Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi

Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi
Berbicara 4 Mata Rumi & Galaksi


__ADS_3

Setelah seharian beraktivitas di luaran Rumi akhirnya sampai juga di rumah orang tuanya Galaksi. Walaupun sempat terjadi insiden yang kurang mengenakkan karena bertemu dengan mbak pelakor tetapi hari ini Rumi cukup senang.


Maulindya sang ibu mertua ternyata sudah menanti kepulangan Rumi dari kampusnya. Begitu mobil Galaksi parkir di halaman depan ibu mertuanya langsung menyambutnya dengan hangat.


"Rumi gimana kuliah lancar sayang??" tanya Maulindya dengan antusias


"Alhamdulillah lancar Bun, tadi pagi juga sempat ada kuis tapi Rumi bisa ngerjainnya dengan baik," ucap Rumi tak kalah antusias.


Betapa bahagianya Rumi karena memiliki ini ibu mertua yang sangat menyayanginya.


"Bun, ini anakmu loh ga di tanya??" Ucap Galaksi sambil cemberut.


"Wehhh... Nanya kamu udah bosen. Wong tiap hari ketemu. Rum, ayo masuk. Bunda buat minuman seger, ayo di coba," ajak Maulindya.


"Eehhhh tunggu dulu. Kamu pindahin karung pasir ini kebelakang ya soalnya bunda udah beres ganti tanah yang ada di pot!!! Awas jangan sampai ga di kerjain, bunda suruh Rumi supaya kamu ga boleh tidur di kamar," ucap Maulindya memberi perintah.


Galaksi yang hendak masuk untu mengambil air minum karena haus menghentikan langkah kakinya begitu mendengar perintah bundanya.


"Loohhh Bunda sebenarnya anak bunda ini Gala atau Rumi sih!!!" gerutu Gala sambil melipat kedua tangannya di depan dada.


"Kamu kan cowo Gala, masa Rumi yang harus bunda suruh atau bunda sendiri yang ngangkat begitu heh??? Dasar anak durhaka. Ayo cepat kerjain jangan banyak cimeng igh," ucap Maulindya dengan kesal. Selalu saja anaknya banyak omong kayak anak perempuan.


Galaksi mencak-mencak saat bunda dan istrinya kompak meninggalkan dirinya sendiri di luar. Sebenarnya Galaksi hanya pura -pura merajuk, dia senang karena Rumi begitu di sayang oleh keluarganya terutama oleh sang Bunda. Walaupun sempat menggerutu karena perintah bundanya, Galaksi tatap mengerjakan apa yang diminta oleh Bundanya. Bisa melayang sapu ijuk jika dirinya tidak melakukan perintah sang nyonya besar.


.


.


Ceklek


Untung saja Rumi sudah selesai mandi dan berganti baju saat Galaksi main nyelonong masuk ke kamarnya. Aroma sabun dan sampo langsung masuk keindra penciumnya seolah-olah membuat relaks pikirannya yang mumet.


Galaksi ternyata tidak bisa lama-lama mengambil cuti karena proyek barunya sedang tahap pengerjaan. Galaksi harus terjun langsung ke lapangan untuk mengontrol kinerja kontraktor agar sesuai dengan perjanjian kerja sama mereka. Apalagi untuk proyek kali ini merupakan perumahan untuk kalangan menengah kebawah, pasti banyak masyarakat yang sangat berminat.


Namun masalah lain sedang berada di depan matanya. Lusi sebagai perwakilan dari kontraktor pasti akan selalu bertemu dan berinteraksi dengannya. Walaupun galaksi akan berusaha profesional dalam bekerja tetapi tidak dengan Lusi. Ada misi tertentu yang juga dia lakukan tak lain adalah menggoda Galaksi.


Meskipun Galaksi tidak akan pernah tergoda dengan wanita macam Lusiana tetapi berbeda dengan Rumi. Sejak awal Rumi sudah mengibarkan bendera perang dengan Lusiana, Galaksi takut Rumi akan cemburu atau bahkan marah jika dia tau Galaksi hampir setiap hari bertemu dengan Lusiana.

__ADS_1


Sebenarnya ada hal lain yang ingin dibicarakan oleh Galaksi, tetapi dia takut Rumi akan menolaknya.


"Kenapa?? Ada yag ingin di bicarakan Tuan," ucap Rumi dengan lembut.


Dia melihat Galaksi seperti memiliki suatu beban dalam pikirannya


"Ehhhh... Anu. Gimana ngomongnya ya, " ucap Galaksi gelagapan, dia menggaruk kepalanya yang tiba-tiba terasa gatal


"Ngomong aja, nanti aku dengerin," ujar Rumi sambil duduk di tepi ranjang, tangannya tengah menyisir rambutnya yang setengah kering.


Galaksi mengatur napasnya terlebih dahulu dan memikirkan bagaimana menyampaikan dengan kalimat yang baik agar Rumi tidak salah paham.


"Kamu betah tinggal di sini?" tanya Galaksi.


"Mmmmm betah sepertinya apalagi keluarga Tuan Galaksi baik, bunda juga sangat baik. Kak Andra walaupun cuek tapi keliatannya baik juga," ucap Rumi dengan jujur.


"Mmmmm.. begini... Kalo misalnya kita berdua pindah ke tempat tinggal yang lain bagaimana?"


"Maksudnya Tuan kita hidup mandiri, tinggal lagi terpisah dari keluarga besar Tuan begitu??" tanya Rumi penuh selidik


Galaksi menganggukkan kepalanya dengan antusias.


Galaksi menyunggingkan senyuman di sudut bibirnya tak menyangka jika berbicara dengan Rumi tidak sulit.


