Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi

Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi
Kekecewaan Rumi


__ADS_3

Galaksi merasa risih dengan sikap Imelda. Apalagi Imelda tak segan-segan mendekati Galaksi yang tengah bekerja.


"Lo apa-apaan sih!! Jaga sikap lo Mel, gue udah menikah. Ga seharusnya lo seperti ini. Lo juga udah salah paham Mel," ucap Galaksi berusaha menjelaskan.


Galaksi menepis tangan Imelda yang dengan lancang meletakkan jarinya di bibirnya.


"Gue ga peduli Lo udah menikah, yang pasti gue siap bersaing. Yang namanya cinta pertama pasti menempati ruang tersendiri," ucap Imelda dengan percaya diri


Tiba-tiba Galaksi merasakan gejolak dalam perutnya dan dia segera berlari ke arah toilet.


****Huekk****


Huekk


Huekk


Huekk


Perutnya tiba-tiba mual, kepalanya pening seketika, hanya cairan bening yang keluar dari mulutnya.


Imelda khawatir dengan kondisi Galaksi dan menyusulnya ke toilet, membantu mengurut bagian tengkuknya.


"Gala, Lo kenapa kok bisa muntah-muntah begini? Lo sakit?" tanya Imelda dengan sangat khawatir


"Gue ga tau tiba -tiba mual begini, kepala juga pening," ucap Galaksi menahan mualnya.


Imelda ingin membantu Galaksi berjalan karena melihat Galaksi yang sedikit sempoyongan. Namun saat ingin memegang tangannya, Galaksi kembali menuju wastafel.


Huekk


Huekk


Lemas sudah tubuh Galaksi setelah merasakan mual tetapi tak mengeluarkan apapun.


"Stop, jangan sentuh gue. Lebih baik lo panggil Eddy, biar dia aja yang bantuin gue!!" seru Galaksi saat Imelda hendak menyentuh tubuhnya.

__ADS_1


Karena merasa kasian dengan kondisi Galaksi, Imelda bergegas keluar ruangan dan memanggil Eddy. Eddy pun tak kalah panik mengetahui keadaan Galaksi.


"Pak Boss kenapa??" tanya Eddy begitu khawatir saat melihat Galaksi sudah terduduk di lantai.


"Kepala gue pusing Ed, bawa gue ke kamar sebelah ya, gue pengen rebahan dulu sebentar," ucap Galaksi dengan lesu.


Eddy membantu Galaksi untuk berjalan. Rasanya tubuh Galaksi sudah lemas dan tak bertenaga. Imelda berinisiatif untuk membuatkan teh manis untuk Galaksi supaya rasa mualnya hilang.


"Ini teh manis angetnya coba di minum dulu deh supaya enakan," tawar Imelda sambil menyodorkan segelas teh manis.


Eddy pun membantu Galaksi untuk minum, wajahnya terlihat pucat dan matanya begitu sayu.


Bbrruuurrrrtttttt


Galaksi menyemburkan air yang baru saja dia minum kemudian mengambil air mineralnya yang tersedia di nakasnya.


"Lo campurin garem ke teh nya ya???" seru Galaksi


"Hah???" Imelda melongo mendengar ucapan Galaksi


Meskipun dia jarang ke dapur dan tidak terlalu pandai memasak tetapi dia bisa membedakan mana gula mana garam. Akhirnya Imelda mencicipi air teh tersebut untuk memastikan.


Eddy yang penasaran juga mencobanya.


"Iya kok, ini masih. Lo kenapa sih, ada yg salah sama lidah lo nya? Di luar tadi lo makan apa sampai mual-mual begini," tanya Eddy.


"Itu asin Junaeddi. Dah dah kalian banyak bertanya, bikin kepala gue makin pusing. Lebih baik kalian berdua keluar dari sini, gue mai istirahat," seru Galaksi.


