
Seperti biasa tiap kali Rumi di rawat di rumah sakit selalu saja meminta pulang paksa padahal kondisinya masih lemah. Rumi harus beristirahat total guna mengembalikan kesehatannya yang sempat menurun.
Terpaksa Galaksi meminta izin dari dokter untuk memulangkan Rumi. Galaksi tidak bisa menolak keinginan Runi jika istrinya tersebut sudah merengek disertai drama air mata. Lagi-lagi Galaksi selalu lemah dihadapan Rumi mengeluarkan jurus air mata.
Padahal dokter sudah mewanti-wanti jika kondisi Rumi masih sangat rentan bila dipaksakan pulang. Tekanan darah nya masih rendah dan tubuhnya masih lemas, harus di infus 2-3 labu lagi hingga kondisinya jauh lebih baik. Tetapi jika Rumi sudah berkeinginan maka harus dilakukan suka tidak suka, wajib tidak wajib.
Pasca pulang dari rumah sakit, Rumi benar-benar menempati janjinya agar beristirahat dan tidak turun dari ranjang kecuali untuk pergi ke kamar mandi. Saking khawatir nya Rumi terjatuh karena pusing, Galaksi sampai mengendongnya hingga ke dalam kamar mandi dan menungguinya hingga selesai.
Tetapi pagi harinya Rumi sudah mulai berulah, saat Galaksi bangun ranjang disampingnya telah kosong dan dingin. Artinya Rumi sudah terbangun cukup lama. Tanpa buang waktu galaksi langsung mencari keberadaan Rumi. Galaksi langsung menuju area dapur, menebak jika Rumi tengah memasak sarapan. Tetapi kosong, tak ada jejak Rumi disana.
Pikiran Galaksi langsung memburuk, dia menduga Rumi pergi ke luar atau jangan-jangan justru kembali di culik oleh Kevin. Lekas Galaksi menuju pintu keluar untuk mencari keberadaan Rumi, dia tak ingin kehilangan jejak. Namun saat membuka pintu, ternyata masih terkunci dan anehnya terkunci dari dalam. Yang berarti Rumi masih berada di dalam dan tidak keluar rumah. Tidak mungkin juga seseorang masuk dari jendela karena apartemen milik Galaksi berada di lantai 15.
Galaksi mengacak-ngacak rambutnya karena merasa sedikit bodoh tidak mengecek kekamar mandi terlebih dahulu. Bergegas dia kembali ke kamarnya, berharap dugaannya benar.
Begitu kembali masuk kekamarnya dan melesat menuju ke kamar mandi. Kosong, tak ada jejak Rumi, tetapi dari aroma sampo dan sabun berarti istrinya barusaja selesai mandi.
Ternyata Rumi tengan berdiri di depan lemari sambil mengacak-acak baju yang ada. Beberapa helai pakaian dibiarkan berantakan di lantai dan di atas lemari. Jemarinya masih fokus mencari baju yang bisa dia kenakan.
Segaris senyuman terbit kala melihat istrinya masih menggunakan bathrobe. Dengan perut yang sedikit menyembul dan tidak tertutupi membuatnya terlihat seksi. Apalagi perubahan tubuhnya yang makin semok karena kehamilan membuat Galaksi semakin mendamba.
"Bunny..."
Galaksi langsung menyelusup dan memeluk Rumi dari arah belakang. Aroma sampo dan sabun mandi yang melekat pada tubuh Rumi sangat disukainya. Sesekali tangan Galaksi mengelus-elus perut Rumi merasakan kehadiran calon anaknya.
Galaksi mulai nakal, sengaja meletakkan kepalanya di ceruk leher Rumi dan memberikan beberapa kecupan dan jejak sayang di sana.
__ADS_1
"By.... Geli," lenguh Rumi terdengar manja.
"Apa sayang??" Goda Galaksi.
"By...igh.. nakal," protes Rumi. Bukannya tidak suka tetapi Rumi sedang fokus mencari pakaiannya, sedari tadi mencari tidak menemukan yang cocok.
" Maaf sayang, abisnya kamu menggemaskan. Semakin enak kalo di peluk kaya gini. Apalagi kalo lagi posisi kayak gini bisa deket sama calon anak kita," ucap Galaksi
Beberapa saat kemudian Galaksi mulai heran melihat tumpukan baju yang ada di lantai dan dekat nakas. Bahkan belum satu helai pakaian yang dipakai oleh Rumi.
