
Akhirnya seluruh rangkaian acara pernikahan hari ini selesai juga, Rumi memutuskan untuk menuju kamar Galaksi terlebih dahulu karena merasa tubuhnya terasa lelah. Rumi duduk di tepi ranjang membayang bagaimana kehidupannya setelah menjadi istri seorang Presiden direktur. Masih di hari pernikahan saja sudah mendapatkan ancaman dari pelakor apalagi kedepannya nanti.
Setiap hari bertemu wanita cantik adalah hal biasa bagi Galaksi apalagi beberapa karyawan dibagian sales memiliki paras yang lumayan. Galaksi yang memiliki wajah yang sangat tampan dan mapan tentu saja menjadi incaran wanita single bahkan terang-terangan mendekatinya. Rumi berfikir mungkin dirinya akan segera di singkirkan jika Galaksi telah menemukan wanita yang selevel dengannya bukan dengan gadis seperti dirinya yang miskin dan hanya bekerja sebagai office girl.
Ceklek
Galaksi langsung masuk saja ke dalam kamarnya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Tanpa rasa canggung sama sekali Galaksi membuka jas dan celana panjangnya dan hanya menyisakan kemeja putih dan celana pendeknya saja.
"Aaaaaaaaaaaaaaaaa" teriak Rumi sambil menutup mata.
"Wooi kenapa kau berteriak hah, sakit telinga ku mendengar suaramu yang bising itu," ucap Galaksi tanpa rasa bersalah.
"Dasar cowo mesum, seenaknya membuka pakaian di depan wanita, apa kau tidak tau malu," ucap Rumi sambil melemparkan bantal kearah Galaksi
"Aku kan hanya membuka baju, lagian ini kamar ku dan bebas dong aku ingin melakukan apapun. Jika kamu tidak suka silahkan keluar dari sini!!!" balas Galaksi
"Iigghhhj dasar menyebalkan," ucap Rumi sambil menghentakkan hentakan kakinya ke lantai.
Galaksi menyunggingkan bibirnya lalu berjalan menghampiri Rumi yang masih kesal dengan sikap Galaksi. Reflek tubuh Rumi bergerak mundur saat tubuh Galaksi nyaris saja bersentuhan dengan tubuhnya. Sayang langkah Rumi terhenti setelah punggungnya menabrak tembok. Rumi mulai panik melihat Galaksi yang sudah mengukung tubuhnya.
Aroma parfum maskulin tercium, membuat tubuh Rumi semakin menegang apalagi jarak diantara mereka kurang dari lima senti. Hembusan napas Galaksi pun dapat dirasakan oleh Rumi, hanya detak jantungnya saja yang tidak terdengar. Rumi memejamkan matanya, tidak ingin membayangkan apa yang akan terjadi pada dirinya.
"Dengarkan aku baik-baik, sekarang kamu sudah menjadi istriku. Mulai sekarang, kamu adalah milikku, nyawamu adalah milikku, napasmu adalah milikku, detak jantung mu adalah milikku, setiap tetes darah dalam tubuhmu juga milikku, tanpa izin dariku Kamu tidak boleh menghilang dari pandangan mataku. Apa kamu paham?" ucap Galaksi dengan suara yang tidak terlalu keras namun terdengar tegas.
Rumi mengangkat kepalanya dan memandang wajah Galaksi dengan penuh tanya.
__ADS_1
"Dia bilang aku adalah miliknya. Jangan... Jangan dia...." gumam Rumi dalam hati.
"Aku anggap kamu mengerti. Aku tidak akan menuntut apapun untuk saat ini karena aku sadar pernikahan ini terjadi atas dasar keterpaksaan. Sebagai istriku kamu boleh menggunakan apapun milikku termasuk uang. Tapi jangan pernah bermain curang, aku tidak akan memaafkan yang namanya perselingkuhan. Jika sekali saja kamu bermain curang, detik itu juga kamu akan kehilangan segalanya termasuk nyawamu. Aku harap kamu paham!" ucap Galaksi dengan dingin.
Galaksi meninggalkan Rumi begitu saja dan berjalan menuju lemari pakaiannya untuk mengambil ganti. Rumi meremas dadanya yang terasa sakit saat mendengar Galaksi mengucapkan kalimat tersebut.
"Oh iya, segera berganti pakaian karena setelah ini kita akan malan malam bersama dibawah. Pakaian mu semuanya sudah di siapkan oleh Bunda dilemari sebelah. Kamu tenang saja, didalam sama semuanya pakaian yang layak, tidak ada pakaian seksi ataupun kurang bahan seperti lingerie. Aku mandi di kamar kak Andra jadi kamu bisa mandi dan berganti pakaian disini. Kunci juga pintunya karena aku kebiasaan langsung membuka pintu kamarku sendiri tanpa mengetuk terlebih dahulu," ucap Galaksi sebelum keluar dari kamarnya.