"Kalo begitu beberapa hari kedepan kita akan pindah ke apartemen yang sudah saya siapkan. Hanya tinggal menunggu beberapa furniture untuk mengisi. Nanti sudah aku siapkan 3 orang ART untuk membantu pekerjaan rumah," ucap Galaksi dengan gamblang.


Mendengar penjelasan Galaksi membuat Rumi melongo. Rumi yang terbiasa hidup sederhana tiba-tiba berubah menjadi seorang nyonya. Apalagi yang disiapkan oleh Galaksi sangat berlebihan, 3 orang ART untuk sebuah apartemen. Rumah mertuanya saja yang besar hanya ada seorang ART.


"Maaf, apa boleh aku mengusulkan sesuatu?" tanya Rumi takut -takut.


"Tentu saja boleh, kamu memiliki hak yang sama," ucap Galaksi


"Boleh tidak, untuk ART nya hanya satu saja. Itu juga kalo bisa tidak menginap di apartemen, ART nya hanya untuk membersihkan ruangan ketika kita bekerja. Untuk masalah makan dan beberes rumah saat pagi dan malam hari masih bisa aku kerjakan. Apalagi kita hanya tinggal berdua," ucap Rumi sedikit ragu, dia takut menyinggung perasaan Galaksi.


Galaksi begitu terkejut dengan permintaan Rumi, padahal dia memikirkan semuanya demi kebaikan Rumi.


"Apa kamu tidak cape?? Kamu juga kan harus bekerja seharian, belum jika ada kuliah sore. Akan sangat melelahkan bagimu jika sesampainya di rumah harus mengerjakan beberapa pekerjaan rumah. Apalagi aku selalu makan di rumah saat sarapan dan makan malam. Apa kamu sanggup?"tanya Galaksi memastikan.

__ADS_1


"Aku akan berusaha menjalaninya terlebih dahulu. Kita tidak pernah tau jika belum melakukannya bukan. Jika nanti aku merasa kesulitan, aku akan berbicara denganmu Tuan," ucap Rumi berusaha menyakinkan Galaksi.


"Okey baiklah. Jika nanti perlu sesuatu kamu harus bilang. Aku menikahmu sebagai istri, bukan menjadimu sebagai pelayan apalagi pembantu," ucap Galaksi sambil meninggalkan Rumi menuju kamar mandi.


Blush


Mendengar perkataan Galaksi yang sederhana membuat sedikit tersipu malu. Rumi memang tak berharap lebih dengan pernikahan ini, tidak berekspektasi lebih jika kedepan Galaksi akan memberi hatinya juga kepadanya. Bukan semata memberikan materi demi kebahagiaan Rumi.


Mungkin jika Galaksi sempat melihat wajah Rumi akan terlihat Semerah tomat karena tersipu malu.


Tak berapa lama Galaksi keluar dari kamar mandi melihat Rumi masih terdiam di tepi ranjang. Selama di kamar mandi dia juga memikirkan bagaimana caranya agar Rumi bisa pindah bagian kerja tanpa membuat curiga karyawan disana. Dia juga ingin agar Rumi bisa berkembang memperlihatkan kemampuan dalam bekerja apalagi Rumi juga merupakan mahasiswa jurusan Public Relation.


Bagaimana juga Galaksi tidak ingin melihat istrinya menjadi pesuruh orang lain atau bahkan direndahkan dengan sengaja.


"Rum, besok aku akan menginfokan seputar penerimaan magang untuk divisi pemasaran. Aku harap kamu mendaftar dalam program tersebut dan berusaha untuk menjadi yang terbaik. Bukannya aku tidak suka dengan posisi kamu yang sekarang tetapi kamu juga harus menghargai kemampuan yang kamu miliki. Suatu saat orang lain pasti akan tau tentang hubungan kita ini dan saat itu terjadi aku ingin mereka berpikiran jika kamu memang layak sebagai istri seorang Galaksi," ucap Galaksi dengan tegas.


"Iya aku paham dan akan mendaftar nya besok," balas Rumi.


"Nanti Eddy akan membantumu untuk mempersiapkan semuanya. Yang terpenting kamu lulus dalam setiap ujian yang diberikan berlaku juga dengan karyawan lainnya yang ingin mencoba," ungkap Galaksi.


Walaupun ingin istrinya mendapatkan posisi yang sesuai dengan kemampuannya Galaksi tetap bersikap profesional berdasarkan penilaian. Tentu saja ada tim khusus yang akan menguji dan menilai karyawan secara langsung.


"Aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk membuktikan yang terbaik," ucap Rumi dengan penuh semangat.


Galaksi hanya tersenyum tipis melihat semangat dan pikiran positif yang dimiliki oleh Rumi.


"Sudah malam, sebaiknya kamu beristirahat saja duluan karena aku masih harus memeriksa beberapa email yang masuk. Bukankah besok kamu langsung masuk kerja??" ujar Galaksi


"Heemmm.... Aku sudah tidak punya cuti, jika aku menggunakan cuti menikah nanti rekan kerjaku yang lain bertanya dengan siapa aku menikah. Bikin gosip saja," desah Rumi.


"Hahahahaha padahal tinggal kamu bilang saja menikah dengan Galaksi Putra Rahadian, " ucap Galaksi sambil tertawa.


Rumi mendelik, memberikan tatapan permusuhan. Galaksi langsung merasa merinding sekujur tubuhnya. Tanpa basa basi lagi Galaksi lekas meninggal Rumi dikamarnya tak sanggup berlama-lama jika istrinya tersebut sudah mulai mengeluarkan taringnya.


***


Done ya up 3 bab hari ini.

__ADS_1


Makasih loh yang sudah nagih update nya.


Jngan lupa like & rate 🌟 5


__ADS_2