Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi

Gadis Somplak Pemikat Hati Tuan Galaksi
Rum, buka matamu Rum. Ini aku!!!


__ADS_3

Deg


Deg


Deg


Deg


Jantung Galaksi tiba-tiba berdetak dengan kencang, dada terasa sangat sakit dan sesak seakan jantungnya di genggam dengan kencang. Muncul perasaan khawatir tetapi Galaksi tak tahu apa itu.


"Aaahhhhkkkkk," teriak Galaksi sambil memegangi dadanya yang sebelah kiri.


Semakin lama rasa sakitnya nyatanya semakin begitu terasa.


"Pak Galaksi ga apa-apa?" tanya salah seorang anak buahnya yang melihat atasan nya tiba-tiba kesakitan.


Tiba-tiba sosok Rumi tengah melintas di pikirannya, sempat berfikir terjadi sesuatu yang buruk terhadap istrinya. Galaksi lantas mengambil handphone untuk menghubungi Rumi.


Berulang kali mencoba nyatanya tak ada satupun yang di jawab oleh Rumi. Pikiran nya semakin kalut tak kunjung mendapatkan kabar Rumi. Galaksi segera menghubungi Eddy asistennya untuk mengecek keberadaan Rumi di ruangan kerjanya.


Beberapa menit berlalu tetapi Eddy belum juga menghubunginya, perasaan nya semakin khawatir.


Dddrrrrttttt


Dddrrrrttttt


Bergegas Galaksi mengangkat panggilan telepon tersebut.


"Halo boss, Rumi ga ada di meja nya. Bahkan gue liat makanan yang lo pesankan untuknya belum di makan. Gue sudah konfirmasi ke manager bagian seharusnya Rumi sudah tidak ada pekerjaan di luar kantor. Gue juga udah tanya ke tim pemasaran yang ada di lapangan Rumi sudah kembali sebelum makan siang dan belum kembali," ungkap Eddy.


"Apaah!!!! Rumi ga ada di kantor??" Bentak Galaksi, perasaan semakin kalut dan cemas.


"Terus gue harus gimana bos??" tanya Eddy


Galaksi sejenak memejamkan mata untuk menenangkan pikirannya. Dia butuh pikiran yang tenang untuk memikirkan cara bagaimana mengetahui keberadaan Rumi.


"Gue akan balik ke kantor, lo tolong cek CCTV yang ada di ruangan kerja Rumi. Lo cari tau kemana Rumi pergi, kemungkinan waktunya lima menit sebelum jam istirahat makan siang soalnya Rumi masih menerima makanan yang gue kirim secara langsung," perintah Galaksi

__ADS_1


Setelah memberikan instruksi kepada asistennya, Galaksi bergegas menuju mobilnya kembali ke perusahaannya.


"Rum, sebenarnya apa yang terjadi dengan kamu kenapa perasaanku cemas dan khawatir begini? Semoga kamu dalam keadaan baik -baik saja," gumam Galaksi dalam hati sambil mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh.


Beruntung jalanan ibukota saat itu tidak begitu macet sehingga Galaksi bisa leih cepat sampai di perusahaan. Sebelum masuk kedalam perusahaannya Galaksi menanyakan kepada bagian sekuriti apakah Rumi pergi keluar atau tidak.


Ternyata dari catatan izin keluar masuk perusahaan tidak ada tulisan nama Rumi didalamnya . Galaksi pun melanjutkan masuk kedalam perusahaannya.


Saat ini Eddy tengah melihat rekaman CCTV di ruangan Rumi bekerja. Dan benar saja menurut keterangan Galaksi jika Rumi memberikan paket makanannya secara langsung. Namun setelahnya ada rekan kerja Rumi yang berbicara dengannya hingga setelahnya Rumi pergi meninggalkan meja kerjanya.