"Gue tunggu disini aja ya, sapa tau nanti lo butuh bantuan," ucap Imelda dengan sedikit menggoda


"Gue bilang keluar ya keluar!! Punya telinga kan lo," bentak Galaksi, dia langsung menenggelamkan kepalanya di bantal.


Imelda yang tersinggung dengan ucapan Galaksi memiliki keluar dengan hatinya yang dongkol. Dia tidak percaya jika Galaksi berubah menjadi orang yang kasar padahal dia dulu sangat lembut padanya.


Tepat saat Eddy hendak menutup pintu kamar, Galaksi memanggilnya.

__ADS_1


"Napa parfum lo bau kemenyan sih!!!" Ucap Galaksi, Eddy mengereyitkan dahinya lalu membaui bahannya.


"Dasar wong edyannn," guman Eddy.


*


*


Setelah membereskan beberapa dokumen dan laporan untuk hari ini, Rumi merenggangkan tubuhnya yang terasa pegal. Duduk cukup lama membuat pinggangnya sedikit tidak nyaman.


Rumi teringat dengan kejadian dimana wanita yang mengaku sebagai cinta pertamanya Galaksi memeluk tubuh suaminya didepan matanya. Ada rasa tidak suka melihat Galaksi sedekat itu dengan wanita tersebut. Walaupun belum ada ucapan dari mulut Galaksi yang menjelaskan siapa wanita tersebut tapi Rumi dapat melihat dari sikap Galaksi jika wanita tersebut begitu dekat dengannya.


Namun Rumi juga tak bisa bertanya begitu saja ada hubungan apa Galaksi dengan Imelda, ada rasa sungkan untuk menanyakan hal yang pribadi.


"Iigghhhh kenapa gue jadi sensitif gini sih, cengeng amat," gerutu Rumi diambil menghapus air mata yang sempat menetes.


Berhubung sudah jam lima sore, waktunya untuk pulang kerja Rumi bergegas untuk membereskan meja kerjanya. Tak lupa keperluan pribadinya dimasukkan kedalam tasnya.


Seperti biasa, Rumi menuju lift khusus untuk menuju area parkir. Ketika sampai di area parkir Rumi tak melihat mobil Galaksi di tempat biasa. Rumi pun menunggu sampai Galaksi datang karena dia sudah berjanji untuk pulang bersama.


Hampir satu jam Rumi menunggu, tetapi batang hidung Galaksi tak kunjung keliatan. Rumi memutuskan untuk kembali ke dalam kantor menuju ruang kerja Galaksi, dia menduga jika Galaksi masih di ruang kerjanya.


Tak sengaja Rumi bertemu dengan Lukas saat hendak memasuki lift.


"Rum, kamu kok belum pulang? Pak Galaksi mana?" tanya Lucas ketika melihat Rumi seorang diri


"Loh, memangnya Tuan ga ada di tempat?" Rumi balik bertanya.


Lucas menggelengkan kepalanya kemudian dia mendesah dengan kasar.


"Pak Galaksi keluar sejak jam 3 Rum dengan pak Eddy dan temannya itu. Memangnya kamu tidak di kabari?"


Rumi lantas mengecek handphone nya yang berada di tasnya. Namun tak ada satupun pesan atau panggilan tak terjawab dari Galaksi. Seketika hatinya berdenyut hebat, baru kali ini dia di cuekin seperti ini. Biasanya sesibuk apapun Galaksi selalu memberikan kabar walaupun hanya sebuah pesan atau chat WhatsApp.


"Mungkin beliau lagi sibuk ga sempet ngabarin. Ya udah aku pulang duluan ya, bye kak Lucas," ujar Rumi sambil meninggalkan Lucas.

__ADS_1


Lucas dapatkan melihat bias mata Rumi yang menelan kekecewaan. Dia merasa ada sesuatu yang tidak baik diantara mereka. Merasa khawatir dengan kondisi Rumi, Lucas.memutuskan untuk menyusul nya.


"Rum, tunggu!!!"


__ADS_2