"Sayang, ada apa? Kenapa bajunya di acak-acakan begini? Kamu cari apa sih??" Galaksi mulai mempertanyakan
Rumi menghembuskan napasnya lalu berjalan ke tepian ranjang, duduk, lelah juga mencari pakaian tanpa sadar sudah menghabiskan waktu setengah jam.
"By, ga ada baju," rengek Rumi.
"Ga ada baju gimana?? Itu semua baju kan sayang?" ucap Galaksi heran.
"Ga ada yang cukup, yang itu pinggangnya sempit. Baju yang itu di keleknya ngejepit. Baju yang merah ga bisa di kancingin di bagian dadanya. Celana yang itu dipahanya sempit ga bisa masuk ampe ke atas. Baju hijau ketat di bagian dada, ga nyaman. Baju yang itu...."
Terus saja Rumi menceritakan detail mengapa baju-bajunya berserakan dan tidak bisa di pakai. Galaksi tersenyum, melihat istrinya sibuk mengomel justru semakik seksi dan menggemaskan.
"Kamu dengarin aku ga sih By!!!" Gerutu Rumi, galaksi sedari tadi hanya tersenyum tanpa memberikan komentar
"Lalu aku harus bagaimana sayang? Kartu debit, kartu ATM, kode M-banking semua ada di handphone kamu. Mau belanja se toko-toko nya juga ga akan abis itu uang. Tinggal isi akun belanja kamu, pilih mana yang disuka, klik ini klik itu beres tinggal tunggu datang deh. Kamu lucu deh sayang," jawab Galaksi sambil menyentil hidung Rumi.
__ADS_1
Rumi melipat kedua tangannya di depan dada.
"By, emangnya ketika pencet-pencet klik ini itu bayar langsung muncul saat ini juga?? Kan enggak by, harus nunggu beberapa hari baru sampai. Terus selama nunggu bajunya datang aku pake apa by, telanjang gitu???" Ucap Rumi bersungut-sungut, bibirnya dimonyongkan lima senti.
Galaksi menyeringai nakal, seperti membaca sesuatu yang ada dalam pikiran Rumi. Tidak.. tidak boleh, istrinya selalu mencari celah untuk berbuat nakal.
"Bunny,, tidak ya sayang.. tidak ada acara jalan-jalan ke Mall. Tidak boleh, kamu harus istirahat selama seminggu dan tidak diperkenankan kemana-mana," tembak Galaksi langsung tepat sasaran.
"By...emangnya aku bilang begitu. Igh menyebalkan!!!" Rumi merajuk.
Galaksi mengeratkan pelukannya dan menghujani pipi istrinya dengan kecupan singkat, agak basah sedikit. Rumi masih pura -pura merajuk.
"Aku tau apa yang kamu pikirkan sayang, aku suamimu. Mungkin aku salah satu suami diantara satu juta pria yang paling bisa membaca pikiran istrinya. Hebat kan aku," ucap Galaksi dengan bangga.
"By.. terus aku gimana. Dingin nih!!!" Keluh Rumi
"Ini kan lagi aku hangatkan sayang."
"Ga mungkin seharian ini kamu pelukin aku juga kan. Ga mungkin juga aku di bungkus selimut. Bisa-bisa aku masuk angin," sungut Rumi, lama-lama dia bisa tergoda jika terus berdekatan dengan suaminya.
Galaksi lantas melepaskan pelukannya dan berjalan menuju arah lemari. Kemudian dia mengambil salah satu kaos milik dan memberikannya kepada Rumi. Galaksi membantu Rumi melepas jubah mandinya. Dibaliknya Rumi sudah memakai pakaian dalam dan tinggal memakai kaos milik Galaksi.
Rumi berdiri dan melihat pantulan tubuhnya di cermin.
"Seksi," gumam Rumi dengan senyuman tersungging.
__ADS_1
Melihat tubuh Rumi, Galaksi menelan salivanya dengan kasar. Jakunnya naik turun, rasanya telah salah memberikan kaos miliknya. Rumi terlihat sangat menggoda dibandingkan ketika memakai pakaian kurang bahan dengan kain bolong-bolong.
"****!!!"