
Hampir saja Galaksi tersedak makanan yang tengah disuapi oleh Rumi karena teriak membahana dari sang Bunda.
"Haduuhhh pagi-pagi mata Bunda sudah tercemar," umpat Maulindya.
Rumi dan Galaksi saling berpandangan penuh arti. Keduanya menahan tawa melihat ekspresi bundanya yang tak dapat dilukiskan.
"Apa sih bun?? Teriak -teriak, baru juga sampe. Malu lah kedengaran sama tetangga," seru Raka. Tangannya penuh beberapa barang.
"Kelakuan anakmu tuh!!!" gerutu Maulindya.
Raka masuk kedalam rumah lalu memeriksa apa yang dilihat oleh istrinya. Dia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Galaksi dan Rumi hanya menyengir kuda saja dihadapan ayah dan bundanya.
"Apa sih bun, lebay banget deh!!!" seru Raka. Lalu meninggal Maulindya untuk menyimpan barang yang dia bawa.
"Lebay gimana sih!!! Itu lohh anakku melakukan pornografi!!!" sembur Maulindya
Raka berlalu tak menanggapi ocehan istrinya. Dia kembali keluar untuk membawa beberapa barang yang masih ada di dalam mobil.
Dengan raut wajah sedikit muram, Maulindya menghampiri Galaksi dan menghadiahkan sebuah tarikan maut di telinga nya.
"Aaawww bunda sakit...sakit Bun!!!" pekik Galaksi kesakitan.
"Kamu apa-apaan telanjang seperti ini, dasar ga tau malu. Kalo diliat orang gimana. Ini rumah orang tau, bukan rumah sendiri!!!" geram Maulindya terhadap anaknya.
"Bun...lepas bun. Sakit ini!!! Bisa lepas telinga Gala!!!!" ucap Galaksi sambil menahan rasa sakit.
__ADS_1
Rumi meringis melihat Galaksi yang pasrah di jewer oleh Bundanya. Ingin tertawa tapi kasian melihat suaminya kesakitan. Galaksi mengusap -usap telinganya yang terasa panas dan pedih setelah di jewer oleh ibunya.
"Kamu ini ga tau mau ya, telanjang kayak begini. Kalo di lihat tetangga gimana, yang ada pada ngences mereka melihat mu!!!" gerutu Maulindya.
"Kan Gala diem didalam rumah mah, ga mungkin ada tetangga yang liat. Kecuali merek nyelonong masuk, baru deh melotot melihat otot Gala yang garang ini," ucap Galaksi sambil memperlihatkan otot dibagian lengan atasnya.
"Eh.... Ehhhh dibilangin ngeyel amat sih. Sana pake baju, masuk angin tau rasa!!!" titah Maulindya.
"Tapi Bun, Gala ga bawa baju ganti makanya Gala telanjang kayak gini. Baju yang kemaren udah bau keringet, seharian di pake kerja ini itu," ucap Galaksi dengan santai sambil mengunyah sarapannya.
Maulindya berkaca pinggang sambil menggeleng -gelengkan kepalanya tak habis pikir dengan tingkah anaknya yang satu itu.
"By, kayaknya aku punya baju yang agak besaran deh. Kalo di pake sepertinya cukup. Sementara pake itu ya, nanti minta tolong bawain baju ganti untuk kamu ata kita beli saja,"ucap Rumi memberikan solusi.
"Boleh deh Bunny, aku pake saja yang ada. Dari pada bunda keluar terus tanduknya. Nanti lama-lama jadi ibu tiri," ucap Galaksi dengan berbisik. Bisa gawat jika terdengar oleh bundanya.
Rumi kembali membawa kaos miliknya yang berwarna putih. Senyuman yang terlihat aneh tercetak di wajah Rumi, Galaksi merasakan feeling buruk akan terjadi padanya.
Tak henti-henti Maulindya dan Raka tertawa meledek anaknya. Rumi juga ikut-ikutan meledek Galaksi. Galaksi melipat kedua tangannya di dadanya, kesal dengan ketiga orang yang ada di hadapannya.
Bagaimana tidak tertawa, Galaksi sangat lucu memakai kaos milik Rumi. Sebuah kaos bergambar unicorn yang sangat menggemaskan. Kaos tersebut memang besar untuk Rumi tetapi sangat nge-pas di badan Galaksi sehingga postur tubuh Galaksi tercetak jelas.
"Duhhh cyn, cucookkk meong deh," ledek Bunda Maulindya.
"Bunda!!!" gerutu Galaksi.
__ADS_1
"Sayang, sumpah cakep deh!!" Rumi cekikikan
"Untuk sayang, kalo engga udah aku gigit nih," umpat Galaksi
Raka ayahnya tak tahan, dirinya tertawa terbahak-bahak melihat anaknya yang mere-og. Untung saja pintu depan sudah tertutup jika tidak pasti akan menjadi tontonan yang menghebohkan bagi para tetangga.
*
*
*
Lagi-lagi Eddy terbangun dengan kepala yang berat, semalam Eddy menghabiskan waktu di club malam. Semenjak kepergian Imelda yang kembali ke negara yang membesar karirnya, Eddy selalu pergi ke club malam dan memesan minuman beralkohol. Meskipun tidak sampai mabuk berat, tetapi tetap saja tidak baik untuk kesehatan.
Kamarnya berantakan seperti tersapu banjir bandang. Bebas mie cup, botol minuman dan sampah plastik berserakan di kamar tidurnya. Kehilangan Imelda membuat hidup Eddy semakin tak terurus.
Dengan langkah lesu, Eddy berjalan ke kamar mandi. Karena gejolak mual yang datang dari perutnya Eddy memuntahkan segala isi perutnya yang hanya berupa cairan bening saja. Tenggorokan nya terasa perih seperti terbakar. Eddy pun mencari obat pereda rasa pengar akibat mabuk.
Eddy kembali merebahkan dirinya di ranjang kebesarannya, menatap langit-langit rumahnya. Seakan tak ada lagi gairah dalam hidupnya, hanya menghabiskan waktu dirumah saja.
Eddy mencari keberadaan handphone miliknya untuk melihat apakah ada balasan email dari Imelda atau tidak. Semenjak putus kontak dan Imelda tidak memberikan nomor telepon internasionalnya Eddy hanya bisa mengirimkan email untuk mendapatkan informasi mengenai Imelda.
Eddy sudah berusaha cari informasi ke manager nya tetapi ternyata sang manager sudah tidak lagi memegang Imelda semenjak kasus skandal Imelda viral. Dan managernya juga berkeberatan jika Eddy mencari tahu Imelda melalui dirinya, manager tersebut tak ingin berhubungan kembali dengan Imelda.
Setelah mencari ke beberapa sudut rumah, Eddy menemukan handphone nya dalam keadaan mati kehabisan daya. Begitu daya handphone nya terisi penuh, Eddy menghidupkan kembali.
__ADS_1
Mata Eddy terbelalak saat melihat banyak pesan masuk kedalam WhatsApp miliknya. Ada pesan dari Lucas, Dea, dan ada dari beberapa rekan kerjanya. Namun satu pesan yang hanya dia buka yaitu pesan dari Galaksi. Ada 50an pesan dari Galaksi yang belum dibaca. Satu persatu pesan tersebut dibacanya hingga pada sebuah kalimat yang membuat Eddy syok.
" Ya ampun Rum!!!"