"Gimana Ed, lo udah menemukan petunjuk keberadaan Rumi?" tanya Galaksi dengan cemas


"Ini gue lagi periksa rekamannya boss.liat ini boss, Rumi pergi ke lorong ujung sana. Dia pergi ke,-"


"Ruang dokumen!!" ucap Galaksi dan Eddy secara bersamaan.


Galaksi mengambil langkah seribu menuju ruangan tersebut untuk memastikan apakah Rumi benar ada disana atau tidak. Beberapa karyawan yang masih belum pulang melihat heran kearah kedua atasannya yang berlari sangat kencang didalam ruangan.


Saat Galaksi hendak membuka pintu ruangan tersebut ternyata terkunci. Galaksi masih barusan menggerakkan handle pintu berharap bisa terbuka.


Dorrr


Dorrr


"Rumi kamu ada di dalam??" Teriak Galaksi memanggil istrinya.


Nihil. Tidak ada jawaban sama sekali. Tetapi perasaan cemas justru semakin besar.


"Rumi... Rumi.... Tolong beri kode jika kamu ada di dalam!!! Rumi!!!" Galaksi masih berusaha memanggil istrinya.


"Mending kita dobrak aja deh, kalo Rumi ada di dalam nyawanya sedang dalam bahaya," ucap Eddy.


Galaksi semakin panik dan juga kalap. Tak lagi memikirkan apapun selain keselamatan Rumi. Galaksi mengambil beberapa langkah kebelakang dan langsung saja mendobrak pintu tersebut.


Brakkkk


Brakkkk

__ADS_1


Brakkkk


Setelah tiga kali berusaha mendobrak pintu tersebut akhirnya terbuka juga. Galaksi langsung menerobos masuk kedalam ruangan dokumen dan mencari keberadaan Rumi.


"Rumi....Rumi... Kamu dimana??"


"Boss itu," tunjuk Eddy di sisi rak dokumen


Ternyata Rumi sudah tergeletak tak sadarkan diri dilantai. Dengan cepat Galaksi menghampiri Rumi, menggendongnya dan membawanya keluar ruangan tersebut.


"Rumi... Bangun Rumi. Ini aku datang Rumi. Rumi sadarlah!!!" Ucap Galaksi sambil menepuk -nepuk pipinya Rumi perlahan.


Sebagian pakaian Rumi sudah basah olehnya keringatnya karena kegerahan ketika terjebak didalam ruangan tersebut.


"Rum... Bangun Rum... Maaf aku terlambat," ucap Galaksi dengan mata yang susah berkaca-kaca.


Galaksi mendekap tubuh Rumi dengan erat dan dapat merasakan detak jantung nya yang semakin melemah.


"Eddy, segera kita bawa Rumi kerumah sakit, cepat!!!" Perintah Galaksi


.


.


Di perjalanan kerumah sakit Galaksi tak pernah sekalipun melepaskan genggaman tangannya dengan Rumi. Bahkan sesekali mencoba memanggil -manggil namanya berharap Rumi sadar.


Saat Galaksi tengah memeluk erat tubuh Rumi yang lemah, dia merasa gerakan jemari Rumi.


"Rumi... Rumi kamu bisa mendengar suaraku?? Jawab Rumi," ucap Galaksi.


"Eeeeuuhhhhhh.. Tu-tuan Gala... Tolong Rumi Tuan...." Guman Rumi, matanya masih terpejam


"Aku disini Rum, aku sudah menolong mu. Rum, buka matamu Rum. Ini aku!!!?" ucap Galaksi dengan semangat.


Walaupun hanya desah-an kecil tetapi Galaksi merasa senang karena Rumi masih bisa mendengar suaranya.


"Tu-tuan, a-aku...."

__ADS_1


Rumi yang berusaha menggapai pipi Galaksi tak memiliki tenaga yang cukup. Kondisi tubuhnya terlalu lemah dan Rumi kembali tidak sadarkan diri.


"Rumi.... Bangun Rumi...!!!!"


__ADS_2