhhhh bunda baik banget sihh. Nanti kalo ga habis, Rumi bungkus ya?" Ucap Rumi sambil cengengesan.


"Kalo itu udah bunda siapin di dapur. Coba nanti cek sendiri, ada beberapa kotak yang isinya camilan untuk kamu sayang. Bunta tau bagaimana rasanya hamil anak kembar, bawaannya lapar terus, ini makan ini dan itu. Dulu juga ayah ya Gala sering banget bunda bangunin tengah malem karena bunda lapar dan ingin dimasakin sama ayahnya," ungkap bunda Maulindya bercerita.


"Ehhh iya By, kak Andra mana ya??" tanya Rumi celingak-celinguk mencari keberadaan Andromeda


"Lagi diruang kerja ayah, ada hal yang harus dibahas. Memangnya kenapa kamu nanyain kak Andra, Bunny?" tanya Galaksi keheranan.


"Ada deh.... Mau tau aja," ucap Rumi sambil menggoda Galaksi


Dan akhirnya acara arisan tersebut berjalan dengan lancar. Ibu-ibu yang datang begitu menikmati suguhan yang di sediakan oleh tuan rumah. Mereka juga mendoakan agar kehamilan Rumi diberikan kesehatan dan kelancaran hingga proses kelahiran nanti.


Andra dan Raka baru saja selesai membahas hal penting di ruangan kerja. Ada beberapa hal masalah yang harus segera ditangani. Mereka berdua langsung bergabung dengan yang lainnya, menikmati sisa di akhir acara arisan


"Kak Andra," sapa Rumi dengan riang


Andromeda menyipit matanya dan saling memandang dengan Titania istrinya. Dia merasa suatu firasat yang kurang mengenakkan di hatinya. Apalagi melihat senyum Rumi yang tampak penuh kelicikan, pasti sedang merencanakan sesuatu.

__ADS_1


"Kak Andra, gendong dong!!!" ucap Rumi dengan manja.


"HAH!!!!"


__ADS_2