Rumi diam tak bergeming, dia masih sibuk menormalkan detak jantungnya yang masih berdebar.
Hampir saja Galaksi membuka pintunya tetapi urung dilakukan karena teringat sesuatu.
"Ngomong-ngomong apakah kamu kesulitan untuk membuka gaun tersebut??? Jika iya aku akan membantumu. Kamu tenang saja aku tidak akan berbuat macam-macam," ucap Galaksi dengan ragu.
Galaksi memeriksa bagian belakang gaun pengantin tersebut untuk mencari seleting. Setelah menemukannya Galaksi langsung menariknya kebawah agar terbuka.
Glek
Glek
Glek
Dengan kasar Galaksi menelan ludahnya saat melihat kulit punggung Rumi yang mulus dan putih. Belum lagi aroma wangi bunga seolah keluar dari tubuhnya dan masuk kedalam indra penciuman Galaksi.
"Ahh... Tahan Gala, masa lihat yang begini saja lo tergoda. Biasanya juga melihat buah pepaya besar menggantung lo biasa aja. Jangan jadi cowok gampangan!!!" Umpatnya dalam hati.
__ADS_1
"Sudah, kamu bisa lepas baju kamu sekarang dan aku kan pergi sekarang juga," ucap Galaksi sambil menutup mata dan menahan napasnya. Dia tak ingin menjadi di luar kendali.
Rumi menganggukkan kepalanya bersamaan dengan Galaksi yang sudah keluar dari kamarnya. Rumi menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya perlahan. Ternyata bukan perkara mudah untuk menahan dirinya agar tidak tergoda dengan pesona Galaksi. Dia berjanji dengan dirinya sendiri tidak akan mudah jatuh cinta dengan Galaksi karena takut akan menyakiti hatinya dikemudian hari.
Rumi pun melepaskan gaun pengantin tersebut dengan mudah lalu menuju kamar mandi untu membersihkan diri. Setelah mandi, Rumi memeriksa lemari yang ditujukkan oleh Galaksi. Didalam terdapat pakaiannya lengkap dari dalaman hingga dress formal. Semuanya baru dan pas dengan ukuran tubuh Rumi. Maulindya memang menyiapkan semuanya untuk menantu nya tersebut. Rumi akhirnya memutuskan memakai pakaian tidur berhubung setelah makan malam dia akan langsung beristirahat.
Tak lama setelah Rumi berganti pakaian Galaksi pun masuk kedalam kamarnya. Kemudian mengajak Rumi untuk malam malam bersama dengan keluarganya.
Selama makan malam tidak ada obrolan yang berarti karen mereka semua sudah lelah dan ingin segera beristirahat. Selesai makan Rumi hendak membantu ART namun di larang oleh Galaksi, sekarang Rumi sudah menjadi Nyonya tidak perlu melakukan pekerjaan rumah.
Rumi pun memutuskan untu pergi kekamar terlebih dahulu sedangkan Galaksi menuju ruang kerja untu memeriksa beberapa email yang masuk.
Ceklek
Galaksi masuk kedalam kamarnya, Rumi belum menyadari kedatangannya.
"Tu-tuan kenapa kesini," ucap Rumi gugup
"Lalu aku harus kemana, ini kamarku sudah pasti aku akan tidur di kamarku sendiri," ucap Galaksi dengan santai.
Rumi bergetar, merasa sedikit takut jika Galaksi melakukan sesuatu terhadapnya. Bukannya tidak ingin tetapi dia belum siap.
"Kamu tenang saja, aku tidak akan melakukan apapun kepada mu. Aku sadar jika ini hanya pernikahan terpaksa jadi aku tidak akan meminta hakku padamu untuk saat ini. Kita sama-sama lelah sebaiknya istirahat saja. Kamu tenang saja keluarga ku tidak akan bertanya macam-macam besok pagi. Malam kita tidur saja dan jangan membayangkan malam pengantin seperti yang terjadi pada pengantin yang lain," ucap Galaksi sambil mematikan lampu kamarnya dan mengganti nya dengan lampu tidur
Akhirnya mereka pun tidur dengan posisi saling belakangi. Tetapi entah bagaimana bisa mereka tidur saling berpelukan. Galaksi lupa menaikkan suhu AC di kamarnya sehingga dia merasa kedinginan begitu juga dengan Rumi. :)
__ADS_1